- Beranda
- The Lounge
4 Jam Karena Ilmu Hitam
...
TS
bekinyot
4 Jam Karena Ilmu Hitam

Spoiler for Bagian 1:
Dan, bantuin gue nyelesain tugas sejarah dong. Bingung banget dah gua mau bikin sejarah apaan.
Perkenalkan namaku adalah andini, aku merupakan seorang mahasiswa tingkat akhir, sebelum masuk dalam dunia skripsi aku salah satu anak yang termasuk suka membolos dikarenakan pekerjaan sampinganku di sebuah minimarket membuat aku mendapatkan tugas tambahan dari dosenku sebagai syarat kelulusan agar dapat maju ke tahap akhir/skripsi.
Emang lu sukanya apa, kali aja gua bisa bantu ide dari apa yang lu suka, balas Dani.
Dani adalah seorang pria yang termasuk dekat dengan aku, sebenarnya aku tidak memiliki banyak teman di kampus, yang paling dekat hanya dengan si dani ini, bagaimana tidak, dirinya adalah pelanggan mie instan garis keras di supermarket aku bekerja, setiap minggu pasti dia selalu membeli 2 bungkus mie instan, bahkan tak jarang aku memberikan bonus mie instan karyawan untuknya secara gratis.
Aku sendiri pun sebenarnya masih merasa bingung dengan apa yang aku suka, aku adalah salah satu wanita yang sangat menyukai sejarah akan suatu budaya dalam indonesia. Indonesia Dengan budaya yang sangat luas dan suku yang sangat banyak membuat diriku memiliki impian dapat berkeliling indonesia dan menghampiri setiap pelosok serta mencicipi segala macam makanan khas daerah yang ada di indonesia ini.
“Aku rasa aku ingin membahas tentang horor deh Dan”, timpalku kepada Dani.
Sejenak Dani berfikir dan beberapa kali kami mencari informasi dari internet hingga pada akhirnya Dani memberikan saran kepadaku tentang keberadaan pulau bali yang dimana disana sangat kental dengan cerita horornya, terutama ceritanya tentang ilmu pesugihan leak.
“Aku baca nih ya Din, katanya disana itu masih ada beberapa warga yang mencari ilmu sakti dengan cara mencari tumbal sebagai sarana syarat dalam mendapatkan ilmu yang diinginkan dengan cara memangsa manusia lain.”
Dengan mendengar informasi tersebut, aku segera bangkit dari tempat dudukku dan mengepal tanganku ke langit, “baik sudah aku putuskan tujuan penelitian dimana dan apa yang akan diteliti.”
Beberapa hari setelah menyiapkan segala hal yang diperlukan, aku berangkat sendiri menuju sebuah desa yang temanku dapatkan info tentang keberadaan seorang yang dicurigai mencari ilmu dengan cara menjadi leak tersebut.
Informasinya tersebut tergolong bukanlah informasi yang mudah untuk didapatkan, temanku sampai harus mengajak mabuk seorang yang memiliki informasi tersebut agar mau menceritakan dan berbagi informasinya.
Setelah melalui 15 jam lebih perjalanan dari surabaya menuju bali, sekarang aku berada disebuah desa dengan udaranya yangs sangat segar, masyarakatnya yang berjualan ikan di pinggir jalan, hingga anak-anak yang masih bermain dengan riang gembira menikmati indahnya sore hari tanpa menggunakan alas kaki. Betapa suasana desa yang sangat terasa begitu kuatnya.
Saat aku meniatkan langkah untuk menuju tempat dimana aku akan bermalam, tiba-tiba saja seorang anak yang tadi aku lihat sedang bermain menghampiriku, dia berkata sesuatu hal yang aku tidak mengerti apa artinya. Disana aku hanya tersenyum saja pada anak tersebut, dan mengeluarkan permen sisa bekal perjalananku dan kutawarkan padanya. Namun bukannya diterima, tanganku dipukul oleh anak tersebut. Haha, diriku tersenyum, nampaknya anak-anak disini diajarkan dengan baik oleh orang tuanya untuk tidak sembarangan menerima pemberian dari orang asing.
Aku helus kepala anak tersebut sebagai tanda bahwa aku mengagumi kepintarannya, tiba-tiba saja tanganku ditariknya dan anak tersebut membuang bola yang sedari tadi dipegangnya tersebut. Aku ditariknya hingga sampai sebuah rumah yang berada diujung dari perumahan yang berada disini.
Anak tersebut berhenti didepan rumah tersebut, dan melepaskan genggaman erat tanganku. Dirinya berjalan sendiri menuju ke dalam rumah tersebut, dan beberapa saat tiba-tiba dirinya berbalik arah dan menatapku seakan berkata ‘ayo sini, tidak usah takut, ada yang ingin aku tunjukan sama kakak’.
Tiba-tiba saja aku merasa seperti percaya kepada anak tersebut, dan melangkahkan diriku kearah anak tersebut dan mencoba mengikutinya dari belakang.
Saat kita berdua sudah berada didepan pintu rumah tersebut, anak tersebut diam, dan disini aku merasakan getaran hebat yang berasal dari tubuh anak tersebut. Dirinya mengeluarkan aura yang sangat ketakutan, dan tiba-tiba saja anak tersebut lari meninggalkan aku sendirian.
“Lah, malah lari” aku berbicara sendiri keheranan akan tingkah anak tersebut, dengan santai akupun beranjak dari sana dan pergi keluar dari wilayah rumah tersebut.
Aku pikir aku akan dikenalkan oleh orang tua anak tersebut agar dia bisa menerima permen dariku.
Spoiler for Bagian 2:
Aku keluar dari wilayah rumah tersebut, dan mendapati seorang pria yang seperti heran sekali kepadaku. Dirinya yang berjarak sekitar 10 meter dari aku dan sedang duduk di depan rumahnya tanpa menggunakan baju tersebut jelas sekali berteriak padaku. Dan sekali lagi, aku tidak memahami apa yang diucapkannya, nampaknya dirinya menggunakan bahasa daerah, seketika aku mendengar kesamaan bahasa yang digunakannya seperti bahasa yang digunakan anak kecil tadi.
Karena cara bicaranya yang terkesan seperti bertanya dan tidak marah, aku pun memberanikan diri untuk menghampirinya, dan dirinya mengulang bahasa yang sama . Aku pun menanyakan kepadanya dengan bahasa indonesia umum “maaf pak, ada apa ya? Saya tidak mengerti bahasa daerah sini, kebetulan saya bukan dari sini pak”
Dirinya terlihat sedikit terkejut dan tiba-tiba dia bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan melewati diriku. Dirinya berjalan kepada seorang pria yang berada di belakangku yang entah dari kapan disana dan sedang mengarah kerumah yang tadi aku masuki.
Aku terheran melihat keadaan yang serba mendadak yang menghampiriku tersebut, disana aku hanya terpana dan termenung dan mencoba sedikit memperhatikan apa yang sedang mereka lakukan.
Seketika aku tersadar bahwa ini semua bukan urusanku, urusanku adalah mencari tempat aku akan bermalam dan mewawancarai keluarga atau siapa saja yang tahu dengan ilmu leak yang aku butuhkan informasinya.
Selama perjalanan aku menuju tempat aku akan bermalam aku sesekali bertanya kepada warga sekitar yang berada disana untuk menunjukan aku alamat yang sedang aku cari, disini aku melihat seluruh warga banyak yang sedang berada diluar rumah. Mereka seperti sedang membicarakan suatu masalah serius yang sedang terjadi.
Akhirnya aku sampai pada tempat aku menginap, setelah mengisi identitas diriku saat mendaftar aku langsung masuk kamar dan merebahkan diriku. Ahh sungguh kasur yang empuk, dan tanpa sadar aku yang sudah terlalu lelah akan perjalanan tadi membuatku tetrtidur tanpa sempat membersihkan diriku.
Spoiler for Bagian 3:
Aku terbangun pada pukul 5 pagi, setelah membersihkan diri dan merapikan barang-barang yang kubawa aku tiba-tiba merasa lapar. Aku langsung pergi keluar dan menuju resepsionis untuk menanyakan tentang tempat makan yang enak.
Karena keadaan yang masih terlalu pagi, aku disarankan untuk menunggu sekitar 3 sampai 4 jam lagi, karena tempat makan biasanya disini buka sekitar jam 8 atau 9 pagi. Namun dia menawariku untuk di masakan makanan, tanpa berfikir 2 kali aku mengiyakan tawaran tersebut.
Beberapa saat menunggu, sekitar 15 menit lamanya sudah ada sebuah nasi goreng yang masih sangat panas dan lengkap dengan irisan daging juga telur yang digoreng dengan sangat sempurna. “Waw” ucapku saat makanannya datang, aku tidak menyangka akan semenarik ini tangkasku kepada bapak resepsionis.
Saat makan, aku ditemani oleh bapak resepsionis, dirinya ternyata adalah pengurus serta pemilik dari tempat aku menginap ini, dan dia dulunya adalah seorang kepala chef di sebuah hotel besar di bali karena keinginannya dalam membuka usaha sendiri maka dia memutuskan resign dari tempat kerjanya dulu dan membuka tempat penginapannya sendiri.
Namun kini dirinya sedikit merasa kesusahan, dikarenakan tempat dia membuka usaha ini kini terasa sepi, hal tersebut bukan karena tidak ada alasan, banyaknya rumor yang beredar tentang bagaimana tempat dia disini yang masih banyak orang mencari ilmu dengan cara yang jahat membuat siapa saja yang mau datang ke tempat ini menjadi berfikir 2 kali. Tentu saja karena takut.
Setelah selesai menyantap makanan yang disajikan, aku berterimakasih banyak kepada bapak tersebut, dan memohon pamit untuk melanjutkan aktivitasku, dan kembali ke kamar.
Setelah berada di kamar, dan mandi tiba-tiba ada perasaan yang sangat tidak nyaman aku rasakan, aku merasa seperti harus pulang dan mengurungkan niatku. Tapi rasa takutku akan tidak lulus dan juga biaya yang sudah aku keluarkan untuk kesini melawan diriku untuk tetap melaksanakan apa yang sudah aku putuskan sejak awal.
Spoiler for Bagian 4:
Setelah menanyakan alamat sebuah rumah yang sudah aku cari sejak kemarin, kini aku sudah tahu kemana jalannya setelah aku bertanya kepada bapak baik raja nasi goreng itu hehee. Dalam perjalanan aku merasakan suasana yang sepi dan beberapa orang yang keluar hanya menundukan kepala dan juga keadaan warung-warung yang buka masih terlihat sepi semua.
Sesampainya dirumah yang aku cari aku mencoba mengetuk dan menunggu orang yang sebelumnya sudah aku hubungi ini untuk keluar.
Beberapa saat aku sudah menunggu akhirnya sang pemilik rumah sudah keluar dan yang aku lihat seorang wanita sekitar umur 25 tahun dan berpenampilan dengan gaya khas anak kota menyapaku dan mempersilahkan aku masuk.
Saat didalam aku disuguhkan sebuah teh hangat dan beberapa makanan ringan yang identik manis dengan menggunakan gula merah dan perpaduan dengan kelapa parut. Rasanya sungguh lezat, katanya ini adalah masakan tradisional dari desanya.
Aku mulai memberikan beberapa pertanyaan yang bersangkutan dengan sejarah ilmu leak yang aku butuhkan, tanpa memerlukan waktu yang lama, hanya sekitar 2 sampai 3 jam aku sudah selesai melengkapi seluruh list jawaban yang aku butuhkan.
Setelah beberapa saat aku berbincang dengan narasumber dan berpamitan untuk pulang, dirinya mengantarkan aku menuju pintu depan dan kita sudah bertukar nomor telepon dan berjanji akan keluar untuk berbelanja bareng saat nanti dia datang ke kotaku.
Spoiler for Bagian 5:
Saat dalam perjalanan pulang aku mendapati rumah yang kemarin aku datangi dengan anak kemarin itu kini sudah dengan keadaan yang sangat ramai, dengan rasa penasaran aku datang kesana dan mencoba bertanya kepada orang yang berada disana. Namun lagi-lagi aku tidak mengerti dengan apa yang mereka katakan, disini aku hanya mengangguk-angguk saja dengan apa yang dia katakan.
Aku mencoba mencuri pandangan kepada sebuah ruangan yang dimana semua orang juga melakukan hal yang sama dengan aku, disana aku melihat seorang yang sedang tertidur dan sudah sangat tua. Dirinya seperti mengeluarkan suara yang cukup aneh dari mulutnya tapi itu terdengar sangat pelan.
Suasana yang sepi dan masyarakat yang seperti sedang mengucapkan sesuatu dari mulutnya akan tetapi tanpa mengeluarkan suara sama sekali membuat keadaan yang semakin mencekam.
Aku mencoba lagi bertanya kepada seseorang yang ada disana, dan pilihanku jatuh kepada seorang pria yang seumuran denganku dan aku harap dia dapat berbicara bahasa lokal. Dan benar saja, tebakanku tepat, dia langsung memberikan aku informasi tentang sedang apa yang terjadi disini sebenarnya.
Didalam rumah yang kemarin aku datangi tersebut adalah rumah seorang yang sedang melakukan ilmu hitam dan sekarang dirinya tidak bisa meninggal karena ilmunya yang masih mengikat pada dirinya. Dirinya yang masih dinyatakan hidup oleh dokter akan tetapi tubuhnya sudah lebih dari 3 tahun tidak pernah bisa bangkit dari kasurnya.
Salah satu caranya agar dirinya bisa menjadi tenang dan meninggal adalah dengan mengumpulkan seluruh keluarganya ke dalam rumah tersebut, akan tetapi ternyata keluarganya sendiri tidak mau berkumpul.
Kini seorang yang dipercaya dapat menyelesaikan masalah ini sedang datang dan diminta untuk agar dapat membebaskan segala ilmu yang masih melekat dalam tubuh orang yang sedang tertidur tersebut.
Beberapa saat aku disana, suasana sudah sangat mencekam, keadaan yang terasa sangat gelap, serta warga yang berdiam tanpa mengeluarkan suara sama sekali menyaksikan apa yang sedang berlangsung disana.
Sesaat aku tersadar keadaan yang sudah mulai gelap dan aku mencoba pergi dari sana, tiba-tiba saja belum ada aku mengambil langkah dari kaki ku, tanganku sudah ditarik oleh pria yang tadi. Dirinya berkata sambil berbisik “jangan pergi, kamu harus tetap disini sampai upacara ini selesai kalau kamu pergi sekarang, maka hal buruk bisa saja menimpa kamu.” Mendengar hal tersebut tentu saja membuat aku takut dan aku akan menghargai budaya yang ada disini dan ikut dalam aturan yang ada.
Spoiler for Bagian 6:
Beberapa saat setelah aku menyaksikan upacara yang sedang berlangsung ini membuat bulu kuduk berdiri. Beberapa kali terdengar suara jeritan dari seseorang di dalam rumah tersebut, hingga seseorang yang pingsan dari para penonton. Aku yakin itu pasti karena rasa peka akan spiritual yang luar biasa dari para penonton tersebut sehingga membuat dirinya kehilangan kesadaran, pokoknya disiniaku harus tetap berkonsentrasi, saat ini aku benar benar dikerumuni rasa takut karena tidak ada hal lain yang dapat aku lakukan selain terus menyaksikan upacara yang entah akan seperti apa akhirnya ini.
Upacara ini tidak seperti wawancaraku tadi sebelumnya, kini sudah mencapai 4jam aku dan tidak ada pertanda upacara ini akan segera berakhir.
Spoiler for Bagian 7:
Suara gong yang cukup keras terdengar dari belakang, membuatku terkejut dan langsung saja menyingkirkan tubuhku ke arah samping untuk menghindar dari kerumunan yang membawa suara tersebut.
Pria disebelahku membisikan kepadaku tanpa aku bertanya tentang siapa dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahwa yang datang tersebut adalah keluarga dari orang yang sedang tertidur didalam rumah tersebut, disana mereka akan memberikan upacara terakhir dari apa yang sudah dilakukan anggota keluarganya yang sudah mengambil jalan ilmu hitam tersebut.
Katanya sudah banyak korban yang menjadi mangsa ilmu hitam yang dilakukannya, hal tersebut yang membuat keluarganya selama ini kesusahan dibuatnya, dari tidak dapat memiliki kepercayaan dari warga sekitar hingga dicap apapun keberhasilan yang dapat diraih oleh sanak saudaranya karena bantuan dari ilmu hitam yang dilakukannya.
Kali ini aku yakin ini semua akan segera berakhir.
Spoiler for Bagian 8:
Setelah beberapa saat menanti tiba-tiba saja terdengar suara yang belum pernah keluar sebelumnya dan terdengar sangat keras seperti teriakan seseorang yang meminta tolong akan suatu hal.
Hal tersebut membuat pikiran saya menjadi sangat terjaga dan mencoba fokus akan hal apa yang sebenarnya terjadi dan mencoba mencari tahu dengan memperhatikan lebih seksama apa yang ada di dalam rumah tersebut.
Tiba-tiba saja seorang yang belum pernah saya lihat sebelumnya keluar dari ruangan tersebut, dan tanpa saya duga sebelumnya dirinya berteriak sambil meluruskan tangannya dengan keadaan jari jarinya yang terbuka.
Dirinya seperti menunjuk nunjuk kami semua, akan tetapi kami semua hanya berdiam diri. Jika saja ada warga yang berlarian, saya juga pasti akan ikut lari.
Beberapa saat setelah kami melihat orang tersebut berteriak seorang pria yang menjadi ketua dari upacara ini keluar dan memegang kepalanya, dan tiba tiba saja dengan aura yang terasa sangat gelap orang tersebut meneriaki suatu kalimat yang saya sangat tidak mengerti akan apa yang dia ucapkan tersebut, dan berakhir dengan dirinya tersungkur di tanah.
Spoiler for Bagian 9:
Keadaan yang sudah mulai tenang dan beberapa warga yang sudah dapat kembali pulang, aku juga mengikuti warga yang mengambil langkah untuk pulang dan kembali ke penginapan.
Saat kembali ke penginapan aku mendapati bapak penjaga yang sudah membuatkan aku minuman teh jahe, dirinya mengetahui aku yang baru saja tidak bisa pulang karena harus mengikuti upacara yang baru saja terjadi.
Dirinya berpesan kepadaku bahwa apa yang terjadi tadi adalah suatu hal yang sepertinya akan segera berakhir ditelan oleh zaman, itu merupakan suatu hal yang sudah sangat jarang dilakukan pada masa sekarang akan tetapi sangat lumrah terjadi pada masa lalu. Dan kini di desa ini sudah bersih dari para orang orang yang masih mempelajari ilmu tersebut.
Akupun kembali ke kamar dan beristirahat, dan saat pagi aku berpamitan dengan bapak penjaga dan tidak lupa memberikan dirinya cinderamata akan bantuan yang sebelumnya sudah dia berikan kepadaku dan membantu penelitianku.
infinitesoul dan 5 lainnya memberi reputasi
6
531
Kutip
1
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya