- Beranda
- Beritagar.id
Iriana Jokowi: Kerja baik tanpa kanker serviks
...
TS
BeritagarID
Iriana Jokowi: Kerja baik tanpa kanker serviks

Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat memberikan sosialisasi tes Inspeksi Visual Asetat (IVA) di kawasan pabrik tekstil milik PT EmBee Plumbon Textile, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (3/10/2019).
Antusiasme keikutsertaan tes Inspeksi Visual Asetat (IVA) demi mendeteksi dini potensi kanker serviks terlihat di kawasan pabrik tekstil milik PT EmBee Plumbon Textile, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (3/10/2019).
Pelayanan yang dibuka sejak Senin (30/9/2019) itu telah diikuti 600 dari total 1.024 pekerja perempuan di pabrik tersebut.
“Hasilnya rata-rata baik semua. Dengan hasil yang baik, otomatis kerjanya juga baik,” ucap Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat melakukan peninjauan di pabrik tersebut bersama Mufidah Jusuf Kalla dan ibu-ibu Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK).
Iriana mengingatkan, perempuan di mana pun seharusnya tidak perlu takut untuk mengikuti tes IVA. “Tidak sakit dan cuma sebentar,” kata Iriana di depan para sejumlah pekerja pabrik.
Peringatan Iriana bukan tanpa alasan. Merujuk penelitian yang dirilis Mayo Clinic dan dipublikasikan dalam Journal of Women’s Health, jumlah perempuan yang aktif melakukan pendeteksian kanker serviks masih rendah.
Penelitian itu menyebut, kurang dari 30 persen perempuan dengan rentang usia 30 sampai dengan 65 tahun yang tercatat melakukan pemeriksaan dini kanker serviks di Asia.
Studi serupa pada tahun 2018 mengungkapkan kondisi yang demikian bisa jadi karena rasa tidak percaya terhadap institusi medis.
Selain itu, sejarah perilaku diskriminatif pada masa lalu di rumah sakit atau klinik kesehatan juga dianggap masih membayangi sejumlah perempuan sehingga mereka pun enggan menjalani pemeriksaan.
Padahal, penderita kanker serviks jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun. Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wicaksono menyebut di Indonesia, sedikitnya terdapat 15.000 kasus kanker serviks dilaporkan setiap tahunnya.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, jumlah deteksi dini kanker serviks (IVA) positif tahun 2017 tertinggi di provinsi Jawa Tengah sebanyak 26.935 penderita.
Sementara, posisi kedua ditempati oleh provinsi Jawa Timur sebanyak 26.153 penderita, dan penderita paling sedikit di provinsi Maluku Utara sebanyak 72 penderita.
Data dari Kementerian Kesehatan ini merupakan data total pemeriksaan dari tahun 2014 hingga 2017 pada perempuan berusia 30-50 tahun.
Sementara, merujuk data Direktorat Jenderal P2P Kemenkes (2017), sosialisasi pemeriksaan IVA tes di Indonesia secara reratanya hanya mencapai 5,15 persen.
Persentase terendah ada di Provinsi Papua (0,68 persen), Provinsi Gorontalo (0,68 persen), dan Provinsi Banten (0,89 persen).
Sementara tiga provinsi dengan persentase pemeriksaan IVA tertinggi adalah Bali (19,57 persen), DKI Jakarta (12,09 persen), dan Nusa Tenggara Barat (11,42 persen).
Sejak tahun 2007 sampai dengan 2016 sudah dilakukan deteksi dini kanker serviks dan payudara terhadap 1.925.943 perempuan usia 30-50 tahun. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) dan pemeriksaan IVA atau Pap Smear.
Deteksi dini dilakukan untuk menemukan faktor risiko Penyakit Tidak Menular sedini mungkin terhadap individu dan/atau kelompok yang berisiko atau tidak berisiko secara rutin.
Kegiatan deteksi dini faktor risiko ini dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau pada kelompok masyarakat khusus melalui Posbindu.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...kanker-serviks
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Sepertiga lahan untuk ibu kota baru sudah diamankan negara-
Hanya 46 persen proyek strategis yang selesai di periode 1 Jokowi-
10 spot kualitas udara terbaik dan terburuk (Kamis, 03/10/2019)anasabila memberi reputasi
1
223
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•851Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya