Kaskus

Entertainment

GenPicoAvatar border
TS
GenPico
Mau Tembus Beasiswa? Hindari 4 Kesalahan Bagi Pelamar Pemula
Mau Tembus Beasiswa? Hindari 4 Kesalahan Bagi Pelamar Pemula

Mau Tembus Beasiswa? Hindari 4 Kesalahan Bagi Pelamar Pemula
Siapa yang tak ingin mendapatkan beasiswa pendidikan gratis ke universitas yang diimpikan? Sejumlah universitas ternama di dunia selalu memberikan peluang itu kepada lulusan S1 atau para pekerja yang ingin melanjutkan studinya ke level lebih tinggi. 

Namun untuk mendapatkan beasiswa di tersebut, tak jarang para pelamar selalu mengalami kegagalan hingga berulang kali. Diungkapkan Radyum Ikono, B.Eng, M Eng., Founder Sahabat Beasiswa Indonesia Jakarta hak tersebut wajar terjadi, karena persaingan yang ketat. Terlebih kuota mahasiswa di beberapa universitas favorit terkadang tak terlalu banyak.

Selain itu, menurutnya ada 4 kesalahan umum yang sering dilakukan para pelamar pemula saat hendak mendaftar beasiswa. Yuk simak!

Baca juga: Obin, Anak Keluarga Petani Kopi yang Sukses S2 di Amerika

1. Melakukan Persiapan Terlalu Mepet
Menurut pria yan akrab disapa Iko tersebut,  mendaftar beasiswa itu perlu persiapan panjang. Setidaknya kamu sudah siap melakukan persiapan 3-6 bulan sebelum mendaftar. 

“Kalo punya waktu 1 satu tahun, itu lebih baik lagi. Soalnya persiapan bahasa sendiri bisa makan waktu satu tahun,” paparnya dalam acara talkshow bersama Kampung Beasiswa di Kemendikbud, Selasa (19/2).

Menurutnya persiapan bahasa menjadi faktor mendasar. Untuk itu ia menyarankan untuk mengambil kelas bahasa hingga benar-benar mencapai hasil memuaskan. Disamping persiapan essay dan berkas penting lainnya.

2. Malas melakukan proofreading
Salah satu persiapan yang sering diabaikan adalah melakukan pengecekan kembali terhadap essay dan berkas penting. Proofreading adalah membaca ulang kembali untuk memeriksa sebuah penulisan untuk mengetahui apakah ada yang salah atau tidak.  Proofreading sangat berguna untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan yang terjadi pada penulisan yang mungkin terjadi ketika Anda menulis, khususnya menulis menggunakan bahasa Inggris.

“Literasi anak Indonesia itu jelek. Kita tuh gak suka baca, nulis apalagi. Jadi kalo disuruh nulis sesuatu yang lebih terstruktur, analytical dan argumentasi itu lemah banget. Selain kita brainstorming dan sering baca, jangan lupa untuk proofreading,” tegasnya.

3. Fokus pada LOA kampus yang dituju
Banyak pelamar beasiswa fokus mendapatkan LOA dari kampus mereka. Padahal LoA (Letter of Acceptance) itu baru 10 persen dari proses yang akan dihadapi, sisanya nyari beasiswa yang susah. 

“Jangan kebalik urutannya, pertama beasiswanya dulu apa, baru cari tahu beasiswa tersebut akan biayain kita kalo kita daftar di kampus mana. Jadi jangan fokus ke negara atau kampusnya. Harus tau beasiswanya apa,” tegasnya.

4. Ambil test TOEFL/IELTS Tanpa persiapan matang
Sebagian besar pemberi beasiswa mensyaratkan pelamarnya melampirkan sertifikat bahasa seperti itu. Jadi sebelum mempersiapakan pendaftaran beasiswa, pastikan nilainya bagus. Caranya dengan ikut pelatihan atau simulasi.

“Apalagi kita bahasa belum bagus jadi minimal harus satu tahun. Gak bisa naikkin score IELTS dari 5 ke 7 dalam waktu sekejap. Jadi harus ikut simulasinya,” paparnya.

Menurutnya jangan ngambil test IELTS sebelum mengambil test simulasinya. Itu sebuah kebodohan. “Ikut kelas banyak sekali contohnya di sahabat IELTS yang buka banyak kelas sudah ada kelas simulasi. Ambil simulasinya kalo belum bagus belajar lagi. Kalo punya duit lebih ikut kursus sampai nilainya bagus sesuai target beasiswa tersebut,” tutupnya.

Reporter: Hafid Arsyid
Redaktur: Cahaya
Sumber
Mau Tembus Beasiswa? Hindari 4 Kesalahan Bagi Pelamar Pemula

0
460
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread109KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.