Kaskus

News

ikardusAvatar border
TS
ikardus
Harga Popok Bayi yang Meroket Ungkap Krisis Ekonomi Iran
Harga Popok Bayi yang Meroket Ungkap Krisis Ekonomi Iran
Popok bayi di Iran menjadi isu besar di tengah krisis ekonomi. | BBC

Popok bayi menjadi korban terbaru krisis ekonomi Iran. Harga popok bayi pun meroket dan terjadi kelangkaan di penjuru negeri.

Kekhawatiran para orangtua tentang ketersediaan popok bayi memicu badai kemarahan publik di media sosial yang menyalahkan pemerintah. Isu popok bayi pun menjadi berita utama nasional selama beberapa hari terakhir di Iran, tepat saat Presiden Iran Hassan Rouhani dan kabinetnya bertemu Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam percakapan mereka, Ayatollah Khamenei menyebut kelangkaan popok bayi dan menyalahkan musuh.

Baca Juga:
Rial Merosot, Parlemen Iran Pecat Menteri Keuangan
Pengacara HAM Yang Dipenjara Iran Lakukan Aksi Protes Mogok Makan
Makin Memanas, Menlu AS Samakan Iran Dengan Mafia

“Musuh ingin rakyat marah dengan pemerintah,” kata Khamenei, dikutip BBC, Sabtu (8/9).

Khamenei tampaknya tidak sengaja telah menyentuh reaksi publik. Popok bayi pun menjadi trending topik di media sosial Iran dan memicu perdebatan sengit.

Kelompok garis keras menyalahkan pemerintah yang salah manajemen. Adapun pemerintah Iran menyalahkan berbagai sanksi Amerika Serikat (AS) dan bisnis yang ingin mengeruk untung. Mereka yang mendukung perubahan rezim pun menyalahkan pemerintah.

Sejak Maret, mata uang Iran merosot hampir dua per tiga nilainya terhadap dolar AS, mencapai rekor terendah di tengah kekhawatiran atas dampak mundurnya AS dari kesepakatan nuklir dan penerapan kembali berbagai sanksi pada Iran. Penurunan nilai mata uang Iran pun mengakibatkan tingginya harga barang-barang impor.

Meski sebagian besar popok bayi yang dijual di Iran dibuat di dalam negeri, para manufaktur tergantung pada bahan baku yang diimpor. Ini mengakibatkan harga popok meroket dalam beberapa bulan terakhir.

Misalnya, harga satu pak popok buatan Iran naik dari 380 ribu rial pada April menjadi 850 ribu rial pada akhir Agustus, atau naik 137 persen hanya dalam empat bulan. Kenaikan ini tidak hanya menekan keuangan keluarga. Keluarga-keluarga di Iran pun harus mengubah rencana mereka.

“Kami berencana memiliki anak kedua tapi karena harga popok naik dan harga kebutuhan lain juga naik, kami tidak jadi dengan rencana itu. Membesarkan satu anak saja sudah menjadi prestasi tersendiri,” tutur Ali yang tinggal di kota Mashhad bersama istri dan satu anaknya umur setahun, pada BBC.

sumur [url]https://akuraS E N S O Rnews/id-310690-read-harga-popok-bayi-yang-meroket-ungkap-krisis-ekonomi-iran[/url]
0
797
5
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.8KThread59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.