others
Batal
link has been copied
3359
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b83adab947868ae1e8b4568/clean-anda-bertanya-sufisalik-menjawab---part-2
Tasawuf Tasawuf atau Sufisme adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Sufi Sufi adalah istilah untuk mereka yang mendalami ilmu tasawwuf. Istilah sufi akhirnya dipakai oleh dunia secara luas, bukan saja untuk tokoh agama dari agama tertentu, tetapi bagi seseorang yang secara spiritual dan ro
Lapor Hansip
27-08-2018 14:52

[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab

Tasawuf

Tasawuf atau Sufisme adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memperoleh kebahagian yang abadi.


Sufi

Sufi adalah istilah untuk mereka yang mendalami ilmu tasawwuf. Istilah sufi [orang suci] akhirnya dipakai oleh dunia secara luas, bukan saja untuk tokoh agama dari agama tertentu, tetapi bagi seseorang yang secara spiritual dan rohaniah telah matang dan yang kehidupannya tidak lagi membutuhkan dan melekat kepada dunia dan segala isinya, kecuali untuk kebutuhan dasarnya saja.

Sufi dalam konteks ini diamalkan sebagai cara sejati untuk memurnikan jiwa dan hati, mendekatkan diri kepada Tuhan dan mendekatkan diri kepada SorgaNya [menjauhi dunia]. Di agama Budha, dikenal sebagai tahap arupadatu [berbeda dengan kamadatu/kamasutra], di agama Nasrani dikenal sebagai biarawan/ biarawati sebagai cara menjalani kehendak Tuhan secara full/penuh dan memerdekakan diri dari budak kesenangan dunia dst.

Salik

Seorang salik adalah seseorang yang menjalani disiplin spiritual dalam menempuh jalan sufisme Islam untuk membersihkan dan memurnikan jiwanya, yang disebut juga dengan jalan suluk. Dengan kata lain, seorang salik adalah seorang penempuh jalan suluk. Seorang salik yang mencapai tahapan makrifat disebut sufi.

Mursyid


Mursyid adalah sebutan untuk seorang guru pembimbing dalam dunia thoriqoh/tarekat, yang telah memperoleh izin dan ijazah dari guru mursyid diatasnya yang terus bersambung sampai kepada guru mursyid Shohibuth Thoriqoh yang musalsal dari Rasulullah SAW untuk mentalqin dzikir/ wirid thoriqoh kepada orang-orang yang datang meminta bimbingannya (murid)

Jiwa yang merdeka dari KHM.Luqman Hakim



Rule
1. Mohon santun dalam berdiskusi
2. Untuk pertanyaan mengenai Fiqih dan kesahihan hadist silahkan ke ABMM
3. Untuk pemahaman lebih lanjut mengenai ayat al-Qur'an silahkan ke ABQM
4. Semua kaskuser baik yang Theist maupun Atheist diterima di sini emoticon-Smilie
5. Mohon maaf jika saya maupun sahabat-sahabat salik/sufi lainnya lama dalam merespon dikarenakan kesibukan di RL
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 4 lainnya memberi reputasi
3
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 107 dari 111
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
14-03-2020 00:04
Quote:Original Posted By .sarkawi


mencukupi gmn maksud elu? elu pikir mata yg bisa melihat? atau kulit ini yg merasa? yg hidup (manusia) disamakan dgn yg mati (batu) sebenernya itu sarkasme yg vulgar. ndak cuman urusan istri ladang cocok tanam Tuhan bicara santun kpd debu, urusan lain kl mau mikir sebenernya macem dibenturkan kepalanya ke comberan


Quote:Original Posted By .sarkawi


kl tuhan elu buntu tp dipepet ttp mempertahankan surga ntar elu bakal dikasih pencerahan (penghiburan) biar elu ngerti tp ttp masuk surga


Ini dah bahasa yg paling sederhana dari pemahaman sampean ya masemoticon-Big Grin

Apalagi nggak pake koma titik auto bingung emoticon-Big Grin

0 0
0
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
14-03-2020 01:14
Setelah liat abmm....oalah ternyata karena ini, karena jawaban saya gak sesuai angan2nya, sehingga tidak ada bahan untuk diteruskan.
Terima kasih kembali.
Diubah oleh sto9
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
16-03-2020 17:22
emoticon-Sundul
0 0
0
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
16-03-2020 18:14
Quote:Original Posted By rimung13
Bisa dimulai dengan membaca kitab sirrul Asrar karya Syeikh Abdul Qadir Jaelani

Untuk kitab lainnya tergantung petunjuk Mursyid/Guru emoticon-Smilie


Knp gk dimulai dg belajar AQ dan Sunnah saja pak?

Sebaik2 kitab sbg petunjuk kan kitabullah, dan sebaik2 perkataan adalah sabda Rasulullah...

Apa sufisme gk ada dalam kedua pusaka tsbt?
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
17-03-2020 16:37
Assalamualaikum @rimung13

mohon ijin nyimak pembahasanemoticon-shakehand
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
19-03-2020 06:44
Apakah syeikh siti jenar seorang Ulama yg menolak kesesatan ajaran Sufi ??
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
28-03-2020 13:25
Selamat Siang/Malam para sepuh.

Salam sejahtera,
Sebagai seorang yang baru berkelana, terusterang saya pada awalnya sudah dipengaruhi beberapa warna (pemahaman agama) hingga pada akhirnya saya pribadi (dalam pencarian saya) berpendapat, bahwa sesungguhnya semua muara itu sama yaitu kepada Tuhan sang Pencipta.

Hal yang menarik sesungguhnya, saat saya berinteraksi dengan kawan kawan Sufi di Inggris yang berasal dari beberapa negara yang berbeda. Pertama, mereka mempunyai pendekatan berbeda. Hal ini tidak lepas dai Mazhab dari mana seseorang hingga saat merapat kearah Sufiisme.

Hal kedua, Secara geografis, yang menganut paham Sufi, memiliki kebudayaan (kearifan) lokal yang memiliki benang merah persamaan.
Ini berbeda dengan Daerah daerah lain yang cenderung Islam tetapi menolak Sufiisme.

Hal ketiga, untuk menuju ke titik paham Sufi, setiap golongan memiliki Sanad keilmuan masing masing (tiap negara) yang sangat bersinggungan dengan kearifan (budaya) lokal.

Dari ketiga hal ini saya (mohon diluruskan jika salah) mencoba memahami dari kacamata filsafat murni.
Sebenarnya, dalil dan hukum yang sanad didalam Sufiisme yang murni tidak mutlak diperlukan. Bahwa yang terpenting itu adalah perjalanan pribadi mencapai suatu titik dimana kedekatannya dengan Sang Pencipta adalah tujuannya.

Ada beberapa pendapat yang menyanggah, misalnya persamaan perjalanan 2 dari 9 wali yang identik yaitu Syech Siti Jenar dan Kanjeng Sunan Kalijaga. Dua duanya adalah ahli kultifasi diri yang sangat mumpuni, ynag tidak mengurangi rasa hormat dengan para Wali yang lain, tapi kedua tokoh tersebut justru telah melapaui para pendahulu sekaligus gurunya.

Saya mohon pencerahan dari TS dan para sepuh disini, Jika boleh membabar pandangan Sufi menurut penjenengan semua, dititik mana posisi sang Sufi menjelaskan bahwa 2 tokoh ( Siti Jenar dan Sunan Kalijaga) tersebut tidak sesuai Sufiisme, ataupun bagaian bagian yang memang merupakan Sufiisme itu sendiri.


Tujuan saya memang untuk memberi warna dalam cultivasi diri pribadi dan bukan tujuannya untuk membenturkan atara golongan maupun agama/kepercayaan manapun. Mohon maaf jika saya menanyakan tidak sesuai aturan trit, karena saya memang baru dalam trit ini. Jika ada yang tidak berkenan saya minta maaf.

Salam,
0 0
0
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
28-03-2020 18:36

QUOTE=brotosemedi;5e7eedc8f0bdb22250486973]

Dari ketiga hal ini saya (mohon diluruskan jika salah) mencoba memahami dari kacamata filsafat murni.
Sebenarnya, dalil dan hukum yang sanad didalam Sufiisme yang murni tidak mutlak diperlukan. Bahwa yang terpenting itu adalah perjalanan pribadi mencapai suatu titik dimana kedekatannya dengan Sang Pencipta adalah tujuannya.


Salam, [/QUOTE]

Selamat malam

Maaf, agar saya lebih paham

Bisa tolong dijelaskan pemahaman mas mengenai sanad dalam tasawuf emoticon-Smilie ?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
28-03-2020 22:25
Quote:Original Posted By brotosemedi


Maaf jika saya salah mas,
Sanad yang saya maksudkan secara sederhana adalah silsilah keilmuan dalam Tasawuf, mengingat banyaknya ragam tarekat (tarekot) maka dalam tarekot mengenal istilah Wasilah.

Perkenalan saya terhadap kawan kawan Sufi di Inggris yang memiliki ciri beragam dimana mereka tercampur oleh kebudayaan (kearifan lokal) dari mana mereka berasal. Sehingga berkesan bahwa Sufi yang disampaikan sedikit berbeda. Padahal secara kontekstual seyogyanya adalah sama.

Kira kira begitu,

Salam,


Maaf, saya koreksi sanad dalam tasawuf bukan hanya Sisilah keilmuan

Tapi juga jalur Rabithah, tidak ada sanad maka tidak ilmu

Jadi sanad sangat penting dalam tasawuf

Maaf, kalau saya boleh tahu teman mas, Ikhwan dari tarekat mana emoticon-Smilie ?
0 0
0
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
02-04-2020 21:31

Aisyah Istri Rasulullah




Mulia indah cantik berseri
Kulit putih bersih merah dipipimu
Dia Aisyah putri Abu Bakar
Istri Rasulullah

Sungguh sweet Nabi mencintamu
Hingga Nabi minum di bekas bibirmu
Bila marah, Nabi kan bermanja
Mencubit hidungnya

Aisyah…
Romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama hingga ujung nyawa
Kau disamping Rasulullah…

Aisyah…
Sungguh manis oh sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta Ya Aisyah Humairah…
Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu

Mulia indah cantik berseri
Kulit putih bersih merah dipipimu
Dia Aisyah putri Abu Bakar
Istri Rasullallah

Sungguh sweet Nabi mencintamu
Bila lelah Nabi baring di jilbabmu
Seketika kau pula bermanja
Mengikat rambutnya

Aisyah…
Romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama hingga ujung nyawa
Kau disamping Rasulullah…

Aisyah…
Sungguh manis oh sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta Ya aisyah Humairah…
Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
03-04-2020 05:48
Quote:Original Posted By brotosemedi
Selamat Siang/Malam para sepuh.

Salam sejahtera,
Sebagai seorang yang baru berkelana, terusterang saya pada awalnya sudah dipengaruhi beberapa warna (pemahaman agama) hingga pada akhirnya saya pribadi (dalam pencarian saya) berpendapat, bahwa sesungguhnya semua muara itu sama yaitu kepada Tuhan sang Pencipta.




Alhamdullillah..
Setuju... agan

Pemahaman (hikmah) seperti ini memang di karuniakan melalui perjalanan...

Direjekikan bersama kejadian kejadian..

Benar pepatah jawa:

"Ilmu itu kelakone kanthi laku"
(Ilmu itu di dapat melalui perjalanan)

Selamat...

Agan memahami ini karena telah "menempuhi"..

Quote:Original Posted By brotosemedi



Hal yang menarik sesungguhnya, saat saya berinteraksi dengan kawan kawan Sufi di Inggris yang berasal dari beberapa negara yang berbeda. Pertama, mereka mempunyai pendekatan berbeda. Hal ini tidak lepas dai Mazhab dari mana seseorang hingga saat merapat kearah Sufiisme.


Iya gan.. setuju

Intinya sama...

Dalam riwayat Rasul banyak melakukan baiat kepada para sahabat...

Dan itu menjalur menjadi thariqat tariqat yg ada...

Menyebar dengan "jalur" masing masing..

Dari sahabat ke tabiin... ke tabiut tabiin.. ke guru guru nya guru guru kita... terus terus... hingga sekarang..

Bernama atau tidak bernama...

Dikenal maupun tidak dikenal..

Diberbagai negara..



Quote:Original Posted By brotosemedi


Hal kedua, Secara geografis, yang menganut paham Sufi, memiliki kebudayaan (kearifan) lokal yang memiliki benang merah persamaan.
Ini berbeda dengan Daerah daerah lain yang cenderung Islam tetapi menolak Sufiisme.


Iya..

Jika
Islam indonesia cenderung punya banyak kesamaan dengan negeri "yaman"..

Dari 9 orang penyebar agama islam yg dikirim oleh sultan muhamad (dinasti usmaniyah turkey)...
abad ke 14... (tercatat th 1404 m)

Mereka wali songo angkatan I..

kebanyakan "alawiyah"..

Beberapa dari hadramaut... negeri yaman..

Quote:Original Posted By brotosemedi


Hal ketiga, untuk menuju ke titik paham Sufi, setiap golongan memiliki Sanad keilmuan masing masing (tiap negara) yang sangat bersinggungan dengan kearifan (budaya) lokal.



Sebenernya sufisme tidak tergantung pada amal tertentu..

Perbedaannya...
biasanya ada dalam "stage" melalui proses pemahaman yg dinamakan thariqat..

Dalam stage tersebut..
Biasanya ada perbedaan...

Sesuai yg diajarkan guru mursyid masing masing...

"Amalan tariqat"

Quote:Original Posted By brotosemedi


Dari ketiga hal ini saya (mohon diluruskan jika salah) mencoba memahami dari kacamata filsafat murni.
Sebenarnya, dalil dan hukum yang sanad didalam Sufiisme yang murni tidak mutlak diperlukan. Bahwa yang terpenting itu adalah perjalanan pribadi mencapai suatu titik dimana kedekatannya dengan Sang Pencipta adalah tujuannya.



Iya benar...

emoticon-Salaman
Sufisme tidak tergantung amalan...

Stage tariqat lah yg tergantung amalan..
Diajarkan guru guru...

Namanya amalan "tariqat"

Quote:Original Posted By brotosemedi


Ada beberapa pendapat yang menyanggah, misalnya persamaan perjalanan 2 dari 9 wali yang identik yaitu Syech Siti Jenar dan Kanjeng Sunan Kalijaga. Dua duanya adalah ahli kultifasi diri yang sangat mumpuni, ynag tidak mengurangi rasa hormat dengan para Wali yang lain, tapi kedua tokoh tersebut justru telah melapaui para pendahulu sekaligus gurunya.



Tidak gan...

Sebenernya terlalu banyak mitos dan epic yg melingkupi beliau beliau...
Dinisbatkan kepada beliau..

Yang jelas..
Beliau adalah murid yg berjalur kepada guru yg datang ke indonesia (mutid dari wali songo angkatan I..)

Wali songo angkatan pertama dikirim oleh dinasti usmaniyah.. (sultan muhamad) turkey..


Quote:Original Posted By brotosemedi


Saya mohon pencerahan dari TS dan para sepuh disini, Jika boleh membabar pandangan Sufi menurut penjenengan semua, dititik mana posisi sang Sufi menjelaskan bahwa 2 tokoh ( Siti Jenar dan Sunan Kalijaga) tersebut tidak sesuai Sufiisme, ataupun bagaian bagian yang memang merupakan Sufiisme itu sendiri.



Tidak ada bukti outentik tentang ajaran aseli beliau.. gan (siti jenar.. sunan kalijogo)

Mereka adalah bagaian dari wali songo..
Yg menggantikan guru beliau..
(Wali songo.. yg tercatat ada 8 angkatan)

Sekarang ..
Yg ada kebanyakan adalah epic.. mitos.. dll yg dinisbatkan kepada beliau..

Sebenernya Beliau beliau tidak meninggalkan literatur yg otentik..


Quote:Original Posted By brotosemedi


Tujuan saya memang untuk memberi warna dalam cultivasi diri pribadi dan bukan tujuannya untuk membenturkan atara golongan maupun agama/kepercayaan manapun. Mohon maaf jika saya menanyakan tidak sesuai aturan trit, karena saya memang baru dalam trit ini. Jika ada yang tidak berkenan saya minta maaf.

Salam,


Selamat jalan saudara sufiku...

Selamat menempuhi ujian dan cobaan...
Yg denganya kita diberi kefaqihan tentang agama ini...

Semoga taufik dan hidayah beserta kita semua..

Amin


emoticon-Salaman
Diubah oleh True.s4m1ns
0 0
0
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
03-04-2020 14:46

Kesombongan


Al kisah, ada seorang yang terlahir cerdas dan hebat. Ia berhasil menempuh pendidikannya di sebuah perguruan tinggi dengan nilai "cum laude".

Bukan hanya itu, kini ia sudah bekerja di sebuah perusahaan bonafide dengan gaji lumayan besar. Orang-orang yang mengenalnya, menyebut ia adalah orang beruntung.

Cerdas dan berbakat. Hingga dengan kecerdasan dan kekayaan yang ia miliki, banyak gadis yang berusaha menarik hatinya agar bisa berjodoh.

Ada seorang gadis manis yang ikut kepincut hatinya kepada pemuda ini. Gadis ini awalnya begitu perhatian dan menaruh cinta kepada sang pemuda beruntung tadi.

Namun, lambat laun sang gadis tidak bersimpati lagi pada sang pemuda. Ia memilih mundur untuk tidak menyukai sang pemuda.

Bagaimana kisahnya hingga si gadis mundur dari perebutan cinta pemuda itu?

Pemuda itu ternyata punya kebiasaan buruk. Ia merasa dirinya pintar dan hebat. Ia menjadi sombong dan kalap.

Semua pendapat teman dan gurunya banyak yang ia tentang ketika ia mendapat `ada pendapat lain yang berseberangan dengan dirinya. Ia marah dan kalap.

Ia sering membuat pernyataan kontroversial agar banyak orang tertarik pada kehebatannya. Anehnya, banyak orang yang menyukainya juga. Pendapat-pendapatnya itu sering ia sampaikan dalam berbagai hal. Hingga akhirnya ia melupakan suatu hal.

"Jiwa"

Itulah yang dia lupakan. Ia lupa bahwa setiap orang punya jiwa. Punya perasaan, rasa marah, rasa cemburu, sedih, senang dan duka.

Ia sering menyepelekan orang. Ia sering menyebut, " Kalau bukan saya, bla bla bla..." , "Jangan menentang saya..bla bla bla..", "Gampang kok menaklukkan hati saya, kalau bisa menunjukkan bukti dan dasarnya, pasti saya akan tunduk".............

Kesombongan demi kesombongan ia perlihatkan kepada banyak orang. Dan ini membuat banyak gadis akhirnya mundur dan tidak bersedia menjadi kekasih pemuda tadi.

Parahnya lagi, orang tua pemuda pun sudah tidak mau menganggap pemuda itu sebagai anaknya. Ia memilih "TIDAK MEMILIKI ANAK".

Hingga suatu saat, pemuda itu merasa cemburu kepada sekumpulan atasannya tempat ia bekerja yang kaya-kaya dan cerdas.

Ia pun jealous. Ia berusaha menjatuhkan kumpulan bos-bos itu dengan menulis surat kepada pemilik saham agar mau menyelidiki atasan tempatnya bekerja.

Ia menyebutkan banyak atasan tempatnya bekerja sudah melakukan skandal seks dan penggelapan uang perusahaan.

Apa yang terjadi ? Justru pemuda sombong inilah yang akhirnya dipecat dari pekerjaannya. Karena para pemilik saham tidak menemukana adanya indikasi kecurangan dan skandal seks seperti yang dituduhkan.

Memang, pemuda ini hanya mengarang-ngarang cerita. Ia berpikir kalau para bos-bos yang ia benci itu sudah dipecat, maka ada kesempatan buat dirinya naik jabatan menggantikan bos-bos itu.

Sayang sekali, para bos itu justru memiliki data dan bukti kalau pemuda itu pernah berusaha mengambil uang perusahaan dengan cara memalsukan tanda tangan. Dan akhirnya karena masa lalu pemuda sombong itu terungkap, ia pun dipecat.

Dunia berasa sesak dan sempit.

Orang tua sudah tak menganggap.

Teman dan kekasih tidak ada yang setia.

Pekerjaan pun hilang karena dipecat.

Apakah awal dari kehancuran ?

KESOMBONGAN !

Sumber
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
03-04-2020 22:05
saya nyindir aja boleh ???

Mau kalian anggep sombong gpp... penting hati saya tidak latif...

Ternyata belajar otodidak sendiri juga bisa...

APAKAH ITU YANG DINAMAKAN TAKDIR !!!

apakah bener cari makan dari jualan agama ?

[CLEAN] Anda bertanya SufiSalik menjawab - Part 2

Allah SWT berfirman:

اِشْتَرَوْا بِاٰ يٰتِ اللهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا فَصَدوْا عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ اِنهُمْ سَآءَ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
isytarou bi`aayaatillaahi samanang qoliilan fa shodduu 'an sabiilih, innahum saaa`a maa kaanuu ya'maluun

"Mereka memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, lalu mereka menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang mereka kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 9)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com



Allah SWT berfirman:

ياَ يهَا الذِيْنَ اٰمَنُوا اِن كَثِيْرًا منَ الْاَ حْبَا رِ وَا لرهْبَا نِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَا لَ النا سِ بِا لْبَا طِلِ وَيَصُدوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ ۗ وَا لذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذهَبَ وَا لْفِضةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ ۙ فَبَشرْهُمْ بِعَذَا بٍ اَلِيْمٍ ۙ 
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu inna kasiirom minal-ahbaari war-ruhbaani laya`kuluuna amwaalan-naasi bil-baathili wa yashudduuna 'an sabiilillaah, wallaziina yaknizuunaz-zahaba wal-fidhdhota wa laa yunfiquunahaa fii sabiilillaahi fa basysyir-hum bi'azaabin aliim

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 34)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Diubah oleh GA7
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 2
03-04-2020 22:11
Allah SWT berfirman:

وَا لذِيْنَ اتخَذُوْا مَسْجِدًا ضِرَا رًا وكُفْرًا وتَفْرِيْقا بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَاِ رْصَا دًا لمَنْ حَا رَبَ اللهَ وَرَسُوْلَهٗ مِنْ قَبْلُ ۗ وَلَيَحْلِفُن اِنْ اَرَدْنَاۤ اِلا الْحُسْنٰى ۗ وَا للهُ يَشْهَدُ اِنهُمْ لَـكٰذِبُوْنَ
wallaziinattakhozuu masjidan dhiroorow wa kufrow wa tafriiqom bainal-mu`miniina wa irshoodal liman haaroballoha wa rosuulahuu ming qobl, wa layahlifunna in arodnaaa illal-husnaa, wallohu yasy-hadu innahum lakaazibuun

"Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 107)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Allah SWT berfirman:

لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًا  ۗ لَمَسْجِدٌ اُسسَ عَلَى التقْوٰى مِنْ اَولِ يَوْمٍ اَحَق اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِ ۗ فِيْهِ رِجَا لٌ يحِبوْنَ اَنْ يتَطَهرُوْا  ۗ وَا للهُ يُحِب الْمُطهرِيْنَ
laa taqum fiihi abadaa, lamasjidun ussisa 'alat-taqwaa min awwali yaumin ahaqqu an taquuma fiih, fiihi rijaaluy yuhibbuuna ay yatathohharuu, wallohu yuhibbul-muththohhiriin

"Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 108)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

0 0
0
Halaman 107 dari 111
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia