- Beranda
- Beritagar.id
Tikus serang sawah seluas GBK, coba panggil tentara
...
TS
BeritagarID
Tikus serang sawah seluas GBK, coba panggil tentara

TUGAS | Foto ilustrasi: Personel TNI menunjukkan hasil geropyokan tikus di persawahan Kelurahan Kutoanyar, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (2/7/2019).
Tikus datang. Tikus menyerang. Tujuh kecamatan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kewalahan. Tanaman padi berusia 40 hari rusak karena digasak.
"Lahan pertanian yang terdampak mencapai sekitar 131 hektare," kata Kabid Holtikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Madiun, Sumanto, Jumat (27/9/2019; → Radarmadiun.co.id).
Tujuh kecamatan korban serangan tikus meliputi Pilangkenceng, Wonoasri, Balerejo, Madiun, Mejayan, Saradan, dan Dagangan.
Luas 131 ha itu hampir setara luas Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, yang kini tinggal 136,84 ha. Sebelumnya GBK seluas 279,1 ha.
Selaun Madiun, Kabupaten Bojonegoro juga diserang tikus. Misalnya 25 ha ladang kedelai di Desa Pagerwesi, Kecamatan Sumberrejo. Menurut laporan Sabtu (28/9/2019), selama sepekan terakhir tikus telah merusak kedelai menjelang masa panen (→ jpnn.com)
Geropyok: memburu tikus
Sumanto tak menyangkal, penyebab tikus berbiak karena predator berkurang. Adapun cara membasmi tikus adalah dengan rodentisida atau petrokum — dua jenis racun untuk Den Bagus (sebutan orang desa di Jawa Tengah/Timur untuk tikus).
Cara tambahan? "Petani juga mengendalikan serangan hama tikus itu dengan cara geropyokan," kata Sumanto. Artinya beramai-ramai memburu dan menangkap tikus.
Menggeropyok tikus juga dilakukan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Di persawahan Desa Anjatan, Kecamatan Anjatan, pekan lalu, petani dan personel Koramil 1614, di bawah komando Danramil Kapten CZI Syamsuddin, beramai-ramai memburu dan menangkap tikus (→ Radarcirebon.com).
Menurut Kuwu Desa Anjatan, Warto, geropyokan lebih bagus ketimbang meracuni tikus. Bisa memutus mata rantai perkembangbiakan tikus.
Pakai burung hantu, bukan tentara
Selain peracunan dan geropyokan, ada cara lain menghabisi tikus sawah. Yaitu memanfaatkan pemangsa. Maka burung hantu pun dipilih beberapa kelompok tani.
Di Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jatim, petani sudah memanfaatkan burung hantu dengan membuat pagupon di sawah. (→ Kompas.com).
Dengan racun, yang sehari bisa menghabiskan Rp30.000, ternyata tak efektif. Lebih mangkus bin mujarab pakai burung lambang pengetahuan itu.
Dalam arsip Beritagar.id (2013), tersebutkan bahwa dalam setahun seekor burung hantu bisa memangsa 1.300 ekor tikus. Sepasang burung hantu bisa melindungi 25 ha sawah.
Dalam arsip 2014, perburuan tikus — di kampung padat, bukan persawahan, di Jabar — harus dikendalikan oleh pengurus.
Tikus diincar, sapi terpapar
Penggunaan racun memang berbahaya. Korbannya bukan hanya tikus, karena satwa lain, bahkan manusia, pun bisa teracuni.
Di Malaysia awal bulan ini Persatuan Haiwan Malaysia (Malaysia Animal Association) berkabar di Facebook, lalu dikutip aneka media, bahwa racun tikus telah membunuh binatang lainnya.
Seorang peladang di Kulaijaya, Johor, menebar racun tikus. Hasilnya: 40 ekor sapi mati. Burung hantu juga. Pun ular. Begitu pula monyet, kera, dan beruk.
Coba kalau Paman Petani pemilik ladang memanggil tentara untuk bertindak.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...anggil-tentara
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Bamsoet berbalik, dukung Airlangga jadi ketum-
Aksi Mujahid 212 tolak kriminalisasi suami paksa istri-
Infografik: Eksodus 2.500 orang dari Wamenaanasabila memberi reputasi
1
410
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•881Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya