- Beranda
- Beritagar.id
Melihat pola pertumbuhan kredit properti
...
TS
BeritagarID
Melihat pola pertumbuhan kredit properti

Pertumbuhan kredit properti di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.Baik pemerintah maupun swasta menilai sektor properti adalah sektor penting pembangunan ekonomi nasional. Salah satu sektor yang banyak menyerap tenaga kerja dan memiliki efek berantai pada sektor lainnya.
Tidak mengherankan segala cara digunakan pemerintah dalam menjaga kinerja pasar properti. Mulai dari penurunan suku bunga hingga aturan penurunan persekot pembelian rumah atau aturan relaksasi rasio (loan to value/financial to value-LTV/FTV).
Aturan itu mengacu untuk kelonggaran pembiayaan kredit properti yang berlaku pada 2 Desember 2019, dengan nilai penurunan hingga 5 persen. Dengan aturan baru itu diharapkan meningkatkan kredit sektor properti tahun depan.
Kurun tiga tahun terakhir, dalam Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah (SEKDA), Bank Indonesia, terjadi pertumbuhan positif dalam kredit properti. Pada 2016 nilainya mencapai Rp393,3 triliun, naik 10,54 persen pada 2017 Rp435,5 triliun), dan meningkat menjadi Rp490,6 triliun pada 2018 (12,67 persen).
Selama ini sektor properti ditopang kredit rumah tinggal meskipun pertumbuhannya tidak sebesar kredit flat dan apartemen. Namun terjadi penurunan kredit rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan) dan rata-rata pertumbuhan kredit rumah tinggal di atas 10 persen (YoY).
Kredit properti vs PDRB

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kredit properti di berbagai provinsi di Indonesia.Apakah ada korelasi pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kredit properti? Jika kedua data disandingkan, tidak ada korelasi. Bentuknya acak, ada beberapa provinsi dengan peningkatan PDRB namun kredit propertinya menurun atau sebaliknya.
Contohnya Provinsi Maluku dan Sulawesi Tengah, pertumbuhan PDRB wilayahnya sekitar 6 persen. Namun pertumbuhan kredit propertinya negatif kurun dua tahun terakhir (2017-2018).
Di Maluku pertumbuhan kredit properti mencapai -6,15 persen dan Sulawesi Tengah mencapai -0,48 persen. Jika dilihat lebih dalam, di Sulawesi Tengah karena turunnya kredit ruko dan rukan, sedangkan di Maluku karena menurunnya seluruh sub sektor kredit properti—rumah tinggal, ruko dan rukan, serta flat dan apartemen.
Sedangkan Kalimantan Utara dengan pertumbuhan kredit properti tertinggi, hampir 30 persen. Terbesar disumbangkan dari kredit rumah tinggal. Pola ini mirip dengan Sulawesi Barat dengan pertumbuhan PDRB di atas 6 persen, namun pertumbuhan kredit propertinya lebih rendah dari Kalimantan Utara atau hampir 21 persen.
Paling unik, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat pertumbuhan PDRB negatif atau mencapai -4,56 persen, namun kredit propertinya malah tumbuh hampir mencapai 13 persen. Pertumbuhan itu ditopang oleh kredit properti sektor rumah tinggal, dari Rp3,6 triliun pada 2017 menjadi Rp4,1 triliun pada 2018.
Hanya di Maluku Utara pertumbuhan properti dan kredit properti memiliki korelasi. Dalam dua tahun terakhir pertumbuhan PDRB-nya termasuk yang tertinggi dengan wilayah lain, hampir 8 persen, kredit properti tumbuh hingga 7,12 persen.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...redit-properti
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Perbandingan kualitas udara kota di dunia (Senin, 04/11/2019)-
Tak ada pasien meninggal karena kisruh polisi vs. sopir ambulans-
Harga saham LQ45 sebagian besar turunanasabila dan tata604 memberi reputasi
2
368
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•885Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya