Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
44
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc822e882d4950ed16dedfc/miris-menjual-ternak-kebun-hingga-berhutang-puluhan-juta-demi-tradisi-kemalangan
Assalamualaikum .... Malam, Agan/Sista. Besok kita ketemu lagi dengan hari sibuk. Sebelum itu, silakan menikmati tulisan ringan saya untuk menemani rehat Agan/Sista malam ini, 😊 Agan/Sista pasti sudah tidak asing lagi, donk, dengan yang namanya tahlilan ...? Yupz, acara zikir dan doa di rumah duka yang biasanya disertai dengan acara makan-makan. Tahlilan sendiri memiliki arti pembacaan ayat-aya
Lapor Hansip
10-11-2019 21:47

Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan

icon-verified-thread
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan

Assalamualaikum ....
Malam, Agan/Sista.
Besok kita ketemu lagi dengan hari sibuk. Sebelum itu, silakan menikmati tulisan ringan saya untuk menemani rehat Agan/Sista malam ini, 😊


Agan/Sista pasti sudah tidak asing lagi, donk, dengan yang namanya tahlilan ...? Yupz, acara zikir dan doa di rumah duka yang biasanya disertai dengan acara makan-makan. Tahlilan sendiri memiliki arti pembacaan ayat-ayat suci Alquran untuk memohonkan rahmat dan ampunan bagi arwah orang yang meninggal. (Sumber : KBBI)

Terlepas dari apakah acara tahlilan itu bid'ah atau tidak, saya tidak ingin membahasnya di sini. Kali ini, saya hanya ingin menyoroti satu fenomena yang terjadi di sebuah dusun bernama Trapoh, yang terletak di sebuah desa di ujung timur Provinsi Jawa Tengah. Fenomena yang membuat saya, bahkan beberapa teman yang pernah membaca cerbung saya di salah satu grup menulis terbesar di facebook, merasa miris dan menyayangkan tradisi yang sudah mendarah daging di sana.

Di kampung tersebut terdapat tradisi tahlilan 6 malam berturut-turut dengan menu makanan yang berbeda setiap malamnya. Lalu di hari ke 40, 100, setahun, 1.000 hari, dan diulang setiap tahunnya. Kenapa hanya 6 malam? Karena di hari pertama warga meninggal, malamnya sudah dihitung sebagai malam kedua.

Proses pengurusan jenazah hingga tahlilan 6 malam berturut-turut itu merogoh kocek paling sedikit 10 juta rupiah. Tak ayal, sebagian besar warga di sana terpaksa menjual ternak sapi hingga kebun/sawah mereka. Bahkan rela berhutang sana sini demi tradisi yang sudah dianggap sebagai kewajiban tersebut.

Kenapa bisa sampai merogoh kantong puluhan juta untuk biaya duka salah satu anggota keluarga? Pertanyaan seperti itu pasti melintas di benak Agan/Sista. Nah, di sini saya akan menjabarkannya mengapa bisa seperti itu.

1. Setiap pelayat yang datang ke rumah duka akan diberikan amplop berisi uang. Pelayat yang datang biasanya lebih dari 200 orang pria dan wanita. Satu buah amplop berisi minimal 5 ribu rupiah, tergantung kondisi ekonomi keluarga duka. Ada juga yang berisi 10 ribu, tetapi sangat jarang.
Noted : Pelayat wanita datang membawa mangkuk berisi beras. πŸ‘

2. Warga yang berada di pemakaman untuk membantu proses pembuatan makam (meskipun sudah ada petugas yang dibayar untuk mengurusnya), akan diantarkan makanan berupa nasi dan lauk pauknya plus amplop berisi uang yang sama dengan pelayat sebelum jenazah tiba di sana.

3. Acara tahlilan yang disertai dengan makan-makan selama 6 malam berturut-turut. Warga yang diundang untuk mengikuti acara tersebut hingga 6 malam biasanya sekitar 70 orang pria. Lalu, apa saja yang disajikan di rumah duka untuk para tamu undangan tahlilan? Berikut saya jabarkan makanan yang disajikan hampir sama di setiap rumah duka :

1) Hari pertama warga meninggal, malamnya disebut dengan malam kedua. Di malam itu, biasanya disajikan makan malam berupa nasi dengan lauk gulai kambing, atau yang biasa disebut dengan becek oleh warga di sana. Di makan oleh seluruh tamu setelah doa selesai.

2) Malam ketiga biasanya dihidangkan nasi pecel lele atau pecel ayam. Waktu makan sama dengan malam kedua.

3) Malam keempat biasanya dihidangkan sate kambing/sapi/ayam. Jenis daging yang dijadikan sate tergantung kepada kemampuan ekonomi keluarga duka.

4) Malam kelima biasanya disajikan lontong ayam atau telur. Tergantung kemampuan ekonomi keluarga duka. Di malam kelima ini tak hanya dihidangkan makan malam bagi para tamu, tetapi juga bekal yang dibawa pulang berupa bingkisan nasi dengan lauk ayam dan sayur-sayurnya. Bagi yang kemampuan ekonominya lemah, biasanya hanya berupa bingkisan berisi beras, mie instan, dan telur. Tak hanya makan malam dan bingkisan saja yang disediakan, tetapi juga amplop berisi uang 20-30 ribu untuk setiap tamu yang diundang tersebut.

Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan

Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan

5) Malam keenam biasanya dihidangkan nasi dengan soto ayam.

6) Malam keenam biasanya dihidangkan nasi uduk dengan ayam bakar. Di malam keenam atau malam terakhir sebelum nantinya akan ada malam ke 40, para tamu dibawakan bekal berupa bingkisan nasi berisi lauk pauknya.

Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan

Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan

Amplop-amplop berisi uang mulai dari melayat hingga malam ketujuh beserta makan-makannya itulah yang membuat kematian warga di sana selalu menghabiskan banyak uang bagi keluarganya. Ternak maupun sawah mereka harus rela terjual, bahkan sampai berhutang kepada orang lain.

Pernah suatu ketika saya di sana, salah seorang warga miskin (tidak memiliki ternak maupun kebun atau sawah) yang bekerja di kebun salah satu warga, kehilangan adiknya yang mengidap suatu penyakit. Saat itu mereka mengajukan pinjaman 10 juta kepada seorang dukun bayi yang memiliki banyak ternak sapi juga kebun. Kebetulan saya saat itu ada di sana dan mendengar cerita tersebut. Namun, dukun bayi tersebut tidak memberikannya. Jelas saja, dengan apa nantinya keluarga duka akan membayar?

Pada akhirnya, para pelayat tak satu pun yang diberikan amplop. Lalu, apa yang terjadi? Biasanya ketika membawa jenazah ke pemakaman yang berjarak 1 km, para warga ramai bergantian mengangkat keranda. Namun, pada keluarga miskin itu, hanya 8 orang saja yang bergantian mengangkat keranda hingga sampai ke pemakaman. Sedangkan yang lainnya, hanya berjalan santai di belakang mereka.

Tak hanya itu, keesokan harinya, kondisi yang menimpa keluarga miskin tersebut juga menjadi bahan gunjingan warga di desa. Mereka digunjing karena tak ada amplop untuk para pelayat. Padahal mereka sendiri beralasan itu untuk sedekah dari mayit. Apakah sedekah harus dipaksa hingga menjual aset dan berhutang?

Sungguh miris tradisi yang sudah mendarah daging di desa tersebut. Dan hingga hari ini, tradisi itu masih berjalan.

Ibarat kata pepatah, "sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah yang terjadi dengan keluarga duka di sana.

Apakah di tempat tinggal Agan/Sista ada yang sama? Atau malah mendapat bantuan dari warga sekitar? Semoga malah mendapat bantuan, ya. 😊

Sumber tulisan: saya sendiri saat tinggal di sana dan seseorang yang asli orang sana.
Sumber gambar : google.
Diubah oleh sangteratai
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kmalhakim dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
10-11-2019 21:47
tradisi
0 0
0
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
10-11-2019 21:47
budaya
0 0
0
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
10-11-2019 21:55
malam juga
0 0
0
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
10-11-2019 22:03
kok ada amplop segala? perasaan biasanya nyiapin nasi kotak,rokok,aqua gelas udah gitu aja

100 hari biasanya yang datang dikasih yasin
1 tahun biasanya sajadah
Selanjutnya sarung

Syukur kalau masih ada yang mau datang ke acara tahlilan, diperumahan ane yg datang bisa sampai 20 itu udh bagus, biasanya juga ga sampai 20

Kalau tidak ngelakuin itu apabila mertua masih hidup, pasti istri/suami merasa malu dan juga akan ada cibiran.

Kalau mampu ya terserah sih ya dan kalau ga mampu ya terserah juga.
Bukan duit gw juga lagian hehe
Hidup harus tetap lanjut

Itu sih yang gw alami di perum gw

CMIIW
Diubah oleh RastAVArianA
profile-picture
sudampot memberi reputasi
1 0
1
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
10-11-2019 22:19
klu pendatang di desa itu, wajib jga mengikuti tradisi?
0 0
0
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
10-11-2019 22:24
ditempat q alhamdulillah ringan mb, suguhan di meja cuma permen, air mineral, snak kering dlm toples. tahlil sampe 3 atau 7 hari. makan hnya pas terakhir saja. untuk bingkisan beras, mie, gula, teh, terigu. itu sekali aja.
0 0
0
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 00:50
di tempat ane ga seboros itu. soalnya tahlilan sebelum 7harian, cuma minuman+cemilan aja dan yang datang bisa banyak banget. hari ke 7, baru deh ada makanan yang beneran, dan tamunya yang undangan aja. setelah itu 40harian, 100harian, dst
0 0
0
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 00:54
tradisi, bukan kewajiban
0 0
0
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 01:07
Kasian untuk keluarga miskin 😒
profile-picture
sudampot memberi reputasi
1 0
1
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 02:12
Pelayatnya ada 200 orang, banyak itu. 😁
0 0
0
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 02:22
lah tempat ane jateng, arah barat laut klo ngasih makan cuma di H3 dan H7 dapat besek/bingkisan berupa nasi,ayam lauk pauk + uang 5-10rb😁 H2,H4,H5,H6 paling kacang,air mineral,kopi,rokok,buah²an. itupun klo ada yg mau nongkrong selepas tahlil.
profile-picture
profile-picture
sudampot dan BeWoX555 memberi reputasi
2 0
2
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 05:47
itulah yg namanya bid'ah emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
corobikang dan sudampot memberi reputasi
2 0
2
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 06:33
Padahal tuntunannya ga begitu lho, justru keluarga almarhum yang malah harus dibantu
profile-picture
sudampot memberi reputasi
1 0
1
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 07:38
Lagi berduka koq masak2 plus makan2? Berasa di ulang tahunkeun emoticon-Cape d... (S)

Ya tahlilan... Tahlilan aja lah. Aqua sama rengginang aja udah cukup itu. Orang lagi berduka kehilangan orang yg di cintai koq malah makan2. Edan
0 0
0
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 07:42
Tugas pendakwah dan kita semua. Harus ada yang berani mendahului memberi contoh.

Di daerah saya, dulu juga hampir mirip begitu, tapi tidak separah itu. Mulai saja praktekan dg contoh nyata dari keluarga pendakwah/tokoh masyarakat, lanjut ke saudara, tetangga. Sedikit demi sedikit kebiasaan itu akan berkurang, berkurang, dan bisa hilang. Sisipkan pemahaman yg benar secara pelan dan halus.
profile-picture
sudampot memberi reputasi
1 0
1
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 10:17
Quote:Original Posted By RastAVArianA β–Ί
kok ada amplop segala? perasaan biasanya nyiapin nasi kotak,rokok,aqua gelas udah gitu aja

100 hari biasanya yang datang dikasih yasin
1 tahun biasanya sajadah
Selanjutnya sarung

Syukur kalau masih ada yang mau datang ke acara tahlilan, diperumahan ane yg datang bisa sampai 20 itu udh bagus, biasanya juga ga sampai 20

Kalau tidak ngelakuin itu apabila mertua masih hidup, pasti istri/suami merasa malu dan juga akan ada cibiran.

Kalau mampu ya terserah sih ya dan kalau ga mampu ya terserah juga.
Bukan duit gw juga lagian hehe
Hidup harus tetap lanjut

Itu sih yang gw alami di perum gw

CMIIW


Dapat gunjingan spt salah satu warga miskin yg kuceritakan di atas, Gan. Dan lihat saja, yg mengangkat keranda hanya 8 orang dengan jarak 1 km. Biasanya banyak yang bergantian.
profile-picture
sudampot memberi reputasi
1 0
1
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 10:18
Quote:Original Posted By fanhyintan β–Ί
klu pendatang di desa itu, wajib jga mengikuti tradisi?


Wajib. Kalau gk mau, siap2 digunjing, atau bahkan sampai sedikit yg melayat dan mengangkat keranda spt nasib keluarga miskin yg saya ceritakan di atas.
0 0
0
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 10:19
Quote:Original Posted By betiatina β–Ί
ditempat q alhamdulillah ringan mb, suguhan di meja cuma permen, air mineral, snak kering dlm toples. tahlil sampe 3 atau 7 hari. makan hnya pas terakhir saja. untuk bingkisan beras, mie, gula, teh, terigu. itu sekali aja.


Padahal semestinya keluarga duka tidak mengeluarkan biaya apa pun ya kecuali bayar tukang makam atau lahannya, juga penyewaan tenda dll.
profile-picture
profile-picture
sudampot dan betiatina memberi reputasi
2 0
2
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 10:19
Quote:Original Posted By hapekumati β–Ί
di tempat ane ga seboros itu. soalnya tahlilan sebelum 7harian, cuma minuman+cemilan aja dan yang datang bisa banyak banget. hari ke 7, baru deh ada makanan yang beneran, dan tamunya yang undangan aja. setelah itu 40harian, 100harian, dst


Yg begini hampir di semua tempat sama.
profile-picture
sudampot memberi reputasi
1 0
1
Miris! Menjual Ternak, Kebun, Hingga Berhutang Puluhan Juta Demi Tradisi Kemalangan
11-11-2019 10:20
Quote:Original Posted By japraa β–Ί
tradisi, bukan kewajiban


Betul. gak ada syariatnya jg. malah menyusahkan keluarga duka.
profile-picture
sudampot memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright Β© 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia