News
Batal
KATEGORI
link has been copied
98
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dd1e26509b5ca734355476c/miris-anak-anak-di-perbatasan-lebih-memilih-sekolah-ke-malaysia
Sekolah Dasar Negeri 04 Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, sempat kekurangan siswa karena rata-rata anak di daerah tersebut lebih memilih sekolah ke Negara Malaysia, dibanding di negara sendiri.
Lapor Hansip
18-11-2019 07:14

Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia

Past Hot Thread
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia

Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia

JawaPos.com – Sekolah Dasar Negeri 04 Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, sempat kekurangan siswa karena rata-rata anak di daerah tersebut lebih memilih sekolah ke Negara Malaysia, dibanding di negara sendiri. Kondisi sekolah di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, ini tentunya sangat miris karena sudah berlangsung cukup lama.

“Tahun ini kami tidak mendapatkan siswa baru, karena para orang tua dan anak-anak lebih memilih sekolah di negara tetangga Malaysia,” kata Kepala SDN 04 Merakai Panjang, Lambertus Ngenget, di Desa Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana, wilayah Kapuas Hulu, Minggu (17/11).

Menurut Lambertus, jumlah murid SDN 04 Merakai Panjang saat ini hanya sekitar 12 siswa, bahkan dari tahun ke tahun ada saja siswa keluar sekolah dan memilih melanjutkan sekolahnya di Malaysia.

Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia

“Tentu sarana dan prasarana menjadi faktor penyebab orang tua menyekolahkan anaknya ke Malaysia, kami tidak bisa berbuat banyak, karena memang kondisi SD Merakai Panjang itu banyak yang rusak,” jelas Lambertus.

Oleh sebab itu, kata Lambartus, dengan adanya program pengabdian tanpa batas tentara di perbatasan (Petasan) sangat membantu, karena memang melalui program tersebut SDN 04 Merakai Panjang dilakukan perehaban.

“Semoga saja dengan adanya Petasan itu dapat memberikan motivasi kepada kami sebagai guru dan masyarakat untuk mencerdaskan anak bangsa di perbatasan,” harap Lambertus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi juga membenarkan bahwa rata-rata para orangtua masyarakat perbatasan menyekolahkan anak-anaknya ke Negara Malaysia.

Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia

Menurut Petrus, persoalan itu dilema berat, pertimbangan para orangtua di perbatasan itu berbagai faktor, pertimbangan politik dan sosiologis.

“Saya rasa ini PR bagi pemerintah Indonesia, bagaimana memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan khususnya di daerah perbatasan,” ujar Petrus.

Pertimbangan politisnya kata Petrus, anak-anak perbatasan juga kebanyakan lahir di Malaysia, dimana memiliki jaminan pendidikan dan pekerjaan.

“Jadi di Malaysia sangat jelas dan terjamin bagi pelajar setelah tamat sekolah bisa langsung dijamin pekerjaan, saya rasa itu salah satu juga pertimbangan orangtua murid,” kata Petrus.

Menurut Petrus, kondisi pendidikan di perbatasan juga sudah sering disampaikan ke pemerintah pusat, karena harus kita akui bahwa kualitas pendidikan di Malaysia cukup baik, karena di dukung fasilitas yang memadai.

“Semoga kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat, karena Dinas Pendidikan Kapuas Hulu tidak bisa berjalan sendiri dalam mengatasi persoalan tersebut,” pinta Petrus.
sumber

☆☆☆☆☆☆

Memalukan!
Tahun ke tahun sejak Orba tak ada perubahan soal sekolah. Dan selalu saja TNI yang harus diandalkan, seolah-olah Pemprov tak punya kewajiban sama sekali untuk memberi bangunan sekolah yang layak bagi generasi muda Indonesia menuntut ilmu.

74 tahun Indonesia merdeka. Tapi seperti baru 5 tahun merdeka. Kemana larinya APBN bagi pendidikan? Menguap begitu saja? Atau habis hanya untuk belanja pegawai?

Berkali-kali ganti Presiden. Berkali-kali ganti Gubernur, bangunan sekolah dibanyak wilayah negeri ini tak pernah berganti wajah.

Pantaskah kalau kita menuntut anak-anak kecil disana mencintai negeri ini? Pantaskah kita berbicara tentang nasionalisme, jika tahun ke tahun mereka seakan dininabobokan oleh kemajuan semu bangsa ini?

Dulu, kita pernah terhina saat mendengar dan melihat betapa dihinanya uang logam kita, dibuat kalung mainan oleh rakyat negara tetangga. Padahal uang logam itu masih menjadi alat sah untuk pembayaran. Tapi sekarang kita mulai maklum, kita memang harus dihina. Karena kita menghinakan diri kita sendiri.

Sebagian rakyat negeri ini terbiasa menghina bangsa lain, seolah dengan menghina bangsa lain, maka kita akan memperoleh kebanggaan, merasa hebat. Kita lupa, saat kita tertawa menghina, dengan diam mereka membuktikan bahwa mereka memang terdepan. Saat kita sibuk tertawa, mereka melakukan sebuah lompatan besar. Dan ketika mereka telah melompat jauh didepan kita, kita masih tetap sibuk tertawa dan menghina.

Seharusnya mereka yang suka menghina bangsa lain, melihat kenyataan didepan mata. Pantaskah kita bangga melihat betapa menyedihkannya bangunan-bangunan sekolah dipelosok negeri ini? Pantaskah pilihan-pilihan politik mereka memilih para pemimpin, bupati, walikota, gubernur, bahkan presiden?

Harus menunggu berapa lama bangsa ini punya standar yang jelas tentang pendidikan? Tentang bangunan sekolah yang memadai?

Siapa yang memakan dana operasional sekolah? Siapa yang memakan dana pendidikan negeri ini?

Mulai sekarang, jangan pernah berharap Merah Putih berkibar di halaman sekolah mereka.
Jangan harap mereka menghormat pada Merah Putih.
Jangan pernah menuntut mereka mengenal pemimpin-pemimpin bangsa ini.

Bahkan kalau perlu, tak perlu ada DPD!
Apa kerja mereka?
Apa mereka pernah menengok bangunan-bangunan sekolah di propinsi yang mereka wakili?
Atau terlalu sibuk ditempat nyamannya di gedung dewan? Lalu apa yang mereka wakili?

Muak gw!

profile-picture
profile-picture
profile-picture
xneakerz dan 22 lainnya memberi reputasi
23
Halaman 1 dari 5
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:24
Akibat menteri pendidikan gak ada yg becus

Nah skrg infra kan katanya udah bagus nih, mudah2an bs mempermudah akses untuk pendidikan yg lebih baik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:30
Sekali lagi, sebuah thread tentang potret dunia pendidikan di Indonesia dari Agan TS.

Miris.
profile-picture
profile-picture
knoopy dan kakekane.cell memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:31
Akibat korupsi infrastruktur pendidikan terbengkalai
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:32
miris sampai terisis-iris
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:38
ya,,,mngkin karna di MALAYSIA fasilitasnya lbh enak dan lengkap... emoticon-Embarrassment


jadi wajar saja kan,,, kalau mereka lbh memilih sekolah di malaysia,,, drpd di indonesia...??? emoticon-Embarrassment


bisa jadi mrk malah lbh trtarik jadi WN MALAYSIA,, drpd jd WNI,,, dan ini saya rasa hal yg wajar...!!! emoticon-Embarrassment
Diubah oleh kakekane.cell
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 3 balasan
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
Lapor Hansip
18-11-2019 07:39
Balasan post 54m5u4d183
Quote:Original Posted By 54m5u4d183
Sekali lagi, sebuah thread tentang potret dunia pendidikan di Indonesia dari Agan TS.

Miris.


5 hal yang bisa bikin gw nangis kalau bicara soal pendidikan.

- Melihat fakta banyaknya bangunan sekolah yang gak layak diberbagai pelosok negeri ini.

- Melihat mereka harus tetap bersekolah dibawah bangunan sekolah yang hancur disana-sini.

- Mendengar ada sekolah ambruk hingga membuat siswanya meninggal dunia.

- Melihat anak-anak sekolah harus menyeberang sungai bertaruh nyawa untuk sekolah.

- Melihat mereka masih menghormat pada Merah Putih dan menyanyikan Indonesia Raya meskipun kondisi sekolah mereka jauh bagao bumi dan langit dibanding sekolah di kota besar.

Ada marah sekaligus kesedihan disana.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:40
Quote:Original Posted By i.am.legend.
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia

Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia

JawaPos.com – Sekolah Dasar Negeri 04 Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, sempat kekurangan siswa karena rata-rata anak di daerah tersebut lebih memilih sekolah ke Negara Malaysia, dibanding di negara sendiri. Kondisi sekolah di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, ini tentunya sangat miris karena sudah berlangsung cukup lama.

“Tahun ini kami tidak mendapatkan siswa baru, karena para orang tua dan anak-anak lebih memilih sekolah di negara tetangga Malaysia,” kata Kepala SDN 04 Merakai Panjang, Lambertus Ngenget, di Desa Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana, wilayah Kapuas Hulu, Minggu (17/11).

Menurut Lambertus, jumlah murid SDN 04 Merakai Panjang saat ini hanya sekitar 12 siswa, bahkan dari tahun ke tahun ada saja siswa keluar sekolah dan memilih melanjutkan sekolahnya di Malaysia.

Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia

“Tentu sarana dan prasarana menjadi faktor penyebab orang tua menyekolahkan anaknya ke Malaysia, kami tidak bisa berbuat banyak, karena memang kondisi SD Merakai Panjang itu banyak yang rusak,” jelas Lambertus.

Oleh sebab itu, kata Lambartus, dengan adanya program pengabdian tanpa batas tentara di perbatasan (Petasan) sangat membantu, karena memang melalui program tersebut SDN 04 Merakai Panjang dilakukan perehaban.

“Semoga saja dengan adanya Petasan itu dapat memberikan motivasi kepada kami sebagai guru dan masyarakat untuk mencerdaskan anak bangsa di perbatasan,” harap Lambertus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi juga membenarkan bahwa rata-rata para orangtua masyarakat perbatasan menyekolahkan anak-anaknya ke Negara Malaysia.

Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia

Menurut Petrus, persoalan itu dilema berat, pertimbangan para orangtua di perbatasan itu berbagai faktor, pertimbangan politik dan sosiologis.

“Saya rasa ini PR bagi pemerintah Indonesia, bagaimana memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan khususnya di daerah perbatasan,” ujar Petrus.

Pertimbangan politisnya kata Petrus, anak-anak perbatasan juga kebanyakan lahir di Malaysia, dimana memiliki jaminan pendidikan dan pekerjaan.

“Jadi di Malaysia sangat jelas dan terjamin bagi pelajar setelah tamat sekolah bisa langsung dijamin pekerjaan, saya rasa itu salah satu juga pertimbangan orangtua murid,” kata Petrus.

Menurut Petrus, kondisi pendidikan di perbatasan juga sudah sering disampaikan ke pemerintah pusat, karena harus kita akui bahwa kualitas pendidikan di Malaysia cukup baik, karena di dukung fasilitas yang memadai.

“Semoga kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat, karena Dinas Pendidikan Kapuas Hulu tidak bisa berjalan sendiri dalam mengatasi persoalan tersebut,” pinta Petrus.
sumber

☆☆☆☆☆☆

Memalukan!
Tahun ke tahun sejak Orba tak ada perubahan soal sekolah. Dan selalu saja TNI yang harus diandalkan, seolah-olah Pemprov tak punya kewajiban sama sekali untuk memberi bangunan sekolah yang layak bagi generasi muda Indonesia menuntut ilmu.

74 tahun Indonesia merdeka. Tapi seperti baru 5 tahun merdeka. Kemana larinya APBN bagi pendidikan? Menguap begitu saja? Atau habis hanya untuk belanja pegawai?

Berkali-kali ganti Presiden. Berkali-kali ganti Gubernur, bangunan sekolah dibanyak wilayah negeri ini tak pernah berganti wajah.

Pantaskah kalau kita menuntut anak-anak kecil disana mencintai negeri ini? Pantaskah kita berbicara tentang nasionalisme, jika tahun ke tahun mereka seakan dininabobokan oleh kemajuan semu bangsa ini?

Dulu, kita pernah terhina saat mendengar dan melihat betapa dihinanya uang logam kita, dibuat kalung mainan oleh rakyat negara tetangga. Padahal uang logam itu masih menjadi alat sah untuk pembayaran. Tapi sekarang kita mulai maklum, kita memang harus dihina. Karena kita menghinakan diri kita sendiri.

Sebagian rakyat negeri ini terbiasa menghina bangsa lain, seolah dengan menghina bangsa lain, maka kita akan memperoleh kebanggaan, merasa hebat. Kita lupa, saat kita tertawa menghina, dengan diam mereka membuktikan bahwa mereka memang terdepan. Saat kita sibuk tertawa, mereka melakukan sebuah lompatan besar. Dan ketika mereka telah melompat jauh didepan kita, kita masih tetap sibuk tertawa dan menghina.

Seharusnya mereka yang suka menghina bangsa lain, melihat kenyataan didepan mata. Pantaskah kita bangga melihat betapa menyedihkannya bangunan-bangunan sekolah dipelosok negeri ini? Pantaskah pilihan-pilihan politik mereka memilih para pemimpin, bupati, walikota, gubernur, bahkan presiden?

Harus menunggu berapa lama bangsa ini punya standar yang jelas tentang pendidikan? Tentang bangunan sekolah yang memadai?

Siapa yang memakan dana operasional sekolah? Siapa yang memakan dana pendidikan negeri ini?

Mulai sekarang, jangan pernah berharap Merah Putih berkibar di halaman sekolah mereka.
Jangan harap mereka menghormat pada Merah Putih.
Jangan pernah menuntut mereka mengenal pemimpin-pemimpin bangsa ini.

Bahkan kalau perlu, tak perlu ada DPD!
Apa kerja mereka?
Apa mereka pernah menengok bangunan-bangunan sekolah di propinsi yang mereka wakili?
Atau terlalu sibuk ditempat nyamannya di gedung dewan? Lalu apa yang mereka wakili?

Muak gw!


Quote:Original Posted By kakekane.cell
ya,,,mngkin karna di MALAYSIA fasilitasnya lbh enak dan lengkap... emoticon-Embarrassment


jadi wajar saja kan,,, kalau mereka lbh memilih sekolah di malaysia,,, drpd di indonesia...??? emoticon-Embarrassment


bisa jadi mrk malah lbh trtarik jadi WN MALAYSIA,, drpd jd WNI,,, dan ini saya rasa hal yg wajar...!!! emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Pitrelli dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:45
Oh Indonesia...
emoticon-Mewek
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:46
Sebelum Jokowi membangun Ibu Kota baru di Kalimantan yang super megah, ada baiknya Jokowi menegur seluruh Gubernur di Kalimantan atau Gubernur di seluruh pelosok negeri ini.

Beri ultimatum soal kondisi bangunan sekolah di propinsi masing2.

Percuma membuat Ibu Kota baru yang hebat kalau nanti disekeliling ibu kota baru itu masih banyak bangunan sekolah yang membuat hati sakit.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:46
Rumput tetangga pastilah lebih menarik
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:49
perlu paspor ga melewati perbatasan? kalo iya waw penuh cap paspornyaemoticon-Matabelo
enakan jadi WN malay sih, bebas visa ke inggris, sedang paspor ijo baru dapat bebas visa jepang

paspor ijo juga banyak yg gelap di luar negri, makanya level paspor ijo dibawah paspor malay or singapur
Diubah oleh MrJeffBezos
0 0
0
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
Lapor Hansip
18-11-2019 07:52
Balasan post p.star7
Quote:Original Posted By p.star7
Akibat menteri pendidikan gak ada yg becus

Nah skrg infra kan katanya udah bagus nih, mudah2an bs mempermudah akses untuk pendidikan yg lebih baik


Infrast nya memang sudah bagus kearah sana emoticon-Smilie
jadi ingat, pertama kali ke Kalbar 2010 lalu, di Ponti lalu lalang mobil 4WD suatu hal yg lumrah dan biasa, karena jalan ke arah pedalaman pada hancur dan kubangan kerbau emoticon-Embarrassment

tapi kini... ke arah Putussibau (IbuKota Kapuas Hulu) sudah bisa d lalui sekelas Avanza bahkan Agya, mulus cuy jalannya... meski masih belasan jam emoticon-Ngacir
untung saat itu bukan gw yg nyupir dan sempat menginap dulu di Sintang emoticon-Big Grin

Semoga selanjutnya, bisa memperbaiki infrastruktur sekolah disana setelah Infrastruktur Jalan - Jembatan serta Telekomunikasi/Data sudah baik (4g kencang euy di perbatasan sana)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:53
Udah biasa ntuh :

TV1 , 2 , 3 , 8 , 9 & NTV7 ,...cukup pake tiang besi dgn antena , panjang tiang sekitar 5 meter ke atas ,..kualitas tangkapan sdh jernih.

Sdng siaran lokal : Rcti , sctv , metro dll : tidak ada stasiun relay nya ,..SEHINGGA HANYA BISA DITONTON LEWAT ANTENA PARABOLA SAJA (SEKALIPUN GAMBARNYA BERKUALITAS DIGITAL VIA SATELIT).

Minyak gelen 5 kg merek knife jauh lbh bagus dibanding bimoli apalagi minyak goreng kemasan berbahan dsr buah sawit.

Gula kemasan 1kg bersubsidi kerajaan (gula putih bertapis) jauh lbh putih dan murah berbanding gula lampung lokal punya (warna kuning) atau gulaku (sekalipun).

Bahkan beberapa tahun dulu : gula putih yg bersubsidi dr kerajaan (kemasan karung 50 kg) produksi shah alam , Selangor ===> msh bebas masuk.

-Belum lagi bicara minuman kaleng : rasa kundur (labu) / minuman botol produksi F&N yg membludak impor stocknya jelang rayo.

Etc

Belum soal medical check-up ,..dgn rute nya sbb :

-Sumut ===> Penang (Pulau Pinang)
-Riau / Sumsel / Jambi ===> Melaka / KL
-Kepri ===>> JB
-Kalbar ===>> Miri Serawak / Kuching
Diubah oleh softcoreman
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 07:59
Quote:Original Posted By i.am.legend.


5 hal yang bisa bikin gw nangis kalau bicara soal pendidikan.

- Melihat fakta banyaknya bangunan sekolah yang gak layak diberbagai pelosok negeri ini.

- Melihat mereka harus tetap bersekolah dibawah bangunan sekolah yang hancur disana-sini.

- Mendengar ada sekolah ambruk hingga membuat siswanya meninggal dunia.

- Melihat anak-anak sekolah harus menyeberang sungai bertaruh nyawa untuk sekolah.

- Melihat mereka masih menghormat pada Merah Putih dan menyanyikan Indonesia Raya meskipun kondisi sekolah mereka jauh bagao bumi dan langit dibanding sekolah di kota besar.

Ada marah sekaligus kesedihan disana.


yes sama

ane soal pendidikan utk anak2 concern banget sih. aplgi ada yg ampe bgini. kesel campur kasian. gondok pemerintah ga berbuat apa2. kesian mao skolah hrs beresiko bgitu. dan tiap hari.

tp mereka ttp semangat sekolah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alter dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 08:00
hmm yah 1 abad lagi bakal kek gini, dan taun depan bakal ada ts lain lagi yang bkin trit isinya kek begini, so what? emoticon-Wakaka
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
Lapor Hansip
18-11-2019 08:01
Balasan post softcoreman
Quote:Original Posted By softcoreman
Udah biasa ntuh :

TV1 , 2 , 3 , 8 , 9 & NTV7 ,...cukup pake tiang besi dgn antena , panjang tiang sekitar 5 meter ke atas ,..kualitas tangkapan sdh jernih.

Minyak gelen 5 kg merek knife jauh lbh bagus dibanding bimoli apalagi minyak goreng kemasan berbahan dsr buah sawit.

Gula kemasan 1kg bersubsidi kerajaan (gula putih bertapis) jauh lbh putih dan murah berbanding gula lampung lokal punya (warna kuning) atau gulaku (sekalipun).

Bahkan beberapa tahun dulu : gula putih yg bersubsidi dr kerajaan (kemasan karung 50 kg) produksi shah alam , Selangor ===> msh bebas masuk.

-Belum lagi bicara minuman kaleng : rasa kundur (labu) / minuman botol produksi F&N yg membludak impor stocknya jelang rayo.

Etc

Belum soal medical check-up ,..dgn rute nya sbb :

-Sumut ===> Penang (Pulau Pinang)
-Riau / Sumsel / Jambi ===> Melaka / KL
-Kepri ===>> JB
-Kalbar ===>> Miri Serawak / Kuching


Kok bisa ya tertinggal begitu apa krn kadrun malaysia kabur ke Indo? Dimana ada kadrun disitu ada kemalasan, korupsi dan pembodohan .sehingga hidup tak produktif tertinggal dr bangsa2 lain yg mau berpikir dgn logis produktif .
profile-picture
profile-picture
wen12691 dan kakekane.cell memberi reputasi
2 0
2
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 08:04
Miris.

Namun harus segera diperbaiki, mulai dari tingkat pemprov dulu seharusnya yang peduli.
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 08:05
APBN ga bs menaggulangi ginian bray

udah defisit lagian juga udah abis buat bagi2 kursi menteri, wamen dan kursi pejabat negara yg lain
profile-picture
profile-picture
pemburu.kobokan dan kakekane.cell memberi reputasi
2 0
2
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 08:14
Kemarin ada 4 anak malaysia ikut audisi djarum ke indonesia, berarti pembibitan atlit bulu tangkis indonesia lebih baik dari malaysia
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
18-11-2019 08:14
semua terpusat pada ibukota.. disetiap daerah seperti itu..
Diubah oleh darusdan
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia