- Beranda
- Beritagar.id
5 produk Indonesia masuk daftar bebas bea masuk ke AS
...
TS
BeritagarID
5 produk Indonesia masuk daftar bebas bea masuk ke AS

Seorang perajin memperlihatkan miniatur Kapal Dewaruci yang tengah dikerjakannya di sentra produksi kerajinan kayu hitam atau kayu eboni di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (26/3/2019).Sebanyak lima produk ekspor Indonesia kembali mendapatkan fasilitas sistem tarif preferensial umum (Generalized System of Preference/GSP) dari Amerika Serikat (AS). GSP merupakan program pemerintah AS berupa pembebasan tarif bea masuk ke pasar AS.
Kelima produk tersebut adalah plywood (triplek) bambu laminasi, plywood kayu tipis kurang dari 66 mm, bawang bombai kering, sirup gula, madu buatan, dan karamel, serta barang rotan khusus untuk kerajinan tangan.
Informasi ini disampaikan secara resmi di laman resmi otoritas perdagangan AS, United States Trade Representative (USTR) di laman https://ustr.gov/. USTR telah melakukan penilaian terhadap produk ekspor yang mendapatkan fasilitas GSP sejak April 2019. Proses penilaian dilakukan terhadap negara-negara mitra AS seperti Pakistan, Thailand, Brasil, Ekuador, Brasil, dan Indonesia.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menilai hasil positif ini tidak terlepas dari submisi tertulis secara resmi yang disampaikan Pemerintah RI melalui Kemendag.
"Selain itu, Pemerintah RI yang diwakili Atase Perdagangan juga hadir dalam dengar pendapat di Washington D.C. guna memberikan pembelaan bagi produk-produk Indonesia yang dinilai kelayakannya oleh AS untuk mendapatkan GSP,” jelas Agus dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (30/10/2019).
Menurut Mendag Agus, AS melakukan penilaian terhadap enam produk ekspor asal Indonesia. Dari keenam produk tersebut, hanya produk asam stearat yang tidak lagi mendapatkan fasilitas GSP.
Hal ini akibat nilai ekspornya telah melebihi batas ketentuan kompetitif (competitive needs limitations/CNL). Artinya, produk asam stereat dinilai sudah sangat berdaya saing dan memiliki pangsa pasar yang sangat baik di pasar AS sehingga tidak perlu lagi mendapatkan perlakuan khusus.
Sesuai dengan ketentuan organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO), GSP merupakan kebijakan perdagangan sepihak (unilateral) yang umumnya dimiliki oleh negara maju untuk membantu perekonomian negara berkembang.
Namun, kebijakan ini tidak bersifat mengikat negara yang memberikan GSP maupun negara yang menerima manfaatnya. Negara yang memiliki program GSP memiliki diskresi untuk menentukan negara mana dan produk apa yang akan memperoleh manfaat GSP dari negaranya.
Manfaat GSPHingga saat ini, Indonesia memperoleh manfaat GSP dari beberapa negara seperti AS, Uni Eropa, dan Australia. Menurut Agus fasilitas GSP merupakan salah satu isu prioritas dalam hubungan dagang dengan AS.
“Pemanfaatan skema ini membuka peluang yang sangat besar bagi peningkatan ekspor Indonesia ke AS,” tegas Agus.
Pemerintah berharap fasilitas GSP ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Saat ini, pemanfaatan tarif preferensi GSP oleh para pelaku usaha baru sekitar 836 produk dari total 3.572 produk. Pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha mengekspor produk-produk yang masuk dalam skema GSP.
Tidak semua produk ekspor Indonesia memperoleh manfaat GSP AS. Produk ekspor utama Indonesia yang diekspor ke AS menggunakan skema GSP adalah ban mobil dengan nilai mencapai AS $138 juta, kalung emas AS $126,6 juta, asam lemak AS $102,3 juta, tas tangan dari kulit AS $4,8 juta, dan aksesori perhiasan AS $69 juta.
Pada 2018, ekspor Indonesia yang menggunakan fasilitas GSP tercatat sebanyak AS $2,13 miliar dari total ekspor Indonesia ke AS sebesar AS $18,4 miliar. Pada periode Januari--Desember 2018, Indonesia bisa menghemat sebanyak AS $101,8 juta melalui pemanfaatan GSP. Jumlah penghematan ini meningkat sebesar AS $23 juta atau 29 persen dibandingkan tahun 2017 yang tercatat sebesar AS $8,8 juta.
Saat ini, Pemerintah AS memberikan fasilitas GSP kepada 121 negara dengan total 5.062 pos tarif 8-digit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.572 pos tarif Indonesia mendapatkan fasilitas GSP.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ea-masuk-ke-as
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
21 emiten perkasa lambungkan LQ45 - Selasa (29/10/2019)-
14 emiten perkasa lambungkan JII - Selasa (29/10/2019)-
Penguatan IHSG dipimpin sektor Properti dan Real Estateanasabila dan tata604 memberi reputasi
2
417
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•916Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya