alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5b930309b5ca4aeb54c40f/kapolri-benarkan-kerusuhan-manokwari-dipicu-insiden-di-jatim
Lapor Hansip
20-08-2019 13:28
Kapolri benarkan kerusuhan Manokwari dipicu insiden di Jatim
Kapolri benarkan kerusuhan Manokwari dipicu insiden di Jatim
Halooo agan-agan, bangun bangun oy! Abis makan siang jangan tiduran.
emoticon-Selamat

Siang-siang gini gimana kalo ane kasih berita yang lagi panas-panasnya. Biar joss lemak abis makan kebakar.
emoticon-Wakaka

Quote:
Quote:
Hedi Novianto15:20 WIB - Senin, 19 Agustus 2019


Kapolri benarkan kerusuhan Manokwari dipicu insiden di Jatim 
Kebakaran melanda Gedung DPRD Papua Barat di Manokwari saat terjadi kerusuhan massa pada Senin (19/8/2019). Stringer /EPA-EFE


Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui bahwa kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, pada Senin (19/8/2019) merupakan buntut insiden di Surabaya dan Malang, Jawa Timur (Jatim). Menurut Tito, sebenarnya yang terjadi Surabaya dan Malang adalah peristiwa kecil, tapi ada oknum yang memanfaatkan untuk memicu kerusuhan.



"Kita sudah tahu bahwa hari ini ada kejadian di Manokwari. Ada aksi anarkistis dan juga ada pemukulan massa. Ini dipicu karena kejadian di Jatim khususnya di Surabaya dan Malang," kata Tito yang menyesalkannya di RS Bhayangkara, Surabaya, Senin (19/8).



Tito membenarkan insiden penyerangan dan pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, dan kejadian di Malang, pada akhir pekan lalu. Polrestabes Surabaya pun sempat mengangkut 43 mahasiswa asal Papua untuk diperiksa.



Kasus itu, sambung Tito, sudah diselesaikan Musyawarah Pimpinan Daerah(Muspida) setempat, termasuk Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, dan Pangdam Brawijaya. Namun, ada oknum yang kemudian menyebar hoaks bahwa terjadi makian rasisme kepada mahasiswa Papua, termasuk seorang mahasiswa tewas di Surabaya.



"Muncul hoaks mengenai ada kata yang kurang etis dari oknum tertentu. Ada juga gambar seolah adik-adik kita dari Papua meninggal. Ini berkembang di Manokwari kemudian terjadi mobilisasi massa," tukas Tito.



Di Surabaya diduga terjadi insiden perusakan bendera Merah Putih di depan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan. Massa dan polisi pun melakukan pengepungan. Adapun 43 orang mahasiswa yang sempat diangkut ke Mapolrestabes Surabaya sudah dipulangkan usai menjalani pemeriksaan.



Para mahasiswa pun menegaskan bahwa mereka tidak merusak bendera Merah Putih yang tergolek di selokan depan asrama tersebut. Sementara di Malang, Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko diduga mengeluarkan pernyataan akan mengusir mahasiswa asal Papua dari kota itu.



Pernyataan itu membuat Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan marah dan meminta Sofyan menarik pernyataannya dan minta maaf. Wali Kota Malang, Sutiaji, menegaskan pemerintahannya tidak pernah berpikir untuk mengusir mahasiswa asal Papua dan menilai pernyataan sang wakil bukan dari kapasitas sebagai Wakil Wali Kota.


"Mungkin itu (pernyataan Sofyan) atas nama masyarakat atau FKPPI, saya tidak tahu. Keputusan kota tidak ada pemulangan," tutur Sutiaji.



Di sisi lain, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta maaf atas peristiwa yang menimpa para mahasiswa dari Papua di Surabaya. Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, peristiwa itu dilakukan oknum yang tidak mewakili masyarakat Jatim.



"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf atas nama masyarakat Jatim, sekali lagi itu tidak mewakili masyarakat Jatim," ujar Khofifah saat berada di RS Bhayangkara, Surabaya, Senin (19/8).


Khofifah lebih lanjut menjelaskan oknum tersebut diduga sengaja membuat provokasi untuk menyulut massa. Tindakannya termasuk mengeluarkan kalimat yang tidak pantas sehingga menyinggung perasaan masyarakat Papua.



Sedangkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berencana memanggil Gubernur Papua, Papua Barat, dan Jatim menyusul kerusuhan di Manokwari. Namun, rencana yang sempat akan dilakukan di Jakarta pada Selasa (20/8) itu dibatalkan.



Tjahjo mengatakan Gubernur Papua dan Papua Barat diminta untuk menenangkan massa lebih dulu. Setelah situasi kondusif, dirinya baru akan memanggil mereka semua ke Jakarta.


"Menunggu kesiapan Gubernur Papua dan Papua Barat, serta Gubernur Jawa Timur juga," kata Tjahjo.



Tiga polisi terluka



Di Manokwari, tiga personel polisi dilaporkan terluka akibat aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin (19/8), ketiga polisi itu hanya luka ringan.



"Satu luka Karo Ops (Polda Papua Barat Kombes Pol Moch Sagi), kemudian dua anggota," ujar Dedi yang menyebut luka disebabkan oleh lemparan batu dari massa.



Adapun kerusuhan di Manokwari, sambung Dedi, menyebabkan sejumlah fasilitas publik rusak. Antara lain Gedung DPRD Papua Barat dan bekas kantor Gubernur Papua Barat dibakar massa.



Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa massa di Papua dan Papua Barat mendapat provokasi dari konten di media sosial (medsos). Konten itu membangun opini seolah ada penangkapan mahasiswa sebagai bentuk diskriminasi dan ada praktik rasisme.



Dedi menyatakan tim Direktorat Siber Bareskrim Polri sedang melakukan pendalaman terhadap akun medsos yang disebut anonim tersebut. "Tapi di medsos kan belum tentu akunnya asli, masih didalami teman Siber," tuturnya.





Doohh gimana nih menurut agan-agan? Udah siap belom kehilangan Papua tercinta?
emoticon-No Hope
Coba ane pengen liat pendapatnya di kolom komen ya.
emoticon-Bingung

Quote:emoticon-Hot News Buat liat informasi menarik lainnya seperti artikel di atas bisa liat disinemoticon-Selamat
Jangan lupa rate bintangemoticon-Rate 5 Stardan tinggalin komentar dan bersedekah sedikit cendol buat ane dan ane doain agan makin ganteng dan cantik deh 



emoticon-Shakehand2






SUMUR :















Kapolri benarkan kerusuhan Manokwari dipicu insiden di Jatim



0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.