- Beranda
- The Lounge
Tiga Hari di Lembah Huleiya
...
TS
bintanghu
Tiga Hari di Lembah Huleiya
Jack,panggil aku Jack.Nama asliku Jaqlin Abdi Rustam,seorang keturunan Portugis yang hidup diujung Sumatera,pedalaman Meulaboh.Di desa ku saat itu belum ada listrik sama sekali,jalan pun hanya jalan setapak,tidak ada yang pakai motor disana.Hari ini adalah 20 tahun kejadian mengenaskan itu.
Januari 1998.
Hari itu,hari minggu pagi,hari yang biasa.Keseharian berprofesi sebagai petani cabai merah.Jam 8 saya sudah di ladang dikaki gunung dan tiba-tiba didatangi oleh sekelompok pemuda yang sepertinya sebaya denganku.
Quote:
Saya pun berlalu,dan mereka pun tidak mengikuti saya,aman berarti.
3 hari sejak kejadian itu,mereka enggak nampak lagi,baguslah.Gila saja mau memandu ke puncak gunung yang aku saja enggak pernah kesana.Hari-hari pun berjalan seperti biasa,pagi ke ladang,sore ke pasar,pagi ke ladang dan begitu terus berulang setiap hari.Hingga dihari keempat setelah pertemuan itu mereka mengagetkanku berdiri didepan pintu rumah.
Quote:
3 hari perjalanan menyusuri hutan,kami tiba di lembah Huleiya,dari lembah Huleiya,hanya butuh waktu kira-kira 6 jam untuk ke puncak.Sebenarnya ini bukan lembah melainkan puncak yang luas dan datar,namun warga sekitar menyebutnya lembah.Untungnya banyak ayam hutan dan air disini,jadi untuk stok makanan,tak perlu dikhawatirkan.Kami mendirikan tenda disamping danau (genangan air).Kalau malam tiba,seperti biasa kami menyalakan api unggun namun ada yang tidak biasa malam ini,aku merasa dikacangi,mereka berbicara bahasa daerah yang tak kutahu artinya dan itu berlangsung berjam-jam.Bosan,aku menuju ke tepi danau sendirian.Hmm lama juga aku dihutan ya,3 hari oi.5 menit aku ditepi sungai,hal aneh mulai terjadi.Kabut turun dengan sangat tebal,pandanganku mulai kabur.Spontan aku cepat bergerak kearah tenda,namun semuanya seperti kabur,aku tak bisa melihat apa-apa hingga terlihat dari jarak 5 meter siluet manusia yang melambaikan tangan.Hmm,syukurlah,itu pasti Edo.Aku terus mendekatinya namun sekarang dia menghilang.Lama aku menerawang ke sekeliling dan tak juga menemukan siluet tadi.
Tiba-tiba dari belakang ada tangan yang menepuk pundakku,tajam sekali,seperti disayat pedang, sontak aku berbalik badan...dan...
Manusia berbaju ala kerajaan tanpa kepala memegangi pedang tepat berada didepan mataku,dan semua gelap.
Quote:
Ahh syukurlah,tapi ada yang aneh.Aku mulai memeriksa bahuku yang semalam kena sayatan manusia tak berkepala,untung saja tidak ada,berarti benar aku hanya bermimpi.Aku memutuskan untuk menemani mereka hingga ke puncak Huleiya karena aku gak berani kembali ke desa sendirian gara-gara kejadian semalam.
Enam jam yang melelahkan karena kami harus membuka jalan baru agar bisa mencapai puncak Huleiya yang menurut orang desa belum pernah satupun yang pernah memijak kaki disana.Alangkah terkejutnya aku saat menemukan sebuah bangunan tua berukuran 4x4 meter ditengah belantara.
Quote:
Mereka pun terkejut melihat apa yang ada didepan mereka,kulihat Bejong Ewa mencatat titik koordinat bangunan ini.Lama kami memandangi bagian luar bangunan tua ini.Sekilas dibalik akar pepohonan nampak tulisan Arab.Aku pun menginstruksikan Edo untuk membersihkan akarnya.
Nampaklah sebuah tulisan Arab.
Quote:
Tak ada satupun dari kami yang mengerti,hingga setengah jam kami berpikir aku mulai sadar kalau ini adalah tulisan Arab-Aceh masa lampau,namun cara membacanya bukan dari kanan ke-kiri seperti tulisan Arab melainkan dari kiri ke-kanan.Setengah mati aku berusaha mengartikannya.Dan arti yang paling mendekati itu begini :
“NJOE KATROEWH BALA NIBAK BUMOE ATJEH SEMBAH NIBAK LON ULEH KADTA”
Kalau diartikan “Kalau bala bencana telah datang ke bumi Aceh,sembah saya oleh kamu”
Aneh,ini tulisan mengajak menyembah namun pertanyaannya siapa yang mau disembah?yah sepertinya ini ajaran Islam karena tulisannya adalah Arab.Kami memutuskan untuk masuk kedalam dan,surprise!
Isi didalamnya sangat unik dan bernilai seni tinggi,Edo menyeru agar mencari kayu bakar agar bisa membuat penerangan disini berhubung senter sudah habis baterainya.Setelah api unggun menyala,disana tampak singgasana yang kosong dan sebuah rencong yang menancap disisinya.Disampingnya ada peti yang diikat oleh akar tumbuhan.Di tiap peti ada tulisan Arab-Aceh yang sama seperti tulisan di depan bangunan hanya saja disalah satu peti ada tulisan yang berbeda.
Quote:
“TOK BAK NJAK HAWA GATA MEUTULONG LAKEE”kali ini cara membacanya dari kiri ke-kanan,aneh.
“Hanya kepada Nyak Hawa kamu berserah diri”.Disini saya yakin ini adalah ajaran ilmu hitam.Akhirnya kami memutuskan untuk membuka peti tersebut dan menghentikan sementara perjalanan ke puncak.Namun ternyata peti ini tak bisa terbuka karena menyatu dengan bangunan.Akhirnya kami memutuskan membukanya secara paksa untuk melihat isinya.kami menghancurkan peti yang terbuat dari kayu yang sudah mulai lapuk karena kelembapan cuaca.
Peti berhasil kami buka,dan....
Satu badan manusia yang dimumikan ada disana sontak kami terkejut.Peti kedua dan ketiga pun telah dibuka dan isinya adalah kosong.
Quote:
Aku berdebat panas dengan Edo saat itu,namun secara tak terduga Labih Ekal temannya Edo mengeluarkan sebilah pisau dan berkata:
"Ingat perjanjiannya,Jack!.Kau cukup memandu kami,sudah itu saja". Ujar Labih Ekal.
Edo kemudian berusaha menenangkan suasana.
"Sudah,cukup!hormati Jack kalian semua,tanpa Jack kita tak ada disini"teriak Edo.namun teman-temannya tak menggubris,mereka terus berusaha mengambil mumi tersebut.
"Maaf,Jack".
Aku hanya diam,mereka semua sangat keras kepala.Setelah itu Labih Ekal,Gali Namay dan Bejong Ewa membawa tubuh mumi dan mengikatnya dibatang pohon agar bisa ditandu.Sial mereka benar-benar keras kepala.
Kami pun memutuskan untuk kembali ke desa.Satu hari perjalanan.Kami mendapati Labih,Gali dan Ewa terkana hipotermia,tubuh mereka sangat panas namun mereka menggigil.Edo terlihat menyelimuti mereka dan aku mencari batang kayu untuk perapian.Saat aku kembali betapa terkejutnya melihat badan mereka semua membiru dan mengeluarkan cairan hitam dari mulut mereka.Meraka semua tak sadarkan diri kecuali Edo.Pikiran ku antara marah karena mereka enggak mendengarkan perkataanku dan iba karena bagaimanapun aku menghormati Edo karena dia menghormati ku.
Quote:
Akupun berlari dan dua hari setelahnya sampai di desa.Yang pertama kulakukan adalah membakar uang yang diberikan oleh Edo sebanyak Rp 800.000 agar aku mau menemani mereka.Aku menangis sejadi-jadinya,aku pernah berniat untuk mengakhiri hidup namun urung kulakukan.Berita ini kemudian berhembus ke warga.Pada masanya tidak ada tim penyelamat dan tak ada warga yang berani kesana untuk mengevakuasi para temanku.Hingga sekarang,tak ada satupun yang pernah memijakkan kaki di puncak ataupun dibangunan tua itu.
Misteri demi misteri,teka-teki pelik memenuhi kepalaku setiap hari.Tiap malam selama sebulan aku dihantui oleh sosok mumi itu,dia seolah tidur disampingku dengan mulut menganga dan dikerumuni lalat.kesalahan apa yang telah kami lakukan.Tapi kenapa aku selamat?.
20 tahun setelah kejadian itu,misteri itu sedikit demi sedikit mulai terbuka.misteri paling besar yang ada dalam hidupku terjawab sudah.Oh,ampun.
Sumber : Tulisan pribadi.
Disclaimer : Tulisan ini hanya fiktif belaka.
Diubah oleh bintanghu 23-09-2019 14:36
infinitesoul dan 6 lainnya memberi reputasi
7
781
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.6KAnggota
Komentar yang asik ya

