- Beranda
- The Lounge
Ketika yang Berprestasi Malah Direcoki
...
TS
napelogini
Ketika yang Berprestasi Malah Direcoki
Quote:

www.kaskus.co.id
Sepertinya kita sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan seperti apa kondisi dunia sepakbola Indonesia. Terutama soal prestasi timnas.
Tapi hanya dengan satu kata, yaitu SURAM akhirnya kita bisa faham. Bahwa sepakbola Indonesia memang benar-benar PARAH SEPARAH-PARAHNYA!
Terkadang saya merasa iba kepada fans berat timnas Indonesia yang sudah habis-habisan mendukung. Tapi mereka seperti tidak dihargai oleh timnas setidaknya dengan hadiah kecil bernama kemenangan.....
Lagi-lagi kabarnya selalu buruk. yaitu kalah, kalah, dan kalah terus...Dibantai, dibantai, dan dibantai terus. Begitu saja beritanya. Tak ada yang menyenangkan.
Untuk events kualifikasi piala dunia ini saja, timnas kita sudah dua kali dipermalukan. Pertama dikalahkan oleh Malaysia, kemudian oleh Thailand. Pertanyaannya adalah, sesungguhnya timnas kita ini bisa main sepakbola gak sih?

suara.com
Belum lagi soal kelakuan para suporternya yang masih saja primitif dan barbar. Hanya karena lawannya Malaysia, seolah kita sedang berperang melawan penjajah saja.....
Dalam banyak hal Indonesia sudah tertinggal jauh oleh Malaysia. Bahkan dalam urusan sepakbola saja kita masih juga kalah. Memangnya seapes itu ya Indonesia kalo berhadapan dengan Malaysia?
Setiap ada gesekan kita yang merasa sok paling nasionalis selalu teriak 'ganyang Malaysia ganyang Malaysia'. Tapi adu bola saja kita keok melulu.....


Itu baru soal sepakbola, sekarang ada lagi berita kurang mengenakan soal mundurnya PB Djarum sebagai sponsor utama dalam audisi umum bulu tangkis.
PB Djarum dituding telah melakukan eksploitasi melalui iklan rokoknya yang menempel pada baju anak-anak. Oh my God......

Senaif itukah KPAI menilai Djarum sebagai pihak yang selama puluhan tahun telah menggelontorkan uang milyar rupiah demi terciptanya bibit pebulutangkis tingkat dunia?
Sebodoh itukah KPAI untuk membedakan mana bisnis, iklan, dan pengabdian?
Atau jangan-jangan semua ini sengaja disulut karena ada kepentingan bisnis lainnya? Hhhhmmm basi!

Bukankah seharusnya KPAI melakukan hal ini sejak lama? Kenapa baru sekarang? Dan kenapa merek sebelah tidak dipermasalahkan?
Jika PB Djarum mundur, apakah KPAI sanggup mencari sponsor lain yang bukan merek rokok dan mau mengeluarkan uang banyak demi prestasi bulutangkis Indonesia? Jika tidak sanggup, bukankah lebih baik KPAI saja yang membubarkan diri?

Saya, napelogini..........Terima kasih
Photo : Google Images
0
400
Kutip
5
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya