- Beranda
- Beritagar.id
KPK sebut ada menteri abaikan rekomendasi pencegahan korupsi
...
TS
BeritagarID
KPK sebut ada menteri abaikan rekomendasi pencegahan korupsi

Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) didampingi Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan) dan Saut Situmorang (kiri) saat mengajukan judicial review di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (20/11/2019)Komisi III DPR RI mencecar kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Periode 2015-2019. Komisioner KPK pun menjelaskan, banyak rekomendasi kepada pihak pemerintah yang tidak dilaksanakan. Bahkan, rekomendasi diabaikan tanpa konsekuensi.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, saat rapat kerja KPK dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/11/2018). Ia menilai kerja lembaganya tak dihargai--DPR selalu "memarahi", tapi tidak memberi bantuan. Menurutnya parlemen harus ikut mengawasi rekomendasi yang disampaikan KPK.
Syarif mencontohkan soal rekomendasi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar memasang flow meter di pipa untuk mengukur berapa lifting minyak dan gas di Indonesia. Atau, soal izin pertambangan ilegal yang mencapai 60 persen.
Ringkasan
- Komisi III DPR menggelar rapat kerja dengan KPK dengan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/11/2019).
- Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa mempertanyakan kinerja KPK selama ini, tentang penanganan dan pencegahan korupsi.
- Menurutnya, kalau konsep pencegahan yang dibebankan KPK tidak melibatkan kelembagaan lain, namanya "bullshit".
- Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mmembalas, pihaknya telah menyerahkan hasil temuan dan rekomendasi kepada sejumlah kementerian.
- Namun, banyak menteri yang bandel, hanya menyetujui rekomendasi KPK, namun tidak pernah melaksanakannya. Banyak rekomendasi tak berlanjut.
- Menurut Laode, Komisi III pun tak pernah membantu mengawal rekomendasi tersebut, justru kerap memarahi KPK dalam sejumlah kesempatan rapat di DPR.
- Wakil Ketua KPK lainnya, Saut Situmorang menegaskan institusinya akan memanggil menteri-menteri yang mengabaikan rekomendasi.
- KPK juga mengeluhkan kurangnya SDM, namun juga tetap menetapkan standar ujian tinggi bagi para calon pegawainya.

Jumlah berita per mediaSebaran LinimasaSebaran topik mulai muncul sejak pukul 05:00 hingga 19:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 13:00 WIB dengan total 15 pemberitaan.

Jumlah berita per jamSebaran FacebookJumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh kompas.com dengan 7683 interaksi, diikuti peringkat kedua detik.com dengan 151 interaksi. Selanjutnya cnnindonesia.com dengan 114 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di FacebookSumber
- KPK dinilai hanya manis di konsep pencegahan korupsi - alinea.id
- KPK: Kami Merasa Tidak Dihargai - jpnn.com
- KPK panggil menteri yang abaikan rekomendasi - antaranews.com
- Laode: Rekomendasi KPK Terkait Dokumen HGU Tak Dijalankan Pemerintah - kompas.com
- KPK Akan Panggil Menteri "Bandel" Tak Mau Jalankan Rekomendasi - aktual.com
- KPK Akan Memanggil Menteri yang Abaikan Rekomendasi - galamedianews.com
- Banyak Permintaannya Tidak Diindahkan Pemerintah, KPK Merasa Tidak Dihargai - inikata.com
- KPK: Kami Merasa Tidak Dihargai - pertama.id
- Pimpinan KPK di DPR: Terus Terang Saya Merasa Tak Dihargai Bapak-bapak - suara.com
- KPK Ungkap Banyak Tambang Ilegal Tapi Tak Pernah Ditindak Pemerintah - harianhaluan.com

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...egahan-korupsi
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Kualitas udara 10 spot terbaik dan terburuk (Kamis, 28/11/2019)-
Sokongan wisata zona super prioritas-
Carut marut SEA Games, makanan non-halal hingga dugaan korupsitien212700 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
2.4K
8
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•912Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya