Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
134
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b68acdd60e24b3f628b4567/tell-me-why-i-cant-stop-thinking-of-ya
Pikiranku tidak bisa fokus melelapkan mata yang sebenarnya sudah lelah. Paras wajahnya selalu muncul di depan wajahku persis, seperti saat itu. Dia terbaring ke samping tepat di depan wajahku. Jantungku berdegug tak menentu, penasaran dengan apa yang di depanku. Hembusan napasnya yang hangat begitu terasa dan masuk ke aliran darahku yang mulai memanas. Begitu menyiksa menahan semuanya. Bada
Lapor Hansip
07-08-2018 03:17

Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya

Pikiranku tidak bisa fokus melelapkan mata yang sebenarnya sudah lelah. Paras wajahnya selalu muncul di depan wajahku persis, seperti saat itu. Dia terbaring ke samping tepat di depan wajahku. Jantungku berdegug tak menentu, penasaran dengan apa yang di depanku. Hembusan napasnya yang hangat begitu terasa dan masuk ke aliran darahku yang mulai memanas. Begitu menyiksa menahan semuanya.


Badanku agak kunaikan pelan-pelan agar tidak terlalu sejajar wajah kami. Aku bisa gila malam ini. Sekarang keningnya simetris dengan bibirku. Sulit menahan semua gejolak hati, akhirnya ku kecup keningnya. Tanpa melepas kecupanku, mataku mulai terlelap. Rasanya nyaman, dan lumayan untuk mengobati rasa yang tidak karuan sejak awal mulai tidur.



--------------------------------------------*-----------------------------






Untuk di kenang

Jalan ini, setapak berbatu
Kenang aku, bila kau dengarkan
Lagu ini, terlantun perlahan

Reff:
Barisan puisi ini
Adalah yang aku punya
Mungkin akan kau lupakan
Atau untuk dikenang

Ingat aku bila kau terasing
Dalam gelap keramaian kota

Reff:
Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan
Mungkin akan kau lupakan
Atau untuk dikenang



Lirik-lirik lagu jikustik yang diarasemen oleh endah dan resha cukup menyejukkan pagiku. Meskipun familiar namun terdengar baru dan fresh.

Mata mulai terbuka akibat cahaya pagi yang sudah menyusup lewat celah-celah jendela

Bayangan wanita dengan cepolan rambut sedang duduk menunduk membelakangi wajahku. Selanjutnya terdengar pemotong kuku yang telah berhasil mengerjakan tugasnya dengan suara khasnya, ceklik... ceklik.

Selagi belum ketahuan olehnya, aku kembali menutup kedua mataku dan mempererat pelukanku pada sebilah guling.

"Bangun", ucapnya tanpa bergeser ataupun menoleh.

Sangat kurang beruntung. Bukan pekara mudah menyembunyikan sesuatu dengan dia.

Mencoba keberuntungan, aku tidak menjawab dan mencoba pura-pura mau tidur.

"Mau dibangunin pake cara lembut apa cara kasar?! ".

Dengan sigap mataku langsung terbelalak. Ku lihat tangannya sudah mengangkat bantal di kedua tangannya, mata yang menakutkan dan siap menerkamku habis-habisan.


" STOP IT! Gw dah bangun".
Diubah oleh bonesky
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
22-05-2020 14:19

Part 41

"Bim.... Bim... Bima..."

Aku bangun dengan rasa sesak di dada.

"Mimpi buruk?", ucap riana.

Aku belum bisa menjawabnya, hanya melihat ke arahnya.

Saat riana hendak bangun, tanganku reflek menahan pergelangan tangannya.
"Aku mau ambil minum buat kamu".
Aku belum mau melepasnya karena masih terbawa mimpi.
"Gapapa, sebentar aja". Tangannya pun ku lepas. Napasku masih belum beraturan.

Riana masuk lagi dan membawa minum.
"Minum dulu. Pelan-pelan... ", ucapnya lembut. Riana kembali menaruhnya setelah ku minum.

"Tidur lagi ya".

"Nanti saja"

"Kali ini aku yang egois. Aku tidak mau tidur sendiri", katanya sambil menahan tanganku.

Terdengar sangat manis ucapannya bagiku, aku menanggalkan niatku untuk bangun dan memeluk erat tubuhnya yang kecil.

***

Bima mimpi buruk lagi, itu artinya ada sesuatu yang menganggu pikirannya. Mau kutanyakan pasti jawabannya tidak lah beda.

Pagi ini ia nampak biasa-biasa saja, ku harap semuanya memang baik-baik saja. Tidak ada nama putri atau putri-putri lainnya di kehidupan kami lagi. Dia orang yang terlalu cuek dengan oramg-orang yang tak ia kenal, tapi ia akan berubah jadi orang yang terlalu baik jika sudah mengenal seseorang. Aku benci itu walaupun itu yang membuatku suka dengannya.

"Hari kemana aja, sayang?".

"Ketemu klien di luar, mau ngomongin bahan baku. Moga-moga deal, karena bagus", jawab Bima.

"Oh, kenapa mau pindah?".

"Kapan-kapan ta ceritain. Siang ini free?"

"Mau ngajak makan siang bareng?".

"Iya"

"Kayaknya belum bisa. Aku ke lapangan"

"Kecewa ini abang. Istrinya mainnya di lapangan terus"

"Lebay, lebay... "

"Hahaha"

Setelah sarapan, kami berangkat ke pekerjaan masing-masing. Bima mengantarku sampai kantor dan melesat pergi.

Di kantor aku diberitahu bahwa pagi-pagi begini sudah ada wanita berusia 50an tahun ingin menemuiku. Aku menaruh barang-barangku di meja dan segera menemuinya.

Wajahnya tak pernah ku kenal, namun sepertinya ia tidak terlalu asing dan pernah menemuinya.

"Pagi, bu"

"Pagi. Kamu riana ya?", tanya ibu itu.

"Iya. Maaf dari mana ibu?"

"Begini, saya mau minta bantuannya"

"Untuk kasus?"

"Bukan"

"Bagaimana kalau nanti siang kita makan siang bareng. Kita bicarakan di san"

"Saya ada pekerjaan luar kantor hari ini"

"Kalau begitu sore, bagaimana? *

Ibu ini tidak mau menjelaskan secara detail tentang dirinya dan keperluannya. Namun ia memohon untuk meminta bantuanku.

Belum banyak yang orang yang ku kenal semenjak pindah ke sini tapi tiba-tiba ada ibu yang meminta bantuannya. Mau ku tanyakan ke Bima, sepertinya nanti saja kalau sudah jelas. Aku tidak ingin membuatnya repot untuk hal-hal kecil.

Aku dan rekanku segera bergegas ke lapangan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
26-05-2020 01:06

Part 43

Riana cerita apa yang terjadi dengan harinya tadi. Tentang ia yang bertemu dengan ibu putri dan apa yang disampaikan. Bima menghela napas dan menenangkan istrinya. Tidak banyak yang dijelaskan karena yang riana butuhkan adalah dukungan, semangat dan bukti. Bima mengingatkan kembali tentang janjinya dan usaha yg telah ia lakukan.

Riana pun sekarang sudah tenang. Ia kembali sedikit mengenang masa lalunya mengenang Bima, namun ia ketiduran saat di tengah-tengah cerita.

Riana keluar kamar dan melihat hp suaminya yang tergeletak di meja depan TV ada notifikasi masuk. Ia iseng membukanya. Dari dulu ia tidak pernah bermasalah dengan privasi Bima pada HPnya, namun kali ini ingin membukanya.

Bima kadang kala memberitahu password hp nya tapi riana hanya menjawab ia dan sama sekali tidak memperhatikannya. Akhirnya ia letakkan kembali hp nya.

***

Pagi-pagi riana sudah siap dengan hidangan sarapan untuk berdua. Bima keluar dari kamar dan langsung sarapan.

"Bim, password hp kamu apa?", tanya riana sambil menyangka dagu dengan kedua tangannya.

"The date I was born", jawabnya santai.

"Mudah banget"

"Tapi aku balik"

"Ko kamu g ada romantis-romantisnya?"

"Maksudnya?"

"Kalau di drakor biasanya tanggal ultah pasangannya, tanggal jadinya, tanggal pernikahannya, atau hari-hari penting lainnya"

"Hahaha"

"Ketawa"

"Kamu kumat ya sayang haha"

"Ish!"

"Aku berangkat dulu ya sayang. Gunakan weekend ini buat kamu istirahat"

"Heem"

Bima mengecup kening istrinya, sebelum pamit ia mengatakan sesuatu.

"Aku memang tidak pintar menghafal tentang tanggal-tanggal penting kita. But, i can't stop thinking of you"

Kalimat itu seketika membius riana, namun setelah bima keluar rumah, ia melihat kenyataan kembali. Banyak sekali hal yang membuatnya jengkel karena sulitnya mengatur kerapian bima dalam menaruh barang-barang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
24-05-2020 15:26

Part 42

"Silahkan duduk"

"Terima kasih, bu. Maaf agak terlambat, tadi menyelesaikan pekerjaan dulu"

"Gapapa, saya yang merepotkan. Kamu jadi harus terburu-buru ke sini. Mau pesan apa? "

"Saya pesan minum saja, tadi dah makan"
"Pasti capai ya habis kerja? ", tanya ibu dengan wajah tersenyum.

"Sudah terbiasa".

"mmm, sudah berapa lama di sana?"

"Mau satu tahun".

"Baru ya?"

"Iya, ke sini karena ikut suami".

"Memang Bima anak yang baik", puji ibu tersebut.
Bola mata riana bergerak ke atas ketika ibu itu menyebut suaminya dengan namanya.

"Ngomong-ngomong sudah sejak kapan Riana kenal Bima?"

"Hmm?".

"Iya, suamimu"

"Saya kenal suami pas di perkuliahan"

"Satu jurusan?"

"Bukan"

"Kegiatan kampus bareng?"

"Hm, bukan juga"

"Terus?"

"Memang kita mau membicarakan tentang apa ya? Ko sampai ke suami saya?"

Riana bertanya-tanya sebenarnya dia siapa dan apa hubungannya dengan Bima. Dan ketika memang mau mencari tahu tentang Bima, kenapa tidak menghubungi langsung. Kenapa dia?

"Hanya ingin tahu saja", jawabnya masih dengan kepala tegak.

Riana mencoba lebih sabar lagi menghadapi ibu yang tidak dikenalnya dan langsung membicarakan tentang Bima.
"Apakah tidak sebaiknya ditanyakan langsung ke Bima?"

"Apakah saya mengganggu privasimu?"

"Itu memang sudah masuk privasi seseorang", jawab riana dengan senyum yang masih bisa ia tampilkan.

"Maaf. Saya akan langsung saja. Kamu pernah dengar nama putri dari Bima?"

Riana mencoba mengingat putri yang ia maksud putri yang mana.

"Bima sering antar jemput putri. Pernah denger?"

Saat itu juga putri langsung ingat putri yang ia maksud.

"Oh, iya"

"Mereka berteman baik, bahkan sepertinya pernah dekat juga sebelum kalian menikah dan setelah menikah juga"

Riana menarik napas panjang sebelum menjawabnya.
"Jadi sebenarnya apa yang mau ibu sampaikan?"

"Putri hanya mau mendengarkan Bima. Namun sepertinya Bima pelan-pelan menghindar sampai tidak pernah lagi terlihat sekarang"

"Bukankah itu wajar karena dia sudah berkeluarga sekarang"

"Sepertinya saat kalian baru menikah saja, Bima masih sering terlihat main ke rumah. Dan sekarang sudah tidak, akhirnya putri sekarang jadi tidak terkendali"

"Maksud anda, anak ibu jadi seperti itu karena Bima?"

"Permintaan saya untuk kamu tidak melarang Bima menemui Putri. Putri sudah keluar jalur dan hanya Bima yang bisa menanganinya"

Sekarang riana sudah kehilangan kontrolnya untuk bersikap lebih manis lagi.

"Kurasa anda sudah lebih berpengalaman dari pada saya dalam berkeluarga. Bagaimana jika suami anda pergi-pergi dengan perempuan lain. Apakah itu benar?"

"Saya baik-baik meminta bantuanmu, bukan berkata kurang sopan dengan orang tua. Kamu sudah kelewatan bersikap seperti itu".

Riana bangun dari kursinya, ia berdiri dan mengambil tasnya. Sebelum pergi ia berkata, "Kurasa anda yang lebih kelewatan. Maaf, saya pamit".

Ia pulang dengan suasana hati yang tidak karuan. Sungguh ia ingin sekali memaki-maki orang sebagai pelampiasannya.


***

Di rumah Bima menyambut kedatangan istrinya dengan senyum sumringah karena kerjasama dengan kliennya sukses sesuai harapannya.

Riana nampaknya datang dengan muka asem gula jawa, walaupun kesal tetapi tetap manis.

Bima masuk kamar dan melihat istrinya yang sedang duduk di bibir ranjang.
"Sayang, tau nggak kenapa aku nggak suka minuman yang banyak gulanya?".

Istrinya hanya melirik dan melihat kelakuan Bima yang nonsense banget di saat yang menjengkelkan.

"Karena kamu sudah terlalu manis buatku", ucap bima sambil ketawa sendiri.

Ia mengira kalau riana bakal tersipu malu atau bahkan bilang ah gombal, basi, pengin muntah atau apa. Tapi ternyata ia hanya diam saja dengan muka yang masih cemberut.

Bima semakin kikuk di situasi seperti ini. Akhirnya ia mendekat dan menanyakan yang terjadi pada riana, "Ada apa sayang?".

"Gapapa"

Yah, seperti itulah perempuan kalau sedang kesal dan saat ditanya jawabnya gapapa, padahal mukanya sudah menjelaskan bahwa ia ada apa-apa. Saat kita mencoba buat mikir kalau kaum hawa beneran ga ada apa-apa yang ada kita bakal dikick dari kamar atau bahkan dari rumah, didiemin terus sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Di saat suruh tebak-tebakan beginilah rasanya kaum adam pengin pinjam bola ramalannya kaum penujum buat ngramal atau pinjam tongkat saktinya sung go kong buat ngancurin seisi dunia. Jadi bagaimana gais? Mari kaum adam langsung pakai pikiran kaum hawa juga untuk menunjukan kerendahan hati kaum adam.

"Aku salah ya sayang? Aku minta maaf ya". Bima tidak tahu harus bilang apa lagi selain itu, karena kalau ditanya lagi pasti jawaban bakal sama atau melebihi.

"Iya, kamu salah".

"Oke, aku salah. Aku minta maaf ya".

"Kamu sering godain perempuan-perempuan lain juga leg gitu juga dari dulu?"

"Hah?", Bima mulai bingung. Sepertinya ia salah waktu menggoda istrinya. Bakalan tidur di luar ini, umpat bima dalam hati.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
31-12-2019 23:37

Part 35

Riana berjalan sambil tersenyum kepada anggota keluarganya yang masih tinggal di rumah. Sumringah rasanya wanita itu sekarang sudah resmi menjadi pendamping hidupku, wanitaku yang paling berharga. Walaupun ia masih bisa tersenyum dan menjawab satu per satu pertanyaan dan gurauan yang dilontarkan orang-orang, aku tahu ia sudah lelah dan ingin sekali istirahat. Aku kembali fokus mengobrol dengan ayah dan ayah mertua. Ini kali pertama kami bertiga mengobrol agak lama dan dengan topik random. Mungkin ini hal yang sama yang dilakukan oleh riana kepada saudara-saudaranya. Aku kembali menengok ke tempat riana semula di sela obrolan, namun dia sudah tak ada.

Setelah beberapa jam kemudian, obrolan kami selesai. Aku ingin bergegas bertemu dengan riana dan menanyakan tentang hari ini. Aku berjalan menuju kamarnya melewati orang-orang yang masih terjaga malam itu dengan lontaran2 kecil yang sempat membuatku sedikit malu. Ku tarik handle pintunya pelan, aku berhenti sejenak dan bergumam dalam hati, "Kenapa riana mengunci pintunya?".

Ku lepas handle pintunya dan berbalik badan ke ruang tengah. Di sana ada sofa kosong pas sekali untuk merebahkan badan. Hari ini sungguh melelahkan. Mata ku tutupi dengan lengan sebelah kananku, pencahayaannya terlalu cerah, ini sangat menyilaukan mata.

Aku masih mendengar langkah beberapa orang yang lewat sambil bergumam pelan tentang aku yang tidur di sofa, mereka sengaja tidak bertanya langsung dan membangunkanku karena melihat aku yang kelelahan.


***


"Bim bangun...... Bima..... Bangun...."

Sayup-sayup suara seseorang membangunkanku. Kalau mungkin sekarang adalah di rumah sendiri mungkin yang ku lakukan adalah mengunci pintu kamar dan melanjutkan tidurku yang baru sebentar.

Ngomong-ngomong tentang kunci, sepertinya orang yang membangunkanku sekarang adalah orang yang tega membiarkan suaminya tidur di sofa di malam pertamanya. Sungguh jauh sekali dari kata romantis.

Quote:"Bim, bangun...sudah pagi", ucapnya.

Aku mulai membuka mata dan menjawabnya, "Hmmm, ini sudah bangun, ri".
"Kamu ko tidur di luar?", ucapnya polos.


Seseorang menjawabnya sebelum aku membuka mulut, "Kamarnya di kunci cemana bisa masuk. Haha, kasian tuh pengantin baru".

Riana melihat tepat ke mataku dengan tatapan menusuk, aku benar-benar merasa terintimidasi. Yang jadi korban aku tapi sekarang aku yang harus disalahkan. Laki-laki memang tempatnya salah.

Quote:"Maaf, tadi malem ga enak mau bangunin kamu", jelasku.

"Tapi sekarang aku jadi orang yang paling disalahkan gara2 kamu tidur di sini", paparnya.

"Nggak usah dengerin orang lain, ini baru awalan. Yang penting kita sama2 ngertiin keadaan. Ga akan selesai kamu dengerin orang lain. Ini hidup kita".


Akhirnya riana mau menerima dan ia kembali seperti biasa. Mungkin hal-hal romantis seperti ini tidak akan terjadi tatkala pernikahan kami sudah lumayan lama. Gemas rasanya liat reaksinya. Lima tahun atau sepuluh tahun lagi mungkin ia akan mengatakan hal yang sama sekali ga ada manis2nya, mungkin dia akan bilang, "Biarin saja. Biar tahu rasa ngobrol terus sampe pagi". Akan kunikmati proses demi proses kehidupan kami berdua.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
01-07-2019 21:31

Part 30

Indra, Beri dan Bima balik ke rumah Indra. Mereka menginap di sana. Indra cerita bagaimana ia akhirnya yakin untuk menikahi Cici, pacarnya yg telah menemanika lebih dari 5tahun. Dan hal itu sebenarnya sudah pernah dialami Bima saat bersama riana. Semuanya hancur setelah rencananya berubah. Salah satu pernyataan indra yg masih lekat dipikirannya adalah, "Lu bakal nikah hanya dengan 2cara, pertama lu punya anak dr ketledoran lu, kedua lu dijodohin". Bim tidak ingin keduanya terjadi tapi ia tidak mengelak jika mungkin keduanya bisa terjadi.

Paginya ia pulang pagi2 sekali karna akan menghadiri pernikahannya uncle gerry. Keluarganya berangkat bersama-sama ke daerah Tangeran.

Sampai sana suasana akad nikah sudah akan dilangsungkan. Bima melihat sosok putri, lalu ia mendekati dan menyapa.

Quote:"Di sini juga?".

"Eh, iya".

"Aku panggilnya putri atau lisa?".

"Terserah, bebas".

"Ok. Lisa saja".

"Hmm".

"Sepertinya ada hal yg perlu kita perbaiki dari sekarang berhubung kita sering ketemu".

"Maksudnya?"

"Pertemuan awal kita memang tidak menyenangkan terlebih orang tua kita seperti itu. Dan terus2an seperti itu dari kemarin kita. Bagaimana kalo kita dari awal berteman lagi dan anggap saja gw kakak lu. Nanti masalah jodoh2in itu, gw yg ngobrol sama orang tua kita".

"Seruju. Gw juga mau minta maaf karena terlalu kekanak2an ngadepinya".

"Gapapa. Sekarang kalo lu butuh apapun jangan sungkan. Mau anterin atau jemput jg gw siap, asal pas gw bisa. Okay".

"Siap, bos".


Keduanya high five dan ketawa bersama. Sesegera mungkin ia harus menjelaskan kepada tante ambar dan ibunya agar tidak ada yg namanya saling membenci.

***

Sepulang dari nikahannya uncle gerry, Bima segera bertolak ke Jogja. Ia mengejar kereta yg sudah ia pesan. Ia menaruh tasnya di atas, kemudian duduk manis di tempat duduknya.

Ia membuka hp dan mencari kontaknya dinda. Lama sekali ia tidak menghubungi dinda, biasanya setiap riana susah dihubungi dinda adalah orang nomor 1 yg dihubungi. Dan ketika ada tugas sekolah, dinda tentu akan menghubungi Bima terlebih dahulu daripada meminta bantuan kakaknya.

"Din, saya hari ini ke Jogja".

Ia tidak segera mendapatkan balasan dari dinda. Selanjutnya ia melihat ke arah jendela. Lampu kelap kelip yg berasal dari pemukiman di luar sangat indah, di setiap rumahnya itu pasti sedang berlangsung setiap momen yg berbeda. Entah sedih, bahagia, marah, kesal, sebuah cerita tentang kehidupan sedang berlangsung di sana.

Ting (suara pesan masuk)

"Long time no see!!! Mas Bima kapan nyampe sini?"

Segera aku balas pesannya, jemariku menekan tut tut keyboard. Kami janjian bertemu saat malamnya. Ingin aku tanyakan seputar riana, tapi kuurungkan aku ingin mendengar langsung darinya kabar tentangnya. "Mungkin riana dan erik sudah bahagia, dan hadirku sekali lagi hanya akan menambah suasana tidak nyaman", pikirku.

Semalaman di kereta pikiranku kalut, antara ingin sekali bertemu riana dan juga menjaga jika riana memang benar-benar sudah bersama yang lain.

Beri mengirimkanku pesan yang membuatku senyum sendiri. Kata-katanya entah sekedar selingan atau memang membuatku termotivasi. "Pepet terus selama janur kuning belum melengkung dan pak pengulu belum mengikrarkan ijab qabul nya", katanya.


***


Sudah beberapa jam berlalu semenjak kereta berangkat, mata belum saja merasa kantuk atau mereka masih terjaga walaupun kesadaranku memaksanya untuk terlelap.

Tidak ada kegiatan lain selain buka-buka hp. Dari musik, membaca surel2 yg masuk, grup chat yg biasanya hanya ku tekan clear ketika membuka sampai pada membersihkan pesan2 yg masuk menawarkan pinjaman2 dari koperasi. Semua pesan singkat hampir semua dari koperasi yg entah mereka dapat nomor dari mana dan satu lagi si operator yg rajin ngingetin beberapa promo bulanan.

Headset kembali ku pasang di telinga. Mata mulai bersahabat untuk Beristirahat sesuai kemauan otak. Saat kantuk mulai datang ada pesan yg masuk. Pilihan antara membuka pesan tapi nanti setelahnya kantuknya hilang atau membiarkannya tapi jika itu penting maka yg ada adalah sesal. Akhirnya, ku buka kembali hp dan melihat notifikasi yg masuk.

From Riana emoticon-mail
"Bim, apa kabar?".

Pesan dari riana, entah itu ilusi atau kenyataan. Ku paksa mata membuka selebar-lebarnya untuk memastikan bahwa itu benar.

Dia mengirim lewat pesan singkat, padahal selama ini sms yg ada pesan dr koperasi atau operator saja.

Tangannya mulai merangkai beberapa kata, tapi ia kembali hapus. Ia coba kembali lagi untuk membalasnya dari jawaban singkat, panjang, sedang, ia bingung akan membalasnya seperti apa.

sent to Rianaemoticon-mail
"Baik, ri. Kamu bagaimana?"

Ia menunggu dengan harap2 cepat seperti apa nanti balasan darinya.

From Riana emoticon-mail
"Baik. Belum tidur?".

Senyum Bima merekah tatkala ia mendapati balasannya itu masih membutuhkan balasan lagi darinya. Bima tidak dapat menyembunyikan kebagiannya, tanpa sadar ia tersenyum sejak mendapatkan pesan darinya.

To Riana emoticon-mail
"Belum, ini sedang di kereta. Insomnia atau lagi kerja luar?"

Ingin rasanya Bima memberitahukan bahwa ia akan ke Kota Pelajar tapi ia tahan dulu karena jarang2 ia belum tidur tengah malam seperti ini di rumahnya. Kalau memang pikirannya benar, ia akan menghampirinya jika memang itu perlu dan karena rasa rindunya yg sudah kelewat batas. Tidak ada pelarian lagi atas riana setelah bima dan Lulu bertengkar. Ya memang Lulu benar-benar menjadi pelarian Bima agar kekosongan itu bisa terisi.

From Riana emoticon-mail
"Iya, sedang di Solo, hotel xxxx. Km mau kemana? ".

Melihat balasannya lagi, ia semakin sumringah.

To Riana emoticon-mail
"Aku juga mau ke Solo. Bisa kita ketemu?".

Jogja ke Solo, setidaknya itu tidak terlalu jauh. Ia akan segera memesan tiket lagi usai dari stasiun tugu. Ia tidak mau melewatkan pertemuannya dengan riana.

From Riana emoticon-mail
"Bisa. Aku di sini sampai hari ini dan besok tapi pekerjaanku sampai hari ini".

Benar-benar sinyal positif dari riana. Bima tahu terakhir ia melihat riana bersama erik, entah mereka hubungan mereka sekarang apa, ia tidak mau memusingkan dulu. Ia hanya ingin bertemu dengannya. Sangat ingin bertemu dengannya.

"Riana, miss you so bad".
Diubah oleh bonesky
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
12-01-2019 15:55

Part 16



Iwan's POV

Gw dan shinta hari ini universary bahasa kekiniannya. Untung tanggal jadian gw ta masukin email jadi inget, kalo nggak pasti si shinta suruh gw buat main tebak-tabakan, hari apa ini, yang? tanggal berapa sekarang, yang? Hari ini ada yang spesial nggak buat kita? Pusing gw dibuatnya. Mending main TTS an deh, dari pada main tebak-tabakan tanggal hari ma pacar, salah dikit aja lu langsung kena semprot, ngambek mulu, kaga dapet jatah lagi emoticon-Ngakak (S).

Gw sms shinta, pacar gw paling baheeenoool buat makan di luar sore ini. Walaupun duit pas-pasan buat anak kos, kali-kali nyenengin anak orang kaga papa emoticon-Wowcantik .

Gw jemput dia dan astaga nunggunya bikin tanduk setan gw keluar dan body berubah jadi SUPER SAIYAN.

Quote:"Ayo berangkat, beb. Cepetan dah mahrib nih".


Seketika gw rasanya pengen nyebur ke empang saja,"suruh cepetan?" emang dari tadi siapa yang lamanya minta ampun. Tapi gw ga berani ngomong itu, pasti kena kame-kamenya shinta. Pusing dah jadi cowok.emoticon-Gila

Quote:"Iya, sayang". emoticon-Mad


Gw ngasih helm ke pacar ane, dan langsung tancap gas tanpa babibu. Bodo amat lah kali ini dia marah nggak, cacing-cacing kesayangan gw dah minta jatah. Anggep aja gw nggak denger shinta yang bilang gw kaya kesetanan naik motornya, setan gw emang dah keluar karena nunggu dia kelamaan dandan pas gw liat kaga ada bedanya idungnya masih satu, pipinya 2 matanyq dua, bibirnya satu, apa coba???? Kaum hawa kenapa engkau begitu ribet???!!!! Pacar yang sayang ma lo bakal nrima lo apa adanya ko, yang penting jangan lama-lama dandannya.

Setelah sampai tempat makan, kami berdua langsung menuju spotnya. Sambil jalan, gw liat penampakan yang sepertinya gw kenal. Gw inget-inget lagi, orang yang di depan sana.

Quote:"Rianaemoticon-Roll Eyes (Sarcastic)???".

"Siapa, beb?".

"Itu depan ada temen kos gw Bima ma riana, gw kagetin ah", muka setan gw keluar lagi.

Kami tetep jalan dan setelah dah deket, gw kagetin mereka.

"Eiiihhh, pacaran mulu!"emoticon-Cool

Riana kaget dan langsung balik badan liat gw dan shinta ketawa nggak jelas.

"Hai, wan. Ke sini jugaemoticon-EEK! ?", jawab riana terbata-bata.

Orang yang sudah naik motor yang gw kira Bima dia juga balik badan denger kegaduhan gw.

Betapa kagetnya ternyata dia bukan Bima tapi cowok lain.

"Oh,bukan ya"emoticon-Nohope , jawab gw kelepasan.


Riana masih sedikit terbata dan gugup ngenalin temannya ke gw dan shinta. Namanya erik. Dia nggak kalah cakep ma Bima, dan kalo gw liat-liat lagi, gw nghak hanya sekali liat riana ma ini cowok. Gw nggak tau ada hubungan apa riana ma erik-erik ini. Gw kira Bima serius ma riana dan hubungan mereka cukup anteng. Apa mereka berdua dah putus, atau mungkin ini AZAB bray Bima karena dia beberapa main serong ma Bona di belakang Riana. Sementara gw diem dulu ma Bima biar urusan mereka, kalo ketemu lagi atau ketemu langsung ma Bima baru gw tanyakan.


Setelah berkenalan, gw dan shinta lanjut ke meja makan. Gw langsung pesen makan dan minum, begitu juga pacar kecayangan ane. Setelah selesai, shinta tanya ke gw.


Quote:"Beb, itu tadi pacarnya Bima? Ko tadi ma erik?".

"Heem".

"Cewenya ma Bima masih jadian?".

"Mungkin, gw nggak tau. Bima dah balik kampung".

"Tapi katanya terakhir gimana mereka?".

"Bima cerita mau jadi pejuang LDR".

"Oh".

"Lo kalo mau pergi-pergi izin dulu ya, yang".

"Iya, Bebebkooooo uwwuwuwuwuwuemoticon-Wowcantik ".
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan yusufchauza memberi reputasi
5 0
5
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
05-09-2018 06:28

Part 8

Istilah "Break" sering banget dipake pada kondisi hubungan yang lagi ngambang. Semacam PHP tapi lebih ngeri. Tahu kenapa?

Ketika kita PHPin orang ato diPHPin orang, kita bebas jalan sama siapapun. Ya,.. paling galau masalah status aja.

Lain halnya dengan orang yang sedang break. Lu jalan ma yang lain, berarti lu terbukti selingkuh. Tapi pas lu ngajakin pacar, doi bakal jawab "Kita kan lagi break". Pusing nggak lo?!

Bener juga kata Bang Raditya Dika, kalo lo nggak berengsek berarti lo homo.


Gimana ngga? Lo jalan ma cewe lain dikira selingkuh. Lu ngajak pacar, sananya bilang lagi break. Siapa yang ngajarin cowo buat jadi homo kalo bukan cewenya sendiri kalo gitu.


Gw nggak pernah ngarepin hubungan yang ada kata break nya. Pengennya kalo iya ya iya dan kalo nggak yasudah nggak. Itu motto gw. Sebelum ketemu riana.


Sesudah Riana mengatakan kata break, tulangku rasanya copot. Aku kira masih diperbaiki tanpa lost contact satu sama lain dan tetep dekat kaya biasa, tapi tidak.
Dia tetap bersikukuh dengan keputusannya. Gw pamit dan balik ke kos setelah gagal membujuknya.

Pelarianku cuma satu, nyalain kompi siap perang di CS. Masih teringat jelas kala itu, biasanya gw main kalem tanpa banyak berucap nggak kaya temen2 gw, main game kaya ngajak tawuran se RT. Hari itu gw main berisik banget. Mulut tidak berhenti nyaci maki permainan . Di situ gw mengalami stres.

Bona datang ke kos dan langsung masuk ke kamar. Bukannya salam ato tanya kabar yang ada dia ngoceh macem2. Gw diemin dan fokus saja di depan layar. Bodo dia mau ngomong apaan.


Lama-kelamaan karena gw nggak ngegubris, dia nyentak gw keras banget.

Quote:"BIM...! LU DENGERIN GW NGGAK SIH! ".

Kuping gw langsung budeg denger teriakannya. Gw tarik napas, dan berbalik kearahnya.

" Kenapa bon? ", jawab gw santai.

" Lu yang kenapa? Lu lagi marah ma gw? ".

" Nggak, gw cuma lagi pengen ketenangan".

"Lu ngusir gw, Bim? ". Dia mulai nyolot dan hampir pengen gw usir saja. Beruntungnya dia cewe.

" Nggak Bon. Gw cuma lagi pusing, riana minta break", jelasku.

"Gw jg Bim, Dave selingkuh lagi dan sekarang minta gw buat maafin dia. Ini dah terjadi berkali2", terangnya dengan menahan tangis.

Rasanya pengen gw jawab, yaudah putusin aja tapi jawaban keg gitu pasti buat dia tambah tinggi.


Gw kira ketika ada orang di sini dia bakal ngibur gw. Tapi salah, ternyata kami sama-sama sedang kacau dengan pasangan masing-masing.

"Kita keluar cari angin, kalo lo ga bawa jaket ambil jaket gw di lemari".

"Mau kemana? ", tanya Bona.

" Ya pokoknya jalan aja".


Kami siap-siap jalan. Bona maupun gw sudah make jaket masing-masing.

Motor melaju lurus ke depan. Obrolan kami tidak terarah, apapun yang lewat di dekat kami selalu kami komentari. Dan itu membuat beberapa jokes garing yang buat kami ketawa lepas. Beberapa kali kami berhenti di pinggir jalan untuk jajan. Tanpa terasa kami sudah berkendara cukup lama, hari pun mulai petang. Dari waktunya, kami berkendara lama, namun dari jaraknya, kami sekedar muter2 kota saja. Kami balik ke kos.

Quote:"Haaaahh, senengnya. Bikin mood gw balik", ucap Bona sambil merebahkan diri di kasur.

"Jorok main tidur aja".

"Gw cape Bimmmaaa".

"Yaudah deh, gw mau mandi. Husss... Husss awas".

"Sok bersih banget lo".

"Biarin".


Gw keluar kamar buat mandi, badan sudah lengket dan bau asep jalanan.


***


Mood gw rasanya langsung terbang. Gw dah nglupain buat sesaat masalah dengan Dave. Sore ini gw seneng dan Bima bener-bener buat gw kembali. He's like a home.

Tatapanku terpaku pada foto yang ditempel oleh Bima di dinding. Terlihat sembarangan tapi unik dan artistik. Di sana ada dua wajah yang sedang berpose kocak, romantis, kalem, dan beberapa ekspresi lainnya. Siapapun yang bisa dapetin riana beruntung banget, dia pinter, aktif, ga terlalu banyak ngomong hal yang ga penting. Idaman banget dia, walaupun awalnya gw benci tipe cewek kayak gitu. Tapi asli kocak banget bisa buat riana berekspresi seperti itu. Orang itu tak lain adalah Bima. Bima juga, dia cowok nyebelin awalnya. Mungkin kalo gw ga berteman dengan dia, gw bakal ngebully tipe cowok gitu. Semakin kesini keliatan asik dan serunya. Dia memang nyebelin tapi dia tahu waktu, dan bisa jaga emosi ketika dia di depan cewek. Cowok yg bisa nahan emosinya depan cewek itu luar biasa. Semakin kesini gw nyaman berada di dekatnya. Melihat foto mereka, gw berangan bahwa cewek yang berada di samping Bima itu adalah gw. Jahat banget jika saat mendengar mereka sedang tidak akur, gw palah merasa senang.

Entah sejak kapan Bima berada di pintu merhatiin gw.

Quote:"Woiiii... Ngapain lo senyum2 sendiri? ", sentak Bima.

Dia masih mengusap2 rambutnya dengan handuk. Gw menatapnya dari atas sampai bawah.

" Hus.. hus... Minggir bentar". Bima duduk di tepian ranjang.

"Lu ngeliatin apa sih dari sini? ", tanyanya.

" Nggak papa". Jantung gw berdebar nggak karuan takut ketauan apa yang ada di isi otak.

Bima nyari2 apa yang gw lihat. Gw tengsin sampai Bima tau. Nggak tau lagi muka gw mau ditaruh dimana.

"Ooohhhh, lu kesemsem ya ma kegantengan gw? Emang sih kata nyokap gw, gw ganteng maksimalemoticon-Embarrassment ".

"ih geli emoticon-Nohope , mana ada orang tua yang jelekin anaknya".

"Haha, masih aja lu nutup2in emoticon-Big Grin ".

"Bim... emoticon-Malu ".


Gw beranjak duduk dan mensejajarkan posisi gw dan Bima. Wajah kami sejajar, ku lihat matanya yang terlihat tegas. Gw membernikan diri untuk berada dalam jarak sedekat ini. Tidak ada pergerakan darinya, dia hanya diam menatapku kembali. Ada dorongan kuat untukku lebih medekat lagi ke arahnya. Sampai akhirnya,

CUP

Diubah oleh bonesky
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
26-08-2018 20:24
Part 5


Aku sungguh tidak tahu cara menenangkannya sekarang. Riana bersikap dingin malam ini. Ketika pulang dia juga diam saja.


Quote:"Mau mampir? ", tanyanya setelah pelukan kulepas.

" udah malem, besok saja", jawabku. .

"ati2 di jalan".

"iya".

Baru satu kali kayuhan, dinda manggil dari belakang.

"Kak, Bima!!!! ", pekiknya.

" napa din? ".

" ajarin dinda bahasa inggris. Besok dinda ulangan bahasa inggris", katanya sambil terengah-engah karena lari dari dalam.

Riana mendekat dan langsung menjawab pertanyaan yang belum aku jawab.

"Ngga usah, pulang aja bim. Biar belajar sendiri dinda", tolaknya.

Dinda langsung nyolot dengan pernyataan kakaknya.

"Kan aku tanyanya ma kak bima bukan sama kak ana".

Dari pada mendengar kakak adek adu mulut, aku segera mengiyakan.

"Iya, din. Kak bima mau ngajarin".

"Dah malem bim", jawab riana.

"Gapapa, bentar ko".

Dinda tersenyum lebar dan mengajakku untuk masuk.

"Mau belajar apa? ".

" Bentar ta bukain bab nya".


Riana dari belakang membawakanku minum. Aku senang karena aura riana sudah kembali biasa. Mungkin dia nggak tega liat aku harus mengajari dinda malem2.
Waktu terus berjalan dari jam 9 sekarang sudah hampir jam 11malam.
Aku dan dinda masih asik belajar dan riana sudah tertidur di sofa.


Quote:"Kak Bima! ", panggil dinda membuyarkan lamunanku.

" Ya din? ".

"Kakak kenapa mau sama kak riana? Kan orangnya bosenin".

Gw langsung memencet hidung dinda, "Berani nggak tanya gitu langsung ke kakakmu?".

"Seringlah".

"Terus jawabannya apa? ".

" Tanya aja sendiri, gitu doang".

Aku menarik napas sebentar untuk menjawab pertanyaannya.

"Dia beda, nggak ribet dan apa adanya".

"Maksudnya apa adanya itu, ceplas-ceplos? ".

" Hahaha, kadang gitu tapi kadang diem. Tapi itu yg buat kak bima jadi suka".

"Hmmm, terbang kalo denger. Kak, aku mau tanya serius, jawab ya".

"Apaan? ".

" Kakak setia kan ma ka riana? "

" heh? Tumben tanya gitu? ".

Aku sedikit kaget dinda sampai tahu hal itu, mungkin dia cerita ke adiknya tapi bukan tipe riana sekali.

" Soalnya pas ditanya hubungannya gimana ma kakak, jawabnya nggak jelas gitu".

"Nggak jelas gimana? ".

" Ya kaya kak riana juga nggak tau gimana hubungannya. Ya pokoknya gitu lah. Tapi janji kakak nggak ngomong ke kak riana! ".

" Hm, janji. Kita baik-baik saja kok. Kalo ada masalah ya setiap hubungan ada pasang surutnya".

"Hm".

"Yaudah, belajarnya udah selesai kan? Kakak mau balik".

"Iya kak ati2 ".


Aku langsung pulang ke kos, pasti rasanya dingin banget. Jaket dipake bantal ma riana. Nasib.

###

Riana bangun selepas Bima pulang. Dia langsung menjewer telinga dinda.

Quote:" Ngapain lu crita ke kak Bima tadi tentang gw! ".

" Aduh, kak. Maap, ta kira kakak dah molor". Sambil mengerang kesakitan.

"lain kali nggak usah ember! ".

" iya kak"


Riana melepaskan tangannya dan duduk kembali. Saat menoleh ke arah kanan, ia melihat jaket Bima. Alisnya dipicingkan sambil berpikir kejadian kenapa jaketnya ada di situ.

"Din, tadi kak Bima pulangnya pake jaket nggak? ".

" nggak".

Dia makin bersalah atas perlakuannya malam ini yg kelewatan.
Diubah oleh bonesky
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
10-08-2018 05:21
Part 1



Hampir semua anak sudah berada di kelas, ngobrol dengan golongannya masing-masing. Gw duduk dibarisan paling depan karena itu yang tersisa.


Beberapa minggu terakhir topik pembicaraannya adalah tentang judul skripsi. Sebagian sudah ada yang sudah mantap, selebihnya masih bingung milih yg paling mudah tapi nilainya bisa dapet A. Ngarep banget.
Iwan nampok bahu gw dari belakang.

Quote:
"Bim, " panggil iwan.

" Hmm? ".

" Lu dah dapet judul? ".

" Belom", jawab gw seadanya. Beberapa kali gw nguap dan kepalaku rasanya berat banget.

"Lu abis begadang tadi malem? ".

" Ga tidur gw".

"ngepet lu? ".

" Iya, gw yg jaga lilinemoticon-Nohope ".

"wkwkwkwk, serius nih sekarang. abis ngapain lo ampe ga tidur? ".

" Gw sama Bona".

"Bona lagi?".



Gw cuma nganggukin kepala. Iwan nggak terlalu suka gw sama Bona. Penilaian Bona di luar memang tidak terlalu baik. Dari mulai ngomongnya, tingkah-tingkahya sampai cara jalannya, keliatan kalo dia bukan cewe baik-baik. Rasanya gw pengen cerita tentang Bona ke Iwan tapi dia terlanjur tidak suka. Akhirnya gw skip.


Dosen datang dengan senyuman mematikan. Hari itu juga kami diberi waktu beberapa menit untuk selanjutnya kuis. Semua kaget dan cuma bisa berharap pada keberuntungan.


Dari sepuluh nomor, gw cuma bisa jawab setengahnya. Dari semua dosen, dia yang paling rajin bikin mahasiswanya kelabakan.


Usai kuliah, gw keluar cepet. Tapi iwan tiba-tiba manggil suruh nungguin bentar. Gw tunggu di luar kelas.

Quote:
"gw mau tanya serius, Bim".

"Lu udah dikasih apa sih ma Bona, ampe lu berubah gini banget?".

"maksudnya? ".

" Gw cuma kasian ma lu, kaya ngekorin dia mulu. Lu juga iya iya aja kalo dia minta apa2".


Sebenarnya gw juga belum tau apa yang gw rasain, gw cuma kasian saja. Itulah awal gw mulai deket. Dia kaya gw versi cewe pas masa di lubang antara lo milih ancur karna temen atau dianggap cupu.


Quote:"gw dah ada pacar dan dia juga ada, wan".

"jadi maksudnya kalian TTMan, ato gimana?."

" gw cuma kasian. Dia kaya gw dulu. Dan lu tau sendiri gw kaya apa dulu".

"Serah lu sih bim. Gw sebagak temen lu cuma pengen lu jangan ampe balik keg dulu juga".

"iya, wan thanks ya".


Iwan cuma senyum lalu pergi.
Diubah oleh bonesky
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
11-06-2020 16:06

Part 44 Final

Ketika seseorang mencintai hal yang pertama diinginkan adalah memiliki. Akan muncul beberapa rasa yang muncul yang membuat seseorang lupa segala sesuatunya, atau orang menyebutnya buta. Love is blind. Tersenyum hanya melihat orang yang dicintai tersenyum, tak melihatnya membuat hati gusar, marah karena cemburu, menyukai apa disukai walaupun kita tak menyukainya, semua serba termaklumkan karena dia yang kita cinta.

Segalanya diciptakan berpasanganya, ada siang ada malam, ada gelap ada terang, ada senang ada sedih, ada mencintai dan ada menyakiti. Segala yang dilakukan harus melalui proses pengorbanan. Pengorbanan yang memang kita iklas menjalani atau yang menyakitkan untuk kita.

***

Riana bergegas ingin pulang dan menyiapkan masakan. Dia menghubungi Bima agar bisa makan malam bersama. Dia mencari beberapa resep masakan yang disukai oleh suaminya.

Setelah semuanya siap, ia menunggu sambik menonton TV namun pikirannya membayangkan sesuatu yang ingin sekali ia beritahukan. Sambil senyum-senyum sendiri, riana menatap layar tv tanpa tahu isi acara yang ia tonton.

"Sayang....", teriak Bima dari balik pintu depan.

Riana bangun dan segera menghampirinya.
"Capek?", tanyanya.

"Lumayan", jawabannya sambil tersenyum.

Bima langsung bersih-bersih diri dan langsung makan. Riana menyiapkannya dan melihatnya makan dengan lahap.

"Kenapa? Kamu ga makan?", tanya Bima.

"Aku mau ngasih kamu hadiah".

"Hm? Sekarang aku ulang tahun?"

"Bukan"

"Terus? Hadiah buat apa?"

"Hadiah sekaligus tugas baru buat kamu. Karena habis ini kamu bakal banyak pekerjaan tambahan"

"Hm? Ga mudeng"

Riana diam, dan masih menatap suaminya yang masih kebingungan mencerna kata-katanya.

"Aku hamil"

Bima diam dan mencoba memastikan apa yang barusan istrinya ucapkan, "Apa sayang?"

"Kamu dengarnya apa?"

"Hamil?", ucap Bima pelan-pelan takut perkataannya salah, karena kata itu sangat sensitive untuk ia ucapankan, takut menyinggung hati riana.

Riana tersenyum dan mengangguk.

Bima langsung meledak rasanya, ia bangun dan memeluk istrinya.

"Bim, aku sesak", ucap riana masih dengan senyumannya.

"Maaf. Hmmm, kamu pengin apa sekarang?"

"Maksudnya?"

"Katanya kalau orang hamil ngidam sesuatu".

"Haha, kebanyakan denger kata orang"

"Hmmmm"

"Jangan ngambek, ga pantes kamu ngambek gitu haha"

"iiish"

"Udah selesai makannya? Biar ta beresin"

"Biar aku aja. Kamu duduk manis saja"

"Hmm, jadi perhatian banget. Coba dari dulu gini"

Bima hanya tersenyum dan membereskan makanannya.

***

"Bim, aku pengin tanya"

"Apa?"

"Setelah banyak kejadian yg kita lewati dari awal sampai sekarang, kejadian terberat menurut kamu yang mana?"

"Hmmm.... Saat kamu dah benar-benar tidak percaya dan kita saling menjauh satu sama lain"

"yang mana?"

"Saat aku memilih untuk mencari pelarian yg salah".

"Oh"

"Kamu?"

"Saat ku pikir kamu punya anak dari dia"

"Dia? Yang mana"

"Aish, berapa banyak cewek yg kamu ajak kencan?"

"Hahaha, maaf. Coba lanjutan ceritanya"

"Aku tahu kamu orang yg cepat sekali akrab dengan orang lain. Kamu awalnya terlihat judes bin kejam tapi setelahnya kamu tidak tahan buat bantu orang. Dan perhatian kamu itu yg sering buat orang lain salah paham sekaligus menyukaimu dengan cepat. Aku tidak suka itu"

"Hm, begitu? Wah, aku baru sadar"

"Jengkelin!"

"Tapi kamu cinta kan? Hahaa"

"Hmmm, aku benar-benar terperangkap terus. Mau pergi kemanapun bahkan pisah pun akhirnya balik lagi"

"Tapi aku sempat hampir putus asa dan nyerah"

"Kenapa?"

"Aku mulai capek, maksa kamu juga tidak baik, apalagi sudah ada seseorang yg dari dulu perhatian denganmu lama. Rasanya aku bakal kalah"

"emmmm, maksudmu erik? *

" Heem"

"Haha, aku ga nyangka. Berarti kamu sebenarnya cemburu saat kita masih kuliah. Tapi aku lihat kamu g ada ekspresi cemburu. Ta kira aku gagal"

"Maksudmu kamu sengaja?"

"Iya. Tapi karena g berhasil akhirnya aku pikir itu g masalah kalo aku pergi sama erik. Toh kamu ga akan marah atau berpikir aneh2 karena kamu tahu dia temanku"

"Hah, benar-benar bikin hati anak orang terbakar"

"Haha, tapi aku hanya deket sama dia aja. Kalo kamu kan banyak banget"

"Tapi kamu juga sedingin es. Bahkan dari saat aku pdkt. Ahhh, aku kerja keras banget itu"

"Haha, siapa yg percaya sama kamu. Kamu dah terkenal dekat dengan banyak cewek walaupun g kamu pacari secara resmi"

"Waahhh, ternyata aku terkenal juga"

"Ish, g punya prinsip"

"Pencemaran nama baik nih. Aku cuma pacaran sama kamu loh pas kuliah"

"Yang deket? Aku juga denger kamu sering nginep di rumah teman cewek kamu"

"Haha, kami hanya teman ko. Tapi sekali aku memutuskan sesuatu bakal terus fokus dengan satu hal, seperti ke kamu"

"Gombal"

"Hahaha. Oh ya, aku pengin tanya sebenarnya kamu pernah ada rasa dengan erik?"

"emmm, pernah nyoba buka hati"

"Hasilnya?"

"Sulit, yg keinget wajah tengilmu terus. Nyebelin banget ta kira kamu guna2 aku"

"Hahaha, masih percaya gitu. Itu kamu saking cintanya sama aku"

"Narsis"

"Haha"

"Aku pengin tanya yg terakhir"

"Apaan?"

"Jawab jujur"

"Hm? Nanti akhirnya bakal di usir dari kamar ga?"

"Tergantung"

"G mau"

"Ish, oke g bakal. Tapi jawab jujur. Aku pengin tahu"

"Oke"

"Aku sebelum nikah sama aku sudah tidak itu?"

"Ya"

"Hmmm"

"Seberapa jauh aku lari, yang terlintas kamu terus. Aku ga bisa lupa tentang kita. Untung kamu punya adik yg sangat koopertif hahaha"

"Ish"

"Kita tidur ya, dah larut. Terima kasih sayang, untuk kembali lagi. Love you"

"Love you too, night"

"Nite"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
am-i-indigo
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Heart to Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia