Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
8
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e76029ff4d69527e760523c/detektif-ega--secret-case
Setelah menyelesaikan kasus dan melawan White Arrow. Sang Detektif tidak mendapatkan kasus lagi, terlebih lagi semua Egality Squad, orang-orang yang kerap kali membantunya menyelesaikan kasus sedang tidak ada di tempat. Andika kembali ke bisnisnya yaitu mendesign, Nataly ke luar kota untuk acara keluarga sedangkan Cindy kembali melanjutkan sekolahnya setelah terlepas dari pengaruh Mindios. Tingg
Lapor Hansip
21-03-2020 19:03

Detektif Ega : Secret Case

Past Hot Thread
Detektif Ega : Secret Case


Setelah menyelesaikan kasus dan melawan White Arrow. Sang Detektif tidak mendapatkan kasus lagi, terlebih lagi semua Egality Squad, orang-orang yang kerap kali membantunya menyelesaikan kasus sedang tidak ada di tempat.

Andika kembali ke bisnisnya yaitu mendesign, Nataly ke luar kota untuk acara keluarga sedangkan Cindy kembali melanjutkan sekolahnya setelah terlepas dari pengaruh Mindios.

Tinggal sang Detektif saja yang tersisa di markas(Egality Base)

Akan tetapi justru disinilah petualangan Sang Detektif dimulai. Diawali di pagi yang cerah ketika ia sedang melewati parade sirkus ada gadis remaja yang datang menghampirinya. Gadis itu bernama Kaede Trick. Ia menjuluki dirinya master sirkus dan katanya dikirim oleh Nataly untuk membantunya menyelesaikan kasus sang Deterktif. Awalnya sang detektif menolak karena tidak ada kasus yang terima akhir-akhir ini sampai ada seseorang yang mengaku sebagai Vermillion House datang dan menawarkan sebuah pekerjaan menarik. Pekerjaannya adalah memburu monster.
profile-picture
radetra memberi reputasi
1
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Detektif Ega : Secret Case
21-03-2020 22:13

File : Mothman

CASE 1-1 : Devisi Monster




Hari senin yang penuh akan kesibukan. Polusi semakin meningkat, kendaraan semakin banyak orang-orang berjalan dengan cepat menuju tempat mereka bekerja. Matahari pagi yang menyilau-kan menghilangkan senyuman semua penduduk kota. Mereka hanya fokus pada apa yang mereka kerjakan. Bagaimana dengan? Aku harus bersantai menikmati setiap hari meski aku sadar tidak akan ada yang akan terjadi hari ini.

Namaku Ega. Aku detektif swasta, aku mendirikan Egality Base, markas bagi para Egality Squad. Aku punya tim yang handal dalam menyelesaikan kasus tapi tentu saja bintang utamanya adalah aku. Tanpa diriku ini tidak akan ada cerita ini. Atau mungkin karena mereka.

Awalnya ku pikir bekerja sendiri akan terasa lebih mudah tapi semenjak mereka mengubah hidupku, sendiri jadi tidak menyenangkan lagi. Meski aku sendirian aku tidak benar-benar sendirian Cindy sesekali mengunjungiku sepulang sekolah jika tidak datang ia akan menelpon dan menanyakan kasus apa yang saat ini aku sedang pecahkan pertanyaan yang sama setiap hari dan tentu saja jawaban yang sama yaitu. Tidak ada.

Meski tidak ada panggilan tugas aku sesekali mengambil kerja paruh waktu di Toko Buku milik Mayu untuk kelangsungan hidupku sendiri. Meski begitu raut wajah Mayu tampak tidak senang aku bekerja di tempatnya, seperti ada yang ingin ia katakan tapi ia engan mengatakannya. Sampai suatu hari, ketika tokonya sedang sepi. Aku sedang merapikan buku di rak paling pojok saat itu ia datang membawa kardus berisi buku-buku baru yang siap untuk dijual saat itu ia mulai berani berbicara.

"Ega." Kata Mayu.

"Iya?" Sahutku

"Apa sebenarnya tujuan hidupmu?" Tanyanya.

"Kenapa tiba-tiba kau bertanya?" Aku pin bingung.

"Apa kau senang menjadi detektif?" Kini matanya menatap tajam ke arahku.

"Belakangan ini aku perhatikan wajahmu seperti menyimpan dendam kepadaku jadi karena ini? Memangnya jika aku beritahu tujuan hidupku apakah kau bisa mengubahnya?" Tanyaku sambil melanjutkan pekerjaanku.

"Teman-teman yang lain sudah sukses. Aku hanya kasihan melihat-mu."

"Haha. Jika kau tanya apa tujuan hidupku... aku tidak tahu. Tapi waktu masih smp aku sangat ingin jadi penulis cerita fantasi. Tapi justru karena impian-ku itu aku jadi terlalu banyak berkhayal sampai-sampai aku lupa dengan duniaku saat ini. Maafkan aku jika membuat-mu repot tapi aku tidak suka dikasihani. Aku juga menjadi detektif bukan karena aku pandai memecahkan kasus tapi karena aku ingin menolong orang, hanya itu."

Mayu terdiam kemudian pergi dan berkata "terserah" tapi sepertinya ada sedikit senyuman yang aku lihat ketika ia berbalik.

Hari minggu. semua mendapatkan kembali senyumnya bahkan pengamen sekali pun tersenyum dan bergembira di pinggir jalan sambil menyanyikan lagu dengan gitar yang menjadi caranya untuk bertahan hidup. Barina benar-benar tempat yang unik dan selalu memberi kejutan pada penduduknya. Siang itu sedikit mendung jadi sinar matahari tidak begitu menyengat ketika aku sedang duduk di taman. Saat itu aku melihat ada keramaian di tengah taman ternyata ada pengumuman bahwa akan diadakan pertunjukan sirkus di Lapangan kota malam ini. Aku tidak begitu tertarik dengan sirkus tapi aku penasaran dengan apa yang akan terjadi disana jadi aku memutuskan untuk datang.

Malamnya aku berangkat namun ada seorang wanita kupikir dia adalah temannya Cindy karena ia terlihat seperti gadis remaja, namun aneh, ia mengenakan sepatu badut dan dasi kupu-kupu besar dan warna rambutnya yang berwarna merah terang. Ia berdiri di depan pintu sambil tersenyum.

"Siapa kau?" Tanyaku.

"Akhirnya kita bertemu, Detektif Ega." Ucap wanita itu. "Namaku Kaede Trick, aku dari Vermillion House menawarkan-mu pekerjaan, tapi hanya kau. Jika kau tertarik datanglah ke pertunjukan sirkus lewat pintu belakang Oke!" Ia tersenyum kemudian berlari dengan sangat cepat.

Aku tidak ada pilihan lain, lebih baik ku coba cari tahu pekerjaan apa yang mereka tawarkan kepadaku. Aku rasa ini akan ada hubungannya dengan benda terkutuk.

Aku pun mengikuti intruksi dari Kaede masuk melalui pintu belakang tenda sirkus. Disana aku dituntun oleh seorang algojo ke ruang ganti. Tepat di depan pintu ruang ganti Kaede menunggu sambil menghela nafas.

"Kau cepat sekali berlarinya." Pujiku.

"Aku berusaha sekuat tenaga." Jawabnya." Jawab Kaede.

"Jadi apa kasus yang perlu aku selesaikan?"

"Silahkan masuk Detektif." Pintanya.

Aku pun masuk dan bertemu dengan seorang pria yang namanya sudah dikenal banyak orang. Ia adalah Demaga Maga. Pemburu harta terkenal dan menjadi kebanggaan Vermillion House. Ia adalah orang yang berhasil selamat dari hutan elf dan mendapatkan harta berupa pedang Regulus. Menurut rumor Demaga berteman denga Pixie.

"Detektif. Silahkan duduk." Ucap Demaga.

"Tidak ada tempat duduk." Jawabku.

"Kaede, biarkan kami bicara empat mata." Pinta Demaga.

"Baiklah." Kaede tampak murung.

"Jadi apa yang sebenarnya yang Vermillion House inginkan dariku? Bukankah dia memiliki sang pemburu harta terhebat. Pewaris Arsene sang pencuri legendaris, Demaga Maga."

"Kami tidak menyuruh-mu untuk berburu harta. Miss Vermillion tertarik denganmu ketika kau berhasil menguak rahasia Mindios dan pertarungan mu melawan White Arrow."

"Langsung saja ke poin pentingnya! Apa yang kau mau dariku?" Aku mulai tegas.

"Vermillion House menawarkanmu kasus untuk memburu monster." Jawab Demaga.

"Monster? Bukannya Vermillion House hanya berurusan dengan barang terkutuk?"

"Aku juga tidak tahu. Ini semua perintah Miss Vermillion. Aku hanya menjalankan tugas. Bagaimana? Apakah kau bersedia?"

"Baiklah. Aku akan menerimanya." Jawabku tegas.

"Kalau begitu kau sudah kami kontrak sebagai anggota Vermillion House pertama Devisi Monster. Perburuan-mu dimulai besok. Monster pertama yang harus kau hadapi adalah, Mothman di Kota Point P. Besok pagi Kaede akan memberikan-mu segala yang diperlukan untuk misi-mu ini."

"Mothman ya? Heh baiklah, kasus ini, aku yang akan selesaikan!" Sahutku yang menandakan aku siap!


Detektif Ega : Secret Case
profile-picture
ariefdias memberi reputasi
1 0
1
Detektif Ega : Secret Case
22-03-2020 12:01

File : Mothman

CASE 1-2 : Point P



Detektif Ega : Secret Case


Aku sudah bersiap untuk keberangkatan-ku ke kota Point P, hanya tinggal menunggu arahan. Tak lama menunggu Kaede datang memberikan-ku sebuah surat yang berisi ilustrasi Mothman dan juga perintah misi.

Daftar Kerja





Quote:"Jadi ini adalah tugasku?" Tanyaku ke Kaede.

"Yes! Kau akan mendapatkan pengalaman hebat dari petualangan-mu ini!" Seru Kaede.

"Tentu."

"Hei, detektif. Apakah aku boleh ikut?" Tanya Kaede.

"Kenapa aku harus mengajak-mu?" Tanyaku.

"Kemarin aku memohon kepada Tuan Demaga agar diizinkan ikut bersamamu dan dia memperbolehkan atas persetujuan-mu."

"Dan aku tidak mengizinkan. Baiklah, semoga hari-mu menyenangkan." Kataku sebelum pergi meninggalkannya. Tapi Kaede bersikeras untuk ikut.

"Aku mohon detektif! Aku tidak akan merepotkan-mu, lagi pula aku ini kan Vermillion House aku punya banyak informasi yang bisa membantu nantinya."

"Baiklah kau boleh ikut. Tapi aku tidak bertanggung jawab atas keselamatan-mu." Ancam-ku.

"Understand! Ayo aku sudah memasukan barang-barang-ku di kursi belakang."

"Ternyata kau sudah merencanakan-nya ya. Tunggu, mobil? Aku tidak punya mobil."

"Kau mendapatkan hadiah mobil khusus dari Vermillion House. Apa kau bisa mengemudi detektif?"



Aku menaiki mobil Sedan hitam pemberian Vermillion House menuju Point P. Perjalanan menempuh waktu selama ber jam-jam untuk sampai di Rute 62, ketika kami sampai di rute 62 hari mulai gelap. Beruntung sepanjang perjalanan Kaede tidak banyak bicara, ia hanya sibuk membaca majalah fashion edisi terbaru. Untuk apresiasi aku membuka pembicaraan.

Quote:"Terima kasih." Ucap-ku.

"Terima kasih kenapa?" Tanya Kaede.

"Karena kau tidak banyak bicara di sepanjang perjalanan."

"Semua informasi yang aku butuhkan sudah aku ketahui." Jawabnya.

"Begitu ya. Oh iya, ngomong-ngomong berapa umur-mu? Kau terlihat masih muda."

"Aku baru 18 tahun."

"Apa! 18?" Aku terkejut.

"Iya. Sebenarnya aku perlu 1 tahun lagi untuk lulus tapi tiba-tiba Vermillion House menawarkan-ku bergabung sebagai anggotanya. Jadi saat aku umur 17 tahun aku sudah menjadi anggota termuda. Mentor-ku adalah Demaga Maga. Ia bertanya apa yang aku suka lalu aku menjawab aku suka sekali sirkus dan sulap. Besoknya aku diperkenalkan oleh Magician hebat yang menyebut dirinya Spell." Ungkapnya.

"Jadi begitu ya. Ngomong-ngomong rute ini sepi sekali."

"Mungkin karena sudah malam."


Baru saja aku mengatakan itu tiba-tiba di sebelah kanan jalan tepatnya di balik pohon ada sesuatu yang mengintip, seperti sepasang mata merah menyala. Aku meminggirkan mobil-ku sejenak dan terus memandang sesuatu itu tapi tidak kunjung keluar.

Quote:"Apa kau melihat sesuatu detektif?" Tanya Kaede.

"Tidak, mungkin hanya hantu penunggu tempat ini." Sahutku.

"Hantu!" Kaede panik.

"Tenang-lah lagi pula aku tidak bertanggung jawab atas dirimu."

"Justru itu yang membuatku panik!"

"Kalau kau mau kau bisa berjalan pulang dari sini." Guyon-ku sambil menjalankan mobilku.



Beberapa jam kemudian kami akhirnya sampai di Kota Point P. Disana kami disambut dengan patung Mothman yang lumayann besar dan menakutkan. Semenjak banyaknya penampakan Mothman yang dikabarkan warga kini Mothman menjadi icon dari kota Point P. Di kota ini juga Mothman mendapatkan harinya bahkan ada museum khusus untuk sang Mothman. Dari sinilah kasus-ku dimulai dan satu persatu aku aku ungkap. Tapi sebelum itu aku memilih untuk istirahat mengingat perjalanan-ku yang begitu panjang dan melelahkan.

Ada satu hal yang tidak aku ceritakan kepada Kaede. Ketika aku melihat sepasang mata itu samar-samar aku mendengar kepak-an sayap. Aku tidak yakin kalau itu adalah kepakan burung karena yang kutahu hanya burung hantu yang aktif pada malam hari dan perlu diketahui bahwa burung hantu tidak mengeluarkan suara bising ketika ia terbang.
profile-picture
ariefdias memberi reputasi
1 0
1
Detektif Ega : Secret Case
24-03-2020 23:43
lanjuttttttt bossq
profile-picture
egalucu memberi reputasi
1 0
1
Detektif Ega : Secret Case
25-03-2020 02:11
akuk sukak cerita detektif cam inih emoticon-Big Grin
kalau bisak kau tambah kan bumbu riddle di dalam nya ngor emoticon-Big Grin
jangan bumbu indomie ayam geprek yang kau masukan emoticon-Big Grin
profile-picture
egalucu memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh KS06
Detektif Ega : Secret Case
25-03-2020 13:02
Quote:Original Posted By xxbot.versi.2.0
akuk sukak cerita detektif cam inih emoticon-Big Grin
kalau bisak kau tambah kan bumbu riddle di dalam nya ngor emoticon-Big Grin
jangan bumbu indomie ayam geprek yang kau masukan emoticon-Big Grin


Sekalian bumbu yang ada di dapur bos
0 0
0
Detektif Ega : Secret Case
26-03-2020 09:48
jangan lupa kasih garam emoticon-Ngakak
profile-picture
egalucu memberi reputasi
1 0
1
Detektif Ega : Secret Case
26-03-2020 12:32

File : Mothman

Case 1-3 : Investigasi


Sebelum melakukan penyelidikan. Kami, atas nama Vermillion House meminta izin kepada walikota Point P untuk melakukan investigasi. Sang walikota sedikit terkejut karena masih ada yang mau menyelidiki kasus Mothman, mengingat kasusnya terakhir kali pada tahun 1967.

Meski begitu walikota dengan senang hati memberikan izin kepada kami bahkan beliau memberi kami akses ke perpustakaan kota 24 jam. Setelah mendapat izin kami langsung memulai investigasi. Aku menyuruh Kaede untuk memeriksa perpustakaan untuk mengumpulkan informasi mengenai Mothman sedangkan aku akan turun langsung ke lapangan sekaligus melihat kilas balik tempat penampakan Mothman.

Pertama, aku pergi ke tempat awal aku melihat sepasang mata merah di balik pohon. Aku memotret beberapa titik disana menggunakan Polaroid. Tidak sampai disitu, aku mendekat ke tempat itu, tapi tidak ada apa-apa. Hanya bunga yang terisi oleh serbuk-serbuk kecil. Mungkin saja kupu-kupu yang melakukannya. Tidak lama aku mendapatkan panggilan telepon dari Kaede.

"Kaede? Bagiamana?" Tanyaku.

"Menurut berita di koran lama ini. Mothman pertama kali terlihat di Pemakaman Point P, ada 5 saksi yang melihatnya. Ciri-ciri memang persis seperti Mothman. Ukurannya seukuran pria dewasa berwarna gelap dan memiliki sayap yang lebar." Kata Kaede.

"Terus mencari aku akan pergi ke kuburan setempat." Jawabku.


Aku segera ke Pemakaman. Hawanya cukup mengerikan ditambah lagi mahkluk itu sempat singgah di tempat ini. Ketika aku berkeliling aku melihat ada penjaga makam yang sedang membersihkan makam. Aku pun menghampirinya.

"Permisi Tuan." Panggilku.

"Selamat pagi, ada yang bisa aku bantu?" Tanya pria tua itu.

"Aku mau menanyakan sesuatu mengenai Mothman."

"Mothman! Wow tidak kusangka ada yang masih menyelidikinya. Hehehe Mothman itu. Waktu itu aku masih muda bersama 5 temanku melihat secara langsung. Aku pikir itu hantu tapi ternyata itu lebih menyeramkan dari hantu." Jawab pria itu.

"Tunggu, kau saksi mata yang melihatnya? Apakah aku bisa bertemu 4 orang lainnya?"

"Tentu, dia ada di ujung sana. Baru dimakamkan 1 bulan yang lalu. Mereka mengalami kecelakaan di rute 62. Aku sudah berpesan untuk tidak kembali pada malam hari firasat-ku dan benar saja. Mereka mengalami kecelakaan. Polisi berkata penyebabnya adalah alkohol, tapi menurutku tidak. Aku kenal temanku itu. Ia memiliki kemampuan luar biasa dalam menyetir di saat mabuk. Aku yakin. Mothman bertanggung jawab atas semua ini. Sekarang, aku sendirian disini."

"Apa yang membuatmu yakin kalau pelakunya Mothman."

"Awalnya aku tidak memperhatikan. Tapi ketika pagi hari aku melihat serbuk-serbuk seperti serbuk dari sayap ngegat. Kupu-kupu bodoh mana yanh menyerbuk-i mobil? Atau, Ngengat bodoh mana yang menyerbuk-an mobil?"

"Terima kasih atas informasinya."

"Sama-sama."

Aku memutuskan untuk kembali dan menemui Kaede di monumen patung Mothman.

"Bagaimana?" Tanyaku.

"Membaca membuatku pusing!" Keluhnya.

"Aku tidak mengajak wanita manja."

"Baiklah, sepertinya kemarin malam, yang kau lihat bukan hewan atau cahaya hantu melainkan Mothman. Karena, menurut catatan Mothman juga pernah terlihat disana. Dan ada dua tempat lagi. Jembatan Perak itu. Lalu Pabrik TNT."

"Baiklah, bagaimana kalau nanti malam kita menelusuri pabrik kemudian paginya kita buat kesimpulan di jembatan itu." Ideku.

"Tunggu, bukannya ini terlalu cepat?"

"Ada alasan kenapa Vermillion memilih-ku dalam tugas ini. Dan aku juga memiliki alasan khusus untuk mengizinkan-mu ikut, mengerti?"

"Baiklah."


Malamnya kami berangkat ke Pabrik TNT atau dikenal sebagai Pabrik Ordenant, pabrik tempat pembuatan bahan peledak pada masa perang dunia. Menurut rumor yang beredar Mothman tinggal di area pabrik yang kini sudah menyatu dengan alam dan menjadi hutan.

Aku dan Kaede hanya berbekal Senter dan air minum 1 jam kami menyusuri tempat itu namun tidak ada hasil.

"Sepertinya tidak ada apa-apa disini." Pikir Kaede.

"Aku merasakan ada sesuatu ditempat ini tapi sepertinya ia enggan untuk bergerak." Jawabku.

"Aneh." Kata Kaede.

"Menurutku aku aneh?"

"Bukan, lihatlah. Ini musim semi tapi kenapa hutan disini daunnya berguguran ya? Bukannya ini adalah pohon musim semi."

"Ketika kau berkata seperti itu aku jadi......" seketika aku bersin "debu sialan."

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Kaede.

"Tidak."

"Kau merasakan sesuatu tapi dengan gema yang kau hasilkan saat bersin tadi tidak membuat satu pun hewan disini terusik."

"Kau benar. Seharusnya ada burung atau mahkluk lain di sekitar sini. Aku rasa sisa-sisa dari bahan peledak disini yang membuat tempat ini menjadi mati."

"Apa tidak sebaiknya kita kembali dan melanjutkannya besok pagi?"

"Baiklah, ayo kita kembali."

Kami sepakat untuk kembali dan melanjutkannya besok sekaligus penelusuran terakhir di Jembatan Perak. Tapi ada sesuatu yang aneh, sesuatu yang masuk ke lubang hidung-ku sepertinya bukan debu, bukan juga bubuk mesiu, ini lebih halus dan pipih seperti serbuk sari.


TNT Area
Diubah oleh egalucu
0 0
0
Detektif Ega : Secret Case
Hari ini 22:10
Berikut HOT PROMO Yang Masih Berlaku Di Angkasa Bola, Antara Lain :

- Bonus Deposit Harian 10% (Maksimal Bonus 100,000) Minimal TO 2x
- Bonus Cashback Mingguan Di Sportbook 5% - 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup Di Permainan Sportbook
- Bonus Rollingan Casino 0.8%
- Bonus Rollingan Referral 0.1%
- Bonus Rollingan Casino 0.8%
- Bonus Rolllingan Poker 0.2%
Diskon Togel :
Discount 4D : 66.00% , 3D : 59.5.00% , 2D : 29.5.00%
Kombinasi = 5%
Shio = 12%
Colok Angka (1A) = 5%
Colok Macau (2A) = 15%
Colok Naga (3A) = 15%
Colok Jitu = 8%

Silakan Bossku^^
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
wanita-kejam
Stories from the Heart
pelet-orang-banten
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Girls & Boys's Corner
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia