- Beranda
- The Lounge
Script FILM "Mantan Kupu-kupu Malam"
...
TS
nurhuda008
Script FILM "Mantan Kupu-kupu Malam"

MANTAN KUPU-KUPU MALAM
Oleh: Nurhuda
Oleh: Nurhuda
Premis
Kaya bukan berarti bisa memiliki segalanya, dicampakan membuat hidup Jelita hina dina, namun niatnya tobat membuat hidupnya indah tak disangka.
Sinopsis
Hidup dari keluarga kaya raya tanpa sebuah kasih sayang sudah menjadi nasib dari Jelita, gadis cantik berperawakan tinggi langsing bak artis ini selalu merasa kesepian dalam kesehariaannya.
Hingga dia terjerumus ke dalam cinta yang salah, badannya terjamah, mahkotanya terenggut. Oleh seorang cowok yang dia idamkan sedari awal bertemu!
Miris sekali, kepakan sayapnya bak kupu-kupu malam di keremangan kota.
Sampai akhirnya dia temukan kejenuhan, ingin berhenti namun keadaan mencekiknya.
Adakah yang dapat membantunya pergi dari sana? Ya, pangeran berkuda!
Hingga dia terjerumus ke dalam cinta yang salah, badannya terjamah, mahkotanya terenggut. Oleh seorang cowok yang dia idamkan sedari awal bertemu!
Miris sekali, kepakan sayapnya bak kupu-kupu malam di keremangan kota.
Sampai akhirnya dia temukan kejenuhan, ingin berhenti namun keadaan mencekiknya.
Adakah yang dapat membantunya pergi dari sana? Ya, pangeran berkuda!

Sumber: di sini
FADE IN
SCENE 1
Halaman Rumah Mewah Jelita
(Pagi hari)
Cast: Bibi Tun(pembantu) 55tahun
Keadaan: hening, suara gemericik air kolam dan suara burung taman
Pagi itu Bibi menyapu taman, perempuan paruh baya berusia 55 tahun itu telah bekerja di rumah Jelita sejak Jelita masih bayi.
Jelita sejak kecil ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, dititipkan kepada Bibi Tun. Kedua orang tua Jelita sibuk mengelola bisnis di luar Negeri.
CAMERA:
Di awal Long-Shoot ke seluruh taman, beralih ke rumah mewah Jelita dan langit pagi hari.
Zoom In ke arah Bibi Tun dan sapu yang dia pegang, pindah ke arah air mancur kecil di sudut kolam renang.
Efek Sound:suara gemericik air dan burung
Keadaan: hening, suara gemericik air kolam dan suara burung taman
Pagi itu Bibi menyapu taman, perempuan paruh baya berusia 55 tahun itu telah bekerja di rumah Jelita sejak Jelita masih bayi.
Jelita sejak kecil ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, dititipkan kepada Bibi Tun. Kedua orang tua Jelita sibuk mengelola bisnis di luar Negeri.
CAMERA:
Di awal Long-Shoot ke seluruh taman, beralih ke rumah mewah Jelita dan langit pagi hari.
Zoom In ke arah Bibi Tun dan sapu yang dia pegang, pindah ke arah air mancur kecil di sudut kolam renang.
Efek Sound:suara gemericik air dan burung
Cut to
SCENE 2
Gerbang Rumah
(Pagi)
Cast: Ojol Barang, Bibi Tun
Keadaan: Pintu gerbang tertutup, Bibi menyapu, datang ojol antar paketan
Belum selesai Bibi menyapu, terdengar suara bel dari gerbang berbunyi!
Bibi bergegas lari, membuka gerbang dan bertanya!
Keadaan: Pintu gerbang tertutup, Bibi menyapu, datang ojol antar paketan
Belum selesai Bibi menyapu, terdengar suara bel dari gerbang berbunyi!
Bibi bergegas lari, membuka gerbang dan bertanya!
Quote:
Ojol pergi meninggalkan rumah Jelita
Bibi bergerak menutup gerbang
Bibi bergerak menutup gerbang
CAMERA:
- Extreme Long Shootke arah Bibi menyapu kemudian beralih Long Shoot ke arah gerbang saat terdengar suara bel.
- Medium Shoot ke arah Bibi yang berekspresi bingung selama 5 detik
Kemudian kamera Follow up bibi yang berjalan membuka gerbang.
- Two-Shoot percakapan bibi dan ojol, zoom in tangan ojol saat menyerahkan paketan, kemudian zoom out
- Long-Shoot saat ojol pergi, dan Follow up bibi berjalan.
- Extreme Long Shootke arah Bibi menyapu kemudian beralih Long Shoot ke arah gerbang saat terdengar suara bel.
- Medium Shoot ke arah Bibi yang berekspresi bingung selama 5 detik
Kemudian kamera Follow up bibi yang berjalan membuka gerbang.
- Two-Shoot percakapan bibi dan ojol, zoom in tangan ojol saat menyerahkan paketan, kemudian zoom out
- Long-Shoot saat ojol pergi, dan Follow up bibi berjalan.
Cut to
SCENE 3
INT. Depan Kamar Jelita
(Redup, sinar menerobos dari horden)
Cast: Bibi dan Jelita
Keadaan: sepi, suara ketukan bibi ke pintu dan teriakan Jelita saat menjawab
Keadaan: sepi, suara ketukan bibi ke pintu dan teriakan Jelita saat menjawab
Bibi mengetuk pintu kamar beberapa kali, sembari memanggil nama Jelita. Jelita berteriak kecil menjawab!
Quote:
CAMERA:
~ Long-Shoot ke arah pintu dan bibi, Zoom in saat bibi mengetuk pintu
~ Zoom Out saat pintu terbuka beralih Close-Up ke wajah Jelita saat membuka pintu!
~ Long-Shoot ke arah pintu dan bibi, Zoom in saat bibi mengetuk pintu
~ Zoom Out saat pintu terbuka beralih Close-Up ke wajah Jelita saat membuka pintu!
Cut to
SCENE 4
Ranjang Jelita
(Sendu)
Cast: Jelita
Keadaan: Melamunkan masa lalu karena sebuah barang paketan berupa bingkai khas Malioboro, sesaat dia teringat masa dicampakan oleh Rangga setelah kesuciannya terenggut.
Hingga kini dia harus terjerumus di dunia suram.
- Setting alur mundur
Keadaan: Melamunkan masa lalu karena sebuah barang paketan berupa bingkai khas Malioboro, sesaat dia teringat masa dicampakan oleh Rangga setelah kesuciannya terenggut.
Hingga kini dia harus terjerumus di dunia suram.
- Setting alur mundur
CAMERA:
- Close Up -Shoot ke arah Jelita yang sedang melamunkan masa lalu
- Close Up -Shoot ke arah Jelita yang sedang melamunkan masa lalu
Cut to
SCENE 5
Mobil Rangga
(Hujan rintik, di dekat tempat parkir)
Cast: Rangga, Jelita
Keadaan: Dingin merasuk, sunyi, suara angin, kilatan petir
Rangga menggenggam tangan Jelita, meraih pundaknya dan berusaha mencium kening Jelita.
Jelita menolak, menghadangkan dua tangan di depan badannya, namun Rangga tetap memaksa.
Semua telah terjadi, di bawah derai hujan!
CAMERA:
~ Long-Shoot ke mobil Rangga di tengah derai hujan, establishing shot keadaan
- Overshoulder di dalam mobil Rangga, memperlihatkan kejadian dengan blur
- Long-Shoot ke arah luar mobil dari celah mobil
Back sound: suara hujan, suara petir, angin
- Hujan buatan
~ Long-Shoot ke mobil Rangga di tengah derai hujan, establishing shot keadaan
- Overshoulder di dalam mobil Rangga, memperlihatkan kejadian dengan blur
- Long-Shoot ke arah luar mobil dari celah mobil
Back sound: suara hujan, suara petir, angin
- Hujan buatan
~ Fed In, Kembali ke Alur Maju
Cut to
SCENE 6
INT. Club Malam
(Di pojok ruangan)
Cast: Jelita, banyak orang clubing, Rizal (teman Jelita)
Keadaan: Jelita galau mabuk, gelas dengan setengah isi alkohol, Rizal datang!
Jelita minum alkohol di pojok club sendirian, mabuk dan pusing hendak pingsan. Rizal datang dan membawa Jelita pergi!
Keadaan: Jelita galau mabuk, gelas dengan setengah isi alkohol, Rizal datang!
Jelita minum alkohol di pojok club sendirian, mabuk dan pusing hendak pingsan. Rizal datang dan membawa Jelita pergi!
Quote:
CAMERA:
- Long-Shoot ke arah ruangan Club dan Zoom in Group Shoot ke arah pengunjung yang menari
- Establishing Shoot ke arah duduk Jelita
- Zoom-In ke arah minuman beralih Wide Shoot ke Jelita dan tempat duduk
- High- Angle ke arah Jelita dan Rizal
- Over-Shoulder dari belakang bahu Rizal kemudian Two-shoot saat dialog
- Kamera Long-Shoot saat Rizal mengajak Jelita
- Long-Shoot ke arah ruangan Club dan Zoom in Group Shoot ke arah pengunjung yang menari
- Establishing Shoot ke arah duduk Jelita
- Zoom-In ke arah minuman beralih Wide Shoot ke Jelita dan tempat duduk
- High- Angle ke arah Jelita dan Rizal
- Over-Shoulder dari belakang bahu Rizal kemudian Two-shoot saat dialog
- Kamera Long-Shoot saat Rizal mengajak Jelita
Cut to
SCENE 7
INT. Kamar Hotel, atas kasur
(Pagi)
Cast: Rizal, Jelita
Keadaan: Rizal duduk di ranjang memandangi wajah Jelita, Jelita terbangun dan kaget
Jelita bangun kaget melihat Rizal di sampingnya memandang wajahnya.
Mereka bercakap!
Keadaan: Rizal duduk di ranjang memandangi wajah Jelita, Jelita terbangun dan kaget
Jelita bangun kaget melihat Rizal di sampingnya memandang wajahnya.
Mereka bercakap!
Quote:
Mereka berpelukan!
CAMERA:
- Long-Shoot dari arah pintu kamar ke ranjang
- Two-Shoot ke percakapan Rizal dan Jelita + Full Shoot
- Oversholuder saat berpelukan
Setting dan pencahayaan pagi, suara detak jam dinding
- Long-Shoot dari arah pintu kamar ke ranjang
- Two-Shoot ke percakapan Rizal dan Jelita + Full Shoot
- Oversholuder saat berpelukan
Setting dan pencahayaan pagi, suara detak jam dinding
Cut to
SCENE 8
Toilet Kampus
(Ramai)
Cast: Jelita, Beberapa Mahasiswa
Keadaan: Ramai, Jelita Muntah-muntah
Jelita mual, berlari menuju toilet dilihat oleh beberapa orang!
Keadaan: Ramai, Jelita Muntah-muntah
Jelita mual, berlari menuju toilet dilihat oleh beberapa orang!
CAMERA:
- Long-Shoot ke arah lorong menuju toilet
- Zoom in kamera mengikuti arah gerak Jelita
- Group-Shoot ke para Mahasiswa berlanjut ke Close-Up Shoot ke Jelita muntah-muntah
Setting: suara berisik obrolan dan suara peluit dari area lapangan
- Long-Shoot ke arah lorong menuju toilet
- Zoom in kamera mengikuti arah gerak Jelita
- Group-Shoot ke para Mahasiswa berlanjut ke Close-Up Shoot ke Jelita muntah-muntah
Setting: suara berisik obrolan dan suara peluit dari area lapangan
SCENE 9
Lorong Universitas
(Siang)
Cast: Jelita, beberapa Mahasiswa
Keadaan: Jelita bingung mencari Rizal, bertanya dengan beberapa Mahasiswa
Jelita lari ke arah depan universitas, bertanya ke beberapa orang tentang keberadaan Rizal!
Keadaan: Jelita bingung mencari Rizal, bertanya dengan beberapa Mahasiswa
Jelita lari ke arah depan universitas, bertanya ke beberapa orang tentang keberadaan Rizal!
Quote:
Jelita langsung pergi dari universitas!
CAMERA:
- Long-Shoot ke seluruh lorong kampus
- One-Shoot Zoom in ke Jelita saat bertanya
- Two-Shoot saat bertanya yang ke dua
- Extreme Wide Shoot ke arah Jelita yang meninggalkan universitas
Setting keadaan: kacau, penuh drama dengan irama musik yang memacu adrenaline
- Long-Shoot ke seluruh lorong kampus
- One-Shoot Zoom in ke Jelita saat bertanya
- Two-Shoot saat bertanya yang ke dua
- Extreme Wide Shoot ke arah Jelita yang meninggalkan universitas
Setting keadaan: kacau, penuh drama dengan irama musik yang memacu adrenaline
Cut to
SCENE 10
Di Atas Jembatan, Samping Mobil
(Sore hari)
Cast: Jelita dan Ustadz Arif (30 tahun, single)
Keterangan: Jelita hendak loncat dari atas jembatan dan ditolong oleh Ustadz Arif
Jelita turun dari mobil, menuju tepi jembatan, menginjakan kaki di pinggiran dan hendak loncat.
Datang Ustadz Arif meraih tangannya, dan menarik menjauh dari jembatan.
Keterangan: Jelita hendak loncat dari atas jembatan dan ditolong oleh Ustadz Arif
Jelita turun dari mobil, menuju tepi jembatan, menginjakan kaki di pinggiran dan hendak loncat.
Datang Ustadz Arif meraih tangannya, dan menarik menjauh dari jembatan.
Quote:
Ustadz Arif mengantarkan Jelita ke dalam mobil!
CAMERA:
- Long-Shoot ke seluruh keadaan jembatan
- Wide Shoot ke arah Jelita yang turun dari mobil
- Medium Shoot ke Jelita
- Follow Up Jelita melangkah ke tepi jembatan!
- Exstreme Close Up ke wajah jelita saat menangis
- Two-Shoot ke arah Ustadz Arif dan Jelita
- Zoom ke tangan Ustadz Arif dan Jelita
- Two-Shoot percakapan
- Long-Shoot ke arah Ustadz Arif dan Jelita menuju ke mobil
Setting: Suara deru mobil dan angin
- Long-Shoot ke seluruh keadaan jembatan
- Wide Shoot ke arah Jelita yang turun dari mobil
- Medium Shoot ke Jelita
- Follow Up Jelita melangkah ke tepi jembatan!
- Exstreme Close Up ke wajah jelita saat menangis
- Two-Shoot ke arah Ustadz Arif dan Jelita
- Zoom ke tangan Ustadz Arif dan Jelita
- Two-Shoot percakapan
- Long-Shoot ke arah Ustadz Arif dan Jelita menuju ke mobil
Setting: Suara deru mobil dan angin
Cut to
SCENE 11
INT. Rumah Jelita, Ruang Tamu
(Siang)
Cast: Jelita, Ustadz Arif, Kedua Orang Tua Ustadz Arif, Kedua Orang Tua Jelita
Keadaan: bahagia, haru, bingung
Jelita menahan tangis melihat keluarga Ustadz Arif datang untuk melamar, akhirnya lamaran itu diterima meski pun Jelita belum terlalu kenal dengan ustadz Arif, karena dia yakin pasti hidupnya akan berubah jika dia hidup bersama ustadz Arif, dilihat dari tatap matanya ustadz Arif adalah orang baik yang tulus, meski pun telah tau Jelita telah hamil, namun beliau mau menerima dengan baik.
Sekarang lah saatnya dia berhenti dan merubah kehidupannya menjadi lebih baik.
Keadaan: bahagia, haru, bingung
Jelita menahan tangis melihat keluarga Ustadz Arif datang untuk melamar, akhirnya lamaran itu diterima meski pun Jelita belum terlalu kenal dengan ustadz Arif, karena dia yakin pasti hidupnya akan berubah jika dia hidup bersama ustadz Arif, dilihat dari tatap matanya ustadz Arif adalah orang baik yang tulus, meski pun telah tau Jelita telah hamil, namun beliau mau menerima dengan baik.
Sekarang lah saatnya dia berhenti dan merubah kehidupannya menjadi lebih baik.
Quote:
Arif pun memasangkan cincin yang membuktikan bahwa dia siap membimbing dan bertanggung jawab atas kehidupan Jelita.
Memang dia belum kenal, namun Arif yakin dia mencintai Jelita sejak dia menatap mata Jelita yang pertama kali.
Kini Jelita pun menemukan cahaya penunjuknya, untuk berhenti dari dunia fana yang telah membuatnya kotor tak berupa.
CAMERA:
- Long-Shoot ke ruang tamu rumah Jelita
- One-Shoot bergantian dari wajah ke wajah
- Close-Up ke wajah Jelita yang menahan tangis
- Medium-Shoot ke arah Ayah Arif saat dialog
- Medium-Shoot ke arah Ayah Jelita saat dialog
- Two-Shoot ke arah Jelita dan Ayah Jelita saat Jelita menjawab
- Overshoulder ke seluruh orang diruangan
- Two-Shoot ke Arif saat memasangkan cincin ke tangan Jelita dan Zoom In ke tangan
Setting tempat: gelas minuman di atas meja, cincin di tempat perhiasan, meja, kursi
Backsound: suara gemericik air kolam
- Long-Shoot ke ruang tamu rumah Jelita
- One-Shoot bergantian dari wajah ke wajah
- Close-Up ke wajah Jelita yang menahan tangis
- Medium-Shoot ke arah Ayah Arif saat dialog
- Medium-Shoot ke arah Ayah Jelita saat dialog
- Two-Shoot ke arah Jelita dan Ayah Jelita saat Jelita menjawab
- Overshoulder ke seluruh orang diruangan
- Two-Shoot ke Arif saat memasangkan cincin ke tangan Jelita dan Zoom In ke tangan
Setting tempat: gelas minuman di atas meja, cincin di tempat perhiasan, meja, kursi
Backsound: suara gemericik air kolam
FADE OUT
END

Sumber: di sini
Diubah oleh nurhuda008 20-11-2019 23:10
sebelahblog memberi reputasi
1
870
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya