Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

bangnoidenAvatar border
TS
bangnoiden
Harga Tiket Pulau Komodo 14 Juta, Untung atau Buntung?

Pulau Komodo menjadi wisata eksklusif





Komodo atau sering juga disebut biawak Komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia. Hewan berkaki empat yang satu ini bahkan beratnya bisa mencapai 100 kg, dengan rata-rata panjang 2-3 meter. Menurut data, biawak besar ini sendiri tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, serta Gili Dasami.

Dewasa ini, habitat hewan karnivora ini kian terancam oleh kegiatan-kegiatan manusia, bahkan salah satu lembaga dunia mengategorikannya ke dalam spesies yang dekat dengan kepunahan. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia semenjak lama telah menetapkan komodo sebagai hewan yang dilindungi.

Spoiler for Komodo:


Berbicara tentang kerawanan komodo terhadap kepunahan, tampaknya pemerintah Indonesia mengambil langkah yang lebih lanjut. Selain dari menjadikannya sebagai hewan yang dilindungi. Langkah tersebut tak lain adalah menjadikan salah satu habitat terbesarnya, yaitu Pulau Komodo sebagai wisata eksklusif.

Spoiler for Pulau Komodo:


Menimbang dari berbagai sisi, TS sendiri cukup setuju dengan keputusan pemerintah Indonesia menjadikan Pulau Komodo sebagai wisata eksklusif, yang mengharuskan pengunjung merogoh kocek sebesar 14 juta untuk mengunjungi pulau tersebut. Mengapa?

Kiranya, TS memikirkan dari hal yang paling mendasar saja. Dengan baiknya harga tiket masuk, tentunya tidak sembarang orang dapat masuk. Menimbang dari ini, dapat dikaitkan juga dengan penurunan sampah. Memang tak bisa dipungkiri, jika jumlah sampah berbanding sama dengan jumlah pengunjung. Terlebih lagi, ada oknum-oknum yang seolah acuh atau bahkan tak sadar akan pengaruh sampah tersebut pada kelangsungan hidup komodo.

Spoiler for Sampah di Pulau Komodo:


Tentunya, jika tetap membiarkan orang-orang seperti di atas tetap mengunjungi habitat komodo. Bisa dipikirkan dampak dan pengaruh buruknya terhadap lingkungan juga komodo itu sendiri.

Selain itu, keputusan menjadikan Pulau Komodo ini juga diikuti dengan rencana pengelolaan profesional guna menjaga kelangsungan hidup spesies langka ini. Tak tanggung-tanggung, tata kelolanya sendiri wacananya akan dipegang oleh pihak swasta yang sudah berpengalaman dan ahli dalam bidang lingkungan dan didatangkan dari Amerika.

Menimbang dari beberapa poin di atas, dikira tak ada yang perlu dikomplain tentang keputusan pemerintah ini. Apalagi, masyarakat masih memiliki alternatif jika ingin melihat spesies komodo secara langsung, salah satunya di Pulau Rinca. Oleh karena itu, ayo kita dukung program pemerintah ini!


(*)
Tulisan oleh: bangnoiden
Referensi: SUMBER 1
SUMBER 2
Ilustrasi: Google Images




ceuhettyAvatar border
sebelahblogAvatar border
zafinsyurgaAvatar border
zafinsyurga dan 2 lainnya memberi reputasi
3
203
1
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The LoungeKASKUS Official
923.3KThread83.9KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.