- Beranda
- Melek Hukum
Film Pendek Zaman Sekarang Banyak penipuan Online
...
TS
ariprasetia7
Film Pendek Zaman Sekarang Banyak penipuan Online
Zaman modern sekarang kita harus banyak waspada ,terutama sekarang banyak orang pinter tapi kebablasan ,terkadang justru berbuat jahat buat cari keuntungan pribadi.
Modus “Bodoh” yang Membuat Gelisah
Mengapa saya mengatakan modus “bodoh”? Ini dikarenakan modus penipuan ATM yang berasal dari Tiongkok sekitar 5-6 tahun lalu satu ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas.
Sialnya, banyak juga yang masih tertipu dengan modus “bodoh” lewat SMS atau telepon semacam ini.
Ada yang kenal dengan “Mak, duitku entek, jalok transfer po,” (Suroboyoan: “Bu, uang saya habis, saya minta transfer ya,”) atau “Tolong transferin ke akun B** a.n/ xxxx nomor yyyy”? Itu dia modus “bodoh” yang saya maksudkan. Beberapa pelaku modus penipuan ATM semacam ini sudah tahu mengenai orang-orang yang akan mengabaikan SMS zonk mereka, sehingga meneruskannya pada telepon.
Saat ditelepon, nomornya sama persis dengan yang ada di SMS. Nadanya pun begitu meyakinkan.
Biasanya yang menggunakan telepon ini “menyamar” sebagai polisi atau petugas keamanan yang mengabarkan keluarga kita sakit dan mereka butuh kita mentransfer sejumlah uang. Begitu mereka berhasil memancing sisi rentan dan gelisah psikologis kita, mereka akan menghilang begitu saja setelah kita transfer uang ke mereka.
Ada pula saat di mana pelaku cukup pintar untuk mengetahui bisnis atau bahkan rekening bank kita, dan menggunakan dua hal ini sebagai modus penipuan ATM untuk menggelisahkan kita.
Biasanya, penipu akan mengaku dirinya sudah bertransaksi dengan kita namun transfernya gagal, sehingga memaksa kita untuk mentransfer uang ke rekening banknya atau e-money yang dimilikinya.
Setelah itu, penipu akan terus mengatakan ke kita, “Belum terima transferan,” sampai akhirnya uang kita habis ditilep-nya.
Biasanya Pelaku menempelkan selembaran informasi berupa nomor panggilan darurat atau biasa di sebut call center kepada pihak nasabah bank.
Pelaku terlebih dahulu memastikan jika mesin ATM dalam kondisi rusak atau sengaja dibuat rusak sebelumnya. Kondisi semacam itu bisa membuat kartu ATM korban tertahan di dalam mesin.
Pada akhirnya korban yang merasa panik akan langsung menghubungi call center yang telah disebar pelaku tadi. Kemudian si pelaku mengarahkan calon korbannya tadi untuk menuruti segala instruksi perintahnya.
Dalam keadaan semacam ini pihak korban pasti menuruti apa saja yang dikatakan oleh pihak penipu, karena ditambah dengan rasa takut dan panik yang berlebihan maka tindak kejahatan tidak akan bisa dihindarkan.
Pelaku biasanya menawarkan kepada korban, salah satunya dengan menarik kartu yang tersangkut di mesin ATM. Modus hipnotis ini mungkin saja terjadi jika korban bersentuhan dengan si pelaku, misalnya seperti di tepuk atau pun bersalaman.
Hingga pada akhirnya membuat korban menjadi kebingungan dan tidak menyadari dengan kondisi yang telah terjadi bahwa kartu ATM yang dimilikinya telah ditukarkan dengan kartu buatan atau dengan yang palsu.
Adapun model baru yg sering di pakai penipu
Menunjukkan Bukti Transfer Palsu
Pembeli yang ditipu penjual rasanya sudah biasa. Bagaimana kalau penjual yang ditipu pembeli? Kasus ini sedang marak terjadi.
Para penjual biasanya ditipu lewat bukti transfer yang dilakukan pembeli sehubungan dengan barang yang dibelinya. Nahasnya, bukti transfer tersebut adalah palsu yang didapat dari hasil editan komputer, bukan langsung dari mesin ATM.
Kalau dilihat sekilas, bukti transfer asli dan palsu memang hampir mirip. Padahal, keduanya bisa dibedakan lewat logo bank yang tertera pada bukti pembayaran. Bukti pembayaran palsu biasanya tidak memiliki logo bank, berbeda dengan bukti pembayaran asli.
Jika Anda bekerja menjadi pebisnis online, Anda harus lebih teliti saat mengamati bukti pembayaran yang dikirimkan pembeli. Jangan sampai tertipu.
. Penipuan Lewat Undian Berhadiah
Modus penipuan yang satu ini sudah sangat sering di temukan di dunia online. Munculnya informasi mengenai undian berhadiah sering tampak di layar gadget saat kita sedang melakukan aktivitas di dunia maya.
Aksi modus ini sangat sederhana. Pertama-tama, para korban diajak untuk bergabung lebih dulu di situs undian online dengan iming-iming hadiah yang sangat besar.
Lalu para korban disuruh mengisi identitas diri (nama, usia, tanggal lahir, jenis kelamin, dan lainnya). Tidak sampai di situ, para korban nantinya akan disuruh untuk mentransfer sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran sebelum akhirnya ikut undian.
Kasus penipuan melalui media online dinilai cukup praktis. Keuntungan yang didapat si pencuri pun jauh lebih besar. Agar Anda tidak menjadi salah satu korban penipuan online, berikut ini adalah modus penipuan online yang harus Anda waspadai.
Modus “Bodoh” yang Membuat Gelisah
Mengapa saya mengatakan modus “bodoh”? Ini dikarenakan modus penipuan ATM yang berasal dari Tiongkok sekitar 5-6 tahun lalu satu ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas.
Sialnya, banyak juga yang masih tertipu dengan modus “bodoh” lewat SMS atau telepon semacam ini.
Ada yang kenal dengan “Mak, duitku entek, jalok transfer po,” (Suroboyoan: “Bu, uang saya habis, saya minta transfer ya,”) atau “Tolong transferin ke akun B** a.n/ xxxx nomor yyyy”? Itu dia modus “bodoh” yang saya maksudkan. Beberapa pelaku modus penipuan ATM semacam ini sudah tahu mengenai orang-orang yang akan mengabaikan SMS zonk mereka, sehingga meneruskannya pada telepon.
Saat ditelepon, nomornya sama persis dengan yang ada di SMS. Nadanya pun begitu meyakinkan.
Biasanya yang menggunakan telepon ini “menyamar” sebagai polisi atau petugas keamanan yang mengabarkan keluarga kita sakit dan mereka butuh kita mentransfer sejumlah uang. Begitu mereka berhasil memancing sisi rentan dan gelisah psikologis kita, mereka akan menghilang begitu saja setelah kita transfer uang ke mereka.
Ada pula saat di mana pelaku cukup pintar untuk mengetahui bisnis atau bahkan rekening bank kita, dan menggunakan dua hal ini sebagai modus penipuan ATM untuk menggelisahkan kita.
Biasanya, penipu akan mengaku dirinya sudah bertransaksi dengan kita namun transfernya gagal, sehingga memaksa kita untuk mentransfer uang ke rekening banknya atau e-money yang dimilikinya.
Setelah itu, penipu akan terus mengatakan ke kita, “Belum terima transferan,” sampai akhirnya uang kita habis ditilep-nya.
Biasanya Pelaku menempelkan selembaran informasi berupa nomor panggilan darurat atau biasa di sebut call center kepada pihak nasabah bank.
Pelaku terlebih dahulu memastikan jika mesin ATM dalam kondisi rusak atau sengaja dibuat rusak sebelumnya. Kondisi semacam itu bisa membuat kartu ATM korban tertahan di dalam mesin.
Pada akhirnya korban yang merasa panik akan langsung menghubungi call center yang telah disebar pelaku tadi. Kemudian si pelaku mengarahkan calon korbannya tadi untuk menuruti segala instruksi perintahnya.
Dalam keadaan semacam ini pihak korban pasti menuruti apa saja yang dikatakan oleh pihak penipu, karena ditambah dengan rasa takut dan panik yang berlebihan maka tindak kejahatan tidak akan bisa dihindarkan.
Pelaku biasanya menawarkan kepada korban, salah satunya dengan menarik kartu yang tersangkut di mesin ATM. Modus hipnotis ini mungkin saja terjadi jika korban bersentuhan dengan si pelaku, misalnya seperti di tepuk atau pun bersalaman.
Hingga pada akhirnya membuat korban menjadi kebingungan dan tidak menyadari dengan kondisi yang telah terjadi bahwa kartu ATM yang dimilikinya telah ditukarkan dengan kartu buatan atau dengan yang palsu.
Adapun model baru yg sering di pakai penipu
Menunjukkan Bukti Transfer Palsu
Pembeli yang ditipu penjual rasanya sudah biasa. Bagaimana kalau penjual yang ditipu pembeli? Kasus ini sedang marak terjadi.
Para penjual biasanya ditipu lewat bukti transfer yang dilakukan pembeli sehubungan dengan barang yang dibelinya. Nahasnya, bukti transfer tersebut adalah palsu yang didapat dari hasil editan komputer, bukan langsung dari mesin ATM.
Kalau dilihat sekilas, bukti transfer asli dan palsu memang hampir mirip. Padahal, keduanya bisa dibedakan lewat logo bank yang tertera pada bukti pembayaran. Bukti pembayaran palsu biasanya tidak memiliki logo bank, berbeda dengan bukti pembayaran asli.
Jika Anda bekerja menjadi pebisnis online, Anda harus lebih teliti saat mengamati bukti pembayaran yang dikirimkan pembeli. Jangan sampai tertipu.
. Penipuan Lewat Undian Berhadiah
Modus penipuan yang satu ini sudah sangat sering di temukan di dunia online. Munculnya informasi mengenai undian berhadiah sering tampak di layar gadget saat kita sedang melakukan aktivitas di dunia maya.
Aksi modus ini sangat sederhana. Pertama-tama, para korban diajak untuk bergabung lebih dulu di situs undian online dengan iming-iming hadiah yang sangat besar.
Lalu para korban disuruh mengisi identitas diri (nama, usia, tanggal lahir, jenis kelamin, dan lainnya). Tidak sampai di situ, para korban nantinya akan disuruh untuk mentransfer sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran sebelum akhirnya ikut undian.
Kasus penipuan melalui media online dinilai cukup praktis. Keuntungan yang didapat si pencuri pun jauh lebih besar. Agar Anda tidak menjadi salah satu korban penipuan online, berikut ini adalah modus penipuan online yang harus Anda waspadai.
tata604 memberi reputasi
1
445
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Melek Hukum
7.7KThread•2.5KAnggota
Komentar yang asik ya