Kaskus

News

metrotvnews.comAvatar border
TS
metrotvnews.com
Jejak Tersembunyi Pembakaran Mapolsek Ciracas
Jejak Tersembunyi Pembakaran Mapolsek Ciracas

Jakarta: Ada fakta menarik beberapa jam sebelum sekelompok orang menyerang markas Polsek (Mapolsek) Ciracas, Jakarta Timur, Senin, dua pekan lalu. Keberadaan fakta ini membuat masyarakat semakin sukar memisahkan keterkaitan antara peristiwa pengeroyokan anggota TNI oleh juru parkir di Arundina dengan pembakaran mapolsek.


Seorang juru parkir di Arundina, Budi, menceritakan kejadian tak lama setelah insiden pemukulan terhadap anggota TNI oleh koleganya, Senin, 10 Desember siang. Budi adalah salah satu juru parkir di depan Arundina Mart, Jalan Lapangan Tembak, Cibubur.


'Setelah cekcok itu sebenarnya sudah ada upaya damai. Tapi, dari anggota TNI mendesak ingin tahu siapa yang memukul rekannya,' kata Budi mulai bercerita saat ditemui di sekitar Arundina, Rabu, 19 Desember 2018.


Desakan itu membuat suasana kembali memanas pada sore harinya. Melalui aplikasi percakapan WhastApp, para juru parkir berkonsolidasi dan mengumpulkan massa saat itu juga. 


'Anak-anak (para juru parkir) panaslah. Jadi, kumpul semua dari mana-mana,' kata Budi.


Saking banyaknya, jalanan di sekitar Arundina sesak oleh juru parkir. Mereka berjaga-jaga jika ada keributan lebih lanjut.


Budi mengatakan para juru parkir ini juga ikut bergerak ke Polsek Ciracas malam itu. Ditanya apakah massa ini juga ikut merusak mapolsek, Budi tak menjawab, 'Saya tak bisa jawab.'

Jejak Tersembunyi Pembakaran Mapolsek Ciracas


Ruangan di Mapolsek Ciracas yang dibakar






Ada jejak ormas


Jejak organisasi kemasyarakatan (ormas) juga kentara di kasus ini. Masih menurut Budi, ada beberapa ormas yang 'memelihara' para juru parkir. 


'Setiap hari kami selalu menyetor uang kepada ormas,' kata dia. 


Budi sendiri mengaku kalau dia merupakan anggota ormas tersebut. Ini ditunjukkan dengan kepemilikan kartu tanda anggota (KTA). 'Saya susah 10 tahun jadi anggota,' ujarnya.


Menurutnya, sebelum ormas ini menguasai area sekitar Arundina, pengelolaan parkir dilakukan oleh warga setempat. 'Tapi, mereka (ormas) mengambil alih. Setiap hari kita bayar, bergantung tempat sama yang mengelola. Soalnya beda-beda,' kata Budi.


Budi mengatakan semua tukang parkir tunduk dengan perintah dari ormas. 'Kalau ormas sudah ngomong, harus patuh. Seperti sekarang, kita diminta buat jangan ada di depan Arundina, ya, saya tidak jaga. Soalnya mereka yang jaga di sini.' kata Budi.


Baca: Polsek Ciracas Berbenah


Ratusan orang mendatangi dan membakar markas Polsek (Mapolsek) Ciracas pada Selasa, 11 Desember malam hingga Rabu, 12 Desember dini hari. Perusakan disertai pemukulan dilakukan terhadap anggota polisi dan warga sipil yang melintasi kawasan itu.


Massa juga menghancurkan kendaraan dinas, sejumlah properti milik polsek, serta kendaraan sipil. Aksi ini diduga sebagai reaksi dari pengeroyokan terhadap anggota TNI AL Kapten Komaruddin dan Pratu Rivonanda dari Kesatuan Dronkavser Paspampres oleh sekelompok tukang parkir pada Senin, 10 Desember, di kawasan Arundina, sekitar 8,5 kilometer dari Mapolsek Ciracas.



Sumber : http://news.metrotvnews.com/peristiw...polsek-ciracas

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Jejak Tersembunyi Pembakaran Mapolsek Ciracas Polisi Belum Bisa Ungkap Pelaku Perusakan Polsek Ciracas

- Jejak Tersembunyi Pembakaran Mapolsek Ciracas Menhan: Melawan Aparat Harus Dihukum

- Jejak Tersembunyi Pembakaran Mapolsek Ciracas Menjerat Pelaku Penyerangan Mapolsek Ciracas

anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
629
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Medcom.id
Medcom.id
KASKUS Official
23KThread622Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.