Halloween atau Hallowe’en merupakan kependekan dari All Hallows’ Evening ( Malam Para Kudus ). Halloween merupakan sebuah perayaan yang dapat dijumpai di sebuah negara pada tanggal 31 oktober yaitu malam hari raya semua orang kudus di Kekristenan barat. Perayaan tersebut mengawali peringatan trihari masa para kudus, suatu periode dalam tahun liturgi yang didedikasikan untuk mengenang orang yang telah meninggal dunia, termasuk para kudus atau santo, martir, dan semua arwah umat beriman.

Mengapa labu identik dengan labu?
mungkin dibenak para agan dan sista muncul akan pertanyaan diatas mengapa Halloween sangat identik dengan labu ukir.
Mari kita ungkit asal usul tersebut mengapa labu identik dengan hari perayaan Halloween.
Menurut David Emery, pakar urban legend labu berukir ini adalah Jack O’ Lantern, siapakah dia?

Nama Jack O’ Lantern merupakan nama yang berasal dari Inggriss. Tokoh ini dikenal pada abad 17. Jack O’ Lantern merupakan penyebutan kreatif untuk Jack Of Lantern yang secara harfiah berarti “Pria Lentera”.
Jack O’ Lantern merupakan julukan populer untuk fenomena fools fire, cahaya biru misterius yang kadang terlihat pada malam hari. Orang Inggriss zaman dulu percaya kalau api biru ini adalah hantu nakal atau peri yang iseng menampakkan diri di hadapan manusia.
Menurut Thomas Darlington dalam bukunya yang berjudul The Folk - Speech of South Cheshire, Jack O’ Lantern adalah tokoh dalam legenda yang dikenal dengan nama Stingy jack atau si pelit Jack.

Asal Usul Tips and Trick di Halloween!
Dalam Tradisi Kristen Abad Pertengahan saat Hallowtide, menjelang All Saint’s Day, orang miskin pergi ke rumah orang kaya dan menawarkan untuk berdoa bagi yang baru saja pergi dari rumah tersebut. Sebagai tanda penghargaan mereka, orang kaya akan memberikan makanan dan bir pada yang miskin. Dipercaya bahwa lebih banyak doa berarti jiwa lebih mungkin diselamatkan.
Namun setelah reformasi Protestan, gagasan bahwa jiwa dapat diselamatkan dengan cara mulai kehilangan popularitas. Meski begitu, beberapa katolik masih terus menjalankan tradisi pergi dari pintu ke pintu atau Door to Door(DTD) pada malam All Saint’s Day yang kemudian dikenal sebagai “Soulling”.
Amerika Utara memiliki istilah baru untuk tradisi lama itu yaitu trick or treat. Sejak suburnasasi tumbuh di tahun 1950an. Trick or treat tumbuh menjadi prakik ramah anak yang sebagian besar dilihat hari ini. Dengan kostum yang unik, setan ataupun malaikat, mereka mengetuk pintu rumah - rumah yang mereka kunjungi untuk memberikan nyanyian dengan imbalan makanan manis, permen atau cokelat.