TS
Odleva
Motor Kok Gini Amat Bentuknya, Lihat Deh Roda Depannya Aneh Banget
Kira-kira apa komentar kalian melihat penampakan motor satu ini? Bentuknya yang gambot, desainnya menyeramkan, dan pakai perangkat atau part sangat complicated.
Sebenarnya yang kalian lihat adalah sosok Kawasaki Ninja H2 tapi setelah ikut campur tangan dari pabrikan Bimota.
Bimot adalah salah satu pabrikan motor asal Eropa, tepatnya di Italy. Pabrikan ini tidak begitu besar, mereka hanya memproduksi motor custom dan motor-motor lainnya. Sejarahnya cukup panjang, Bimota telah didirikan pada tahun 1973 di Rimini, Italy oleh Valerio Bianchi, Iuseppe Morri dan Massimo Tamburini.
Jadi nama perusahaan ini diambil dari nama ketiga pendiri tersebut dan diambil dua huruf pertama dari masing-masing nama keluarga Bianchi Morri Tamburini setelah digabung dan menghasilkan nama BIMOTA.

Kini mereka membuat motor baru bernama Bimota Tesi H2, yang seperti kita bilang basisnya menggunakan dari Ninja H2. Bentuknya cukup complicated, bahkan sektor kaki-kaki depan tidak menggunakan garpu biasa melainkan pakai swingarm hub steering khas motor-motor Bimota lainnya.
Kenapa harus Kawasaki? Jadi berdasarkan informasi yang kita peroleh, Kawasaki sudah mengakuisisi 49,9% saham milik Bimota.
Wajar saja kenapa basis yang dipakai harus mengambil motor milik Kawasaki.


Ada beberapa bagian yang berubah dari sosok Ninja H2 ini, pertama bagian swingarm belakang yang semula pakai single sided sekarang diganti menjadi swingarm alumunium biasa kiri dan kanan.
Yang paling berubah dan bagian yang mencolok adalah desainnya, entah kenapa ketika melihat motor ini jadi seperti melihat motor badak, gambot banget, panjang apalagi bagian moncongnya.
Sektor depan terlihat memanjang mungkin karena penggunaan swingarm model hub steering khas Bimota ini. Yang pasti ada beberapa bagian part yang cukup rumit didalamnya untuk mengubah struktur asli H2 menjadi seperti ini.

Rem tetap pakai dual disc, sedangkan shock depan yang pasti sudah tidak pakai model USD atau teleskopik melainkan model monoshock.
Mesin pun tetap membawa aslinya, 1000cc 4 silinder dengan keunggulannya yakni supercharger. Mesin yang digunakan sudah model mesin 2019 yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 227hp pada 11.000rpm.
Kira-kira bobotnya jadi berapa ya, yang jelas penambahan hub steering ini akan jadi beban tambahan di sosok Bimota Tesi H2, ditambah bodinya yang super gambot…gak kebayang deh.


Referensi : pertamax7.com(6/11/2019).
Sebenarnya yang kalian lihat adalah sosok Kawasaki Ninja H2 tapi setelah ikut campur tangan dari pabrikan Bimota.
Bimot adalah salah satu pabrikan motor asal Eropa, tepatnya di Italy. Pabrikan ini tidak begitu besar, mereka hanya memproduksi motor custom dan motor-motor lainnya. Sejarahnya cukup panjang, Bimota telah didirikan pada tahun 1973 di Rimini, Italy oleh Valerio Bianchi, Iuseppe Morri dan Massimo Tamburini.
Jadi nama perusahaan ini diambil dari nama ketiga pendiri tersebut dan diambil dua huruf pertama dari masing-masing nama keluarga Bianchi Morri Tamburini setelah digabung dan menghasilkan nama BIMOTA.

Kini mereka membuat motor baru bernama Bimota Tesi H2, yang seperti kita bilang basisnya menggunakan dari Ninja H2. Bentuknya cukup complicated, bahkan sektor kaki-kaki depan tidak menggunakan garpu biasa melainkan pakai swingarm hub steering khas motor-motor Bimota lainnya.
Kenapa harus Kawasaki? Jadi berdasarkan informasi yang kita peroleh, Kawasaki sudah mengakuisisi 49,9% saham milik Bimota.
Wajar saja kenapa basis yang dipakai harus mengambil motor milik Kawasaki.


Ada beberapa bagian yang berubah dari sosok Ninja H2 ini, pertama bagian swingarm belakang yang semula pakai single sided sekarang diganti menjadi swingarm alumunium biasa kiri dan kanan.
Yang paling berubah dan bagian yang mencolok adalah desainnya, entah kenapa ketika melihat motor ini jadi seperti melihat motor badak, gambot banget, panjang apalagi bagian moncongnya.
Sektor depan terlihat memanjang mungkin karena penggunaan swingarm model hub steering khas Bimota ini. Yang pasti ada beberapa bagian part yang cukup rumit didalamnya untuk mengubah struktur asli H2 menjadi seperti ini.

Rem tetap pakai dual disc, sedangkan shock depan yang pasti sudah tidak pakai model USD atau teleskopik melainkan model monoshock.
Mesin pun tetap membawa aslinya, 1000cc 4 silinder dengan keunggulannya yakni supercharger. Mesin yang digunakan sudah model mesin 2019 yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 227hp pada 11.000rpm.
Kira-kira bobotnya jadi berapa ya, yang jelas penambahan hub steering ini akan jadi beban tambahan di sosok Bimota Tesi H2, ditambah bodinya yang super gambot…gak kebayang deh.


Referensi : pertamax7.com(6/11/2019).
tien212700 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
426
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Otomotif
28.5KThread•25.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya