- Beranda
- Beritagar.id
Jepang kantongi perpanjangan kontrak 27 tahun di Blok Masela
...
TS
BeritagarID
Jepang kantongi perpanjangan kontrak 27 tahun di Blok Masela

Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) didampingi Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto (kiri) dan CEO Inpex Takayuki Ueda (kanan) memberikan salam usai memberikan keterangan terkait pengelolaan Blok Masela di Jakarta, Selasa (16/7/2019). Pemerintah dan Inpex telah menemui kata sepakat dalam mengelola Blok Masela.
Perusahaan minyak dan gas (migas) asal Jepang, Inpex Corporation (Inpex), akhirnya mendapat kepastian perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Masela, Laut Arafuru, di Maluku hingga 27 tahun ke depan.
Kepastian tersebut didapat setelah anak usaha Inpex, Inpex Masela Ltd., bersama dengan mitra usaha patungannya Shell Upstream Overseas Ltd. (Shell) menandatangani amandemen Kontrak Bagi Hasil (PSC) dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pada Jumat (11/10/2019).
Revisi rencana pengembangan (POD) Masela ini sejatinya sudah diteken dua bulan lalu, setelah 20 tahun lebih mangkrak.
"Penandatanganan tersebut menandai pelaksanaan perjanjian formal tentang persyaratan PSC yang sebelumnya disepakati dan diumumkan sebagai bagian dari persetujuan Rencana Pengembangan Revisi (POD) Proyek LNG (gas alam cair) Abadi oleh Pemerintah Indonesia pada Juli 2019," demikian bunyi keterangan tertulis Inpex dikutip Rabu (16/10).
Amandemen tersebut juga merinci perubahan alokasi waktu tambahan tujuh tahun dan perpanjangan 20 tahun untuk Proyek Lapangan Abadi.
Proyek ini merupakan proyek pengembangan LNG terpadu berskala besar pertama yang dioperasikan oleh Inpex di Indonesia. Proyek ini akan berkontribusi signifikan bagi Indonesia, khususnya di wilayah timur.
Nilai investasi pengembangan Blok Masela akan mencapai sekitar AS $20 miliar (Rp288 triliun) dengan tingkat pengembalian investasi yang diukur dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15 persen.
Kedua pihak berhasil mencapai win-win solution dengan skema bagi hasil dan pemerintah sekurangnya mendapat bagian 50 persen. Blok Masela berpotensi punya kapasitas 9,5 juta ton LNG per tahun dan 150 MMSCF per hari di sekitar Laut Arafuru.
Ini adalah proyek pengembangan LNG terpadu berskala besar pertama yang dioperasikan oleh Inpex di Indonesia. Inpex mengungkapkan, Lapangan gas Abadi memiliki produktivitas dan reservoir yang sangat baik, mengandung volume sumber daya yang signifikan, meningkatkan harapan pembangunan yang efisien, dan operasi produksi LNG yang stabil dalam jangka panjang.
"Proyek akan memberikan kontribusi signifikan kepada Republik Indonesia dan membawa efek berganda ke Indonesia khususnya di wilayah timur. Inpex akan terus bekerja sama dengan mitranya Shell untuk memberikan daya saing global pengembangan LNG darat dimulai dengan persiapan untuk memulai FEED (Front End Engineering Design)," lanjut Inpex.
Indonesia dapat apa?

Ilustrasi gambar. Karyawan memeriksa instalasi jaringan pipa gas di kawasan Onshore Receiving Facility (ORF) atau fasilitas penerimaan gas PT Pertamina Gas (Pertagas) di Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (3/10/2019).
Lapangan gas Blok Masela terletak di tengah laut, di perairan Laut Arafura, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yang bersisian dengan garis batas Indonesia dan Australia. Cadangan gas di Blok Masela diperkirakan sekitar 27,6 Trillion Cubic Feet (TCF).
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan dimulainya pengelolaan Blok Masela akan memberikan berbagai manfaat (benefit) dan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional serta Maluku.
Dengan investasi sebesar AS $20 miliar, yang merupakan jumlah investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia, menunjukkan bahwa iklim investasi di Indonesia sangat kondusif.
"Diharapkan FDI tersebut bisa mendorong investor lainnya untuk berinvestasi di Indonesia, utamanya investasi migas," ujar Fahmy kepada Beritagar.id.
Beroperasinya Blok Masela akan memicu pertumbuhan industri di berbagai bidang usaha di daerah Maluku, utamanya industri yang menggunakan bahan baku gas.
Multiplier effect bagi perekonomian nasional diperkirakan sekitar 1,3 persen terhadap PDB, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap PDB sekitar AS $153 miliar.
Selain itu, beroperasinya Blok Masela akan meningkatkan pendapatan rumah tangga dalam jumlah besar. Pada tahapan konstruksi, misalnya, peningkatan pendapatan rumah tangga diperkirakan mencapai AS $3 miliar dan pada tahapan produksi diestimasikan sebesar AS $30 miliar.
Fahmy memperkirakan rata-rata penciptaan lapangan pekerjaan bisa mencapai 73,1 ribu per tahun selama periode 2022-2050, sehingga dapat mengurangi kemiskinan.
"Agar benefit ekonomi pengelolaan Blok Masela dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat Maluku, barangkali ke depan perlu dicanangkan untuk memberikan Participating Interest (PI) bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku," tukasnya.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...di-blok-masela
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
LQ45 bergerak menguat ke level 962 - Rabu (16/10/2019)-
Kualitas udara terbaik dan terburuk di Indonesia (Rabu, 16/10/2019)-
JII bergerak menguat ke level 679 - Rabu (16/10/2019)anasabila dan tata604 memberi reputasi
2
263
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•916Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya