- Beranda
- Beritagar.id
Bupati Lampung Utara, bupati milenial dengan harta Rp2,3 miliar
...
TS
BeritagarID
Bupati Lampung Utara, bupati milenial dengan harta Rp2,3 miliar

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara (tengah) dikawal petugas saat akan menjalani pemeriksaan usai Operasi Tangkap Tangan (OTT), di Gedung KPK, Jakarta, Senin (7/10/2019).
Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara yang dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu malam (6/10/2019) tercatat memiliki harta kekayaan Rp2,36 miliar per 2 April 2019, merujuk situs lembaga antikorupsi.
Kekayaan itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan 2013, saat dirinya menjabat sebagai Camat Tanjung Senang, Bandar Lampung.
Dalam catatan, asetnya tersebar dalam bentuk tanah dan bangunan di empat lokasi dengan total tanah seluas 2.367 meter persegi dan bangunan seluas 600 meter persegi. Aset tersebut senilai Rp1,1 miliar.
Politisi NasDem ini juga memiliki aset dua unit mobil Toyota Fortuner dan Avanza senilai masing-masing Rp450 juta dan Rp100 juta, serta satu unit motor Yamaha Mio Soul senilai Rp7 juta.
Harta lainnya yakni harta bergerak senilai Rp 307,5 juta serta kas dan setara kas sebanyak Rp708,2 juta. Perubahan signifikan terlihat pada kepemilikan harta jenis ini. Saat menjabat sebagai camat, Agung memiliki harta bergerak dan kas senilai Rp191,5 juta.
Selain itu, kenaikan harga tanah juga berkontribusi pada perubahan jumlah aset miliknya, yang semula Rp590 juta menjadi dua kali lipat pada 2019.
Karier pemerintahan
Agung bukanlah sosok baru di dunia politik Lampung. Ia terlahir dari trah pejabat. Ayahnya, Tamanuri, adalah Bupati Way Kanan dua periode sejak 2000-2010.
Agung, yang merupakan generasi milenial kelahiran 1982 ini, memulai karier di jajaran eksekutif saat menjabat sebagai sekretaris lurah Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kemudian, ia diangkat menjadi camat setempat.
Pada 2014, Agung terpilih menjadi Bupati Lampung Utara bersama dengan pasangannya, Sri Widodo. Merujuk Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) No. 49/KPTS/KPU-LU.008435560/Pilka da/IX/2013, Agung mengantongi suara sebanyak 162.427 (49,19 persen) dari total suara sah sejumlah 330.180.
Lima tahun berselang, Agung kembali dilantik menjadi orang nomor satu di kabupaten tersebut bersama dengan wakilnya, Budi Utomo.
Merujuk Surat Keputusan KPU Nomor 069/HK.03.1-kpt/1803/KPU-kab/VII/2018, Agung berhasil mengamankan suaranya sebanyak 162.426 atau sekitar 50,85 persen dari total suara sah pada Pemilihan Kepala Daerah 2018 lalu.
Jerat rasuah
Baru enam bulan menjabat sejak Maret 2019, Agung dijerat KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama dua kepala dinas dan satu swasta.
Agung adalah bupati ke-64 yang ditangkap KPK melalui OTT sejak 2004 hingga 2019. Pada 2018, ada 30 bupati, wakil bupati, dan wali kota yang perkaranya ditangani oleh lembaga antirasuah.
Agung diduga menerima suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinas Koperindag) setempat.
Merujuk laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kabupaten Lampung Utara, terdapat empat proyek lelang pada 2019 yang melibatkan Dinas Koperindag. Keempatnya terkait proyek pembangunan pasar rakyat. Dua proyek berasal dari uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, sementara dua lainnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.
Berikut rinciannya:
1. Proyek konstruksi fisik Pasar Rakyat Tata Karya
Pekerjaan konstruksi di Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara ini memiliki Harga Perkiraan Sendiri (HPS) proyek senilai Rp3,67 miliar. Tender dinyatakan selesai pada Agustus 2019, diikuti oleh 26 peserta dari perusahaan kecil.
2. Proyek konsultasi pembangunan Pasar Rakyat Tata Karya
Proyek konsultasi ini senilai Rp199 juta untuk pembangunan Pasar Rakyat Tata Karya di Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara. Tender sudah diikuti oleh 27 peserta dan per 29 Juni 2019 memasuki tahap penandatanganan proyek.
3. Proyek pembangunan Pasar Tradisional Desa Comok Sinar Jaya
Proyek pasar di Kecamatan Sungkai Barat, Kabupaten Lampung Utara ini senilai Rp1 miliar. Tender diikuti tiga peserta dan dinyatakan selesai per 12 Juli 2019.
4. Pembangunan Pasar Tradisional Desa Karang Sari Kecamatan Muara Sungkai
Proyek pasar ini berlokasi di Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara dan senilai Rp1,38 miliar. Tender diikuti 7 perusahaan kecil dan dinyatakan selesai per 12 Juli 2019.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ta-rp23-miliar
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Bandung kota termacet di Indonesia, bukan Jakarta-
Rekor di Lampung, 3 bupati dari NasDem ditangkap KPK-
Infografik: Tebak buah manggis memakzulkan Jokowitien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
431
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•884Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya