Kaskus

Female

ariprasetia7Avatar border
TS
ariprasetia7
Pernikahan Adat Betawi Apa Aja Persiapannya Buat Calon Pengantin
Masyarakat Betawi memiliki ragam tata cara pernikahan dengan karakteristik yang cukup unik.



Dialog spontan, rileks dan terkesan ceplas ceplos menjadi salah satu ciri khas yang bukan hanya menarik minat untuk diikuti tetapi juga penuh dengan makna. Berikut kami paparkan beberapa tata cara adat pernikahan yang masih sering dilakukan oleh masyarakat Betawi.

1. Ngelamar
Ngelamar atau melamar adalah pernyataan dan permintaan resmi dari pihak keluarga pemuda untuk menikahkan putranya kepada pihak calon mempelai wanita. Ngelamar dilakukan oleh beberapa orang utusan yang disertai dengan membawa sejumlah barang bawaan wajib, antara lain:

Sirih Embun ; bawaan wajib dalam lamaran yang berisi daun sirih dilipat bulat dan diikat potongan kertas minyak, sirih yang telah diisi rempah-rempah, bunga rampai tujuh rupa, serta tembakau yang dihias dalam berbagai bentuk.

Pisang raja dua sisir dibawa di atas nampan yang dihias dengan kertas warna-warni. Setiap ujungnya ditutup dengan cungkup kertas minyak berwarna hijau, kuning atau merah. Pisang raja ini harus ada karena dianggap buah yang tinggi nilainya, sesuai dengan namanya.

Roti tawar dibawa di atas nampan dihias dengan kertas warna-warni.

Uang sembah lamaran, hadiah lainnya berupa baju atau bahan pakaian wanita.

Bawa Tande Putus

Acara ini nyaris serupa dengan pertunangan dan dilakukan satu minggu setelah acara ngelamar dilaksanakan. Utusan yang datang menemui keluarga calon mempelai perempuan adalah orang-orang dari keluarga laki-laki yang sudah ditunjuk dan diberi kepercayaan.

Sebagai simbolis, orang Betawi umumnya memberi tande putus atau sejenis pengikat jalinan kedua calon mempelai, umumnya berupa cincin iris rotan, duit pesalin (uang seserahan) sekadarnya, dan bermacam rupa kue. 


Di saat inilah jugalah dibicarakan lebih lanjut mengenai tanggal pernikahan, cingkrem (mas kimpoi), uang belanja, plangkah (kalau calon pengantin mendahului kakak kandungnya), 

kekudang (makanan kesukaan calon pengantin perempuan), berapa lama pesta akan dilaksanakan, berapa perangkat pakaian upacara perkimpoian yang digunakan calon mempelai pada acara resepsi serta siapa dan berapa banyak undangan yang akan disebar.

Palang pintu 
Bisa dibilang tradisi ini jadi salah satu tradisi yang paling dikenal masyarakat luas soal pernikahan khas Betawi. Ya, apalagi kalau bukan tradisi palang pintu

Prosesi palang pintu ialah, momen di mana ketika sang pengantin pria datang ke lokasi pernikahan dan ingin menemui pengantin wanita, perwakilan pengantin pria terlebih dahulu diwajibkan mengalahkan para penjaga dari pihak pengantin wanita dengan beradu silat lengkap dengan beradu pantun.

Setelah bisa menang, barulah pengantin pria beserta rombongan diperbolehkan melanjutkan perjalanan menemui sang pengantin wanita dan melangsungkan prosesi ijab.

Menyalakan petasan rentet 
Kalau pernah menyaksikan di televisi atau secara langsung,

pasti paham bahwa acara pernikahan ala Betawi memang sangat ramai dan gemuruh. Salah satunya ialah karena adanya mercon alias petasan rentet yang dinyalakan bertubi-tubi diiringi lantunan shalawat sebagai tanda bahwa sang pengantin pria beserta rombongan keluarga besar sudah tiba di lokasi acara pernikahan.

Seru ya!



Akad Nikah Prosesi pernikahan dalam adat Betawi memisahkan antara pihak mempelai lelaki dan wanita. Sedari arak-arakan hingga ijab qabul selesai, calon mempelai wanita berada di kamar. Jadi, begitu rombongan pria datang, masuk ke acara pembuka, sambutan dari pihak mempelai laki-laki yang dibalas dengan sambutan dari mempelai wanita.

Dalam sambutan ini, perwakilan dari mempelai laki-laki merinci apa-apa saj ayang dibawa oleh rombongan, yang meliputi: mahar, uang belanja, parsel dan kudangan yang dibawa. Penyebutan nominal mahar wajib, lainnya tidak dirinci penyebutannya. Acara pun dilanjut ke khutbah nikah dari kedua perwakilan calon pengantin laki-laki dan perempuan Selanjutnya masuk ke ijab qobul.

Pada saat ijab qobul, orangtua perempuan boleh mewakilkannya kepada yang dianggap lebih terhormat, biasanya ulama setempat. Pada akhirnya, calon pengantin laki-laki akan berjabatan tangan dengan wakil orangtua perempuan. Dihadapan para saksi dan syarat-syarat nikah dalam ajaran Islam, ijab qabul diucap.

Sejak saat itu hubungan kedua insan tersebut sah secara agama dan hukum negara Indonesia. Setlah ijab qabul selesai dilaksanakan, dilanjutkan dengan pembacaan janji suami.

Selanjutnya, suami menjemput isterinya dan membawanya ke hadirin untuk menandatangani sejumlah dokumen pernikahan. Kekinian, salah seorang anggota dari pihak perempuan yang menjemput pengantin wanita. Setelah proses penandatanganan selesai, bisa dilanjutkan ke tausiah (ceramah pernikahan) atau salam-salaman kepada hadirin yang datang untuk meminta restu. Yup, itulah prosesi pernikahan ala Betawi.

Panjang yah proses yang mendahuluinya. Namun, acara intinya, yakni ijab qabul hanya sebentar dan singkat sekali. Mengutip (kurang lebih) dari ulama yang menghadiri pernikahan saudara saya, beliau mengatakan, penyaksian ijab qabul ini baiknya dihadiri oleh banyak orang sebab proses ini tidak hanya untuk sang pengantin, tetapi juga bagi mereka yang sudah ataupun belum menikah.

Prosesnya memang hanya sebentar, tapi berkahnya banyak sekali. Mulai dari sini seluruh aktivitas dua insan manusia ini dihalalkan oleh Alloh SWT. Alloh juga membukakan pintu rezeki mereka. Untuk yang sudah menikah, dengan menyaksikan prosesi ini diharapkan mampu menjadi pengingat atas tujuan awal pernikahan mereka.

Untuk yang belum menikah, diharapkan bisa segera menikah.
Diubah oleh ariprasetia7 23-11-2019 15:36
oblonsAvatar border
oblons memberi reputasi
1
749
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Wedding & Family
Wedding & Family
KASKUS Official
9KThread14.6KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.