Kaskus

News

BeritagarIDAvatar border
TS
BeritagarID
Bandung kota termacet di Indonesia, bukan Jakarta
Bandung kota termacet di Indonesia, bukan Jakarta
Suasana antrean pengendara yang melintas di kawasan Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/10/2019).
Kalau kemacetan lalu lintas bisa dibilang sebagai penanda berkembangnya sebuah kota metropolitan, maka Bandung tengah berkembang. Hasil studi Bank Pembangunan Asia (ADB) menempatkan ibu kota Jawa Barat tersebut sebagai kota paling macet di Indonesia, melangkahi Jakarta.

Dalam laporan bertajuk "Asian Development Outlook 2019--Update" yang diterbitkan September lalu (fail pdf), ADB menempatkan Bandung pada urutan ke-14 dalam tabel kota berpenduduk di atas 5 juta jiwa (data 2016) dengan tingkat kemacetan tertinggi. Jakarta menempati urutan ke-17, sementara Surabaya ke-20.

Menurut Survei Penduduk Antar-Sensus (Supas) 2015 Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Kota Bandung diperkirakan mencapai 2,48 juta jiwa. Namun, yang dimaksud dalam laporan studi ADB itu adalah wilayah Bandung Raya (greater Bandung area). Jadi, meliputi juga Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.

Menurut Supas 2015, total penduduk di kawasan tersebut mencapai 8,23 juta jiwa. Dengan demikian, Bandung Raya termasuk dalam kota berpenduduk di atas 5 juta jiwa.

Ada 278 kota dari 48 negara anggota ADB yang masuk dalam penelitian tersebut. Data yang digunakan untuk menghitung rata-rata durasi perjalanan berasal dari data Google Maps yang diakses pada 19 Maret 2019. Data itu mencakup pergerakan kendaraan pribadi dan transportasi publik (terutama bus dan kereta).

Hasilnya, Bandung mencatatkan angka sedikit di bawah 1,20. Artinya waktu yang dibutuhkan bagi kendaraan untuk bergerak dari titik A ke B pada jam sibuk (peak hours) sekitar 20 persen lebih lama dibandingkan pada jam lowong (off-peak hours). Jakarta mencatatkan sekitar 1,17, sementara Surabaya 1,10.

Angka tersebut masih lebih rendah dari rata-rata tingkat kemacetan pada 278 kota yang diteliti, yaitu 1,24.

Kota dengan tingkat kemacetan paling parah adalah Metro Manila di Filipina (1,50), disusul Kuala Lumpur, Malaysia (1,40), dan Yangon, Myanmar (1,39).
Metropolitan pasti macet Bandung kota termacet di Indonesia, bukan Jakarta
Penumpang memasuki bus Trans Metro Bandung di Terminal Bus Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/9/2018). Kementerian Perhubungan telah mengkaji pembangunan jalur khusus bus di kota Bandung dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT) melalui dana hibah untuk rintisan sistem transportai tersebut.
Menanggapi laporan studi ADB tersebut, Wali Kota Bandung, Oded M Danial, menyatakan kemacetan di kota metropolitan adalah sebuah keniscayaan. "Kalau kemacetan saya kira hampir di semua metropolitan pasti macet," ucap Oded kepada detikcom, Jumat (4/10/2019).

Sang Wali Kota lantas memaparkan bahwa pemerintahannya tengah membangun beberapa jalan layang untuk mengatasi kemacetan. Sementara pembangunan dilakukan, "wayahna weh (wajar saja)" bila jalanan yang ada menjadi lebih macet dari biasanya.

Selain rugi waktu, kemacetan juga bisa merugikan perekonomian. Tahun lalu, dikabarkan Bisnis.com, kerugian ekonomi akibat kemacetan di Bandung diperkirakan bisa mencapai Rp4 triliun per tahun.

Oleh kerena itu, beberapa langkah mengurai kemacetan tengah dilakukan, antara lain rekayasa lalu lintas dan pembangunan moda transportasi publik seperti Bandung Metro Kapsul (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan jaringan Trans Metro Bandung.

Kepala Badan Pembangun­an, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, menargetkan dalam lima tahun mendatang, jumlah warga pengguna transportasi publik naik dari 12 persen saat ini menjadi 40 persen.

Namun, dipaparkan harian lokal Pikiran Rakyat dalam sebuah laporan panjang berjudul "Proyek Infrastruktur Kota Bandung, Banyak Rencana tapi...Ah, Sudahlah," semua rencana yang digagas sejak Ridwan Kamil menjabat wali kota hingga ia menjadi gubernur itu belum jelas wujud dan arahnya.

Pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Soni S Wibowo, dalam Galamedianews.com, juga menyindir rencana Pemerintah Kota Bandung mendorong warga menggunakan transportasi umum sebagai "sebatas wacana".

"Kalaupun ada, hanya sebatas FGD (focus group discussion) dan seremonial saja. Makanya tidak heran makin lama masyarakat Bandung makin tidak peduli dengan kotanya. Ini terlihat pelanggaran lalin dan kemacetan di kota Bandung cenderung meningkat," tukas Soni.

Sementara semua proyek infrastruktur itu masih dalam status rencana, jumlah kendaraan roda dua dan empat terus bertambah.

Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kota Bandung, setiap harinya ada sekitar 1,25 juta kendaraan yang lalu lalang di kota tersebut. Pertumbuhannya mencapai 11 persen per tahun. Kendaraan itu memadati jalanan sepanjang total 1.236,48 kilometer yang mengelilingi kota.

Jumlah tersebut belum termasuk kendaraan para pelancong dari luar kota yang biasanya datang pada akhir pekan untuk menikmati keindahan Paris van Java--julukan Kota Bandung. Kemacetan, dan polusi udara yang menyertainya, jadi bagian dari proses jalan-jalan yang mesti dilalui para pelancong itu.
Bandung kota termacet di Indonesia, bukan Jakarta


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-bukan-jakarta

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Bandung kota termacet di Indonesia, bukan Jakarta Rekor di Lampung, 3 bupati dari NasDem ditangkap KPK

- Bandung kota termacet di Indonesia, bukan Jakarta Infografik: Tebak buah manggis memakzulkan Jokowi

- Bandung kota termacet di Indonesia, bukan Jakarta Indofood buka suara terkait hengkangnya Pepsi

anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
400
5
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
Beritagar.id
KASKUS Official
13.5KThread916Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.