Kaskus

News

BeritagarIDAvatar border
TS
BeritagarID
Kinerja keuangan tumbuh sehat, PT SMI optimistis sambut 2020
Kinerja keuangan tumbuh sehat, PT SMI optimistis sambut 2020
Antrean mobil melewati gerbang tol Malang-Pandaan di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/6/2019). Pembangunan jalan tol ini turut digawangi PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI Persero).
PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI Persero) optimistis menyambut tahun 2020 walau ekonomi global sedang mengalami perlambatan dan menunjukkan gelagat resesi. PT SMI yakin lantaran kinerja keuangan mereka hingga kuartal ketiga 2019 tetap tumbuh sehat.

Dari dokumen perusahaan yang dikutip Beritagar.id, Minggu (13/10/2019), pendapatan usaha BUMN di bawah Kementerian Keuangan ini sudah mencapai Rp3,88 triliun atau melampaui target sebanyak 106,60 persen. Pendapatan itu naik sekitar 43 persen dibanding September 2018 yang mencapai Rp2,7 triliun (year on year/yoy).

PT SMI yang bisnis utamanya adalah pembiayaan infrastruktur jangka panjang dan investasi pun sudah mencatat komitmen financing hingga Rp98 triliun. Sementara realisasi pembiayaan untuk kalangan usaha dan pemerintah daerah hingga September 2019 sudah mencapai Rp55,289 triliun.

Artinya ada pertumbuhan sebesar 40,3 persen dibanding tahun lalu yang bernilai Rp39,4 triliun. "Ini kinerja yang baik karena kredit perbankan saja hanya tumbuh di bawah 10 persen," ujar Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad, dalam pertemuan dengan kalangan jurnalis di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (10/10).

Dari penyaluran kredit infrastruktur itu, PT SMI pun cukup hati-hati. Itu sebabnya pinjaman bermasalahnya atau non-performing loan (NPL) gross-nya hanya 1,2 persen. "Jadi keuangan PT SMI masih terjaga, baik-baik saja, dan sehat. Maklum tugas kami ke arah tujuan pembangunan," lanjut Edwin yang dulu dikenal sebagai analis pasar modal.

Dan untuk tahun depan, dengan melihat gejala perlambatan ekonomi global, PT SMI pun tetap menargetkan pertumbuhan kredit dua digit. "Belum ditetapkan, tapi kasaran saja kira-kira 15-20 persen," katanya.

Apalagi, sebagai alat fiskal Kemenkeu, PT SMI memiliki sumber dana (liability) atau utang hingga Rp32,1 triliun. Utang ini naik dari Rp20,4 triliun pada tahun lalu (yoy).

"Artinya, dukungan untuk pembiayaan infrastruktur tumbuh pesat," sergah Edwin.

Sumber dana PT SMI untuk membiayai pembangunan infrastruktur terdiri dari aneka ragam atau dalam bahasa Edwin adalah gado-gado. Selain dari APBN melalui Kemenkeu, PT SMI mendapat sumber modal dengan berutang --misalnya kepada Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan The Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

"Tapi porsi terbesar adalah dana dari masyarakat melalui obligasi hingga di atas 50 persen. Bahkan kami sekarang sedang menyiapkan obligasi untuk tahun depan dengan tenor 1, 3, 5, dan 7 tahun," ujar Edwin.
Tiga pilar bisnis Kinerja keuangan tumbuh sehat, PT SMI optimistis sambut 2020
Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Edwin Syahruzad (kiri) ditemani Corporate Secretary PT SMI Ramona Harimurti memberi keterangan soal kinerja perusahaan kepada jurnalis dalam media meet up di Kapal Phinisi Nusantara, di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (10/10/2019).
PT SMI berdasarkan penugasan dari Kemenkeu merupakan special mission vehicle. PT SMI menjembatani kekosongan ruang pembiayaan khusus infrastruktur jangka panjang yang tidak mungkin dilakukan oleh perbankan karena tenornya jangka panjang.

"Kami mencoba sebagai katalis. Artinya kami harus kreatif dan inovatif. Misalnya proyek jalan tol Trans Sumatra yang tenornya 25 tahun. Tidak ada perbankan yang memberi tenor kredit selama itu," papar Edwin.

Penyaluran kredit itu merupakan pilar bisnis pertama PT SMI; pembiayaan dan investasi. Sedangkan pilar kedua adalah jasa konsultasi, dan terakhir pengembangan atau penyiapan proyek.

Dari ketiga pilar tersebut, fungsi ketiga mencakup porsi terbesar. PT SMI menjadi enabler sebuah proyek infrastruktur sebelum memasuki tahap tender.

Dan khusus pilar ketiga ini, PT SMI mengerjakan mandat dari pemerintah melalui Kemenkeu. Sejak berdiri pada 2009 hingga kini, mereka mendapat mandat 15 proyek yang meliputi instalasi air bersih (air minum), telekomunikasi, transportasi, rumah sakit dan penerangan jalan umum.

Dari 15 tersebut, tujuh proyek di antaranya sudah selesai dikerjakan. Sedangkan satu proyek lainnya, yakni jaringan transportasi kota Medan (Sumatra Utara) tidak dilanjutkan ke level tender karena biayanya dinilai terlalu mahal --Rp13,3 persen.

"Jadi persiapan proyek ini jauh sebelum tender. Kami siapkan semua unsur teknis, studi kelayakan, kebutuhan keuangan, dan bentuk kontraknya. Jadi kami siapkan sektor legal, teknis, sampai finance sehingga saat ditenderkan nanti para investor paham bahwa ini proyek yang menarik dan baik," tutur Edwin.
Kinerja keuangan tumbuh sehat, PT SMI optimistis sambut 2020


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...is-sambut-2020

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kinerja keuangan tumbuh sehat, PT SMI optimistis sambut 2020 Reklamasi Pelindo di Teluk Benoa jalan terus

- Kinerja keuangan tumbuh sehat, PT SMI optimistis sambut 2020 Kota dengan kualitas udara terbaik dan terburuk di dunia (Minggu, 13/10/2019)

- Kinerja keuangan tumbuh sehat, PT SMI optimistis sambut 2020 Pemerintah serahkan pengelolaan 3 bandara baru ke Angkasa Pura II

tata604Avatar border
anasabilaAvatar border
anasabila dan tata604 memberi reputasi
2
1.3K
5
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
Beritagar.id
KASKUS Official
13.5KThread•916Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.