Kaskus

Food & Travel

  • Beranda
  • ...
  • Domestik
  • Barongsai Di Pondok Indah Moll 2 Yg Nonton Bikin Terpesona

ariprasetia7Avatar border
TS
ariprasetia7
Barongsai Di Pondok Indah Moll 2 Yg Nonton Bikin Terpesona
Kemeriahan Imlek tak hanya terlihat di vihara-vihara, tapi juga pusat perbelanjaan di Jakarta.

Seakan ingin terlibat secara utuh dalam perayaan Chinese New Year, ragam acara yang berhubungan dengan Imlek pun digelar.

Salah satu terlihat di Pondok Indah Mall (PIM) 2 yang menyuguhkan acara bertajuk ‘World Class Barongsai'

atraksi akrobat barongsai yang mereka selenggarakan akan berbeda dengan barongsai yang lain. "Mereka akan melompat-lompat di atas tiang sepanjang 10 hingga 15 meter, juga akan meloncat-loncat di atas tombak," katanya. Usai atraksi, menurutnya, barongsai mereka akan berkeliling dan melompat dari satu counter ke counter lain.

"Barongsai akan berhenti dan beratraksi di tempat yang memberi angpau," katanya menambahkan.Barongsai yang mereka hadirkan berasal dari perkumpulan Kong Ha Hong. "Mereka pernah menjadi juara tiga dunia dalam perlombaan barongsai, lho,"

Kami berharap dengan berbagai persembahan yang kami sajikan tahun ini, para pengunjung dapat menikmati dan berbagi kecerian suasana Imlek bersama keluarga di Pondok Indah Mall 2




SejarahSunting

Kesenian Barongsai mulai populer pada zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi.

Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda hingga sekarang.

Tarian, Gerakan, dan Jenis BarongsaiSunting

Tarian Singa terdiri dari dua jenis utama yakni Singa Utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat, dan Singa Selatan yang bersisik dan bertanduk.

Penampilan singa Utara lebih mirip singa karena berbulu tebal, bukan bersisik.

Singa UtaraSunting

Di Indonesia, Singa Utara biasa disebut Peking Sai. Singa Utara memiliki bulu yang lebat dan panjang berwarna kuning dan merah, biasanya Singa Utara dimainkan dengan 2 Singa dewasa dengan pita warna merah di kepalanya yang menggambarkan Singa Jantan dan Pita Hijau (kadang bulu hijau di kepalanya) untuk menggambarkan Singa Betina.


Pekingsai dimainkan dengan Akrobatik dan Atraktif, seperti berjalan di tali, berjalan di atas bola, menggendong, berputar, dan gerakan-gerakan akrobatis lainnya. Tidak jarang juga, Pekingsai dimainkan dengan anak singa, atau seorang 'pendekar' yang memegang benda berbentuk bola yang memimpin para Singa. Biasanya, sang pendekar melakukan beberapa gerakan-gerakan beladiri

https://youtu.be/taT2xC7cgA4

Konon, pada jaman dahulu, atraksi Pekingsai digunakan untuk menghibur keluarga kerajaan di istana Tiongkok.

Singa SelatanSunting

Singa Selatan inilah yang sering kita lihat, atau kita sebut Barongsai. Singa Selatan lebih ekspresif dibanding Singa Utara. Kerangka kepala Singa Selatan dibuat dari bambu, lalu ditempeli kertas, lalu dilukis, dan ditempeli bulu dan dihias. Bulu yang memiliki kualitas tinggi untuk pembuatan Barongsai adalah bulu domba atau bulu kelinci.

Tetapi, untuk harga yang murah, biasanya digunakan bulu sintetis. Pada zaman modern, kerangka barongsai mulai dibuat dengan aluminium atau rotan.
Singa Selatan memiliki berbagai macam jenis. Singa yang memiliki tanduk lancip, mulut seperti bebek, dahi yang tinggi, dan ekor yang lebih panjang disebut Fut San (juga disebut Fo Shan, atau Fat San).

Sedangkan Singa yang memiliki mulut moncong ke depan, tanduk yang tidak lancip, dan ekor yang lebih kecil disebut Hok San. Keduanya diambil dari nama tempat di Tiongkok.
Barongsai Futsan dimainkan dengan kuda-kuda dan gerakan yang lebih memerlukan tenaga.

Barongsai Futsan biasanya dimainkan di dalam kategori Barongsai Tradisional. Kuda-kuda dan gerakan barongsai hoksan lebih santai daripada Barongsai futsan. Barongsai futsan biasanya digunakan di sekolah-sekolah kungfu, dan hanya murid terbaik yang dapat menarikannya.
Barongsai hoksan biasanya dikenal karena ekspresif, langkah kaki yang unik, penampilan yang impresif, dan musik yang bertenaga. Diperkirakan, pendiri Barongsai Hoksan adalah Feng Gengzhang pada abad ke 20.


Feng lahir di desa, di kota He Shan, dan dia diajarkan beladiri Tiongkok dan Barongsai dari ayahnya. Kemudian, ia mempelajari bela diri dan Barongsai dari Fo Shan sebelum pulang ke desanya dan membuat sasananya sendiri. Dia menciptakan gaya berbarongsainya yang unik, dan menciptakan teknik baru memaikan Barongsai dengan mempelajari mimik dan gerak kucing, seperti "menangkap tikus, bermain, menangkap burung, dan berguling".

Dan, terciptalah kepala barongsai bergaya Hok San, ia merendahkan dahi Barongsai, melengkungi tanduknya, dan membuat mulutnya menjadi seperti paruh bebek.

Badannya juga menjadi terlihat lebih bertenaga dan berwarna lebih mencolok, bersama dengan langkah kaki yang lebih unik dan tangkas, Feng menciptakan gaya musik baru dalam bermain Barongsai yang disebut "Seven Star Drum".

Sekitar tahun 1945, pemain Barongsai hoksan diundang untuk tampil di berbagai tempat di Tiongkok dan bagian Asia Tenggara. Di Singapura, Barongsai hoksan menjadi terkenal dan mendapatkan julukan "Raja dari Raja Barongsai" dan memiliki tulisan "Raja" (王) di dahi Barongsai Hoksan.


Perbaikan lebih lanjut, asosiasi Barongsai hoksan di Singapura membuat Barongsai hoksan menjadi lebih mirip seperti seekor kucing dengan memendekkan ekornya, dan membuat ketukan drum yang baru untuk tarian singa ini.
Biasanya, perbedaan warna pada bulu Barongsai melambangkan umur dan karakter sang Barongsai.

Barongsai dengan warna putih adalah barongsai yang paling tua, warna putih melambangkan kesucian. Barongsai berwarna kuning adalah Barongsai dengan umur yang tidak teralu tua dan tidak terlalu muda, warna kuning melambangkan keberuntungan dan ketulusan hati. Barongsai berwarna hitam adalah barongsai dengan umur yang paling kecil.


Itulah mengapa, biasanya barongsai berwarna hitam ditarikan dengan gerakan yang lincah dan seperti memiliki keingintahuan tinggi. Barongsai berwarna emas melambangkan kegembiraan. Barongsai dengan warna hijau melambangkan pertemanan.

Barongsai dengan bulu warna merah melambangkan keberanian. Karena berkembangnya waktu, Barongsai modern telah muncul dan menghasilkan warna-warna baru seperti pink, ungu, dll.
Barongsai dimainkan di beberapa tempat. Barongsai yang dimainkan di lantai atau papan disebut Barongsai Tradisional, Barongsai yang dimainkan di atas tonggak disebut Barongsai Tonggak.

Tonggak yang berstandar internasional memiliki tinggi kurang lebih 80cm sampai 2m. Untuk Barongsai lantai, biasanya area dalam pertandingan dibatasi 8x8 meter - 10x10 meter. Dalam pertunjukan barongsai, makanan Barongsai yang berupa sayur disebut Cheng.


Untuk menarikan Barongsai, agar terlihat indah dan menarik, pemain Barongsai harus menguasai kerja sama antar pemain, kerja sama pemain musik, dan kerja sama pemain musik dan pemain barongsai. Pergerakan barongsai dengan musik harus serasi.

Pemain barongsai juga harus membuat barongsai seolah benar-benar "hidup" dengan cara membuat ekspresi dan mimik wajah barongsai seolah-olah nyata, ekspresi tersebut adalah bahagia, marah, takut, ragu-ragu, mabuk, bergerak dan diam.

Barongsai harus terlihat agak kaget saat melihat benda berwarna merah, dan dalam kategori Barongsai Tradisional, saat melihat air, Barongsai harus terlihat fokus saat melihat bayangannya di air, atau takut saat melihat ular. Pemain Barongsai harus menguasai kuda-kuda agar bentuk badan barongsai terlihat bagus.
Diubah oleh ariprasetia7 11-07-2020 10:47
0
680
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Domestik
Domestik
KASKUS Official
10.2KThread4.4KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.