- Beranda
- The Lounge
THE KILLERS KIDS in the WORLD
...
TS
deaprilla
THE KILLERS KIDS in the WORLD
Jika kalian mendengar tentang anak kecil pasti sudah terbayang dong betapa masih kenak-kanakannya tingkah laku yang akan mereka lakukan saat bersama kita. Anak kecil, mereka yang dari postur badan pun masih belum matang apalagi fikiran dan ide-ide yang umumnya masih belum sematang kita. Anak kecil juga merupakan anugerah terindah yang dapat menghibur orang tua mereka kala sedang sedih, gundah maupun susah. Mereka adalah penyemangat hidup sepasang orang tua bahkan keluarga besar yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya. Saat berbicara tentang anak kecil, sangat akan jauh pembahasannya jika harus dikaitkan dengan masalah-masalah besar yang dibuatnya. Paling mungkin hanya masalah-masalah kecil yang umumnya sepeleh dilakukan oleh mereka. Namun, apa jadinya jika kriminalitas ternyata pernah terjadi ditangan seorang anak kecil?
Psikopat umumnya hanya ada pada orang-orang dewasa maupun remaja sekalipun. Tapi apa jadinya jika seorang anak kecil pernah dengan sengaja membunuh bahkan menyayat-nyayat tubuh orang lain, atau justru orang-orang terdekatnya? Mungkin memang ada beberapa kasus seperti ini yang dilakukan oleh bocah yang mempunyai gangguan jiwa tertentu. Namun, akankah bocah yang hanya mempermasalahkan hal-hal kecil dan dengan kondisi sadar tanpa gangguan jiwa apapun akan segan untuk membunuh orang-orang yang menurut mereka salah tersebut? Bagaimana mereka melakukannya? Lalu, apa alasannya? Berikut ini beberapa anak-anak kecil sadis yang berbahaya:
1. LIONEL TATE

Bocah berusia 12 tahun ini mengaku meniru kegiatan gulat ketika dia memukul seorang gadis berusia 6 tahun sampai tidak bernyawa pada tahun 1999. seperti yang juga dilansir oleh Plus.kapanlagi.com Lionel mengaku kalau dia telah mengunci posisi kepala gadis itu sebelum membenturkannya ke meja. Meskipun Lionel Tate termasuk siswa yang cemerlang, Tate dikenal karena perilaku temperamental nya dan sering mencuri. Ia pun juga pernah di skors 15 kali disekolahnya. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada thaun 2001 untuk pembunuhan tingkat pertama. Ketika kasus nya dikaji ulang pada tahun 2004, dia pun dibebaskan. Para ahli yang mendampinginya percaya bahwa uji kompetensi mental harus sudah atau tetap dilakukan sebelum siding karena Lionel Tate masih dalam masa percobaan dan memakai monitor pergelangan kaki.
2. Eric Smith

Bocah yang berusia 13 tahun ini dihukum karena menyumpal baterai bahkan memukul seorang anak berusia 4 tahun sampai mati pada tahun 2994. Tak hanya sampai disitu ia juga melakukan tindakan sodomi pada bocah tersebut dengan tongkat kemudian ia timpakan batu-batu besar pada tubuh kecil korbannya sampai remuk. Smith dihukum minimal 9 thaun penjara untuk pembunuhan tingkat kedua. Sekarang, ia masih dipenjara dan permohonan jaminan untuk kebebasannya sudah 5 kali ditolak. Demikian dilansir dari Kompas.com
3. Jordan Brown

Pembunuhan yang dilakukan oleh Jordan ini diketahui lantaran rasa cemburu pada kekasih ayahnya. Ia nekat membunuh kekasih ayahnya tersebut dengan menembakkan peluru kebelakang kepala wanita tersebut saat ia sedang tertidur. Kasus ini terjadi pada 2009 yang lalu, korban ditemukan oleh puterinya yang masih berusia 4 tahun. Saat itu, Jordan tidak dicurigai karena hari itu Jordan sudah berangkat ke sekolah dan seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu. Senjata yang digunakan adalah 2 peluruh shoot-gun yang ternyata juga merupakan hadiah ulang tahun ayahnya.
4. Mary Bell

Menurut wikipedia, bocah yang berumur 11 tahun ini melakukan pembunuhan karena mencekik 2 anak laki-laki dan berusia 3 dan 4 tahun. Tidak seperti insiden pembunuhan pertama, yang kedua dilakukan dengan temannya yang bernama Norma Bell. Bell mengukir “N” dengan siluet diperut korban kemudian mengambil potongan rambut korban, mengiris iris kaki korban dan memotong penis korban. Bell berasal dari keluarga yang berantakan. Ibunya adalah seorang pramuria yang tidak hadir dalam kehidupan Bell. Pada thaun 1980, Bell dibebaskan dari penjara dan diberikan anonimitas.
5. Amarjeet Sada

Bocah berusia 8 tahun asal India ini diduga membunuh lebih dari 1 korban. Bahkan yang mengejutkan adalah orang tua Amarjeet Sada sebenarnya mengetahui bahwa anaknya telah melakukan tidak kejahatan menghilangkan nyawa seseorang namun mereka menutup-nutupinya. Amarjeet diketahui telah merenggut nyawa 2 orang bayi yang masih ada hubungan saudara dengan dirinya. Korban pertama adalah sepupunya yang dicekik sampai tidak bernyawa dan korban kedua pun juga sepupunya, bayi malang itu dipukul sampai meregang nyawa.
6. Carl Newton Mahan

Seperti yang dikutip oleh Emadion, Carl yang kala itu berusia 6 tahun dan Sesil yang berusia 8 tahun adalah sepasang sahabat yang mengumpulkan besi bekas sekedar untuk mencari uang jajan tambahan. Suatu saat, Sesil sengaja mencuri besi bekas milik Carl Newton kemudian Carl memukul wajah Sesil menggunakan besi tersebut. Namun ternyata pembalasan Carl tidak cukup sampai disitu, bocah ini pun pulang kerumah dan mengambil 2 peluru shoot-gun milik ayahnya dan kembali ke Sesil. Akhirnya, Chal menembak Sesil sampai bocah yang berusia 8 tahun tersebut meregang nyawa ditangan sahabatnya sendiri.
Itulah 6 anak kecil yang berhasil dikumpukan dari banyaknya kejadian-kejadian diseluruh negara tertentu yang mempunyai kisah sama dengan ringkasan diatas tersebut. Sebenarnya, tidak ada yang namanya anak salah. Menurut saya pribadi, anak adalah cerminan dari orang sekelilingnya. Solidaritas primer nya ialah keluarga mereka sendiri. Seharusnya untuk kejadian seperti ini bukan hanya anak tersebut yang pantas untuk disalahkan namun juga didikan dari orang tua yang musti dipertanyakan. Apakah didikan dari orang luar sudah cukup untuk membantunya menjadi pribadi yang lebih baik seperti sekolah, teman bahkan kerabat? Bukankah didikan dari orang tua jauh lebih intens dan berbobot ketimbang dari orang lain? Namun kembali lagi pada jati diri orang tersebut, tidak semua orang itu sama. Tidak terkecuali anak kecil, beda pembelajarannya akan beda daya tangkap yang diambil dari otak si kecil tersebut. Begitupun dengan orang tua, tidak semua orang tua mempunyai didikan bahkan perlakuan yang sama pada anak-anak mereka. Namun, jangan sampai karena perbedaan dan keegoisan dalam mendidik anak membuat orang tua lupa dan selalu merasa bahwa ‘dia sudah besar’, karena selamanya walau sudah besar sekalipun anak akan membutuhkan orang tuanya tanpa sebuah pengecualian.
Psikopat umumnya hanya ada pada orang-orang dewasa maupun remaja sekalipun. Tapi apa jadinya jika seorang anak kecil pernah dengan sengaja membunuh bahkan menyayat-nyayat tubuh orang lain, atau justru orang-orang terdekatnya? Mungkin memang ada beberapa kasus seperti ini yang dilakukan oleh bocah yang mempunyai gangguan jiwa tertentu. Namun, akankah bocah yang hanya mempermasalahkan hal-hal kecil dan dengan kondisi sadar tanpa gangguan jiwa apapun akan segan untuk membunuh orang-orang yang menurut mereka salah tersebut? Bagaimana mereka melakukannya? Lalu, apa alasannya? Berikut ini beberapa anak-anak kecil sadis yang berbahaya:
1. LIONEL TATE

Bocah berusia 12 tahun ini mengaku meniru kegiatan gulat ketika dia memukul seorang gadis berusia 6 tahun sampai tidak bernyawa pada tahun 1999. seperti yang juga dilansir oleh Plus.kapanlagi.com Lionel mengaku kalau dia telah mengunci posisi kepala gadis itu sebelum membenturkannya ke meja. Meskipun Lionel Tate termasuk siswa yang cemerlang, Tate dikenal karena perilaku temperamental nya dan sering mencuri. Ia pun juga pernah di skors 15 kali disekolahnya. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada thaun 2001 untuk pembunuhan tingkat pertama. Ketika kasus nya dikaji ulang pada tahun 2004, dia pun dibebaskan. Para ahli yang mendampinginya percaya bahwa uji kompetensi mental harus sudah atau tetap dilakukan sebelum siding karena Lionel Tate masih dalam masa percobaan dan memakai monitor pergelangan kaki.
2. Eric Smith

Bocah yang berusia 13 tahun ini dihukum karena menyumpal baterai bahkan memukul seorang anak berusia 4 tahun sampai mati pada tahun 2994. Tak hanya sampai disitu ia juga melakukan tindakan sodomi pada bocah tersebut dengan tongkat kemudian ia timpakan batu-batu besar pada tubuh kecil korbannya sampai remuk. Smith dihukum minimal 9 thaun penjara untuk pembunuhan tingkat kedua. Sekarang, ia masih dipenjara dan permohonan jaminan untuk kebebasannya sudah 5 kali ditolak. Demikian dilansir dari Kompas.com
3. Jordan Brown

Pembunuhan yang dilakukan oleh Jordan ini diketahui lantaran rasa cemburu pada kekasih ayahnya. Ia nekat membunuh kekasih ayahnya tersebut dengan menembakkan peluru kebelakang kepala wanita tersebut saat ia sedang tertidur. Kasus ini terjadi pada 2009 yang lalu, korban ditemukan oleh puterinya yang masih berusia 4 tahun. Saat itu, Jordan tidak dicurigai karena hari itu Jordan sudah berangkat ke sekolah dan seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu. Senjata yang digunakan adalah 2 peluruh shoot-gun yang ternyata juga merupakan hadiah ulang tahun ayahnya.
4. Mary Bell

Menurut wikipedia, bocah yang berumur 11 tahun ini melakukan pembunuhan karena mencekik 2 anak laki-laki dan berusia 3 dan 4 tahun. Tidak seperti insiden pembunuhan pertama, yang kedua dilakukan dengan temannya yang bernama Norma Bell. Bell mengukir “N” dengan siluet diperut korban kemudian mengambil potongan rambut korban, mengiris iris kaki korban dan memotong penis korban. Bell berasal dari keluarga yang berantakan. Ibunya adalah seorang pramuria yang tidak hadir dalam kehidupan Bell. Pada thaun 1980, Bell dibebaskan dari penjara dan diberikan anonimitas.
5. Amarjeet Sada

Bocah berusia 8 tahun asal India ini diduga membunuh lebih dari 1 korban. Bahkan yang mengejutkan adalah orang tua Amarjeet Sada sebenarnya mengetahui bahwa anaknya telah melakukan tidak kejahatan menghilangkan nyawa seseorang namun mereka menutup-nutupinya. Amarjeet diketahui telah merenggut nyawa 2 orang bayi yang masih ada hubungan saudara dengan dirinya. Korban pertama adalah sepupunya yang dicekik sampai tidak bernyawa dan korban kedua pun juga sepupunya, bayi malang itu dipukul sampai meregang nyawa.
6. Carl Newton Mahan

Seperti yang dikutip oleh Emadion, Carl yang kala itu berusia 6 tahun dan Sesil yang berusia 8 tahun adalah sepasang sahabat yang mengumpulkan besi bekas sekedar untuk mencari uang jajan tambahan. Suatu saat, Sesil sengaja mencuri besi bekas milik Carl Newton kemudian Carl memukul wajah Sesil menggunakan besi tersebut. Namun ternyata pembalasan Carl tidak cukup sampai disitu, bocah ini pun pulang kerumah dan mengambil 2 peluru shoot-gun milik ayahnya dan kembali ke Sesil. Akhirnya, Chal menembak Sesil sampai bocah yang berusia 8 tahun tersebut meregang nyawa ditangan sahabatnya sendiri.
Itulah 6 anak kecil yang berhasil dikumpukan dari banyaknya kejadian-kejadian diseluruh negara tertentu yang mempunyai kisah sama dengan ringkasan diatas tersebut. Sebenarnya, tidak ada yang namanya anak salah. Menurut saya pribadi, anak adalah cerminan dari orang sekelilingnya. Solidaritas primer nya ialah keluarga mereka sendiri. Seharusnya untuk kejadian seperti ini bukan hanya anak tersebut yang pantas untuk disalahkan namun juga didikan dari orang tua yang musti dipertanyakan. Apakah didikan dari orang luar sudah cukup untuk membantunya menjadi pribadi yang lebih baik seperti sekolah, teman bahkan kerabat? Bukankah didikan dari orang tua jauh lebih intens dan berbobot ketimbang dari orang lain? Namun kembali lagi pada jati diri orang tersebut, tidak semua orang itu sama. Tidak terkecuali anak kecil, beda pembelajarannya akan beda daya tangkap yang diambil dari otak si kecil tersebut. Begitupun dengan orang tua, tidak semua orang tua mempunyai didikan bahkan perlakuan yang sama pada anak-anak mereka. Namun, jangan sampai karena perbedaan dan keegoisan dalam mendidik anak membuat orang tua lupa dan selalu merasa bahwa ‘dia sudah besar’, karena selamanya walau sudah besar sekalipun anak akan membutuhkan orang tuanya tanpa sebuah pengecualian.
0
759
4
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya