- Beranda
- Beritagar.id
Kemendag selidiki banjir impor sirop dari Tiongkok dan Filipina
...
TS
BeritagarID
Kemendag selidiki banjir impor sirop dari Tiongkok dan Filipina

Petugas melakukan pemeriksaan saat razia makanan dan minuman di tempat perbelanjaan Tegal, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2019).Kementerian Perdagangan tengah menyelidiki lonjakan impor produk sirop fruktosa yang membanjiri pasar domestik selama empat tahun terakhir. Lonjakan impor ini terjadi pada produk sirop fruktosa dengan nomor Harmonized System (HS) yaitu, 1702.60.20 yang rata-rata diimpor dari Tiongkok dan Filipina.
Penyelidikan ini telah dimulai oleh Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Kementrian Perdagangan pada 13 November kemarin. Penyelidikan ini berdasarkan permohonan produsen sirop fruktosa dalam negeri, PT Associated British Budi (PT ABB), pada 28 Oktober 2019 lalu.
"Berdasarkan bukti awal pemohon, KPPI menemukan adanya lonjakan volume impor produk sirup fruktosa," jelas Ketua KPPI Mardjoko dalam keterangan resminya dikutip Kamis (14/11/2019).
Mardjoko menilai lonjakan impor tersebut berpotensi merugikan industri dalam negeri. Ancaman kerugian itu terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri periode 2015-2018.
Indikator tersebut antara lain kerugian finansial akibat menurunnya volume produksi, penjualan domestik, produktivitas dan kapasitas terpakai, jumlah tenaga kerja, serta pangsa pasar industri dalam negeri di pasar domestik.
Display only on mobileProduk ini banyak digunakan oleh industri makanan dan minuman untuk keperluan sebagai bahan pemanis dan pengawet makanan dan minuman.
Sirop fruktosa pada kemasan produk biasanya merujuk pada sirup jagung tinggi fruktosa (high fructose corn syrup/HFCS). Proses pembuatan HFCS awalnya sama dengan sirop jagung biasa, yakni menguraikan pati jagung menjadi glukosa.
Fruktosa yang terdapat dalam pemanis tambahan pada dasarnya memiliki banyak kegunaan. Tidak hanya memberikan rasa manis, sirop fruktosa bahkan bisa membuat daya tahan makanan menjadi lebih lama.
Tingginya permintaan sirop fruktosa di dalam negeri membuka kesempatan produk impor masuk ke dalam negeri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama 2015-2018 volume impor produk sirop fruktosa yang dimintakan perlindungan terus mengalami kenaikan dengan tren sebesar 18,99 persen.
Volume impor selama empat tahun terakhir tersebut, masing-masing sebesar 67.244 ton, 106.566 ton, 138.997 ton, dan 109.884 ton.
Display only on mobileNegara asal impor produk sirop fruktosa tersebut antara lain Tiongkok, Filipina dan sejumlah negara lainnya. Impor produk sirop fruktosa terbesar berasal dari Tiongkok dengan pangsa impor pada 2018 sebesar 94,01 persen, pada 2017 sebesar 98,06 persen, dan pada 2016 sebesar 91,69 persen dari total impor produk sirop fruktosa.
Setelah menetapkan penyelidikan tersebut, KPPI mengundang pihak yang berkepentingan untuk memberikan tanggapan paling lambat lima belas hari sejak tanggal pengumuman dimulainya penyelidikan.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...k-dan-filipina
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Kualitas udara Jakarta dibanding kota lain di dunia (Kamis, 14/11/2019)-
Dua bus beradu di Tol Cipali, 7 orang tewas-
Cukai vape akan naik lagi mulai tahun depananasabila dan tata604 memberi reputasi
2
811
6
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•851Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya