- Beranda
- The Lounge
Supporter Itu Cerminan Negeri !
...
TS
bintanghu
Supporter Itu Cerminan Negeri !
Quote:
Lihat saja yang membuat onar hanya karena hal sepele saat menonton pertandingan olahraga.Apakah mereka bisa disebut warga negara yang baik?belum bisa,terlepas dari banyaknya hak dan kewajiban serta aturan yang wajib dipenuhi warga negara Indonesia,kita disini hanya bicara di ranah sepakbola.
Saya tidak menyamakan kualitas dan perilaku supporter sepakbola diseluruh Indonesia,saya tahu,sangat banyak supporter berkualitas nan kreatif disini.Tapi saat pertandingan bertaraf dunia,kenapa harus ribut?sangat disayangkan,bukan?
Boleh saja sih enggak sependapat dengan saya,kejadian kemarin harus saya akui adalah cerminan dari perilaku sebagian masyarakat Indonesia.Suka melanggar aturan,serta fanatisme negatif.
Quote:
Yah,saat orang luar melihat kelakuan supporter bola yang membuat kerusuhan kemarin,mereka tidak salah jika men-generalisasi kalau orang Indonesia itu sering melanggar aturan (ya,walau tidak sepenuhnya benar).
Realita-nya,di kehidupan sehari-hari,sebagian dari kita itu masih suka melanggar aturan,dari hal "kecil" seperti menerobos lampu merah hingga merusak fasilitas umum.Lalu salah jika saya bilang kalau supporter itu cerminan sebagian orang Indonesia?.

Gambar
Quote:
Saat supporter sepakbola mempraktikkan yel-yel makian,menyalakan flare seisi lapangan dan hal negatif lainnya itu semua adalah dampak dari fanatisme yang terlalu tinggi.Kalau tim-nya merasa dicurangi,mereka akan turun tangan,gak peduli bahwa disana ada prosedur,mereka akan turun tangan.Alih-alih kondisi membaik yang ada semakin memburuk.
Menurut saya,fanatisme negatif oleh sebagian supporter adalah cerminan dari sebagian rakyat di negeri ini.Enggak percaya?liat saat pemilu,alih-allih pesta demokrasi suka ria malah jadi ajang unjuk kebencian satu sama lain.Atau saat tokoh idolanya "disenggol" mereka akan turun tangan gak peduli bahwa disana ada prosedur hukum.Atau apalagi?banyak contohnya.
Agan boleh saja gak setuju,tapi dalam kehidupan nyata,begitulah adanya.
Quote:

Gambar
Seperti yang saya katakan sebelumnya,disana ada supporter yang berkualitas nan kreatif.Mereka juga fanatik tetapi tidak fanatik negatif.Setiap tim jagoannya bertanding stadion terisi penuh.Namun,saat mereka merasa timnya dicurangi atau apalah,mereka sadar disana ada peraturan dan prosedur hukum,jadi enggak usah turun tangan,mereka sadar hal itu akan memperburuk suasana juga merugikan tim kesayangannya.
Perilaku supporter seperti itu juga cerminan sebagian masyarakat Indonesia lainnya.Mereka yang berkepala dingin dan tau bagaimana bersikap.Mereka yang mencerminkan kemajuan bangsa.
Dalam kehidupan sehari-hari,mereka adalah warga negara yang taat aturan,meraka yang menyadari kalau aturan itu dibuat untuk diikuti,bukan untuk dilanggar.
Sudahlah,tidak usah dicaci-caci lagi,sudah berlalu.Sekarang adalah bagaimana agar hal itu tak terulang lagi dimasa depan.Segala sesuatu itu dimulai dari kita sendiri,sudahkah kita menjadi warga negara yang baik?kalau tidak,ngapain mencaci mereka?toh kita juga begitu.
Mulailah dari hal yang "kecil",seperti jujur,taat aturan dan berbudi pekerti luhur.Kalau itu sudah tertanam,maka sifat itu akan ngikut kemana pun kita pergi nantinya.Saat kita ke stadion bola,sifat-sifat bagus seperti itu juga akan terpraktekkan dengan sendirinya atau saat kita jadi pengurus di badan sepakbola,sifat jujur akan terpraktikkan dengan sendirinya sehingga menjauhkan dari rasywah a.k.a. korupsi.
Adapun dalam hal pemajuan bibit-bibit berkualitas di dunia olahraga,ada hal penting lainnya selain yang telah dijelaskan diatas,mulailah mencari,membidik dan mengembangkan potensi tersebut saat usia mereka masih kanak-kanak.Karena tak ada orang hebat yang lahir secara instan.Saya tidak mau berkomentar terlalu jauh tentang kasus Djarum dan KPAI namun dikacamata saya,apa yang dicapai olahraga badminton perlu ditiru oleh cabang olahraga lain.Caranya?tiru saja lah bagaimana badminton bisa sehebat itu.Haha.
Masa depan olahraga Indonesia akan cerah,secerah-cerahnya,kalau:
Perilaku supporter seperti itu juga cerminan sebagian masyarakat Indonesia lainnya.Mereka yang berkepala dingin dan tau bagaimana bersikap.Mereka yang mencerminkan kemajuan bangsa.
Dalam kehidupan sehari-hari,mereka adalah warga negara yang taat aturan,meraka yang menyadari kalau aturan itu dibuat untuk diikuti,bukan untuk dilanggar.
Sudahlah,tidak usah dicaci-caci lagi,sudah berlalu.Sekarang adalah bagaimana agar hal itu tak terulang lagi dimasa depan.Segala sesuatu itu dimulai dari kita sendiri,sudahkah kita menjadi warga negara yang baik?kalau tidak,ngapain mencaci mereka?toh kita juga begitu.
Mulailah dari hal yang "kecil",seperti jujur,taat aturan dan berbudi pekerti luhur.Kalau itu sudah tertanam,maka sifat itu akan ngikut kemana pun kita pergi nantinya.Saat kita ke stadion bola,sifat-sifat bagus seperti itu juga akan terpraktekkan dengan sendirinya atau saat kita jadi pengurus di badan sepakbola,sifat jujur akan terpraktikkan dengan sendirinya sehingga menjauhkan dari rasywah a.k.a. korupsi.
Adapun dalam hal pemajuan bibit-bibit berkualitas di dunia olahraga,ada hal penting lainnya selain yang telah dijelaskan diatas,mulailah mencari,membidik dan mengembangkan potensi tersebut saat usia mereka masih kanak-kanak.Karena tak ada orang hebat yang lahir secara instan.Saya tidak mau berkomentar terlalu jauh tentang kasus Djarum dan KPAI namun dikacamata saya,apa yang dicapai olahraga badminton perlu ditiru oleh cabang olahraga lain.Caranya?tiru saja lah bagaimana badminton bisa sehebat itu.Haha.
Masa depan olahraga Indonesia akan cerah,secerah-cerahnya,kalau:
Quote:
Thank,
Saleum.
Sumber : Tulisan dan opini pribadi.
Gresta dan anasabila memberi reputasi
2
288
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.1KAnggota
Komentar yang asik ya
