alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
67
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5daa9065a7276877a03fc87f/wow-ternyata-bos-jne-seorang-mualaf-dan-berjihad-bangun-99-masjid-ini-kisahnya
Bos pengiriman paket atau ekspedisi JNE ternyata seorang mualaf. Djohari Zein dulunya beragama Budha. Kini, muslim taat ini berniat membangun lebih 99 masjid.  Djohari Zein yang merupakan Presiden Komisaris JNE menjadi mualaf sejak 1982. Awalnya, ia dilahirkan di Medan, Sumatera Utara dari keluarga pedagang Tionghoa. "Saya terlahir 1954, dari keluarga WNI Tionghoa, keluarga saya Budha, dan s
Lapor Hansip
19-10-2019 11:26

Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya

Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya

Bos pengiriman paket atau ekspedisi JNE ternyata seorang mualaf. Djohari Zein dulunya beragama Budha. Kini, muslim taat ini berniat membangun lebih 99 masjid. 

Djohari Zein yang merupakan Presiden Komisaris JNE menjadi mualaf sejak 1982. Awalnya, ia dilahirkan di Medan, Sumatera Utara dari keluarga pedagang Tionghoa.

"Saya terlahir 1954, dari keluarga WNI Tionghoa, keluarga saya Budha, dan saya disekolahkan di sekolah Katolik," kata Djohari di Jakarta, Kamis (17/10).

Kemudian pada saat menemukan Islam 37 tahun yang lalu, semenjak itu Alquran menjadi petunjuk jalan hidupnya. "Kalau sudah mengenal Alquran, insya Allah kita tidak akan tersesat. Kalau sudah beriman, insya Allah kita tidak berbuat zalim,” jelasnya.

Selama setengah perjalanan usianya, ia mendirikan perusahaan seperti JNE, ia pun bertekad untuk menjadikan JNE sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Ia juga sadar, perjuangannya tak terlepas dari pertolongan Allah SWT. "Saya bertemu dengan guru saya Haji Suprapto, dan saya tidak mungkin bisa sukses tanpa pertolongan dari Allah,” ucap Djohari seperti dikutip republikacoid.

Ia pun turut mengamalkan ayat suci Alquran dalam surah al-Ma’un yang berisikan hingga tujuh ayat.

Dalam surah tersebut disebutkan, bahwa seorang Muslim seharusnya berbuat baik kepada anak yatim, dan memberi makan kepada orang miskin, agar tidak menyia-nyiakan ibadahnya kepada Yang Maha Penguasa. "Berbuat kebaikan adalah tanda rasa syukur yang kita terima,” kata dia.

Kemudian pada 2000 lalu, ia menyempurnakan ibadah seorang Muslim untuk pergi haji. Pada saat di Jabal Rahmah, Djohari melihat sebuah pemandangan yang tak asing bagi dirinya.

Ternyata pemandangan tersebut pernah ia mimpikan saat masih duduk di bangku SMP. "Pemandangan di Jabal Rahmah pernah saya lihat di mimpi saat saya SMP. Dari situ saya sadar saya adalah islam,” kenangnya.

Djohari juga berkeinginan untuk membangun sebuah masjid. Niatnya dijawab oleh Allah untuk dapat mendirikan hingga 99 masjid.

Ia mendirikan lembaga filantropi, Johari Zein Foundation, sebuah yayasan yang hendak membangun 99 masjid. Jumlah tersebut diambil dari nama-nama Allah atau Asmaul Husna.

Dari 99 masjid, saat ini Johari Zein Foundation telah membangun Masjid Zeinurrahim di desa Medana, Lombok Utara. Jika 99 masjid sudah terbangun, Johari Zein Foundation akan kembali membangun 99 masjid lainnya.

"Saya ingin memulai perjalanan jihad ini. Dan kalau hendak antarkan kebaikan, insya Allah kita bisa mulai dengan membangun masjid," ucap Djohari.

sumber: https://www.gonews.co/berita/baca/20...d-ini-kisahnya

inspiratif emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sasuciz dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Halaman 1 dari 4
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:27
berita babi yang disenangi oleh sesamanya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sasuciz dan 3 lainnya memberi reputasi
0 4
-4
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:28
Banyaknya pemeluk tdk menjamin & membuktikan apa2.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radeneca dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:30
Kenapa harus 99
Padahal 99 di daerah ane panggilan kasar lho emoticon-Big Grin
99= ra genep (tidak genap)
Ra genep utekke(ga genap(penuh) otaknya)
Alias orang kurang waras emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
77665.123456 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:35
hati2 ngomong jihad koh nanti diboikot sama gerombolan cebong dungu...emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
profile-picture
profile-picture
introvertpsycho dan 5 lainnya memberi reputasi
3 3
0
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
Lapor Hansip
19-10-2019 11:37
Balasan post Echizen.Ryoma
babi tersinggung emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
pdt.henderson dan galuhsuda memberi reputasi
1 1
0
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:37
Syukron ya akhi.
0 0
0
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:39
begitu rupanya emoticon-Cool
0 0
0
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:40
BODO, PERCUMA KAU BUAT BEGITU. GILIRAN RUSUH TETAP AJA DI ANGGAP KAU ITU ASENG, BUKAN PRIBUMI, BUKAN WNI WALAUPUN LAHIR DI NKRI TAPI DI ANGGAPNYA KAU ITU TETAP CHINA.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
juman dan 8 lainnya memberi reputasi
8 1
7
Lihat 1 balasan
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:41
yg penting jgn ikutan mabok agama aja sihemoticon-Leh Uga
0 0
0
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:42
wah dermawan nih huhuhu Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
gpp bangun mesjid atau tempat ibadah. kebaikan akan mendatangkan kebaikan.

asal punya dana jangan disalurin ke gerakan yg salah...
contohnya gerakan radikal anti pemerintah, agama/non-agama.
0 0
0
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:42
"Saya bertemu dengan guru saya Haji Suprapto, dan saya tidak mungkin bisa sukses tanpa pertolongan dari Allah,”

Beliau belajar dari guru ngaji yang bukan ulama besar atau ustadz kondang,
Tapi hasilnya, Insya Allah,
Menentramkan jiwanya, bukan merenggut jiwa orang lain.
Keberadaannya menjadi manfaat bagi orang lain bukan malah mencelakai orang lain.emoticon-2 Jempol

Love for All Hatred for None.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gyro dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:48
radikal teroris talibhan fasti doi. emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
Yukobel dan rz.m memberi reputasi
0 2
-2
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:52
Yg pasti sih bukan golongan jidat hitam
0 0
0
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:54
Trus lapo?
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
0 0
0
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:56
kasian kedua org tuanya

mau 99 mau 1000 tetap aja kek bu ely yg cuma bisa menghibur diri seumur hidup

padahal jelas dalilnya

https://tirto.id/efSK     

Ely sesenggukan mengisahkan ibunya yang sakit, “Kasihan Nenek. Umurnya mungkin enggak lama lagi tapi dia harus ngalamin ini.”

Ibunya, yang ia panggil Nenek, berusia 80 tahun. Dua tahun terakhir Nenek sakit-sakitan. Kepayahan berjalan. Kakinya ngilu. Pinggangnya nyeri. Beberapa kali masuk rumah sakit, dokter cuma bilang penyakitnya adalah penyakit orang tua.

Nenek memutuskan tinggal bersama Ely, anak bungsunya. Nenek menjual rumahnya karena enggan tinggal sendiri dan kesepian. Membagi hasil penjualan rumah-memuat-kenangan-lebih-dari-50-tahun kepada empat anaknya, menyisihkan sedikit untuk disimpan—jaga-jaga buat pesta pemakaman.




Ely menyambut Nenek dengan gembira, betapapun keputusan itu jauh lebih kompleks dari kelihatannya.

Pertama, ia harus minta izin suaminya—dan ini bukan perkara mudah. Nenek dan suami Ely tidak terlalu akur meski mereka terlihat bertegur sapa saat tinggal di satu atap.

Kedua, Nenek beragama Kristen, sementara Ely dan keluarganya beragama Islam. Ini perkara lebih kompleks. Selain kepada suami, Ely harus mengantongi izin tiga saudara kandungnya yang beragama Kristen. Singkat cerita, Nenek tinggal bersama Ely selama enam-tujuh bulan, sebelum konflik itu datang.

Ely cekcok dengan suaminya. Sang suami yang religius merasa risih dengan mertua beda agama. “Mungkin dia juga masih dendam karena pada awal-awal pernikahan kami sering dapat perlakuan enggak enak dari Nenek,” kata Ely.

Nenek yang tahu diri akhirnya pamit ke rumah abang Ely.

Sayangnya, hubungan Ely buruk dengan abangnya. Jadi, ia cuma beberapa kali mengunjungi Nenek terutama ketika ibunya dibawa ke rumah saudaranya yang lain.

Sejak memutuskan pindah agama pada usia 20 tahun, dan sebentar lagi merayakan usia ke-49 pada tahun ini, perjalanan spiritual Ely bukanlah bak jalan tol yang mulus melainkan seperti air laut—bergelombang; pasang dan surut.

Sebelum masuk Islam dan menikah, Ely kabur dari rumah, dua tahun tak pernah bertemu Nenek sampai anaknya pertama Ely berusia enam bulan.

Meski akhirnya berbaikan, permasalahan beda agama sering memantik konflik. Pada awal-awal pernikahan, suaminya melarang Ely berlama-lama jika bertandang ke rumah Nenek. “Enggak baik. Kita sudah beda agama. Nanti ibadahmu susah, makanmu juga mesti dijaga,” kata Ely, mengulangi nasihat suaminya bak doktrin bertahun-tahun.

Konflik itu tak cuma antara Ely dan orang terdekatnya tapi dengan batin sendiri. Satu dekade kemudian, anak sulungnya pernah menemukan Ely pingsan sehabis salat magrib. Ely selalu menangis sampai lemas, tak sadarkan diri, bingung bagaimana mendoakan mendiang ayahnya yang baru saja meninggal.

Ayah mertua Ely yang seorang muslim pernah berkata doa seorang muslim tak akan sampai kepada orang selain Islam.


Ely gelisah. Sulit membayangkan ayahnya yang Kristen akan diperlakukan sebagaimana keyakinannya yang baru memperlakukan orang selain Islam. Ely meyakini ayahnya orang baik. “Dia pendiam, enggak pernah marah. Orang paling lemah lembut,” kata Ely.

Secara spiritual, ia meyakini janji-janji Allah dalam Alquran dan, demi menenangkan diri, ia percaya Tuhan itu Mahabaik.

Kegundahan spiritual itu lama dipendamnya. Ia takut bertanya kepada ustaz atau ustazah karena cemas mendengar jawaban yang tak ingin didengarnya. Maka, diam-diam, ia meyakini “Tuhan itu Mahabaik.” Menyerahkan urusan sampai-atau-tidaknya doa yang ia panjatkan untuk mendiang ayahnya kepada Tuhan semata.
profile-picture
profile-picture
rgenpeninsula dan areszzjay memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:57
Quote:Original Posted By bangsutankeren
Trus lapo?
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya


satu ekor nastak terdeteksi sedang kelojotan sampai ayan. emoticon-Imlek

GIF
profile-picture
pdt.henderson memberi reputasi
1 0
1
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 11:57
Bangun masjid gampang, ngisi jemaah nya yang sulit emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol
profile-picture
Nibrashilmy2 memberi reputasi
1 0
1
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 12:03
Dgn begini JNE udh mengantongi sertifikat anti boikot emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 3 balasan
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
Lapor Hansip
19-10-2019 12:03
Balasan post ustad.syam
Quote:Original Posted By ustad.syam
kasian kedua org tuanya

mau 99 mau 1000 tetap aja kek bu ely yg cuma bisa menghibur diri seumur hidup

padahal jelas dalilnya

https://tirto.id/efSK     

Ely sesenggukan mengisahkan ibunya yang sakit, “Kasihan Nenek. Umurnya mungkin enggak lama lagi tapi dia harus ngalamin ini.”

Ibunya, yang ia panggil Nenek, berusia 80 tahun. Dua tahun terakhir Nenek sakit-sakitan. Kepayahan berjalan. Kakinya ngilu. Pinggangnya nyeri. Beberapa kali masuk rumah sakit, dokter cuma bilang penyakitnya adalah penyakit orang tua.

Nenek memutuskan tinggal bersama Ely, anak bungsunya. Nenek menjual rumahnya karena enggan tinggal sendiri dan kesepian. Membagi hasil penjualan rumah-memuat-kenangan-lebih-dari-50-tahun kepada empat anaknya, menyisihkan sedikit untuk disimpan—jaga-jaga buat pesta pemakaman.




Ely menyambut Nenek dengan gembira, betapapun keputusan itu jauh lebih kompleks dari kelihatannya.

Pertama, ia harus minta izin suaminya—dan ini bukan perkara mudah. Nenek dan suami Ely tidak terlalu akur meski mereka terlihat bertegur sapa saat tinggal di satu atap.

Kedua, Nenek beragama Kristen, sementara Ely dan keluarganya beragama Islam. Ini perkara lebih kompleks. Selain kepada suami, Ely harus mengantongi izin tiga saudara kandungnya yang beragama Kristen. Singkat cerita, Nenek tinggal bersama Ely selama enam-tujuh bulan, sebelum konflik itu datang.

Ely cekcok dengan suaminya. Sang suami yang religius merasa risih dengan mertua beda agama. “Mungkin dia juga masih dendam karena pada awal-awal pernikahan kami sering dapat perlakuan enggak enak dari Nenek,” kata Ely.

Nenek yang tahu diri akhirnya pamit ke rumah abang Ely.

Sayangnya, hubungan Ely buruk dengan abangnya. Jadi, ia cuma beberapa kali mengunjungi Nenek terutama ketika ibunya dibawa ke rumah saudaranya yang lain.

Sejak memutuskan pindah agama pada usia 20 tahun, dan sebentar lagi merayakan usia ke-49 pada tahun ini, perjalanan spiritual Ely bukanlah bak jalan tol yang mulus melainkan seperti air laut—bergelombang; pasang dan surut.

Sebelum masuk Islam dan menikah, Ely kabur dari rumah, dua tahun tak pernah bertemu Nenek sampai anaknya pertama Ely berusia enam bulan.

Meski akhirnya berbaikan, permasalahan beda agama sering memantik konflik. Pada awal-awal pernikahan, suaminya melarang Ely berlama-lama jika bertandang ke rumah Nenek. “Enggak baik. Kita sudah beda agama. Nanti ibadahmu susah, makanmu juga mesti dijaga,” kata Ely, mengulangi nasihat suaminya bak doktrin bertahun-tahun.

Konflik itu tak cuma antara Ely dan orang terdekatnya tapi dengan batin sendiri. Satu dekade kemudian, anak sulungnya pernah menemukan Ely pingsan sehabis salat magrib. Ely selalu menangis sampai lemas, tak sadarkan diri, bingung bagaimana mendoakan mendiang ayahnya yang baru saja meninggal.

Ayah mertua Ely yang seorang muslim pernah berkata doa seorang muslim tak akan sampai kepada orang selain Islam.


Ely gelisah. Sulit membayangkan ayahnya yang Kristen akan diperlakukan sebagaimana keyakinannya yang baru memperlakukan orang selain Islam. Ely meyakini ayahnya orang baik. “Dia pendiam, enggak pernah marah. Orang paling lemah lembut,” kata Ely.

Secara spiritual, ia meyakini janji-janji Allah dalam Alquran dan, demi menenangkan diri, ia percaya Tuhan itu Mahabaik.

Kegundahan spiritual itu lama dipendamnya. Ia takut bertanya kepada ustaz atau ustazah karena cemas mendengar jawaban yang tak ingin didengarnya. Maka, diam-diam, ia meyakini “Tuhan itu Mahabaik.” Menyerahkan urusan sampai-atau-tidaknya doa yang ia panjatkan untuk mendiang ayahnya kepada Tuhan semata.


Ada babi terguncang
wkwkwk..
profile-picture
profile-picture
crockoaches dan galuhsuda memberi reputasi
1 1
0
Wow... Ternyata Bos JNE Seorang Mualaf dan Berjihad Bangun 99 Masjid, Ini Kisahnya
19-10-2019 12:05
Quote:Original Posted By sunny.wijaya


Ada babi terguncang
wkwkwk..


terguncang apanya blog

yg diposting itu semua ada dalilnya emoticon-Wakaka

coba ente bantah dalilnya emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan areszzjay memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.