- Beranda
- The Lounge
Kemeriahan Pelangi Budaya Bumi Merapi 2019
...
TS
lenoisainnar
Kemeriahan Pelangi Budaya Bumi Merapi 2019
Hai GanSist, jumpa lagi dengan ane. Di thread ini ane mau berbagi kemeriahan seputaran acara yang digelar Dinas Pariwisata di Sleman.

Minggu, 20/10/2019 adalah puncak acara dari gelaran wisata berbalut budaya di Sleman Yogyakarta dengan tajuk, Pelangi Budaya Bumi Merapi, yang berlangsung sejak tanggal 19 Oktober 2019.
Acara yang juga memperingati Hari Pariwisata dan Hari Batik Nasional ini menggelar parade yang dimulai dari lapangan Tridadi menuju Lapangan Denggung untuk performa. Arak-arakan yang dimulai pukul 09.00 hingga pukul 13.30 itu diikuti lebih dari 60 kelompok peserta.
Dibuka dengan tarian jathilan putra, putri serta kreasi, panggung di Lapangan Denggung juga menyediakan tempat untuk performa. Peserta arak-arakan bisa unjuk gigi dan memperkenalkan identitas mereka dengan yel-yel atau sebuah pertunjukan.
Pasukan kirab pakaian lengkap layaknya pasukan keraton menjadi pembuka barisan panjang tersebut. Kemudian disusul pertunjukan barongsai dari salah satu sanggar di Jogjakarta.
Suasana semakin meriah ketika salah satu sanggar menampilkan tarian yang menawan beranggotakan sekelompok remaja ayu dengan riasan hijau kuning yang mendominasi.
Beberapa komunitas dan desa wisata unjuk gigi memberikan penampilan terbaik. Bahkan salah satu desa wisata dari Turi membagikan buah salak dan jadah tempe sebagai oleh-oleh khas secara percuma kepada penonton.


Hotel-hotel di sekitaran Jogja juga tak kalah langkah, mereka terjun dengan menampilkan maskot seorang putri dengan kostum besar bersayap.

Marching Band menabuh drum-drum dan melodi sepanjang jalan. Disusul dengan Musium merapi yang punya pasukan berdandan ala-ala Kera Hanoman. Ada juga yang unjuk gigi dengan maskot patung besar yang turut diarak.


Restourant Pring Sewu juga turut memberi warna dengan menurunkan beberapa personilnya dengan berdandan sanggul. Jogja Exotarium mendaulat dua kuda gagah mereka untuk tampil menarik dengan ditunggangi dua penunggang berbeskap lengkap.

Perwakilan dari siswa-siswi mulai SD hingga SMA, tampil dengan kreatif. Dari yang memakai atribut serba gajah, sampai membuat gaun daur ulang dari plastik kresek.


Perangkat daerah seperti Bank Sleman juga turut serta dengan andong yang memuat logo serta tulisan Bank Sleman sebagai maskotnya. Di dalam andong itu, tentu saja ada dua putri cantik yang anggun melambaikan tangan layaknya miss universe.
Lebih menarik lagi, ikatan mahasiswa dari luar daerah seperti Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan, Riau, Sulawesi, NTT, Toraja dan masih banyak lainnya juga turut berpartisipasi. Mereka membuat pertunjukan yang mewakili daerah masing-masing. Menampilkan performa terbaik, di antaranya ondel-ondel, permainan bambu, aksi Reog Ponorogo dengan kostum dan pernak-pernik khas yang membuat para penonton semakin antusias dan melongok ingin tahu.



Sanggar-sanggar seni lainnya, juga membuat maskot raksasa. Menghias mobil layaknya kepala naga yang menambah kemeriahan sepanjang Jalan Magelang dan Jalan Parasamya hingga Lapangan Pemda tempat parade ini berakhir.


Di Lapangan Pemda inilah pengumuman pemenang berlangsung. Di sini pula penonton bisa mengabadikan diri dengan foto maupun video bersama para peserta dan maskot-maskotnya.


Serangkaian acara dari Dispar Sleman tak benar-benar selesai sampai di sini. Pada tanggal 27 Oktober 2019 mendatang, masih ada tour de Prambanan. Event road bike yang akan melintasi jalan sepanjang 115 km dan melewati 12 kecamatan di Kabupaten Sleman. Peserta terbuka untuk umum lho GanSist. Dari luar daerah juga diperkenankan. Bagaimana GanSist, tertarik untuk turut serta?
*Berbagai sumber
Koran bernas.com
*Sumber foto
Koleksi pribadi

Minggu, 20/10/2019 adalah puncak acara dari gelaran wisata berbalut budaya di Sleman Yogyakarta dengan tajuk, Pelangi Budaya Bumi Merapi, yang berlangsung sejak tanggal 19 Oktober 2019.
Acara yang juga memperingati Hari Pariwisata dan Hari Batik Nasional ini menggelar parade yang dimulai dari lapangan Tridadi menuju Lapangan Denggung untuk performa. Arak-arakan yang dimulai pukul 09.00 hingga pukul 13.30 itu diikuti lebih dari 60 kelompok peserta.
Dibuka dengan tarian jathilan putra, putri serta kreasi, panggung di Lapangan Denggung juga menyediakan tempat untuk performa. Peserta arak-arakan bisa unjuk gigi dan memperkenalkan identitas mereka dengan yel-yel atau sebuah pertunjukan.
Pasukan kirab pakaian lengkap layaknya pasukan keraton menjadi pembuka barisan panjang tersebut. Kemudian disusul pertunjukan barongsai dari salah satu sanggar di Jogjakarta.
Suasana semakin meriah ketika salah satu sanggar menampilkan tarian yang menawan beranggotakan sekelompok remaja ayu dengan riasan hijau kuning yang mendominasi.
Beberapa komunitas dan desa wisata unjuk gigi memberikan penampilan terbaik. Bahkan salah satu desa wisata dari Turi membagikan buah salak dan jadah tempe sebagai oleh-oleh khas secara percuma kepada penonton.


Hotel-hotel di sekitaran Jogja juga tak kalah langkah, mereka terjun dengan menampilkan maskot seorang putri dengan kostum besar bersayap.

Marching Band menabuh drum-drum dan melodi sepanjang jalan. Disusul dengan Musium merapi yang punya pasukan berdandan ala-ala Kera Hanoman. Ada juga yang unjuk gigi dengan maskot patung besar yang turut diarak.


Restourant Pring Sewu juga turut memberi warna dengan menurunkan beberapa personilnya dengan berdandan sanggul. Jogja Exotarium mendaulat dua kuda gagah mereka untuk tampil menarik dengan ditunggangi dua penunggang berbeskap lengkap.

Perwakilan dari siswa-siswi mulai SD hingga SMA, tampil dengan kreatif. Dari yang memakai atribut serba gajah, sampai membuat gaun daur ulang dari plastik kresek.


Perangkat daerah seperti Bank Sleman juga turut serta dengan andong yang memuat logo serta tulisan Bank Sleman sebagai maskotnya. Di dalam andong itu, tentu saja ada dua putri cantik yang anggun melambaikan tangan layaknya miss universe.
Lebih menarik lagi, ikatan mahasiswa dari luar daerah seperti Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan, Riau, Sulawesi, NTT, Toraja dan masih banyak lainnya juga turut berpartisipasi. Mereka membuat pertunjukan yang mewakili daerah masing-masing. Menampilkan performa terbaik, di antaranya ondel-ondel, permainan bambu, aksi Reog Ponorogo dengan kostum dan pernak-pernik khas yang membuat para penonton semakin antusias dan melongok ingin tahu.



Sanggar-sanggar seni lainnya, juga membuat maskot raksasa. Menghias mobil layaknya kepala naga yang menambah kemeriahan sepanjang Jalan Magelang dan Jalan Parasamya hingga Lapangan Pemda tempat parade ini berakhir.


Di Lapangan Pemda inilah pengumuman pemenang berlangsung. Di sini pula penonton bisa mengabadikan diri dengan foto maupun video bersama para peserta dan maskot-maskotnya.


Serangkaian acara dari Dispar Sleman tak benar-benar selesai sampai di sini. Pada tanggal 27 Oktober 2019 mendatang, masih ada tour de Prambanan. Event road bike yang akan melintasi jalan sepanjang 115 km dan melewati 12 kecamatan di Kabupaten Sleman. Peserta terbuka untuk umum lho GanSist. Dari luar daerah juga diperkenankan. Bagaimana GanSist, tertarik untuk turut serta?
*Berbagai sumber
Koran bernas.com
*Sumber foto
Koleksi pribadi
Diubah oleh lenoisainnar 20-10-2019 19:39
zafinsyurga dan 2 lainnya memberi reputasi
3
609
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya