- Beranda
- Beritagar.id
Tawarkan bunga 6,8 persen, ORI016 bisa dibeli online
...
TS
BeritagarID
Tawarkan bunga 6,8 persen, ORI016 bisa dibeli online

Obligasi ritel ORI016, menawarkan bunga 6,8 persen. Bunga ini dinilai lebih rendah dari perkiraan.
Pemerintah kembali menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) kepada individu WNI. Obligasi seri ORI016 ini dijual paling kecil dengan nominal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. Bunga alias kupon yang ditawarkan ORI seri ini sebesar 6,8 persen.
Berbeda dengan penjualan ORI seri sebelumnya, ORI015 bisa dibeli secara online lewat 23 mitra distribusi. Direktur Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Loto S Ginting penjualan online ini adalah pengembangan dari Surat Berharga Negara (SBN) menjadi E-SBN. Tautan penjualan lewat mitra distribusi bisa dilihat di sini.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman menjelaskan, pemerintah berkomitmen mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBN ritel, ORI016 merupakan seri pertama ORI yang diterbitkan secara online melalui sistem E-SBN.
Proses pemesanan pembelian dapat dilakukan melalui 4 tahap yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi. "Proses registrasi dapat dilakukan kapan saja, sedangkan proses pemesanan hingga konfirmasi dilakukan selama masa penawaran, yaitu tanggal 2-24 Oktober 2019," kata dia usai peluncuran ORI016, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).
Luky menyatakan, pemerintah berharap generasi milenial ikut berpartisipasi dalam pembelian ORI ini, sebagai sarana ikut membantu negara. Selain itu, obligasi negara ini dikenal aman. "Sebab dijamin dengan undang-undang," kata dia. Penjualan ORI016 ditargetkan mencapai Rp9 triliun.
Loto menjelaskan, ORI016 memiliki tenor 3 tahun, jatuh tempo obligasi ini akan tiba pada 15 Oktober 2022. Kuponnya akan dibayarkan per bulan tiap tanggal 15, dan kupon pertama dibayarkan pada 15 Desember 2019. Setelah tanggal itu, obligasi ini bisa diperjualbelikan di pasar sekunder.
Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto menilai kupon yang diberikan itu lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya, di level 7 persen.
"Agak kurang menarik sebagai instrumen dengan kupon 6,8 persen, tetapi menurut saya pasarnya masih ada," ujarnya kepada Bisnis, Senin (30/9/2019).
Pada ORI seri-seri sebelumnya, hanya tiga seri yang memberikan bunga di kisaran 6 persen. Yakni ORI009 (21 September-5 Oktober 2012) dengan bunga 6,25 persen. Lalu, ORI14 (29 September-19 Oktober 2017), dengan imbal hasil 5.85 persen. ORI013 (29 September-20 Oktober 2016) dengan tingkat bunga 6,6 persen. Sedangkan untuk ORI seri 015, bunganya mencapai 8,25 persen.
Ramdhan meyakini, pemerintah telah memperhitungkan kondisi pasar dan mempertimbangkan penurunan suku bunga acuan yang saat ini berada di angka 5,25 persen.
Loto menjelaskan, bunga itu dipatok karena pemerintah awalnya berasumsi perekonomian global bakal membaik, dan banyak dana yang akan tersedot keluar. Tapi yang terjadi sebaliknya, perekonomian dunia terancam resesi. Sehingga aliran dana ke Indonesia akan deras.
"Ada penurunan tingkat bunga secara global. Bahkan ada yang bunganya negatif. Indonesia juga kena imbasnya," kata Loto. Menurut Loto, bunga ini menarik karena lebih tinggi dari bunga deposito. Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan untuk deposito menjadi 4,5 persen.
Loto menilai, makin murahnya bunga obligasi akan memudahkan kalangan usahawan dalam mengakses modal.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-dibeli-online
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Paripurna pelantikan Pimpinan DPR hanya dihadiri separuh anggota-
Pelajar dan mahasiswa peserta demo dibayangi sanksi, Anies membela-
Agenda pelantikan presiden tunggu koordinasi MPRnona212 dan anasabila memberi reputasi
2
277
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•851Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya