- Beranda
- Beritagar.id
Erick Thohir tunjuk mantan petinggi Freeport jadi Dirut Inalum
...
TS
BeritagarID
Erick Thohir tunjuk mantan petinggi Freeport jadi Dirut Inalum

Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019).Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menunjuk Orias Petrus Moedak sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Orias akan menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang sebelumnya terpilih sebagai Wakil Menteri BUMN I pada Kabinet Indonesia Maju, bulan lalu.
Erick berharap Orias mampu melanjutkan tugas Budi Sadikin dalam membangun sinergi antar anggota induk usaha (holding) tambang dengan baik. Erick juga meminta agar Orias terus mempertahankan aspek Good Corporate Governance (GCG) yang selama ini sudah baik.
“Saya harap Pak Orias dapat melanjutkan tongkat estafet dan mengejar target-target yang harus dicapai, khususnya terkait hilirisasi bahan tambang dan membangun perusahaan industri pertambangan kelas dunia,” kata Erick dalam keterangannya, Senin (25/11/2019).
Orias Petrus Moedak lahir di Kupang, NTT, 26 Agustus 1967, dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Freeport Indonesia.
Orias bukan orang baru di lingkungan BUMN ataupun Inalum, karena sebelum mendarat di perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat (AS) itu Orias merupakan Chief Financial Officer (CFO) di Inalum. Orias juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Pelindo II (Persero).
Sebelum di BUMN, Orias malang melintang di sektor swasta termasuk di sektor pasar modal. Dia pernah menjadi Direktur Corporate Finance PT Bahana Securities (1994), Direktur PT Reliance Sekuritas Tbk, Managing Director Head of Indonesia Civerage Daiwa Capital Markets Singapura Limited (2010), Managing Director PT Danareksa Sekuritas, dan Senior Auditor Ernst &Young (1992).
Usai mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia, holding industri pertambangan ini kemudian bertransformasi menjadi Mining Industry Indonesia (MIND ID) dengan anggota PT Antam Tbk (Persero), PT Bukit Asam Tbk (Persero), PT Timah Tbk (Persero).
Saat ini Inalum sedang dalam proses akuisisi saham PT Vale Indonesia yang memproduksi nikel, bahan tambang strategis yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri baja maupun baterai untuk kendaraan listrik.
Masih ada kursi kosongSetelah Inalum, Kementerian BUMN akan menentukan sosok untuk mengisi posisi Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, (Persero) dan PLN. Kursi pimpinan Bank Mandiri sudah hampir satu bulan kosong setelah ditinggal Kartika Wirjoatmodjo menjabat sebagai Wakil Menteri II BUMN.
Adapun kursi Direktur Utama PLN kosong sejak Sofyan Basyir mengundurkan diri akibat tersangkut kasus korupsi PLTU Riau-1. Sejak itu, kursi pucuk pimpinan dijalankan oleh Sripeni Cahyani sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Namun belakangan, nama mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mencuat sebagai kandidat calon bos perusahaan setrum itu. Rudiantara digadang-gadang bakal didampingi oleh Darmawan Prasodjo sebagai Wakil Direktur Utama. Darmawan saat ini masih duduk di kursi Dewan Komisaris PLN.
Pengisian kursi direksi yang kosong ini merupakan bagian dari evaluasi Erick terhadap kinerja BUMN. Perombakan direksi hingga komisaris pun menjadi salah satu upayanya.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...i-dirut-inalum
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Polisi Korea masih selidiki penyebab kematian Goo Hara-
Kota dengan kualitas udara terbaik dan terburuk di dunia (Senin, 25/11/2019)-
Jokowi jemput investasi ke Korea Selatananasabila dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1.9K
8
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•901Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya