- Beranda
- Beritagar.id
Setidaknya 5.000 ekor babi mati karena hog cholera di Sumut
...
TS
BeritagarID
Setidaknya 5.000 ekor babi mati karena hog cholera di Sumut

Petugas memasukkan bangkai babi ke lubang saat akan dikuburkan, di tepi Sungai Bederah, Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019)Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengingatkan warganya tidak membuang ternak babi yang mati ke daerah aliran sungai. Aksi ini melanggar UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).
Menurut Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, setidaknya 5.000 ekor babi ditemukan mati di 11 kabupaten/kota karena karena virus hog cholera, dari total populasi ternak babi di Sumatera Utara (Sumut) yang berkisar 1,2 juta ekor.
Ratusan bangkai babi beberapa hari terakhir ditemukan di sejumlah sungai di Sumut, salah satunya di Sungai Bedera, Kota Medan. Bangkai babi yang dibuang ke sungai telah menimbulkan bau busuk sehingga meresahkan warga sekitar.
Tim Patroli Gabungan TNI-Polri hingga Selasa (12/11/2019) terus menyisir bangkai babi di sejumlah aliran sungai di Sumatera Utara. Jumlah ternak babi korban virus yang pertama kali dilaporkan pada 25 September 2019, diduga masih akan bertambah.
Ringkasan
- Setidaknya 5.000 ekor babi ditemukan mati karena hog cholera tersebar di 11 kabupaten/kota, dari total populasi babi di Sumatera Utara sekitar 1,2 juta ekor.
- Kesebelas kabupaten/kota itu adalah di Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Deliserdang, Medan, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir.
- Ratusan bangkai babi dalam beberapa hari terakhir ditemukan di sejumlah sungai di Kota Medan, seperti di Sungai Bedera, Sumatera Utara. Babi tersebut diduga mati karena virus hog cholera yang sedang mewabah.
- Virus ini pertama kali dilaporkan pada 25 September 2019, lewat surat yang disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Dairi
- Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengingatkan warga tidak membuang ternak babi yang mati ke aliran sungai, karena melanggar Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).
- Pelaku bisa terancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak mencapai Rp15 miliar bila mengakibatkan orang luka berat atau mati.
- Penemuan puluhan bahkan ratusan bangkai babi di sekitar sungai membuat masyarakat di lokasi tersebut panik dan resah, karena bangkai-bangkai yang ditemukan itu sudah mengeluarkan aroma busuk.
- 351 bangkai babi yang ditemukan di sungai dikubur di tepi Danau Siombak, Medan Marelan, Medan, Selasa (12/11). Namun, upaya penguburan tidak serta-merta membuat Danau Siombak maupun Sungai Bedera bersih dari babi.

Jumlah berita per mediaSebaran LinimasaSebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 15:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 07:00 WIB dengan total 6 pemberitaan.

Jumlah berita per jamSebaran FacebookJumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh suara.com dengan 945 interaksi, diikuti peringkat kedua kongkrit.com dengan 690 interaksi. Selanjutnya idntimes.com dengan 59 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di FacebookSumber
- 351 Bangkai Babi Cemari Sungai Dikuburkan di Tepi Danau Siombak - merdeka.com
- Ratusan Bangkai Babi di Danau Siombak, Nelayan Terserang Gatal-gatal - suara.com
- Terkait Pembuangan Babi Mati ke Sungai, Polsek Percut Awasi Peternakan Babi - beritasumut.com
- Polresta Deliserdang Akan Tindak Tegas Pembuang Bangkai Babi - metro-online.co
- Polsek Percut Awasi Peternakan Babi Terkait Pembuangan Babi Mati ke Sungai - polri.go.id
- 351 Bangkai Babi Cemari Sungai Dikuburkan di Tepi Danau Siombak - hetanews.com
- Ratusan Bangkai Babi yang Mengapung di Danau Siombak Dikubur - kompas.com
- Warga Takut Makan Ikan Sungai Bekas Bangkai Babi - katakabar.com
- Distribusi Babi Diperketat untuk Cegah Penyebaran Hog Cholera - liputan6.com
- Pemerintah Medan Kesulitan Mengatasi Ratusan Bangkai Babi yang Mengambang - polhukam.id

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...olera-di-sumut
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
26 emiten perkasa lambungkan LQ45 - Selasa (12/11/2019)-
Kualitas udara Indonesia (Selasa, 12/11/2019)-
17 emiten perkasa lambungkan JII - Selasa (12/11/2019)anasabila dan tata604 memberi reputasi
2
545
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•912Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya