- Beranda
- Stories from the Heart
Kesetiaan
...
TS
fizu22
Kesetiaan
Merupakan cerita Fanfic dari Serial Anime Detective Conan buatan Aoyama Gosho.Fanfic ini bisa dibaca di Wattpad ( Fizu_22 ) dengan Versi series
-----------------------------------------------------------------
kesetiaan bukan berati harus bertahan dalam suatu hubungan yang tiada pasti. Kesetiaan bukan berati harus tetap cinta dan sayang kepada pacar. Kesetiaan tidak berarti harus memaksakan ego yang menantang. Akan tetapi kesetiaan lebih dari itu. kesetiaan lebih dari sekedara ego dan cinta. Kesetiaan merupakan kasih sayang yang kongkrit dan logis.
Kesetiaan yang kongkrit dan logis itu berarti harus menyeimbangkan anatara naluriah, pikiran dan hati yang suci. Kesetiaan itu wujud kasih sayang yang tidak mesti harus diungkapkan, tidak mesti harus dimiliki dan tidak mesti harus dipaksakan. Biarkan kesetiaan itu mengalir dalam darah melewati hati yang tulus, mengontrol pikiran yang suci. Biarkan itu mengalun dalam diri anda dalam bentuk kasih sayang yang tulus, bukan cinta yang penuh keegoisan. Itulah arti kesetiaan yang utuh.
Setia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti berpegang teguh (pada janji, pendirian, dan sebagainya); patuh; taat: bagaimanapun berat tugas yang harus dijalankannya, ia tetap melaksanakannya; ia tetap memenuhi janjinya; 2 tetap dan teguh hati (dalam persahabatan dan sebagainya): telah sekian lama suaminya merantau, ia tetap menunggu; 3 berpegang teguh (dalam pendirian, janji, dan sebagainya): walau hujan turun dengan lebatnya, ia tetap -- memenuhi janji pergi ke rumah kawannya;
Xx×xX
"Kudo Kun"Sapa Shiho yang sekarang sedang duduk di sofa ruang tengah rumah mereka
"Kudo Kun? apakah kamu ada masalah?"tanya Shinichi dan dia mendapatkan balasannya berupa deat glare dari Istrinya itu
2 Tahun sudah pernikahan dari Shinichi dan Shiho,dalam 2 tahun itu Shiho sudah berubah,dia seperti hewan yang sudah jinak namun hari ini....
"Kita sudah menikah dan kamu memanggilku dengan nama itu lagi?" Tanya Shinichi yang berusaha mencari permasalahan
"Aku ingin kita cerai"ucap Shiho membuat Shinichi bingung bukan kepalang
"Kenapa?"tanya Shinichi kepada istrinya
(SHIHO POV)
maafkan aku Shinichi....
Flashback
Sudah 2 tahun aku dinikahi oleh Shinichi namun kami belum dikaruniai seorang anak
"Shiho,apakah kamu ada masalah?" Tanya Maruko,teman dekatku di labolatorium Forensik Polisi Jepang
"Tidak apa-apa kok,Maruko Chan" ucapku namun sepertinya dia mengetahui diriku
"Kamu menyimpan masalah?" tanyanya dan aku segera menarik nafas untuk menceritakan masalahku
Aku menceritakan masalahku kepadanya dan dia sepertinya memberikan solusi kepada diriku
"Jadi,begitu"ucapnya setelah aku jelaskan
"Bagaimana kalau kamu ke dokter kandungan?kamu disana bisa di tes apakah kamu yang memiliki masalah, atau suamimu yang memiliki masalah"ucap Maruko dan segera aku mengerti
"Jam makan siang,aku akan kesana" ucapku dan dia mengangguk
....
"Menurut hasil penelitian kami, Nyonya Kudo tidak bisa melahirkan karena memiliki masalah di sistem Reproduksi anda"ucap Dokter Kandungan yang aku kenal di Rumah sakit beika
"Terima kasih"ucapku yang keluar dengan wajah lesu,aku harus menutupinya,aku pandai dalam hal itu bukan?
Flashback Off
"Shiho,ada apa?kenapa kamu melamun?"tanya Shinichi yang sekarang tidak diduga sudah memelukku dari belakang
"Kudo Kun..."ucapku dan dia segera menutup mulutku
"Jelaskan masalah yang kamu pendam itu"ucapnya yang sudah duduk disampingku
"Aku tidak punya masalah"ucapku sambil membanting majalah yang aku baca untuk menghilangkan rasa bersalahku
Flashback On
"Sonoko,jangan seperti itu"ucap Mouri kepada temannya yang berbando
"Dia sudah merebut Shinichi darimu" ucap Putri Suzuki sekali lagi
"Kalian jangan bicara sembarangan, Shiho tidak merebut Diriku dari Ran" ucap Shinichi yang menjadikan dirinya tameng
"Aku tidak bicara sembarangan,Shin" ucap Putri Suzuki itu
"Kalian jangan menganggu Calon Istriku"ucap Shinichi membuat aku semakin memerah
"Calon istrimu itu Ran"ucap Putri Suzuki dan aku memang mengakui kebenarannya itu
"Sudahlah Sonoko, lebih baik kita pulang"ucap Mouri yang langsung menarik tangan temannya itu dan keluar dari mansion Kudo ini
"Dia benar,Mouri adalah Calon Istrimu"ucapku dan dia malah tertawa
"Calon istri belum tentu menjadi istri" ucapnya dan segera kubalas"tadi kamu bilang aku ini calon istrimu?"
"Tapi kamu sudah pasti menjadi istriku"ucapnya dengan segera aku tertawa hambar
"Mouri juga dong"ucapku
Flashback Off
"Jelaskan padaku,apa masalahmu" ucap Shinichi dengan kerasnya membuat pikiranku terganggu
"Maafkan aku"ucapnya segera memelukku dengan erat
"Aku ingin cerai"ucapku seperti orang yang sangat senang mengucapkan hal sebodoh itu
"Tenangkan dirimu,apakah ini salah satu dari kejutanmu"godanya membuat aku ingat hari apa besok
"Besok adalah 2 tahun pernikahan kita ya?"tanyanya dan sekilas aku kepikiran sesuatu
"Bagaimana kalau setelah kita bekerja,kita langsung makan malam?" Ajakku dan segera dia mengangguk
"Tapi malam ini,aku tidak ingin" ucapku merubah ekspresi wajahnya
"Terserah kamu saja"ucapnya yang langsung membalikkan badannya dan membuat aku hanya bisa memandangi punggungnya
"Aku akan buat ini menjadi Rencana yang sangat sangat pasti akan berhasil"gumamku lalu tidur dengan nikmatnya
(Shinichi POV)
Dia sudah tertidur?baguslah
Tapi aku dengar,dia bergumam"Aku akan buat ini menjadi Rencana yang sangat sangat pasti akan berhasil"
Rencana?semoga kejutan seperti tahun kemarin
(Normal POV)
Pagi hari datang,pagi yang indah, langit masih kelabu,udara sekitar masih dingin saat menyentuh kulit
"Aku harus berangkat"ucap seseorang wanita melepaskan pelukan suaminya
Wanita ini sedikit berbeda dari biasanya,biasanya dia menunggu suaminya dahulu, mengecupnya dan mengatakan "Ohayou Honey/ Darling/ Sayang / Terkasih"dan semacamnya
Wanita itu menyiapkan makanan instan tidak seperti biasanya yang ia siapkan adalah makanan kesukaan suaminya
"2 tahun pernikahan?sepertinya waktu tepat untuk mengakhiri hubungan yang dibayang Bayangi" gumam wanita itu yang hanya menyeduh Ramen instan yang paling mudah dibuat
....
Jam menunjukkan pukul 06:30 dan Shinichi Kudo, detective andalan Jepang baru bangun
"Shiho?dimana dia?"tanya Shinichi panik namun dia segera mengingat tahun kemarin
"Dia ingin membuat sebuah kejutan? Sepertinya ini bagus"gumam Shinichi tidak tau apa yang akan dilakukan oleh Shiho
Shinichi perlahan namun pasti berjalan menuju ruang makan namun naas tidak ada makanan seperti biasanya,disana hanya ada kertas kertas yang bertuliskan
'Aku tidak membuatkanmu sarapan, kalau kamu makan ada roti,selai atau kamu mau ramen ada,lihat saja di dapur
Pertanda-Shiho Miyano'
Shinichi geram dengan aksi istrinya namun kegeraman itu segera sirna ketika pesan SMS masuk
'Shin,kita nanti makan malam di restoran dekat stasiun saja, kata temanku disana masakannya enak'
Shiho Kudo
Shinichi senang bukan kepalang, istrinya akhirnya mengerti hari apa ini
(SHIHO POV)
Lab Kepolisian Beika masih sepi dan tepat aku ingin melangkah kakinya untuk masuk kesana,ada seseorang yang memang ditunggu olehku
"Mouri!!"Teriakku dan segera wanita cantik yang harusnya bermarga Kudo itu menghampiri diriku
"Ada apa Shiho san?"tanyanya dan aku langsung ke rencanaku
"Aku kan,sudah 2 tahun bersama Shinichi dan diulang tahun pernikahanku dan dia kedua,aku ingin mengundang sahabat dekat Shinichi"ucapku dan dia ingin membantah "Shiho san, bukannya kalau seperti itu kamu makan hanya berdua?dan romantis?"
"Itu sudah Mainstream lagipula aku dan Shinichi sudah jarang bertemu denganmu"ucapku namun sepertinya dia membalas "apakah aku hanya sendiri?"tanyanya,dan kucepat menjawab "niatku sih ingin ngajak Suzuki san"ucapku dan segera dia mengangguk
"Oke nanti malam direstoran dekat stasiun"ucapku dan segera dia mengangguk lalu pergi
Aku harus menghubungi Shinichi dan Suzuki
(Suzuki POV)
'Suzuki san,aku ingin mengajakmu ke restoran dekat stasiun yang terkenal itu dalam rangka memperingati ulang tahun pernikahan diriku dengan Shinichi yang kedua,aku juga mengundang Mouri
Tapi...Aku ingin kamu tidak datang... Aku ingin Mouri dan Shinichi saja, nanti aku yang empunya hajat pun tidak datang
Arigatou
Shiho Kudo
"Istri dari Shinichi memang aneh" gumamku
"Tadi dia bilang,dia ingin Shinichi dan Ran saja? apakah dia sudah tidak mampu?"
"Sungguh istri Bodoh"
(Shinichi POV)
Hari ini,hari yang sangat gembira,2 tahun sudah aku dan Shiho menikah dan kami akan berkencan seperti sebelum kami menikah
Aku ingin waktu lebih cepat berjalan
(Maruko POV)
Shiho seperti berbeda,apa ini ada hubungannya dengan hasil pemeriksaan medis itu?tapi suaminya itu orang yang mencintainya sekali, mana mungkin hanya karena Shiho tidak bisa mendapatkan keturunan dia tidak mencintai Shiho lagi?
"Shiho, apakah suamimu?kamu sudah beri tau?"tanyaku kepadanya yang sekarang sedang memakan makan siangnya
"Belum"ucap Shiho singkat
"Jadi?dia belum tau?"tanyaku
"Ya"singkat jawabannya
"Aku...Takut...Kalau dia meninggalkan dirimu"ucapku namun dia malah tertawa
"Dia itu memang bukan orang yang mencintaiku tulus"ucap Shiho, menurutku dia mengatakan hal yang tidak sesuai fakta, tidak tulus? Shinichi sering memberi dia hadiah, Shinichi juga sangat cinta kepadanya? Apakah dia tidak tulus?
"Sudahlah Maruko,kamu jangan memikirkan diriku"ucapnya dengan helaan nafas panjang
"Benar juga ya"ucapku sambil menepuk jidatku
"Bagaimana hubunganmu dengan Toshiro?"goda Shiho Seperti biasanya
(Ran POV)
"Shiho mengajak diriku makan malam bersama? entahlah yang penting aku akan datang"gumamku ketika sudah didepan restoran dekat stasiun yang sudah dipesan oleh Shiho kepadaku
"Apakah anda Mouri Ran?"tanya seseorang pelayan dan aku hanya mengangguk "Meja untuk berdua" ucapnya membuat aku terkejut
"Apakah Anda ingin memesan?"tanya seorang pria lain
"Tidak,saya menunggu mereka" ucapku membuat dia terkejut sepertinya
"Mereka?bukannya meja yang dipesan hanya berdua?"gumam pria itu yang segera meninggalkan diriku
"Ada apa dengan Shiho Chan?"pikirku
(Shinichi POV)
Aku akan datang Shiho,meja untuk berdua?sepertinya akan romantis
Tapi...aku harus memberikan hadiah seperti tahun lalu
Aku melangkahkan kakiku ke toko seberang jalan,toko perhiasan terkenal dan biasanya ada beberapa set perhiasan yang hanya beberapa buah di dunia
Aku melihat lihat set perhiasan yang sangat cantik,aku membayangkan kalau Shiho nanti memakainya
"Adakah yang bisa saya bantu?"tanya seorang pelayan
"Saya ingin membeli ini"ucapku menunjuk kearah perhiasan yang memang pas untuk Shiho
"Sepertinya anda beruntung,itu hanya ada 45 buah didunia,5 di Jepang dan 1 di Tokyo ini"jelasnya membuat aku terkagum kagum
"Shiho pasti akan senang"
"Baiklah saya akan membeli ini" ujarku dan segera kami ke kasir
(-_-)
Aku sudah sampai direstoran yang ditentukan oleh Shiho namun aku bertanya tanya
Shiho aku sangat senang,tapi..kenapa tidak ada Shiho?apa dia belum datang?
Aku melangkahkan kakiku masuk kesana dan terlihat pelayan menghampiriku "Anda Shinichi Kudo?"tanyanya dan aku mengangguk
"Kalau begitu meja untuk berdua" ucapnya menuntunku ke meja yang sudah diduduki oleh seorang wanita berambut panjang,eh bukan Shiho? Tapi kenapa Ran?
"Hei, Shinichi! sudah lama kita tak berjumpa"ucapnya dengan lambaian tangan dan aku juga membalas lambaian tangannya dengan lambaian juga
"Kenapa meja yang dipesan,meja untuk berdua?"tanyaku berbarengan dengan pertanyaan yang sama yang keluar dari mulut Ran
"Entahlah, mungkin ada maksud tersembunyi dari Shiho"ucapku menenangkan
"Kenapa kamu belum memesan?" tanyaku kepadanya "Aku belum bisa memesan karena orang yang si empunya hajat dan Sonoko belum datang"jawab dan membuat aku terkejut
"Sonoko juga diundang?"
Bunyi ringtone telephone berbunyi, jelas ini bukan ringtone telephoneku
"Apa?Sonoko tidak bisa datang?"ucap Ran ketika membaca semacam pesan
"Jadi...kita hanya berdua?"tanyaku
"Shiho datang jadi kita bertiga"ucap Ran dan aku hanya mengangguk Pelan
Tak lama berselang handphoneku berbunyi
"Shiho?kenapa kamu belum datang?"
"Maafkan aku Shin,aku sepertinya malam ini lembur, alangkah lebih baiknya kamu,Ran dan Sonoko makan saja"
"Tapi...?"
"Kalau ada waktu nanti,aku akan datang, sekarang kalian nikmati saja reuniannya"
"Hei...."
Panggilan terputus
"Shiho tidak datang?"tanya Ran dan aku hanya mengangguk
"Sudahlah lebih baik kita makan saja dahulu"ucapku dan segera Ran Memesan makanan diikuti diriku yang memesan
Hatiku hancur, perayaan yang harusnya menjadi romantis malah menjadi ajang reuni
Tapi... tunggu dahulu,pelayan tadi bilang ini memang dipesan meja untuk dua orang,apa jangan jangan?
Shiho....ada masalah apa sih kamu?
(Normal POV)
Seorang wanita berambut blonde strawberry sedang menghela nafas panjang nan berat setelah melakukan panggilan telepon yang sulit namun sukses dilakukan
"Kuharap ia membenci diriku"
Mansion Kudo
"Shiho!!!kenapa kamu melakukan hal semacam ini?"teriak Shinichi ketika dia baru masuk kerumahnya
"Aku tau,kamu ada didalam"teriaknya lagi kali ini lebih keras
"Kamu mengganggu"ucap Shiho diselingi dengan nguap yang sengaja ia buat buat
Shinichi naik ke lantai tempat Shiho berdiri,dia langsung memeluknya
"Shiho..."lirih Shinichi namun tidak seperti biasanya Shiho malah melepaskan pelukan hangat yang diberikan oleh suaminya itu
"Gomene, Kudo kun"ucap Shiho membuat Shinichi kesal namun dia mulai tenang ketimbang tadi
Shinichi mengikuti Shiho masuk ke kamar mereka
Punggung mereka saling berhadapan tidak seperti biasanya yang berhadapan adalah wajahnya
"Shiho apakah kau punya masalah?" tanya Shinichi namun istrinya hanya mengeratkan pelukannya kepada guling
"Shiho....ceritakan saja kalau kamu punya masalah"Shinichi membalikkan badannya dan langsung dia mendekap erat tubuh istrinya itu
"Apakah kamu bisa menerimanya?" Tanya Shiho dan anggukan serta jawaban "Ya" yang lantang menjadi jawaban dari Shinichi
"Jadi...apa masalahmu?"tanya Shinichi namun istrinya itu malah sudah tertidur
"Shiho...aku memang tidak tau masalahmu,namun aku tau,kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri, aku juga turut andil dalam permasalahan itu"Shinichi berkata diiringi perbuatan yang sebenarnya membuat Shiho tenang namun kali ini tidak
"Jangan memelukku dengan erat" ucap Shiho dianggap angin lalu oleh Shinichi,karena suaminya itu malah mengeratkan pelukannya
"Shiho,kamu belum tidur?"tanya suaminya lagi
"Shiho... jelaskan saja,aku sekarang suamimu"Shinichi mulai memaksa dengan lembut
"Kudo akan aku jelaskan masalahku.. tapi...kamu harus memenuhi syaratnya"Shiho berkata,Shinichi diam sejenak,dia ingin tau apa yang menjadi masalah Shiho hari ini,oleh karena itu dia memberanikan diri
"Oke aku akan memenuhi syaratmu" Shinichi berkata tegas kepada istrinya
"Kamu harus bilang 'iya' ya"Shiho berkata lalu menghela nafas sebelum persyaratannya di keluarkan dari mulutnya itu
"Kamu harus menceraikan diriku"4 kata yang hampir hampir mirip dengan perkataan beberapa hari kemarin
"Ya"Shinichi berkata dengan tegas namun dia baru mengerti beberapa detik kemudian
"Kenapa?kenapa aku harus menceraikan dirimu?"tanya Shinichi "jelaskan alasannya"Shinichi menambahkan pertanyaannya
"Aku tidak akan menjelaskannya,yang penting kamu sudah janji untuk menceraikan diriku"Shiho berkata dengan rekaman suara yang entah kapan ia pegang
Shiho berdiri dan Shinichi ikut serta untuk berdiri
"Baiklah untuk terakhir kalinya,aku akan memberikan apa yang istri berikan kepada suaminya"Shiho berkata setelah menaruh perekamnya itu dimeja sebelah kasur
"Shiho,aku mencintaimu"Gumam Shinichi ketika tubuh kekarnya sudah ditiban oleh tubuh mulus nan bersih dari istrinya
(-!-)
Pagi datang.... Burung berkicau berbalas balasan menjadi salah satu saksi.Shinichi bangun dengan rasa amat senang.Istrinya memberikan kejutan yang luar biasa, permainan melelahkan namun menyegarkan
Mata Shinichi perlahan mulai membuka,dia mengedarkan pandangannya ke kamar yang menjadi saksi bisu 2 tahun pernikahan penuh dengan kasih cinta
Shinichi terkejut ketika dia tidak melihat Shiho disampingnya,ia sedikit berpikir dan selanjutnya menyeringai
'Shiho akan memberikan kejutan yang lain' begitulah pikiran dari detective hebat Jepang
Dia berdiri dari kasurnya saat dia ingin sarapan, sebuah Pie lemon Kopi yang masih panas tersaji disana
Shinichi amat senang ketika memakan sarapannya.Setelah sarapan pagi itu dia masih kebingungan karena dia tidak melihat istri tercintanya...
Perlahan dia berpikir Shiho pasti ada ditempat kerja karena ada yang harus dia kerjakan dan tentunya itu penting.
Oleh karena itu Shinichi melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan mandi disana beberapa menit mengingat permainan kemarin yang sungguh sungguh nikmat luar biasa
Sarapan sudah,mandi sudah sekarang dia sedang memilih baju untuk dia bekerja namun dia melihat lemari sebelah kosong tak tersisa pakaian disana,lemari milik Shiho itu seperti sudah dipindahkan isinya
Shinichi terdiam sejenak lalu segera tangannya mengetik Beberapa angka yang ternyata diketahui adalah nomor telepon dari Maruko,teman sekaligus sahabat Shiho di lab
"Moshi Moshi"
"Maruko Chan.. apakah ada Shiho disana?"
"Shiho? bukannya dia sudah keluar pekerjaan kemarin?"
Jawaban dari Maruko menohok hati sang empunya marga Kudo itu
'jangan-jangan'Shinichi berpikir mengingat apa yang terjadi dan akhirnya ingatannya tepat.. kemarin.. Shiho ingin cerai dan... dan...
"Kamu harus menceraikan diriku"
"Ya"
'jangan-jangan' Shinichi mewanti-wanti kembali dan segera dia memakai pakaiannya, menelpon inspektur megure untuk ijin cuti dan berlari menuju tempat dimana orang yang ingin cerai berada
"Shiho Kudo...iya dia kesini pagi pagi sekali dan membawa dokumen bahwa anda Shinichi Kudo akan menceraikannya"jelas petugas disana membuat Shinichi terdiam membisu
"Dan dia bilang alasannya karena Shiho kudo sudah berselingkuh dibelakang suaminya,yaitu anda"
[°^°]
Shinichi terjatuh dengan posisi duduk di sofa ruang tengah tempat biasanya Shiho dan dirinya berbagi cerita tentang pekerjaan, kasus, sepakbola bahkan hal hal aneh tentang sains atau pendidikan
"Tidak mungkin...Ada yang disembunyikan oleh Shiho,aku tau Shiho itu tidak pernah menduakan diriku...aku tau itu"Dari suara itu terdengar nada keputus asa-an dan juga nada tak percaya
"Aku harus menyelidiki ini"Shinichi bergumam lalu bangkit dan menuju tempat dimana rumah Maruko
"Maruko.."Shinichi mengetuk pintu perlahan lahan dan akhirnya orang yang bernama Maruko itu membuka pintunya
"Shinichi Kun..ada apa pagi pagi kesini?"Tanya Maruko
"Oh iya silahkan masuk"
"Tidak perlu..aku harus berbicara denganmu secepatnya"
"Apa yang ingin kamu bicarakan Shinichi Kun?"
"Apakah Ada masalah yang Shiho tutupi dariku?aku tau kamu dan Shiho Sangat amat dekat bahkan Shiho menganggap dirimu sebagai kakaknya"Shinichi memohon
"Shiho tidak menutupi masalah apapun darimu Shin Kun"Maruko berbicara
"Bohong...aku tau.. kamu pasti berbohong"
"Tidak aku..."
"Ya...Shiho Chan menyembunyikan masalah darimu"
"Apa itu?"
"Dia tidak bisa melahirkan"
Shinichi terdiam dan berkata "hanya itu?"dan kakak, sahabat dekat dari Shiho itu hanya mengangguk
"Kenapa Shiho melakukan itu?aku tidak apa apa tentang masalah itu.. lagipula aku dan dia menikah di usia muda dan pernikahan kami baru... aku saja pernah menangani kasus mereka yang menikah lebih dari 15 tahun belum dikaruniai anak tapi mereka tetap setia"Shinichi lebih seperti curhat bukan menjelaskan
"Kalau kamu ingin mencari Shiho... Aku tau mungkin dia ada dimana" Maruko berkata lalu membisikkan sesuatu kepada Shinichi
Bandara Haneda
Shiho melangkahkan kakinya menuju pesawat yang akan membawanya menuju ke ....
Shiho. jangan tinggalkan Shinichi sendiri 😭😭😭
Untuk cerita selanjutnya ada di Thread lanjutannya
-----------------------------------------------------------------

Kesetiaan
kesetiaan bukan berati harus bertahan dalam suatu hubungan yang tiada pasti. Kesetiaan bukan berati harus tetap cinta dan sayang kepada pacar. Kesetiaan tidak berarti harus memaksakan ego yang menantang. Akan tetapi kesetiaan lebih dari itu. kesetiaan lebih dari sekedara ego dan cinta. Kesetiaan merupakan kasih sayang yang kongkrit dan logis.
Kesetiaan yang kongkrit dan logis itu berarti harus menyeimbangkan anatara naluriah, pikiran dan hati yang suci. Kesetiaan itu wujud kasih sayang yang tidak mesti harus diungkapkan, tidak mesti harus dimiliki dan tidak mesti harus dipaksakan. Biarkan kesetiaan itu mengalir dalam darah melewati hati yang tulus, mengontrol pikiran yang suci. Biarkan itu mengalun dalam diri anda dalam bentuk kasih sayang yang tulus, bukan cinta yang penuh keegoisan. Itulah arti kesetiaan yang utuh.
Setia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti berpegang teguh (pada janji, pendirian, dan sebagainya); patuh; taat: bagaimanapun berat tugas yang harus dijalankannya, ia tetap melaksanakannya; ia tetap memenuhi janjinya; 2 tetap dan teguh hati (dalam persahabatan dan sebagainya): telah sekian lama suaminya merantau, ia tetap menunggu; 3 berpegang teguh (dalam pendirian, janji, dan sebagainya): walau hujan turun dengan lebatnya, ia tetap -- memenuhi janji pergi ke rumah kawannya;
Xx×xX
"Kudo Kun"Sapa Shiho yang sekarang sedang duduk di sofa ruang tengah rumah mereka
"Kudo Kun? apakah kamu ada masalah?"tanya Shinichi dan dia mendapatkan balasannya berupa deat glare dari Istrinya itu
2 Tahun sudah pernikahan dari Shinichi dan Shiho,dalam 2 tahun itu Shiho sudah berubah,dia seperti hewan yang sudah jinak namun hari ini....
"Kita sudah menikah dan kamu memanggilku dengan nama itu lagi?" Tanya Shinichi yang berusaha mencari permasalahan
"Aku ingin kita cerai"ucap Shiho membuat Shinichi bingung bukan kepalang
"Kenapa?"tanya Shinichi kepada istrinya
(SHIHO POV)
maafkan aku Shinichi....
Flashback
Sudah 2 tahun aku dinikahi oleh Shinichi namun kami belum dikaruniai seorang anak
"Shiho,apakah kamu ada masalah?" Tanya Maruko,teman dekatku di labolatorium Forensik Polisi Jepang
"Tidak apa-apa kok,Maruko Chan" ucapku namun sepertinya dia mengetahui diriku
"Kamu menyimpan masalah?" tanyanya dan aku segera menarik nafas untuk menceritakan masalahku
Aku menceritakan masalahku kepadanya dan dia sepertinya memberikan solusi kepada diriku
"Jadi,begitu"ucapnya setelah aku jelaskan
"Bagaimana kalau kamu ke dokter kandungan?kamu disana bisa di tes apakah kamu yang memiliki masalah, atau suamimu yang memiliki masalah"ucap Maruko dan segera aku mengerti
"Jam makan siang,aku akan kesana" ucapku dan dia mengangguk
....
"Menurut hasil penelitian kami, Nyonya Kudo tidak bisa melahirkan karena memiliki masalah di sistem Reproduksi anda"ucap Dokter Kandungan yang aku kenal di Rumah sakit beika
"Terima kasih"ucapku yang keluar dengan wajah lesu,aku harus menutupinya,aku pandai dalam hal itu bukan?
Flashback Off
"Shiho,ada apa?kenapa kamu melamun?"tanya Shinichi yang sekarang tidak diduga sudah memelukku dari belakang
"Kudo Kun..."ucapku dan dia segera menutup mulutku
"Jelaskan masalah yang kamu pendam itu"ucapnya yang sudah duduk disampingku
"Aku tidak punya masalah"ucapku sambil membanting majalah yang aku baca untuk menghilangkan rasa bersalahku
Flashback On
"Sonoko,jangan seperti itu"ucap Mouri kepada temannya yang berbando
"Dia sudah merebut Shinichi darimu" ucap Putri Suzuki sekali lagi
"Kalian jangan bicara sembarangan, Shiho tidak merebut Diriku dari Ran" ucap Shinichi yang menjadikan dirinya tameng
"Aku tidak bicara sembarangan,Shin" ucap Putri Suzuki itu
"Kalian jangan menganggu Calon Istriku"ucap Shinichi membuat aku semakin memerah
"Calon istrimu itu Ran"ucap Putri Suzuki dan aku memang mengakui kebenarannya itu
"Sudahlah Sonoko, lebih baik kita pulang"ucap Mouri yang langsung menarik tangan temannya itu dan keluar dari mansion Kudo ini
"Dia benar,Mouri adalah Calon Istrimu"ucapku dan dia malah tertawa
"Calon istri belum tentu menjadi istri" ucapnya dan segera kubalas"tadi kamu bilang aku ini calon istrimu?"
"Tapi kamu sudah pasti menjadi istriku"ucapnya dengan segera aku tertawa hambar
"Mouri juga dong"ucapku
Flashback Off
"Jelaskan padaku,apa masalahmu" ucap Shinichi dengan kerasnya membuat pikiranku terganggu
"Maafkan aku"ucapnya segera memelukku dengan erat
"Aku ingin cerai"ucapku seperti orang yang sangat senang mengucapkan hal sebodoh itu
"Tenangkan dirimu,apakah ini salah satu dari kejutanmu"godanya membuat aku ingat hari apa besok
"Besok adalah 2 tahun pernikahan kita ya?"tanyanya dan sekilas aku kepikiran sesuatu
"Bagaimana kalau setelah kita bekerja,kita langsung makan malam?" Ajakku dan segera dia mengangguk
"Tapi malam ini,aku tidak ingin" ucapku merubah ekspresi wajahnya
"Terserah kamu saja"ucapnya yang langsung membalikkan badannya dan membuat aku hanya bisa memandangi punggungnya
"Aku akan buat ini menjadi Rencana yang sangat sangat pasti akan berhasil"gumamku lalu tidur dengan nikmatnya
(Shinichi POV)
Dia sudah tertidur?baguslah
Tapi aku dengar,dia bergumam"Aku akan buat ini menjadi Rencana yang sangat sangat pasti akan berhasil"
Rencana?semoga kejutan seperti tahun kemarin
(Normal POV)
Pagi hari datang,pagi yang indah, langit masih kelabu,udara sekitar masih dingin saat menyentuh kulit
"Aku harus berangkat"ucap seseorang wanita melepaskan pelukan suaminya
Wanita ini sedikit berbeda dari biasanya,biasanya dia menunggu suaminya dahulu, mengecupnya dan mengatakan "Ohayou Honey/ Darling/ Sayang / Terkasih"dan semacamnya
Wanita itu menyiapkan makanan instan tidak seperti biasanya yang ia siapkan adalah makanan kesukaan suaminya
"2 tahun pernikahan?sepertinya waktu tepat untuk mengakhiri hubungan yang dibayang Bayangi" gumam wanita itu yang hanya menyeduh Ramen instan yang paling mudah dibuat
....
Jam menunjukkan pukul 06:30 dan Shinichi Kudo, detective andalan Jepang baru bangun
"Shiho?dimana dia?"tanya Shinichi panik namun dia segera mengingat tahun kemarin
"Dia ingin membuat sebuah kejutan? Sepertinya ini bagus"gumam Shinichi tidak tau apa yang akan dilakukan oleh Shiho
Shinichi perlahan namun pasti berjalan menuju ruang makan namun naas tidak ada makanan seperti biasanya,disana hanya ada kertas kertas yang bertuliskan
'Aku tidak membuatkanmu sarapan, kalau kamu makan ada roti,selai atau kamu mau ramen ada,lihat saja di dapur
Pertanda-Shiho Miyano'
Shinichi geram dengan aksi istrinya namun kegeraman itu segera sirna ketika pesan SMS masuk
'Shin,kita nanti makan malam di restoran dekat stasiun saja, kata temanku disana masakannya enak'
Shiho Kudo
Shinichi senang bukan kepalang, istrinya akhirnya mengerti hari apa ini
(SHIHO POV)
Lab Kepolisian Beika masih sepi dan tepat aku ingin melangkah kakinya untuk masuk kesana,ada seseorang yang memang ditunggu olehku
"Mouri!!"Teriakku dan segera wanita cantik yang harusnya bermarga Kudo itu menghampiri diriku
"Ada apa Shiho san?"tanyanya dan aku langsung ke rencanaku
"Aku kan,sudah 2 tahun bersama Shinichi dan diulang tahun pernikahanku dan dia kedua,aku ingin mengundang sahabat dekat Shinichi"ucapku dan dia ingin membantah "Shiho san, bukannya kalau seperti itu kamu makan hanya berdua?dan romantis?"
"Itu sudah Mainstream lagipula aku dan Shinichi sudah jarang bertemu denganmu"ucapku namun sepertinya dia membalas "apakah aku hanya sendiri?"tanyanya,dan kucepat menjawab "niatku sih ingin ngajak Suzuki san"ucapku dan segera dia mengangguk
"Oke nanti malam direstoran dekat stasiun"ucapku dan segera dia mengangguk lalu pergi
Aku harus menghubungi Shinichi dan Suzuki
(Suzuki POV)
'Suzuki san,aku ingin mengajakmu ke restoran dekat stasiun yang terkenal itu dalam rangka memperingati ulang tahun pernikahan diriku dengan Shinichi yang kedua,aku juga mengundang Mouri
Tapi...Aku ingin kamu tidak datang... Aku ingin Mouri dan Shinichi saja, nanti aku yang empunya hajat pun tidak datang
Arigatou
Shiho Kudo
"Istri dari Shinichi memang aneh" gumamku
"Tadi dia bilang,dia ingin Shinichi dan Ran saja? apakah dia sudah tidak mampu?"
"Sungguh istri Bodoh"
(Shinichi POV)
Hari ini,hari yang sangat gembira,2 tahun sudah aku dan Shiho menikah dan kami akan berkencan seperti sebelum kami menikah
Aku ingin waktu lebih cepat berjalan
(Maruko POV)
Shiho seperti berbeda,apa ini ada hubungannya dengan hasil pemeriksaan medis itu?tapi suaminya itu orang yang mencintainya sekali, mana mungkin hanya karena Shiho tidak bisa mendapatkan keturunan dia tidak mencintai Shiho lagi?
"Shiho, apakah suamimu?kamu sudah beri tau?"tanyaku kepadanya yang sekarang sedang memakan makan siangnya
"Belum"ucap Shiho singkat
"Jadi?dia belum tau?"tanyaku
"Ya"singkat jawabannya
"Aku...Takut...Kalau dia meninggalkan dirimu"ucapku namun dia malah tertawa
"Dia itu memang bukan orang yang mencintaiku tulus"ucap Shiho, menurutku dia mengatakan hal yang tidak sesuai fakta, tidak tulus? Shinichi sering memberi dia hadiah, Shinichi juga sangat cinta kepadanya? Apakah dia tidak tulus?
"Sudahlah Maruko,kamu jangan memikirkan diriku"ucapnya dengan helaan nafas panjang
"Benar juga ya"ucapku sambil menepuk jidatku
"Bagaimana hubunganmu dengan Toshiro?"goda Shiho Seperti biasanya
(Ran POV)
"Shiho mengajak diriku makan malam bersama? entahlah yang penting aku akan datang"gumamku ketika sudah didepan restoran dekat stasiun yang sudah dipesan oleh Shiho kepadaku
"Apakah anda Mouri Ran?"tanya seseorang pelayan dan aku hanya mengangguk "Meja untuk berdua" ucapnya membuat aku terkejut
"Apakah Anda ingin memesan?"tanya seorang pria lain
"Tidak,saya menunggu mereka" ucapku membuat dia terkejut sepertinya
"Mereka?bukannya meja yang dipesan hanya berdua?"gumam pria itu yang segera meninggalkan diriku
"Ada apa dengan Shiho Chan?"pikirku
(Shinichi POV)
Aku akan datang Shiho,meja untuk berdua?sepertinya akan romantis
Tapi...aku harus memberikan hadiah seperti tahun lalu
Aku melangkahkan kakiku ke toko seberang jalan,toko perhiasan terkenal dan biasanya ada beberapa set perhiasan yang hanya beberapa buah di dunia
Aku melihat lihat set perhiasan yang sangat cantik,aku membayangkan kalau Shiho nanti memakainya
"Adakah yang bisa saya bantu?"tanya seorang pelayan
"Saya ingin membeli ini"ucapku menunjuk kearah perhiasan yang memang pas untuk Shiho
"Sepertinya anda beruntung,itu hanya ada 45 buah didunia,5 di Jepang dan 1 di Tokyo ini"jelasnya membuat aku terkagum kagum
"Shiho pasti akan senang"
"Baiklah saya akan membeli ini" ujarku dan segera kami ke kasir
(-_-)
Aku sudah sampai direstoran yang ditentukan oleh Shiho namun aku bertanya tanya
Shiho aku sangat senang,tapi..kenapa tidak ada Shiho?apa dia belum datang?
Aku melangkahkan kakiku masuk kesana dan terlihat pelayan menghampiriku "Anda Shinichi Kudo?"tanyanya dan aku mengangguk
"Kalau begitu meja untuk berdua" ucapnya menuntunku ke meja yang sudah diduduki oleh seorang wanita berambut panjang,eh bukan Shiho? Tapi kenapa Ran?
"Hei, Shinichi! sudah lama kita tak berjumpa"ucapnya dengan lambaian tangan dan aku juga membalas lambaian tangannya dengan lambaian juga
"Kenapa meja yang dipesan,meja untuk berdua?"tanyaku berbarengan dengan pertanyaan yang sama yang keluar dari mulut Ran
"Entahlah, mungkin ada maksud tersembunyi dari Shiho"ucapku menenangkan
"Kenapa kamu belum memesan?" tanyaku kepadanya "Aku belum bisa memesan karena orang yang si empunya hajat dan Sonoko belum datang"jawab dan membuat aku terkejut
"Sonoko juga diundang?"
Bunyi ringtone telephone berbunyi, jelas ini bukan ringtone telephoneku
"Apa?Sonoko tidak bisa datang?"ucap Ran ketika membaca semacam pesan
"Jadi...kita hanya berdua?"tanyaku
"Shiho datang jadi kita bertiga"ucap Ran dan aku hanya mengangguk Pelan
Tak lama berselang handphoneku berbunyi
"Shiho?kenapa kamu belum datang?"
"Maafkan aku Shin,aku sepertinya malam ini lembur, alangkah lebih baiknya kamu,Ran dan Sonoko makan saja"
"Tapi...?"
"Kalau ada waktu nanti,aku akan datang, sekarang kalian nikmati saja reuniannya"
"Hei...."
Panggilan terputus
"Shiho tidak datang?"tanya Ran dan aku hanya mengangguk
"Sudahlah lebih baik kita makan saja dahulu"ucapku dan segera Ran Memesan makanan diikuti diriku yang memesan
Hatiku hancur, perayaan yang harusnya menjadi romantis malah menjadi ajang reuni
Tapi... tunggu dahulu,pelayan tadi bilang ini memang dipesan meja untuk dua orang,apa jangan jangan?
Shiho....ada masalah apa sih kamu?
(Normal POV)
Seorang wanita berambut blonde strawberry sedang menghela nafas panjang nan berat setelah melakukan panggilan telepon yang sulit namun sukses dilakukan
"Kuharap ia membenci diriku"
Mansion Kudo
"Shiho!!!kenapa kamu melakukan hal semacam ini?"teriak Shinichi ketika dia baru masuk kerumahnya
"Aku tau,kamu ada didalam"teriaknya lagi kali ini lebih keras
"Kamu mengganggu"ucap Shiho diselingi dengan nguap yang sengaja ia buat buat
Shinichi naik ke lantai tempat Shiho berdiri,dia langsung memeluknya
"Shiho..."lirih Shinichi namun tidak seperti biasanya Shiho malah melepaskan pelukan hangat yang diberikan oleh suaminya itu
"Gomene, Kudo kun"ucap Shiho membuat Shinichi kesal namun dia mulai tenang ketimbang tadi
Shinichi mengikuti Shiho masuk ke kamar mereka
Punggung mereka saling berhadapan tidak seperti biasanya yang berhadapan adalah wajahnya
"Shiho apakah kau punya masalah?" tanya Shinichi namun istrinya hanya mengeratkan pelukannya kepada guling
"Shiho....ceritakan saja kalau kamu punya masalah"Shinichi membalikkan badannya dan langsung dia mendekap erat tubuh istrinya itu
"Apakah kamu bisa menerimanya?" Tanya Shiho dan anggukan serta jawaban "Ya" yang lantang menjadi jawaban dari Shinichi
"Jadi...apa masalahmu?"tanya Shinichi namun istrinya itu malah sudah tertidur
"Shiho...aku memang tidak tau masalahmu,namun aku tau,kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri, aku juga turut andil dalam permasalahan itu"Shinichi berkata diiringi perbuatan yang sebenarnya membuat Shiho tenang namun kali ini tidak
"Jangan memelukku dengan erat" ucap Shiho dianggap angin lalu oleh Shinichi,karena suaminya itu malah mengeratkan pelukannya
"Shiho,kamu belum tidur?"tanya suaminya lagi
"Shiho... jelaskan saja,aku sekarang suamimu"Shinichi mulai memaksa dengan lembut
"Kudo akan aku jelaskan masalahku.. tapi...kamu harus memenuhi syaratnya"Shiho berkata,Shinichi diam sejenak,dia ingin tau apa yang menjadi masalah Shiho hari ini,oleh karena itu dia memberanikan diri
"Oke aku akan memenuhi syaratmu" Shinichi berkata tegas kepada istrinya
"Kamu harus bilang 'iya' ya"Shiho berkata lalu menghela nafas sebelum persyaratannya di keluarkan dari mulutnya itu
"Kamu harus menceraikan diriku"4 kata yang hampir hampir mirip dengan perkataan beberapa hari kemarin
"Ya"Shinichi berkata dengan tegas namun dia baru mengerti beberapa detik kemudian
"Kenapa?kenapa aku harus menceraikan dirimu?"tanya Shinichi "jelaskan alasannya"Shinichi menambahkan pertanyaannya
"Aku tidak akan menjelaskannya,yang penting kamu sudah janji untuk menceraikan diriku"Shiho berkata dengan rekaman suara yang entah kapan ia pegang
Shiho berdiri dan Shinichi ikut serta untuk berdiri
"Baiklah untuk terakhir kalinya,aku akan memberikan apa yang istri berikan kepada suaminya"Shiho berkata setelah menaruh perekamnya itu dimeja sebelah kasur
"Shiho,aku mencintaimu"Gumam Shinichi ketika tubuh kekarnya sudah ditiban oleh tubuh mulus nan bersih dari istrinya
(-!-)
Pagi datang.... Burung berkicau berbalas balasan menjadi salah satu saksi.Shinichi bangun dengan rasa amat senang.Istrinya memberikan kejutan yang luar biasa, permainan melelahkan namun menyegarkan
Mata Shinichi perlahan mulai membuka,dia mengedarkan pandangannya ke kamar yang menjadi saksi bisu 2 tahun pernikahan penuh dengan kasih cinta
Shinichi terkejut ketika dia tidak melihat Shiho disampingnya,ia sedikit berpikir dan selanjutnya menyeringai
'Shiho akan memberikan kejutan yang lain' begitulah pikiran dari detective hebat Jepang
Dia berdiri dari kasurnya saat dia ingin sarapan, sebuah Pie lemon Kopi yang masih panas tersaji disana
Shinichi amat senang ketika memakan sarapannya.Setelah sarapan pagi itu dia masih kebingungan karena dia tidak melihat istri tercintanya...
Perlahan dia berpikir Shiho pasti ada ditempat kerja karena ada yang harus dia kerjakan dan tentunya itu penting.
Oleh karena itu Shinichi melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan mandi disana beberapa menit mengingat permainan kemarin yang sungguh sungguh nikmat luar biasa
Sarapan sudah,mandi sudah sekarang dia sedang memilih baju untuk dia bekerja namun dia melihat lemari sebelah kosong tak tersisa pakaian disana,lemari milik Shiho itu seperti sudah dipindahkan isinya
Shinichi terdiam sejenak lalu segera tangannya mengetik Beberapa angka yang ternyata diketahui adalah nomor telepon dari Maruko,teman sekaligus sahabat Shiho di lab
"Moshi Moshi"
"Maruko Chan.. apakah ada Shiho disana?"
"Shiho? bukannya dia sudah keluar pekerjaan kemarin?"
Jawaban dari Maruko menohok hati sang empunya marga Kudo itu
'jangan-jangan'Shinichi berpikir mengingat apa yang terjadi dan akhirnya ingatannya tepat.. kemarin.. Shiho ingin cerai dan... dan...
"Kamu harus menceraikan diriku"
"Ya"
'jangan-jangan' Shinichi mewanti-wanti kembali dan segera dia memakai pakaiannya, menelpon inspektur megure untuk ijin cuti dan berlari menuju tempat dimana orang yang ingin cerai berada
"Shiho Kudo...iya dia kesini pagi pagi sekali dan membawa dokumen bahwa anda Shinichi Kudo akan menceraikannya"jelas petugas disana membuat Shinichi terdiam membisu
"Dan dia bilang alasannya karena Shiho kudo sudah berselingkuh dibelakang suaminya,yaitu anda"
[°^°]
Shinichi terjatuh dengan posisi duduk di sofa ruang tengah tempat biasanya Shiho dan dirinya berbagi cerita tentang pekerjaan, kasus, sepakbola bahkan hal hal aneh tentang sains atau pendidikan
"Tidak mungkin...Ada yang disembunyikan oleh Shiho,aku tau Shiho itu tidak pernah menduakan diriku...aku tau itu"Dari suara itu terdengar nada keputus asa-an dan juga nada tak percaya
"Aku harus menyelidiki ini"Shinichi bergumam lalu bangkit dan menuju tempat dimana rumah Maruko
"Maruko.."Shinichi mengetuk pintu perlahan lahan dan akhirnya orang yang bernama Maruko itu membuka pintunya
"Shinichi Kun..ada apa pagi pagi kesini?"Tanya Maruko
"Oh iya silahkan masuk"
"Tidak perlu..aku harus berbicara denganmu secepatnya"
"Apa yang ingin kamu bicarakan Shinichi Kun?"
"Apakah Ada masalah yang Shiho tutupi dariku?aku tau kamu dan Shiho Sangat amat dekat bahkan Shiho menganggap dirimu sebagai kakaknya"Shinichi memohon
"Shiho tidak menutupi masalah apapun darimu Shin Kun"Maruko berbicara
"Bohong...aku tau.. kamu pasti berbohong"
"Tidak aku..."
"Ya...Shiho Chan menyembunyikan masalah darimu"
"Apa itu?"
"Dia tidak bisa melahirkan"
Shinichi terdiam dan berkata "hanya itu?"dan kakak, sahabat dekat dari Shiho itu hanya mengangguk
"Kenapa Shiho melakukan itu?aku tidak apa apa tentang masalah itu.. lagipula aku dan dia menikah di usia muda dan pernikahan kami baru... aku saja pernah menangani kasus mereka yang menikah lebih dari 15 tahun belum dikaruniai anak tapi mereka tetap setia"Shinichi lebih seperti curhat bukan menjelaskan
"Kalau kamu ingin mencari Shiho... Aku tau mungkin dia ada dimana" Maruko berkata lalu membisikkan sesuatu kepada Shinichi
Bandara Haneda
Shiho melangkahkan kakinya menuju pesawat yang akan membawanya menuju ke ....
Shiho. jangan tinggalkan Shinichi sendiri 😭😭😭
Untuk cerita selanjutnya ada di Thread lanjutannya
data22 memberi reputasi
1
1.1K
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya