- Beranda
- Beritagar.id
Holding tambang BUMN akuisisi saham perusahaan nikel asal Brasil
...
TS
BeritagarID
Holding tambang BUMN akuisisi saham perusahaan nikel asal Brasil

Truk-truk membawa bijih nikel mentah di dekat Sorowako, Sulawesi, Indonesia, 8 Januari 2014.
Holding industri tambang pelat merah mengakuisisi sekitar 20 persen saham divestasi milik perusahaan tambang penghasil nikel asal Brasil, PT Vale Indonesia Tbk.
Holding yang kini bersulih nama menjadi Mining Industry Indonesia (MIND ID ) itu telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan dengan para pemegang saham lain, Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM), pada Jumat (11/10/201).
Penandatanganan perjanjian ini adalah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara holding tambang BUMN dan Vale Indonesia. Perjanjian Pendahuluan ini selanjutnya akan diikuti beberapa perjanjian definitif utama.
Pemerintah telah menunjuk PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero, sebagai pimpinan MIND ID, untuk mengambil saham divestasi Vale Indonesia. Langkah ini sesuai dengan mandat holding tambang BUMN untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan mendorong hilirisasi industri pertambangan nasional.
"Partisipasi MIND ID di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale Indonesia (Brasil) dan Freeport Indonesia (Amerika), merupakan bukti keberhasilan Indonesia dalam menjaga dan menarik investasi perusahaan global ke industri pertambangan nasional," ujar Group CEO MIND ID, Budi G. Sadikin, dalam keterangan resmi, Senin (14/10).
Kuasai cadangan nikel
Budi mengatakan akuisisi ini bertujuan untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir berbasis nikel di Indonesia; baik hilirisasi industri nikel menjadi besi baja (stainless steel), maupun hilirisasi industri nikel menjadi baterai kendaraan listrik.
"Akses ini juga akan mempercepat program hilirisasi industri nikel domestik, yang bakal menghasilkan produk hilir dengan nilai ekonomis hingga 4-5 kali lipat lebih tinggi dari produk hulu," ujarnya.
Melalui kepemilikan 20 persen saham di Vale Indonesia dan 65 persen saham di PT Aneka Tambang Tbk., MIND ID memiliki akses terhadap salah satu cadangan dan sumber daya nikel terbesar dunia.
Vale Indonesia merupakan perusahan tambang dan pengolahan nikel terintegrasi yang beroperasi di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Perusahaan ini merupakan anak usaha Vale, perusahaan multitambang asal Brasil yang beroperasi di 30 negara dengan total pekerja dan kontraktor di seluruh unit bisnisnya mencapai 110.000 orang. Vale Indonesia memproduksi nikel dalam matte, yaitu produk yang digunakan dalam pembuatan nikel rafinasi dengan kandungan rata-rata 78 persen nikel, 1 persen kobal, serta 20 persen sulfur, dan logam lainnya.
Mengutip laporan keuangan perseroan, tahun lalu Vale Indonesia mampu memproduksi nikel matte hingga 74.800 metric ton (MT), lebih rendah dari produksi 2017 sebesar 76.800 MT. Sementara untuk tahun ini Vale Indonesia menargetkan mampu memproduksi sekitar 74.000-76.000 MT.
Divestasi 20 persen saham Vale Indonesia merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) pada tahun 2014 antara perusahaan dan pemerintah yang harus dilaksanakan lima tahun setelah amandemen tersebut.
Adapun KK Vale Indonesia akan berakhir pada 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan.
Pemegang saham Vale Indonesia saat ini antara lain Vale Canada Limited (VCL) sebesar 58,73 persen, Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM) sebesar 20,09 persen, dan publik sebesar 20,49 persen.
Sumber dana

Penandatanganan Heads of Agreement Divestasi Saham PT Vale Indonesia Tbk oleh MIND ID, Jakarta 11 Oktober 2019
Kendati demikian, Inalum masih enggan untuk membeberkan berapa kocek yang dikeluarkan untuk mengambilalih 20 persen saham tersebut. VP Corporate Secretary Inalum Rendi Witular mengatakan Inalum memiliki sumber pendanaan yang cukup untuk membiayai akuisisi itu.
"Ini baru tahap awal. Untuk nilainya belum ada," ujar Rendi saat dikonfirmasi Beritagar.id.
Proses akuisisi itu diperkirakan akan dibiayai oleh hasil penerbitan surat utang (obligasi) global tahun lalu, senilai AS $4 miliar atau setara Rp58 triliun. Dana penerbitan obligasi itu sebelumnya juga digunakan untuk mendanai akuisisi perusahaan tambang emas Freeport Indonesia.
Inalum menjual obligasi global tersebut dalam empat seri dan kemudian dicatat di bursa saham Singapura, November tahun lalu.
Sampai dengan Desember 2018, MIND ID membukukan Pendapatan Konsolidasi sebesar Rp65,2 triliun, tumbuh 38 persen dari tahun sebelumnya.
Adapun pendapatan sebelum bunga, pajak dan depresiasi (EBITDA) Konsolidasi mencapai Rp18,5 triliun, tumbuh 50 persen dari tahun sebelumnya. Laba Bersih Konsolidasi mencapai Rp10,5 triliun tumbuh 54 persen dari tahun 2017 dengan ekuitas konsolidasi sebesar Rp74,6 triliun, dengan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) sebesar 1,03X.
Holding Industri Pertambangan resmi dibentuk pada 27 November 2017 dengan menunjuk Inalum sebagai induk perusahaan yang menaungi lima perusahaan industri tambang terbesar di Indonesia; yaitu PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk., dan PT Freeport Indonesia.
Pada 17 Agustus 2019, Holding Industri Pertambangan bertransformasi menjadi MIND ID (Mining Industry Indonesia) yang memiliki 65 persen saham PT Aneka Tambang Tbk., 65,02 persen saham PT Bukit Asam Tbk., 65 persen saham PT Timah Tbk., dan 51,2 persen saham di PT Freeport Indonesia.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...el-asal-brasil
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Istri mantan Dandim Kendari dilaporkan ke polisi-
Prabowo dan Surya sepakat amandemen UUD menyeluruh-
Jaringan internet tol langit resmi mengudaraanasabila dan tata604 memberi reputasi
2
436
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•851Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya