- Beranda
- The Lounge
Nine-Dash Line yang Bikin China Berani Kurang Ajar Pada Indonesia di Natuna
...
TS
TahukahAnda
Nine-Dash Line yang Bikin China Berani Kurang Ajar Pada Indonesia di Natuna
[ AyoJalanTerus.com ] Klaim sepihak yang tidak diakui oleh PBB, sempat memicu konflik dengan negara-negara ASEAN
Buntut dari masuknya kapal nelayan asing asal China di perairan Natuna beberapa waktu lalu, Indonesia kembali dilanda konflik dengan negeri Tirai Bambu yang dianggap melakukan pelanggaran wilayah. Bukan tanpa sebab, China berani berbuat karena berpegangan pada aturan Nine-Dash Line atau sembilan garis putus-putus.
Bagi Indonesia, hal tersebut tidak diterima karena dianggap melanggar aturan secara internasional lewat Konvensi Hukum Laut PBB (United Nation Convention for the Law of the Sea atau disingkat UNCLOS). China yang kukuh terhadap pendapatnya, tetap nekat berlayar di perairan Natuna. Lantas, apa itu Nine-Dash Line?
Buntut dari masuknya kapal nelayan asing asal China di perairan Natuna beberapa waktu lalu, Indonesia kembali dilanda konflik dengan negeri Tirai Bambu yang dianggap melakukan pelanggaran wilayah. Bukan tanpa sebab, China berani berbuat karena berpegangan pada aturan Nine-Dash Line atau sembilan garis putus-putus.
Bagi Indonesia, hal tersebut tidak diterima karena dianggap melanggar aturan secara internasional lewat Konvensi Hukum Laut PBB (United Nation Convention for the Law of the Sea atau disingkat UNCLOS). China yang kukuh terhadap pendapatnya, tetap nekat berlayar di perairan Natuna. Lantas, apa itu Nine-Dash Line?
ATURAN YANG DIKLAIM CHINA BERDASARKAN ALASAN HISTORIS
Nine Dash Line berawal saat China dikuasai oleh Partai Kuomintang pimpinan Jenderal Chiang Kai Sek. Saat itu, pemerintahannya lewat Angkatan Laut Negeri Tirai Bambu telah menguasai beberapa lokasi dan pulau di Laut China Selatan (LCS) di era PD II peninggalan Jepang.
Dilansir dari Scmp.com (12/07/2016), Partai Kuomintang pun mulai melakukan klaimnya dengan mengeluarkan kebijakan “Eleven-Dash Line” atau sebelas garis putus-putus di kawasan Laut China Selatan (LCS). Sayang, berdirinya Republik Rakyat China (RRC) yang berhaluan komunis pada 1949 membuat Kuomintang kocar-kacir hingga akhirnya menyingkir ke Taiwan.
Nine Dash Line berawal saat China dikuasai oleh Partai Kuomintang pimpinan Jenderal Chiang Kai Sek. Saat itu, pemerintahannya lewat Angkatan Laut Negeri Tirai Bambu telah menguasai beberapa lokasi dan pulau di Laut China Selatan (LCS) di era PD II peninggalan Jepang.
Dilansir dari Scmp.com (12/07/2016), Partai Kuomintang pun mulai melakukan klaimnya dengan mengeluarkan kebijakan “Eleven-Dash Line” atau sebelas garis putus-putus di kawasan Laut China Selatan (LCS). Sayang, berdirinya Republik Rakyat China (RRC) yang berhaluan komunis pada 1949 membuat Kuomintang kocar-kacir hingga akhirnya menyingkir ke Taiwan.
DARI ELEVEN-DASH LINE MENJADI NINE-DASH LINE
China yang kemudian dikuasai oleh pemerintah komunis, kemudian mengambil alih kendali kebijakan dengan tetap melanjutkan klaim Eleven-Dash Line peninggalan Kuomintang terhadap Laut China Selatan dan sekitarnya. Namun, kebijakan tersebut kemudian berubah seiring perkembangan di kawasan yang ada.
Sebagai isyarat atas perjuangan sesama komunis yang dilakukan Tentara Vietnam Utara (North Vietnamese Army atau NVA) di wilayah Asia Tenggara, China memutuskan untuk mengeluarkan Teluk Tonkin dari daftar dan meralat Eleven-Dash Line menjadi Nine-Dash Line yang bertahan hingga saat ini.
WILAYAH LAUT CHINA SELATAN (LCS) YANG HINGGA KINI MEMICU KONFLIK DENGAN NEGARA ASEAN
Jika dilihat dari segi teritorial, klaim pemerintah Negeri Tirai Bambu atas Laut China Selatan berjarak hingga 2.000 km dari negaranya. Hal ini di kemudian hari menimbulkan konflik dengan negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam hingga Filipina, yang juga memiliki hak atas perairan di sana.
Seperti yang terjadi pada hari ini, Indonesia dihadapkan konflik dengan China atas perairan Natuna yang juga ikut mengklaim wilayah tersebut dengan aturan Nine-Dash Line miliknya. Tak mau kalah, Indonesia berpegang pada Hukum Laut atau UNCLOS yang telah disahkan sejak 1982.
Karena hanya sebuah aturan sepihak tanpa persetujuan secara internasional, China tak memiliki hak untuk mengklaim bahwa Natuna merupakan wilayah perairannya. Niat China bahkan dianggap tidak sah oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2016 silam, yang mengacu pada UNCLOS. Jelas, Perairan di wilayah Natuna adalah milik dan masuk ke dalam kedaulatan NKRI.
Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info Membuka Mata Melihat Dunia
📢 Sumber
Artikel Terbaru Lainnya :
Nine-Dash Line yang Bikin China Berani Kurang Ajar Pada Indonesia di Natuna
Migas Hingga Ikan Melimpah, Hal Inilah yang Bikin China ‘Betah Nyolong’ di Natuna
5 Rudal Penghancur Milik Indonesia ini Menjadi yang Terhebat di Asia Tenggara
Fill-The-Bottle Challenge, Challenge Terbaru untuk Melestarikan Bumi
Rudal Dongfeng 41 China yang Mampu Ratakan Satu Kota jika Terjadi Peperangan
Daftar 20 Kota/Kabupaten Paling Makmur di Indonesia
Kakak Kandung R.A Kartini, Si Jenius dari Tanah Jawa yang Menguasai Puluhan Bahasa
Nggak Banyak yang Tahu, Inilah Pahlawan Besar Indonesia yang Lahir di Bulan Januari
7 Motif Batik ini "Haram" dipakai Orang Biasa Saat Masuk ke Keraton Yogyakarta
Sampai Keluar dari PBB, Inilah Momen di Mana Indonesia Muak dengan Malaysia
📢 Sumber
Artikel Terbaru Lainnya :
Nine-Dash Line yang Bikin China Berani Kurang Ajar Pada Indonesia di Natuna
Migas Hingga Ikan Melimpah, Hal Inilah yang Bikin China ‘Betah Nyolong’ di Natuna
5 Rudal Penghancur Milik Indonesia ini Menjadi yang Terhebat di Asia Tenggara
Fill-The-Bottle Challenge, Challenge Terbaru untuk Melestarikan Bumi
Rudal Dongfeng 41 China yang Mampu Ratakan Satu Kota jika Terjadi Peperangan
Daftar 20 Kota/Kabupaten Paling Makmur di Indonesia
Kakak Kandung R.A Kartini, Si Jenius dari Tanah Jawa yang Menguasai Puluhan Bahasa
Nggak Banyak yang Tahu, Inilah Pahlawan Besar Indonesia yang Lahir di Bulan Januari
7 Motif Batik ini "Haram" dipakai Orang Biasa Saat Masuk ke Keraton Yogyakarta
Sampai Keluar dari PBB, Inilah Momen di Mana Indonesia Muak dengan Malaysia
😉 Anda Sudah Membaca ✔️ Nine-Dash Line yang Bikin China Berani Kurang Ajar Pada Indonesia di Natuna
4iinch dan 2 lainnya memberi reputasi
3
519
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108KAnggota
Komentar yang asik ya

