alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cc12d9ac0cad720896e5890/kpu-kalau-kami-curang-harusnya-disembunyikan-lha-ini-kami-buka
Lapor Hansip
25-04-2019 10:46
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Past Hot Thread
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?

Jakarta, IDN Times - Terus menerus dituduh melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019, membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) geram. Lembaga penyelenggara pemilu itu menegaskan, sejak awal mereka sudah berupaya bersikap terbuka dan profesional saat bekerja menyelenggarakan pesta demokrasi 5 tahunan, Rabu 17 April lalu. 

"Kalau kami dituduh (telah berbuat) curang, seharusnya kecurangan itu kan disembunyikan. Lha, ini kan malah kami buka dan mempersilakan masyarakat memberi masukan kepada kami apabila ada yang salah dikoreksi," ujar Ketua KPUArief Budiman saat berbicara di program Mata Najwa yang tayang di Trans 7, Rabu (24/4) malam. 

Menurut Arief, kesalahan input di dalam sistem hitung KPU bukan sesuatu yang disengaja. Itu adalah human error semata. Dari hasil temuan KPU, justru telah terjadi kekeliruan input sebanyak 101. Lalu, apakah kesalahan itu bisa menguntungkan salah satu paslon dalam Pemilu 2019?


1. KPU menilai kedua kubu diuntungkan dengan adanya kekeliruan input data
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Menurut Arief, kekeliruan input data dengan menyalin dari formulir C1 tidak saja terjadi di kubu paslon 01. Tetapi, itu juga terjadi di paslon 02. Namun, ia mengaku bingung, mengapa di media sosial justru kesan yang diciptakan kekeliruan input data itu hanya menguntungkan paslon kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. 

"Ada yang angkanya itu melebihkan (suara) ke (kubu) 01 dan ada yang angkanya melebihkan di (kubu) 02. Cuma, saya tidak tahu siapa yang merilis berkali-kali yang mengurangkan (suara kubu) 02 itu lebih banyak diekspose dibandingkan di (kubu) 01," kata Arief sambil menekankan tidak bermaksud memihak kubu mana pun. 

Menurut Arief, demikian fakta yang terpapar di media sosial. 


2. Masyarakat bisa tahu ada kekeliruan input data karena diakui oleh KPU
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Arief membantah keras apabila institusi yang ia pimpin sengaja berbuat curang untuk memenangkan salah satu kubu paslon di Pemilu 2019. Kalau pun KPU memiliki niat tersebut, kata Arief, maka secara logika jika ada kekeliruan input data tidak akan diakui. Fakta itu akan mereka sembunyikan dari publik. 

"Nah, masyarakat bisa memberi masukan, bisa tahu kalau ada kekeliruan input data karena kami terbuka (dan mengakuinya)," kata Arief. 

Sehingga, apabila ditemukan lagi ada kekeliruan input data formulir C1, Arief mempersilakan untuk dilaporkan. KPU kini dikejar waktu untuk bisa menginput secara manual data hasil penghitungan suara di lebih dari 800 ribu TPS hingga 22 Mei mendatang. 


3. Bawaslu sebut tudingan terjadi kecurangan secara sistematis perlu bukti mendalam
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Tudingan telah terjadi kecurangan banyak dilayangkan dari kubu paslon 02. Menurut mereka, kecurangan yang terjadi dilakukan secara sistematis dan masif. 

Salah satu yang berpendapat demikian adalah Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Ia menyebut, Pemilu 2019 adalah pesta demokrasi terburuk karena terjadi kebusukan demokrasi. 

"Bagaimana mungkin kita melihat 4 stasiun televisi secara serentak pada hari H menayangkan quick count yang sesungguhnya memenangkan 02, tapi dalam waktu 2 menit diubah sama sekali, dibalik untuk kemenangan (kubu) 01," kata Amein di akun media sosialnya. 

Lalu, apakah Bawaslu sepakat telah terjadi kecurangan secara struktural di Pemilu 2019?

"Saya kira untuk rumusan telah terjadi kecurangan yang terstruktur dan masif perlu bukti lebih dalam," kata Ketua Bawaslu Abhan, yang juga tampil di program yang sama. 

Namun, apabila memang ditemukan indikasi kecurangan, maka peserta pemilu bisa langsung melaporkan ke Bawaslu. Nanti, Abhan menjelaskan, Bawaslu akan membuktikan melalui sidang ajudikasi. "Nanti kita buktikan, sidang itu terbuka," tutur dia lagi. 


4. BPN menilai hak konstitusional Prabowo untuk menyatakan kemenangan di Pemilu 2019
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Sementara, bagi Badan Pemenangan Nasional (BPN), langkah Prabowo menyatakan diri sebagai pemenang Pemilu 2019 merupakan hak konstitusional mantan Danjen Kopassus tersebut. Namun, argumen itu tidak diterima oleh kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) 01.

Sekretaris Nasional TKN, Hasto Kristiyanto mengatakan, deklarasi kemenangan yang dilakukan oleh Prabowo pekan lalu menjadi bias. Sebab, pada waktu yang sama beberapa lembaga survei merilis hasil hitung cepat yang justru memenangkan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. 

"Pertanyaan kami sederhana, mengapa BPN tidak mau terbuka? Undang saja mahasiswa, pengamat politik, sangat simpel. Kami terbuka, kami undang mahasiswa kalau mau lihat C1 kami, silakan datang ke pos TKN," kata Hasto menggebu-gebu. 

Jadi guys, masih sabar kan untuk menanti hasil hitung resmi Pemilu 2019 dari KPU pada 22 Mei nanti?


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka? Masihkah Jokowi Effect Masih Pengaruhi Harga Saham?

- KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka? Jokowi: Situasi Usai Pemilu Biasa Saja, Cuma Ramai di Medsos

- KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka? Panitia Acara Dana Kemah Mangkir Lagi, Polisi Ancam Panggil Paksa

profile-picture
bandarjigonk memberi reputasi
1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
25-04-2019 12:11
Kardus pak yang di sembunyikan. emoticon-Leh Uga
0
25-04-2019 13:42
di mata najwa kemaren sumpah kena skak mat semua. pas ditunjukkan oleh nana, twit priyo dari partai berkarya bahwa dia terang2an menyebut prabowo presiden tp setengah2 mengakuinya. langsung di hajar yunarto, sekjen persepi, "klo begitu silahkan main presiden2an"
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
tutiui dan knoopy memberi reputasi
2
25-04-2019 13:52
Quote:Original Posted By idntimes
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?

Jakarta, IDN Times - Terus menerus dituduh melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019, membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) geram. Lembaga penyelenggara pemilu itu menegaskan, sejak awal mereka sudah berupaya bersikap terbuka dan profesional saat bekerja menyelenggarakan pesta demokrasi 5 tahunan, Rabu 17 April lalu. 

"Kalau kami dituduh (telah berbuat) curang, seharusnya kecurangan itu kan disembunyikan. Lha, ini kan malah kami buka dan mempersilakan masyarakat memberi masukan kepada kami apabila ada yang salah dikoreksi," ujar Ketua KPUArief Budiman saat berbicara di program Mata Najwa yang tayang di Trans 7, Rabu (24/4) malam. 

Menurut Arief, kesalahan input di dalam sistem hitung KPU bukan sesuatu yang disengaja. Itu adalah human error semata. Dari hasil temuan KPU, justru telah terjadi kekeliruan input sebanyak 101. Lalu, apakah kesalahan itu bisa menguntungkan salah satu paslon dalam Pemilu 2019?


1. KPU menilai kedua kubu diuntungkan dengan adanya kekeliruan input data
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Menurut Arief, kekeliruan input data dengan menyalin dari formulir C1 tidak saja terjadi di kubu paslon 01. Tetapi, itu juga terjadi di paslon 02. Namun, ia mengaku bingung, mengapa di media sosial justru kesan yang diciptakan kekeliruan input data itu hanya menguntungkan paslon kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. 

"Ada yang angkanya itu melebihkan (suara) ke (kubu) 01 dan ada yang angkanya melebihkan di (kubu) 02. Cuma, saya tidak tahu siapa yang merilis berkali-kali yang mengurangkan (suara kubu) 02 itu lebih banyak diekspose dibandingkan di (kubu) 01," kata Arief sambil menekankan tidak bermaksud memihak kubu mana pun. 

Menurut Arief, demikian fakta yang terpapar di media sosial. 


2. Masyarakat bisa tahu ada kekeliruan input data karena diakui oleh KPU
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Arief membantah keras apabila institusi yang ia pimpin sengaja berbuat curang untuk memenangkan salah satu kubu paslon di Pemilu 2019. Kalau pun KPU memiliki niat tersebut, kata Arief, maka secara logika jika ada kekeliruan input data tidak akan diakui. Fakta itu akan mereka sembunyikan dari publik. 

"Nah, masyarakat bisa memberi masukan, bisa tahu kalau ada kekeliruan input data karena kami terbuka (dan mengakuinya)," kata Arief. 

Sehingga, apabila ditemukan lagi ada kekeliruan input data formulir C1, Arief mempersilakan untuk dilaporkan. KPU kini dikejar waktu untuk bisa menginput secara manual data hasil penghitungan suara di lebih dari 800 ribu TPS hingga 22 Mei mendatang. 


3. Bawaslu sebut tudingan terjadi kecurangan secara sistematis perlu bukti mendalam
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Tudingan telah terjadi kecurangan banyak dilayangkan dari kubu paslon 02. Menurut mereka, kecurangan yang terjadi dilakukan secara sistematis dan masif. 

Salah satu yang berpendapat demikian adalah Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Ia menyebut, Pemilu 2019 adalah pesta demokrasi terburuk karena terjadi kebusukan demokrasi. 

"Bagaimana mungkin kita melihat 4 stasiun televisi secara serentak pada hari H menayangkan quick count yang sesungguhnya memenangkan 02, tapi dalam waktu 2 menit diubah sama sekali, dibalik untuk kemenangan (kubu) 01," kata Amein di akun media sosialnya. 

Lalu, apakah Bawaslu sepakat telah terjadi kecurangan secara struktural di Pemilu 2019?

"Saya kira untuk rumusan telah terjadi kecurangan yang terstruktur dan masif perlu bukti lebih dalam," kata Ketua Bawaslu Abhan, yang juga tampil di program yang sama. 

Namun, apabila memang ditemukan indikasi kecurangan, maka peserta pemilu bisa langsung melaporkan ke Bawaslu. Nanti, Abhan menjelaskan, Bawaslu akan membuktikan melalui sidang ajudikasi. "Nanti kita buktikan, sidang itu terbuka," tutur dia lagi. 


4. BPN menilai hak konstitusional Prabowo untuk menyatakan kemenangan di Pemilu 2019
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Sementara, bagi Badan Pemenangan Nasional (BPN), langkah Prabowo menyatakan diri sebagai pemenang Pemilu 2019 merupakan hak konstitusional mantan Danjen Kopassus tersebut. Namun, argumen itu tidak diterima oleh kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) 01.

Sekretaris Nasional TKN, Hasto Kristiyanto mengatakan, deklarasi kemenangan yang dilakukan oleh Prabowo pekan lalu menjadi bias. Sebab, pada waktu yang sama beberapa lembaga survei merilis hasil hitung cepat yang justru memenangkan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. 

"Pertanyaan kami sederhana, mengapa BPN tidak mau terbuka? Undang saja mahasiswa, pengamat politik, sangat simpel. Kami terbuka, kami undang mahasiswa kalau mau lihat C1 kami, silakan datang ke pos TKN," kata Hasto menggebu-gebu. 

Jadi guys, masih sabar kan untuk menanti hasil hitung resmi Pemilu 2019 dari KPU pada 22 Mei nanti?


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka? Masihkah Jokowi Effect Masih Pengaruhi Harga Saham?

- KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka? Jokowi: Situasi Usai Pemilu Biasa Saja, Cuma Ramai di Medsos

- KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka? Panitia Acara Dana Kemah Mangkir Lagi, Polisi Ancam Panggil Paksa



Klarifikasi sekaligus bantahan dari Arief Budiman ini, gak ada gunanya sama sekali bagi pendukung 02.
KPU sudah didelegitimasi jauh sebelum hari pemilihan, dan momen kekalahan di QC kredibel dan RQ KPU inilah yg telah diantisipasi.
Voters 02 sudah digiring dan dihalusinasi habis untuk percaya hanya kepada BPN dan Prabowo.
Gugat ke MK pun cuman akan buang waktu karena selisih suara kelewat besar.

Fix, kita tinggal tunggu tanggal maennya "Aksi People 02 Power", yg "konstitusional" menurut Mbah Sengkuni.
Mudah2an Wowo gak punya niatan utk lari (lagi) kalau "unjuk rasa damai" versinya bisa berubah chaos dan menimbulkan korban jiwa.
Cekal Wowo lari, jangan sampai ada runaway to Jordania v.2
0
25-04-2019 13:54
Quote:Original Posted By idntimes
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?

Jakarta, IDN Times - Terus menerus dituduh melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019, membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) geram. Lembaga penyelenggara pemilu itu menegaskan, sejak awal mereka sudah berupaya bersikap terbuka dan profesional saat bekerja menyelenggarakan pesta demokrasi 5 tahunan, Rabu 17 April lalu. 

"Kalau kami dituduh (telah berbuat) curang, seharusnya kecurangan itu kan disembunyikan. Lha, ini kan malah kami buka dan mempersilakan masyarakat memberi masukan kepada kami apabila ada yang salah dikoreksi," ujar Ketua KPUArief Budiman saat berbicara di program Mata Najwa yang tayang di Trans 7, Rabu (24/4) malam. 

Menurut Arief, kesalahan input di dalam sistem hitung KPU bukan sesuatu yang disengaja. Itu adalah human error semata. Dari hasil temuan KPU, justru telah terjadi kekeliruan input sebanyak 101. Lalu, apakah kesalahan itu bisa menguntungkan salah satu paslon dalam Pemilu 2019?


1. KPU menilai kedua kubu diuntungkan dengan adanya kekeliruan input data
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Menurut Arief, kekeliruan input data dengan menyalin dari formulir C1 tidak saja terjadi di kubu paslon 01. Tetapi, itu juga terjadi di paslon 02. Namun, ia mengaku bingung, mengapa di media sosial justru kesan yang diciptakan kekeliruan input data itu hanya menguntungkan paslon kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. 

"Ada yang angkanya itu melebihkan (suara) ke (kubu) 01 dan ada yang angkanya melebihkan di (kubu) 02. Cuma, saya tidak tahu siapa yang merilis berkali-kali yang mengurangkan (suara kubu) 02 itu lebih banyak diekspose dibandingkan di (kubu) 01," kata Arief sambil menekankan tidak bermaksud memihak kubu mana pun. 

Menurut Arief, demikian fakta yang terpapar di media sosial. 


2. Masyarakat bisa tahu ada kekeliruan input data karena diakui oleh KPU
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Arief membantah keras apabila institusi yang ia pimpin sengaja berbuat curang untuk memenangkan salah satu kubu paslon di Pemilu 2019. Kalau pun KPU memiliki niat tersebut, kata Arief, maka secara logika jika ada kekeliruan input data tidak akan diakui. Fakta itu akan mereka sembunyikan dari publik. 

"Nah, masyarakat bisa memberi masukan, bisa tahu kalau ada kekeliruan input data karena kami terbuka (dan mengakuinya)," kata Arief. 

Sehingga, apabila ditemukan lagi ada kekeliruan input data formulir C1, Arief mempersilakan untuk dilaporkan. KPU kini dikejar waktu untuk bisa menginput secara manual data hasil penghitungan suara di lebih dari 800 ribu TPS hingga 22 Mei mendatang. 


3. Bawaslu sebut tudingan terjadi kecurangan secara sistematis perlu bukti mendalam
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Tudingan telah terjadi kecurangan banyak dilayangkan dari kubu paslon 02. Menurut mereka, kecurangan yang terjadi dilakukan secara sistematis dan masif. 

Salah satu yang berpendapat demikian adalah Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Ia menyebut, Pemilu 2019 adalah pesta demokrasi terburuk karena terjadi kebusukan demokrasi. 

"Bagaimana mungkin kita melihat 4 stasiun televisi secara serentak pada hari H menayangkan quick count yang sesungguhnya memenangkan 02, tapi dalam waktu 2 menit diubah sama sekali, dibalik untuk kemenangan (kubu) 01," kata Amein di akun media sosialnya. 

Lalu, apakah Bawaslu sepakat telah terjadi kecurangan secara struktural di Pemilu 2019?

"Saya kira untuk rumusan telah terjadi kecurangan yang terstruktur dan masif perlu bukti lebih dalam," kata Ketua Bawaslu Abhan, yang juga tampil di program yang sama. 

Namun, apabila memang ditemukan indikasi kecurangan, maka peserta pemilu bisa langsung melaporkan ke Bawaslu. Nanti, Abhan menjelaskan, Bawaslu akan membuktikan melalui sidang ajudikasi. "Nanti kita buktikan, sidang itu terbuka," tutur dia lagi. 


4. BPN menilai hak konstitusional Prabowo untuk menyatakan kemenangan di Pemilu 2019
KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka?
Sementara, bagi Badan Pemenangan Nasional (BPN), langkah Prabowo menyatakan diri sebagai pemenang Pemilu 2019 merupakan hak konstitusional mantan Danjen Kopassus tersebut. Namun, argumen itu tidak diterima oleh kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) 01.

Sekretaris Nasional TKN, Hasto Kristiyanto mengatakan, deklarasi kemenangan yang dilakukan oleh Prabowo pekan lalu menjadi bias. Sebab, pada waktu yang sama beberapa lembaga survei merilis hasil hitung cepat yang justru memenangkan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. 

"Pertanyaan kami sederhana, mengapa BPN tidak mau terbuka? Undang saja mahasiswa, pengamat politik, sangat simpel. Kami terbuka, kami undang mahasiswa kalau mau lihat C1 kami, silakan datang ke pos TKN," kata Hasto menggebu-gebu. 

Jadi guys, masih sabar kan untuk menanti hasil hitung resmi Pemilu 2019 dari KPU pada 22 Mei nanti?


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka? Masihkah Jokowi Effect Masih Pengaruhi Harga Saham?

- KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka? Jokowi: Situasi Usai Pemilu Biasa Saja, Cuma Ramai di Medsos

- KPU: Kalau Kami Curang Harusnya Disembunyikan, Lha Ini Kami Buka? Panitia Acara Dana Kemah Mangkir Lagi, Polisi Ancam Panggil Paksa



Klarifikasi sekaligus bantahan dari Arief Budiman ini, gak ada gunanya sama sekali bagi pendukung 02.
KPU sudah didelegitimasi jauh sebelum hari pemilihan, dan momen kekalahan di QC kredibel dan RQ KPU inilah yg telah diantisipasi.
Voters 02 sudah digiring dan dihalusinasi habis untuk percaya hanya kepada BPN dan Prabowo.
Gugat ke MK pun cuman akan buang waktu karena selisih suara kelewat besar.

Fix, kita tinggal tunggu tanggal maennya "Aksi People 02 Power", yg "konstitusional" menurut Mbah Sengkuni.
Mudah2an Wowo gak punya niatan utk lari (lagi) kalau "unjuk rasa damai" versinya berubah jadi chaos dan menimbulkan korban jiwa.
Cekal Wowo lari, jangan sampai ada runaway to Jordania v.2emoticon-armyemoticon-Bingungemoticon-army
profile-picture
bandarjigonk memberi reputasi
1
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
25-04-2019 19:50
KPU mah ngomong gitu secara gak langsung nyindir yg suka sembunyi sembunyi = curang..

gentle aja donk KPU,,,langsung ngomong,,,"Elu tuh yg curang,,diajak buka bukaan ngeles aja"

Tapi sodara sodara juga harus paham,,,jangan ngajakin yg bukan Muhrim nya buat Buka bukaan,,,ntar khilaf terjadi sesuatu...ehek ehek uhuui...
0
25-04-2019 20:06
GAS TERUS BABANG KPU
emoticon-Shakehand2
0
25-04-2019 22:38
Quote:Original Posted By dragunov762mm
Klarifikasi sekaligus bantahan dari Arief Budiman ini, gak ada gunanya sama sekali bagi pendukung 02.
KPU sudah didelegitimasi jauh sebelum hari pemilihan, dan momen kekalahan di QC kredibel dan RQ KPU inilah yg telah diantisipasi.
Voters 02 sudah digiring dan dihalusinasi habis untuk percaya hanya kepada BPN dan Prabowo.
Gugat ke MK pun cuman akan buang waktu karena selisih suara kelewat besar.

Fix, kita tinggal tunggu tanggal maennya "Aksi People 02 Power", yg "konstitusional" menurut Mbah Sengkuni.
Mudah2an Wowo gak punya niatan utk lari (lagi) kalau "unjuk rasa damai" versinya bisa berubah chaos dan menimbulkan korban jiwa.
Cekal Wowo lari, jangan sampai ada runaway to Jordania v.2


Yang ane herankan bree..koq g ada yg berani nangkap sengkuninya..padahal dia jelas2 provokatornya..soalnya klo si sengkuninya masih terus dibiarkan berkeliaran bakalan tetap jd duri dalam daging negeri ini..emoticon-Bingung
0
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
25-04-2019 22:45
Balasan post ryozak
Quote:Original Posted By ryozak


Yang ane herankan bree..koq g ada yg berani nangkap sengkuninya..padahal dia jelas2 provokatornya..soalnya klo si sengkuninya masih terus dibiarkan berkeliaran bakalan tetap jd duri dalam daging negeri ini..emoticon-Bingung


Wowo itu biangnya, Sengkuni cuma tukang memperkeruh.
Kalo sebatas cuap2 ya ga mungkin juga di tangkap, kecuali dia terang2an nyebut nama Presiden.

Tapi kalo nanti beneran ada people power dan timbul korban jiwa, siap2 aja dua2nya diciduk.emoticon-armyemoticon-Bingungemoticon-army
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.