Kaskus

News

BeritagarIDAvatar border
TS
BeritagarID
Tim panel salahkan Boeing dan FAA atas sertifikasi 737 Max
Tim panel salahkan Boeing dan FAA atas sertifikasi 737 Max
Foto ilustrasi. Sebuah segel terlihat di pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dekat Jakarta, Indonesia, Rabu (13/3/2019).
Joint Authorities Technical Review (JATR), Jumat (11/10/2019) merilis laporan yang mengkritik keras langkah Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat dan Boeing dalam memberi sertifikasi laik terbang kepada pesawat 737 Max.

Laporan itu merupakan hasil penyelidikan terhadap dua 737 Max yang dioperasikan Lion Air dan Ethiopian Airlines, yang jatuh dalam waktu berdekatan, 9 Oktober 2018 dan 10 Maret 2019. Total 346 orang menjadi korban.

JATR adalah tim panel yang terdiri dari perwakilan 9 otoritas penerbangan sipil, termasuk Indonesia, serta perwakilan teknis dari FAA dan NASA untuk menyelidiki penyebab kecelakaan dua pesawat itu.

Mereka mengungkapkan FAA dan Boeing gagal menjamin kelayakan sistem anti-stall atau Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS) saat proses sertifikasi pesawat Boeing 737 Max.

Sistem ini mengontrol posisi pesawat jika kehilangan daya angkat (stall). Mestinya, sudah ada antisipasi dari Boeing maupun FAA saat uji sertifikasi soal apa yang harus dilakukan oleh pilot jika sewaktu-waktu terjadi stall dan posisi pesawat terbalik.

Kegagalan sistem tersebut menjadi penyebab utama kecelakaan vital Lion Air pada Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines pada Maret 2019 lalu yang menewaskan total 346 penumpang dan awak pesawat.

Dalam laporan setebal 71 halaman yang dirilis tim panelis pada Jumat (11/10) waktu Amerika, Boeing maupun FAA dikatakan tak bisa menjelaskan dan memutakhirkan data prosedur dan kualifikasi sistem anti-stall. Sistem ini mestinya diuji coba secara menyeluruh, termasuk kemungkinan kegagalan sistem dan antisipasinya.

Mulanya didesain untuk memudahkan penerbangan, namun justru membingungkan pilot karena perubahan prosedur dan mekanisme yang berbeda dengan jenis pesawat Boeing lainnya. Boeing berdalih, sistem MCAS bukanlah sistem baru, alhasil skenario kegagalan yang diberikan pun seperti pesawat jenis lainnya.

Panelis juga menemukan tim penguji pesawat dari FAA tak mempunyai kemampuan dan pengetahuan soal sistem MCAS. Alhasil, proses sertifikasi menjadi cacat.

"Seharusnya sebelum diajukan sertifikasi kepada FAA, Boeing merekrut pengawas eksternal untuk mengecek dan menguji sistem kontrol tersebut," tulis JATR dalam laporan tersebut.
Skenario gagal
Panel meminta FAA untuk lebih kritis dengan mendesak Boeing mengirimkan lebih dari satu skenario gagalnya sistem anti-stall sebagai pencegahan. "Analisis pencegahan terhadap satu kasus tidak cukup," merujuk laporan.

Boeing, saat proses sertifikasi, hanya menyerahkan skenario terburuk jika sistem anti-stall gagal: jika sudut Angle of Attack (AOA) di satu sisi pesawat membesar, dan di sisi sayap lainnya salah.

Karena dianggap skenario tersebut menjadi paling parah, Boeing tak mengirimkan skenario lain berikut pencegahannya.

Bagaimana gambaran sederhana kondisi skenario tersebut? Jadi, AOA ditandai dengan hidung pesawat yang mendongak terlalu tinggi, di luar batas yang ditentukan. Dalam kondisi ini, pesawat bisa kehilangan daya angkat atau terjadi stall. Jika sudut AOA terlalu besar, akan ada bunyi peringatan, "stall, stall."

Untuk mengembalikan ke posisi semula, pilot mestinya menurunkan sudut kritis AOA beberapa derajat. Sederhananya, penurunan AOA dilakukan untuk menjaga keseimbangan aliran udara di penampang sayap, jadi posisi tidak condong ke atas, tetapi rata selaiknya pesawat terbang pada kecepatan normal.

Kalau salah strategi, misal justru menaikkan derajat AOA lebih tinggi, pesawat akan terhentak. Posisinya tidak normal tetapi vertikal dengan hidung menghadap ke atas. Kemudian, kecepatan pun mendadak turun drastis.

Nah, yang luput dari Boeing adalah tidak mengajukan mekanisme pencegahan untuk skenario bencana lainnya, seperti yang dialami Lion Air tahun lalu.

Ada kesalahan indikator sensor AOA karena pesawat normal dianggap stall. Lalu, MCAS otomatis menurunkan sudut AOA. Pesawat pun bisa jadi vertikal, tapi hidung menghadap ke bawah. Alhasil, pilot dan awak pesawat kehilangan kendali.

Lion Air PK-LQP untuk rute penerbangan JT610 dari Jakarta ke Pangkalpinang pun terjun bebas.
Tanggapan FAA dan Boeing
Menanggapi laporan tersebut, Pejabat FAA Steve Dickson menerima hasil kajian dan rekomendasi yang diberikan tim panelis demi keamanan penerbangan. "Peristiwa yang terjadi di Indonesia dan Ethiopia menjadi pengingat bahwa FAA dan pihak regulator lainnya untuk bekerja lebih giat demi meningkatkan keamanan penerbangan," ujar Steve merujuk laporan BBC.

Pada hari yang sama dengan dirilisnya laporan tim panel itu, Dewan Direksi Boeing juga mencopot jabatan chairman dari Dennis Muilenburg dan mengangkat pemimpin direksi independen, David Calhoun, sebagai non-executive chairman. Namun Muilenberg tetap menjabat sebagai CEO dan presiden perusahaan AS itu.

Penggantian itu, menurut Boeing kepada CNN, dilakukan untuk memperkuat "manajemen keamanan" perusahaan.

Seorang chairman di sebuah perusahaan bisa mengawasi kebijakan yang diambil oleh CEO. Oleh karena itu rangkap jabatan chairman dan CEO biasanya berpeluang mengurangi transparansi dan akuntabilitas perusahaan.

Muilenberg menyatakan bahwa dia mendukung penuh keputusan Dewan itu.
Tim panel salahkan Boeing dan FAA atas sertifikasi 737 Max


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...fikasi-737-max

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tim panel salahkan Boeing dan FAA atas sertifikasi 737 Max 27 emiten perkasa lambungkan LQ45 - Selasa (15/10/2019)

- Tim panel salahkan Boeing dan FAA atas sertifikasi 737 Max Kualitas udara 10 spot terbaik dan terburuk (Selasa, 15/10/2019)

- Tim panel salahkan Boeing dan FAA atas sertifikasi 737 Max Jomlo, perkimpoian, dan gejala gangguan jiwa

tata604Avatar border
anasabilaAvatar border
anasabila dan tata604 memberi reputasi
2
338
5
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
Beritagar.id
KASKUS Official
13.5KThread851Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.