- Beranda
- Berita dan Politik
450 Penganut Sapta Darma di Semarang Sudah Dapat e-KTP Penghayat
...
TS
dewaagni
450 Penganut Sapta Darma di Semarang Sudah Dapat e-KTP Penghayat
450 Penganut Sapta Darma di Semarang Sudah Dapat e-KTP Penghayat
Masih ada yang mengalami kesulitan mengurus KTP elektronik


Verified
Fariz Fardianto
Share to Facebook Share to Twitter
Semarang, IDN Times - Sebanyak 450 penganut aliran Sapta Darma di Kabupaten Semarang telah mengurus perubahan kolom e-KTP. Hal ini dilakukan sejak setahun terakhir Mahkamah Konstitusi (MK) menerbitkan aturan resmi penggantian kolom agama di e-KTP khusus penganut aliran kepercayaan.
1. Penggantian kolom agama e-KTP untuk memudahkan pekerjaan

Dwi Setiyani Utami, Sekretaris Persatuan Warga Sapta Darma (Persada) Jawa Tengah mengaku ratusan penganut Sapta Darma itu sudah mengurus perubahan e-KTP untuk menyisati keperluan mencari pekerjaan serta agar dapat mempermudah mengurus data kependudukan di Disdukcapil setempat.
"Dan rata-rata ada 450 penganut penghayat yang sudah urus e-KTP. Kebanyakan mereka Sapta Darma yang tinggal di Kabupaten Semarang," kata Dwi kepada IDN Times, Senin (20/1).
Baca Juga: Setahun Terakhir 911 Warga Penghayat Kantongi e-KTP, Ini Sebarannya
2. Masih ada penghayat yang sulit urus e-KTP di Brebes

Editor’s Picks
[FOTO] Beda Ratu Keraton Agung Sejagat Sebelum Dan Setelah Ditangkap
Gunakan X-Ray Selidiki Sebab Kematian Macan Tutul Di Pegunungan Muria
16 Tahun Terpisah, Kisah Saudara Kembar Nabila Dan Nadya Dipertemukan
Ia menjelaskan namun untuk mengurus perubahan kolom agama e-KTP bukan perkara yang mudah. Ia mencontohkan terdapat kasus di Brebes yang mengganjal penganut penghayat saat mengurus e-KTP.
Salah satunya, kata Dwi terkait leletnya petugas Disdukcapil Brebes saat melayani rekam data perubahan kolom agama e-KTP.
"Kendala yang kita temukan ada di Brebes. Sebab, di sana proses pelayanan e-KTPnya masih sangat lambat," terang perempuan yang jadi Ketua Puan Hayati Jateng tersebut.
3. Penghayat takut membuka diri kepada masyarakat karena takut distigma

Hambatan lainnya juga ditemukan saat para penghayat berbaur di tengah masyarakat.
Menurutnya, tak sedikit para penghayat yang takut membuka diri kepada masyarakat karena sejak lama terstigma sebagai kelompok yang tak punya agama, penganut dinamisme maupun animisme.
"Saya melihat secara psikologis dan segi sosialnya selama ini sangat menghambat. Karena kita cukup lama tersigma oleh negara. Ada yang menganggap komunitas yang tidak punya agama resmi, ateis, animisme maupun dinamisme. Jadi munculnya istilah itu yang membuat masyarakat menjaga jarak dengan kami. Akibatnya muncul ketakutan penghayat untuk membuka identitasnya," urainya.
https://jateng.idntimes.com/news/jat...enghayat/full
salut, akhiranya sudah mulai banyak yang sadar, banyak yang membuang status mayoritas , dengan ganti status agama mayoritas di ktp karena muak terhadap arogansi mayoritas terhadap minoritas & status mayoritasnya bukan atas keinginan sendiri melainkan hasil paksaan
Masih ada yang mengalami kesulitan mengurus KTP elektronik

Ilustrasi KTP Elektronik atau E-KTP (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Verified
Fariz Fardianto
Share to Facebook Share to Twitter
Semarang, IDN Times - Sebanyak 450 penganut aliran Sapta Darma di Kabupaten Semarang telah mengurus perubahan kolom e-KTP. Hal ini dilakukan sejak setahun terakhir Mahkamah Konstitusi (MK) menerbitkan aturan resmi penggantian kolom agama di e-KTP khusus penganut aliran kepercayaan.
1. Penggantian kolom agama e-KTP untuk memudahkan pekerjaan

(Ilustrasi eKTP) ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Dwi Setiyani Utami, Sekretaris Persatuan Warga Sapta Darma (Persada) Jawa Tengah mengaku ratusan penganut Sapta Darma itu sudah mengurus perubahan e-KTP untuk menyisati keperluan mencari pekerjaan serta agar dapat mempermudah mengurus data kependudukan di Disdukcapil setempat.
"Dan rata-rata ada 450 penganut penghayat yang sudah urus e-KTP. Kebanyakan mereka Sapta Darma yang tinggal di Kabupaten Semarang," kata Dwi kepada IDN Times, Senin (20/1).
Baca Juga: Setahun Terakhir 911 Warga Penghayat Kantongi e-KTP, Ini Sebarannya
2. Masih ada penghayat yang sulit urus e-KTP di Brebes

Situasi kantor Disdukcapil Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
LANJUTKAN MEMBACA ARTIKEL DI BAWAH
Editor’s Picks
[FOTO] Beda Ratu Keraton Agung Sejagat Sebelum Dan Setelah Ditangkap
Gunakan X-Ray Selidiki Sebab Kematian Macan Tutul Di Pegunungan Muria
16 Tahun Terpisah, Kisah Saudara Kembar Nabila Dan Nadya Dipertemukan
Ia menjelaskan namun untuk mengurus perubahan kolom agama e-KTP bukan perkara yang mudah. Ia mencontohkan terdapat kasus di Brebes yang mengganjal penganut penghayat saat mengurus e-KTP.
Salah satunya, kata Dwi terkait leletnya petugas Disdukcapil Brebes saat melayani rekam data perubahan kolom agama e-KTP.
"Kendala yang kita temukan ada di Brebes. Sebab, di sana proses pelayanan e-KTPnya masih sangat lambat," terang perempuan yang jadi Ketua Puan Hayati Jateng tersebut.
3. Penghayat takut membuka diri kepada masyarakat karena takut distigma

Google.com
Hambatan lainnya juga ditemukan saat para penghayat berbaur di tengah masyarakat.
Menurutnya, tak sedikit para penghayat yang takut membuka diri kepada masyarakat karena sejak lama terstigma sebagai kelompok yang tak punya agama, penganut dinamisme maupun animisme.
"Saya melihat secara psikologis dan segi sosialnya selama ini sangat menghambat. Karena kita cukup lama tersigma oleh negara. Ada yang menganggap komunitas yang tidak punya agama resmi, ateis, animisme maupun dinamisme. Jadi munculnya istilah itu yang membuat masyarakat menjaga jarak dengan kami. Akibatnya muncul ketakutan penghayat untuk membuka identitasnya," urainya.
https://jateng.idntimes.com/news/jat...enghayat/full
salut, akhiranya sudah mulai banyak yang sadar, banyak yang membuang status mayoritas , dengan ganti status agama mayoritas di ktp karena muak terhadap arogansi mayoritas terhadap minoritas & status mayoritasnya bukan atas keinginan sendiri melainkan hasil paksaan
4iinch dan 7 lainnya memberi reputasi
6
888
10
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.1KThread•58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya