- Beranda
- Berita dan Politik
Rapatkan Barisan untuk Pertahankan Kebhinnekaan!
...
TS
dewaagni
Rapatkan Barisan untuk Pertahankan Kebhinnekaan!
Rapatkan Barisan untuk Pertahankan Kebhinnekaan!
By Thowik SEJUK
Posted on 17/11/2016
9 min read
0
0
1,136
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on Reddit
Share on Pinterest
Share on Linkedin
Share on Tumblr

Republik memanggil anda. Indonesia yang dibangun di atas kebhinnekaan, kini terancam oleh kelompok yang terus menerus menyebar kebencian.
Mari nyatakan sikap: pertahankan Indonesia yang majemuk, dan dukung presiden mengambil tindakan tegas kepada kelompok intoleran yang ingin merusak negeri kita.
RAPATKAN BARISAN UNTUK PERSATUAN INDONESIA
Demonstrasi pada 4 November 2016 kemarin adalah salah satu bukti bahwa Indonesia menghargai kebebasan berkespreasi. Meski demo tersebut pada akhirnya ternodai oleh beberapa insiden yang mempertanyakan komitmen kebhinnekaan dan persatuan.
Berbagai tindakan dan ekspresi kebencian atas nama agama dan permusuhan atas ras tertentu dipertontonkan dengan terang-benderang.
Selain itu sangat disayangkan bahwa para elit dan organisasi-organisasi masyarakat terindikasi ikut memperkeruh keadaan.
Bukan hanya itu, gerakan yang berhasil memobilisasi ratusan ribu massa ini mendengungkan isu penggulingan terhadap pemerintahan yang terpilih secara konstitusional dan demokratis.
Melihat perkembangan tersebut, sudah saatnya kita bertanya:
Akankah kita membiarkan masyarakat terseret isu yang mengancam kelangsungan pemerintahan yang dipilih secara demokratis oleh rakyat Indonesia?
Akankah kita pertahankan Republik yang didirikan Bung Karno dan Bung Hatta dan para perintis kemerdekaan Indonesia kita yang memiliki sendi kebhinnekaan yang kuat?
Apa yang akan terjadi jika kebhinnekaan ditinggalkan dan kita hidup dalam permusuhan atas nama ras dan agama?
Maka, kami seluruh elemen yang tergabung dalam Koalisi Bhinneka mengambil sikap tegas:
Menuntut Presiden Jokowi bertindak nyata menyelamatkan bangsa ini dari gerakan-gerakan inkonstitusional yang semakin demonstratif dan membahayakan pondasi republik kita.
Mendorong seluruh elemen masyarakat dan negara untuk bersikap dan bertindak penuh hormat terhadap berbagai perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan yang sudah menjadi keniscayaan dan jati diri bangsa berbhinneka tunggal ika.
Mengajak semua elemen masyarakat untuk mempercayakan kasus-kasus hukum pada penegak hukum, tanpa melupakan pengawasan publik.
Mengecam keras segala aktivitas, baik online maupun offline, yang menggunakan isu SARA untuk memprovokasi dan menyebarkan kebencian dan permusuhan.
Meminta semua elit, terutama pemuka agama untuk berperan aktif menyerukan pada umatnya agar tetap tenang dan bijak menyikapi situasi.
Jakarta, 17 November 2016
KOALISI BHINNEKA
Untuk memperluas dukungan sikap bersama ini, Koalisi Bhinneka juga mengundang publik untuk menandatangani petisi berikut:
https://www.change.org/p/pertahankan-indonesia-yang-majemuk-jokowi
Pendukung Koalisi Bhinneka
Andy Budiman
Ayu Utami
Bonar Tigor Naipospos
Karlina Supelli
Nursyahbani Katjasungkana
Alissa Wahid
Febriana Firdaus
Olga Lidia
Suci Mayang Sari
Tompi
Trisno Sutanto
Tantowi Anwari
Usman Hamid
Goenawan Mohamad
Romo Andang Binawan SJ.
Albertus Patty
Ulin Yusron
Olin Monteiro
Rifah Zainani
Mohamad Miqdad, Institut Titian Perdamaian
Jeirry Sumampow, PGI
Henrek Lokra, PGI
Ulil Abshar Abdalla, ICRP
Mohammad Monib, ICRP
Ahmad Nurcholish, ICRP
Gayatri Wedotami Muthari, ICRP
Syahroni Muhammad Elbanjarie, mahasiswa STF Sadrah
Budhy Munawar Rachman
Neng Dara Affiah, Pesantren An-Nizhamiyah, Labuan, Pandeglang
Max Andrew Ohandi (Penulis/guru)
Ratna Saptari (Dosen)
Nadya Karima Melati
Aulia Ratna Dewi (Women enterpreneur)
Dede Oetomo
Saraswati Dewi, Hindu
Hendri Yulius (penulis)
Sandeep Nawani (Dokter lulusan master di Harvard)
Indrana Pringgodigdo
S (Perupa)
Amron-Paul Yuwono (Seniman)
Syarifah Hardani
Shera Rindra
Rubi Astari
HY Widodo, FMJB
Sudarto, ANBTI
Agnes wahyu pinesti, Paroki St Anna Jakarta, FMJB
Wendah Soetomo, ICRP, Katolik
Woro Wahyuningtyas, JKLPK Indonesia
Sonny Saragih, JKLPK Region Jatim
Sereida Tambunan, Pergerakan Indonesia
Agung Sovianto, Forum Masyarakat Jakarta Bersatu (FMJB)
Pdt Penrad Siagian, PGI
Dewi Tjakrawinata
Yeni Rosa Damayanti
Kencana Indrishwari, KePPak Perempuan
Ellin Rozana, Institut Perempuan
Valentina Sagala, Institut Perempuan
Romo Jimmy H.R.Tnomat, OFM; Paroki St Paskalis, Jakarta.
Dian Makruf, Perempuan Berbagi
Musdah Mulia, ICRP
Jo Priastana, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Nalanda
Michael Utama Purnama, ICRP
Ketut Parwata, Parishada Hindu Darma Indonesia (PHDI)
Henry Gunawan Chandra, Majelis Budhayana Indonesia (MBI)
Ilma Sovri Yanti
Nia Sjarifudin, ANBTI
Sjamsiah Achmad, ICRP
Justina Rostiawati, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI)
Januardi, ICRP, Khong Hu Cu
Gede M Natih, ICRP
Nong Darol Mahmada
Guntur Romli
Irma Simanjuntak, Yakoma
Balwant Singh Benrahal, Sikhism
Johannes Hariyanto, ICRP
Alex Leonardo, Komunitas Atma Jaya Jakarta
Bona Sigalingging, Komunitas Atma Jaya Jakarta
Denny Pohan, Komunitas Atma Jaya Jakarta
Tedjokurniawan, komunitas Atma Jaya Jakarta
Palti Panjaitan
Irine Gayatri
Salbiyah Mushanif
Anick HT, Suarapesantren.net
Engkus Ruswana, Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI)
Dadang Setiawan, Komunitas Roemah Bhinneka Tunggal Ika, Surabaya
Odilia Rovara, Paroki St Paskalis Jakarta
Andrew Yansen-PAR Indonesia
Zafrullah Ahmad Pontoh, ICRP
Robert Anton Situmeang, PGIW_Jakarta
Lucia T Nurhidayati-Germasa, GPIB
Meinita Wungo-Damping (PGIS Bekasi)
Ellen Kumampung (BKS-WKK JKTU)
Domidoyo Ratupenu (GPIB)
Darwita Purba
Rainy MP Hutabarat
Margie de Wanna
Lidya K. Tandirerung
W. Tiwery
Mery Kolimon
Joyce Manarisip
Ratnawati Lesawengen
Ester M. Ga
Indriani Bone
Juita Manurung
Novadyette Nahusona
Bessy Breinsizkarowe
Supardi Kafha, Komunitas Langit Desa
Nancy Widjaja, INTI
Abdul Basit, Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia
Imam Addaruqutni, ICRP
Djatikusumah, Akur Sunda Wiwitan
Sri Yuliana
Katriana
Ejodia Kakoensi
Ruth Wangkaiv
Marlyn Wongkar
Fisda Sumalenda
Ira Imelda
Aprissa Taranau
Evi Nurleni
Roos Pontororing
Rina Talaway
Tiapul Hutahaean
Krisma Natalia
Yuberlian Padele
Lies Marantika
Emmy Sahertian
Elizabeth Mesdila
Lian Gogali
Astina Iwamony
Irene Umbu Lolo
Jerda Djawa
Herlina Ratu Kenya
Donna Sampaleng
Netina Samosir
Noortje Lumbantoruan
Anna Marsiana
Erni Hamel
Retno Ratih
Christina Hutubessy
Marlin Pelealu
Thelma Veronika
Deeby Momongan
Sandra Sihasale
Marleen Talakua
Ike Ngelow
Merilyn
Fien Sopamena
Rosa Sinulingga
Rosmalia Barus
Happy Seviana Undas
Fanny Liem Wurangian
Jennie Keliat
Christin N Pangulimang
Dasuki, FMJB
http://sejuk.org/2016/11/17/rapatkan...kebhinnekaan/
By Thowik SEJUK
Posted on 17/11/2016
9 min read
0
0
1,136
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on Reddit
Share on Pinterest
Share on Linkedin
Share on Tumblr

KOALISI BHINNEKA
Republik memanggil anda. Indonesia yang dibangun di atas kebhinnekaan, kini terancam oleh kelompok yang terus menerus menyebar kebencian.
Mari nyatakan sikap: pertahankan Indonesia yang majemuk, dan dukung presiden mengambil tindakan tegas kepada kelompok intoleran yang ingin merusak negeri kita.
RAPATKAN BARISAN UNTUK PERSATUAN INDONESIA
Demonstrasi pada 4 November 2016 kemarin adalah salah satu bukti bahwa Indonesia menghargai kebebasan berkespreasi. Meski demo tersebut pada akhirnya ternodai oleh beberapa insiden yang mempertanyakan komitmen kebhinnekaan dan persatuan.
Berbagai tindakan dan ekspresi kebencian atas nama agama dan permusuhan atas ras tertentu dipertontonkan dengan terang-benderang.
Selain itu sangat disayangkan bahwa para elit dan organisasi-organisasi masyarakat terindikasi ikut memperkeruh keadaan.
Bukan hanya itu, gerakan yang berhasil memobilisasi ratusan ribu massa ini mendengungkan isu penggulingan terhadap pemerintahan yang terpilih secara konstitusional dan demokratis.
Melihat perkembangan tersebut, sudah saatnya kita bertanya:
Akankah kita membiarkan masyarakat terseret isu yang mengancam kelangsungan pemerintahan yang dipilih secara demokratis oleh rakyat Indonesia?
Akankah kita pertahankan Republik yang didirikan Bung Karno dan Bung Hatta dan para perintis kemerdekaan Indonesia kita yang memiliki sendi kebhinnekaan yang kuat?
Apa yang akan terjadi jika kebhinnekaan ditinggalkan dan kita hidup dalam permusuhan atas nama ras dan agama?
Maka, kami seluruh elemen yang tergabung dalam Koalisi Bhinneka mengambil sikap tegas:
Menuntut Presiden Jokowi bertindak nyata menyelamatkan bangsa ini dari gerakan-gerakan inkonstitusional yang semakin demonstratif dan membahayakan pondasi republik kita.
Mendorong seluruh elemen masyarakat dan negara untuk bersikap dan bertindak penuh hormat terhadap berbagai perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan yang sudah menjadi keniscayaan dan jati diri bangsa berbhinneka tunggal ika.
Mengajak semua elemen masyarakat untuk mempercayakan kasus-kasus hukum pada penegak hukum, tanpa melupakan pengawasan publik.
Mengecam keras segala aktivitas, baik online maupun offline, yang menggunakan isu SARA untuk memprovokasi dan menyebarkan kebencian dan permusuhan.
Meminta semua elit, terutama pemuka agama untuk berperan aktif menyerukan pada umatnya agar tetap tenang dan bijak menyikapi situasi.
Jakarta, 17 November 2016
KOALISI BHINNEKA
Untuk memperluas dukungan sikap bersama ini, Koalisi Bhinneka juga mengundang publik untuk menandatangani petisi berikut:
https://www.change.org/p/pertahankan-indonesia-yang-majemuk-jokowi
Pendukung Koalisi Bhinneka
Andy Budiman
Ayu Utami
Bonar Tigor Naipospos
Karlina Supelli
Nursyahbani Katjasungkana
Alissa Wahid
Febriana Firdaus
Olga Lidia
Suci Mayang Sari
Tompi
Trisno Sutanto
Tantowi Anwari
Usman Hamid
Goenawan Mohamad
Romo Andang Binawan SJ.
Albertus Patty
Ulin Yusron
Olin Monteiro
Rifah Zainani
Mohamad Miqdad, Institut Titian Perdamaian
Jeirry Sumampow, PGI
Henrek Lokra, PGI
Ulil Abshar Abdalla, ICRP
Mohammad Monib, ICRP
Ahmad Nurcholish, ICRP
Gayatri Wedotami Muthari, ICRP
Syahroni Muhammad Elbanjarie, mahasiswa STF Sadrah
Budhy Munawar Rachman
Neng Dara Affiah, Pesantren An-Nizhamiyah, Labuan, Pandeglang
Max Andrew Ohandi (Penulis/guru)
Ratna Saptari (Dosen)
Nadya Karima Melati
Aulia Ratna Dewi (Women enterpreneur)
Dede Oetomo
Saraswati Dewi, Hindu
Hendri Yulius (penulis)
Sandeep Nawani (Dokter lulusan master di Harvard)
Indrana Pringgodigdo
S (Perupa)
Amron-Paul Yuwono (Seniman)
Syarifah Hardani
Shera Rindra
Rubi Astari
HY Widodo, FMJB
Sudarto, ANBTI
Agnes wahyu pinesti, Paroki St Anna Jakarta, FMJB
Wendah Soetomo, ICRP, Katolik
Woro Wahyuningtyas, JKLPK Indonesia
Sonny Saragih, JKLPK Region Jatim
Sereida Tambunan, Pergerakan Indonesia
Agung Sovianto, Forum Masyarakat Jakarta Bersatu (FMJB)
Pdt Penrad Siagian, PGI
Dewi Tjakrawinata
Yeni Rosa Damayanti
Kencana Indrishwari, KePPak Perempuan
Ellin Rozana, Institut Perempuan
Valentina Sagala, Institut Perempuan
Romo Jimmy H.R.Tnomat, OFM; Paroki St Paskalis, Jakarta.
Dian Makruf, Perempuan Berbagi
Musdah Mulia, ICRP
Jo Priastana, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Nalanda
Michael Utama Purnama, ICRP
Ketut Parwata, Parishada Hindu Darma Indonesia (PHDI)
Henry Gunawan Chandra, Majelis Budhayana Indonesia (MBI)
Ilma Sovri Yanti
Nia Sjarifudin, ANBTI
Sjamsiah Achmad, ICRP
Justina Rostiawati, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI)
Januardi, ICRP, Khong Hu Cu
Gede M Natih, ICRP
Nong Darol Mahmada
Guntur Romli
Irma Simanjuntak, Yakoma
Balwant Singh Benrahal, Sikhism
Johannes Hariyanto, ICRP
Alex Leonardo, Komunitas Atma Jaya Jakarta
Bona Sigalingging, Komunitas Atma Jaya Jakarta
Denny Pohan, Komunitas Atma Jaya Jakarta
Tedjokurniawan, komunitas Atma Jaya Jakarta
Palti Panjaitan
Irine Gayatri
Salbiyah Mushanif
Anick HT, Suarapesantren.net
Engkus Ruswana, Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI)
Dadang Setiawan, Komunitas Roemah Bhinneka Tunggal Ika, Surabaya
Odilia Rovara, Paroki St Paskalis Jakarta
Andrew Yansen-PAR Indonesia
Zafrullah Ahmad Pontoh, ICRP
Robert Anton Situmeang, PGIW_Jakarta
Lucia T Nurhidayati-Germasa, GPIB
Meinita Wungo-Damping (PGIS Bekasi)
Ellen Kumampung (BKS-WKK JKTU)
Domidoyo Ratupenu (GPIB)
Darwita Purba
Rainy MP Hutabarat
Margie de Wanna
Lidya K. Tandirerung
W. Tiwery
Mery Kolimon
Joyce Manarisip
Ratnawati Lesawengen
Ester M. Ga
Indriani Bone
Juita Manurung
Novadyette Nahusona
Bessy Breinsizkarowe
Supardi Kafha, Komunitas Langit Desa
Nancy Widjaja, INTI
Abdul Basit, Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia
Imam Addaruqutni, ICRP
Djatikusumah, Akur Sunda Wiwitan
Sri Yuliana
Katriana
Ejodia Kakoensi
Ruth Wangkaiv
Marlyn Wongkar
Fisda Sumalenda
Ira Imelda
Aprissa Taranau
Evi Nurleni
Roos Pontororing
Rina Talaway
Tiapul Hutahaean
Krisma Natalia
Yuberlian Padele
Lies Marantika
Emmy Sahertian
Elizabeth Mesdila
Lian Gogali
Astina Iwamony
Irene Umbu Lolo
Jerda Djawa
Herlina Ratu Kenya
Donna Sampaleng
Netina Samosir
Noortje Lumbantoruan
Anna Marsiana
Erni Hamel
Retno Ratih
Christina Hutubessy
Marlin Pelealu
Thelma Veronika
Deeby Momongan
Sandra Sihasale
Marleen Talakua
Ike Ngelow
Merilyn
Fien Sopamena
Rosa Sinulingga
Rosmalia Barus
Happy Seviana Undas
Fanny Liem Wurangian
Jennie Keliat
Christin N Pangulimang
Dasuki, FMJB
http://sejuk.org/2016/11/17/rapatkan...kebhinnekaan/
4iinch dan sebelahblog memberi reputasi
2
242
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.8KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya