Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

christomatAvatar border
TS
christomat
Jadi Cantik Dianggap Hak Asasi, Brasil Subsidi Biaya Operasi Plastik
Jadi Cantik Dianggap Hak Asasi, Brasil Subsidi Biaya Operasi Plastik


Jumat, 11 Mei 2018 | 20:34 JST

BRASILIA, KOMPAS.com- Kecantikan merupakan hal kecil yang sulit dipahami dan bersifat amat relatif.

Meski begitu, sebagian besar manusia berusaha agar menjadi cantik setiap hari. Misalnya, dengan mencoba berbagai gaya rambut, membuat gigi lebih putih, dan mencegah pori-pori tidak terlihat.

Di beberapa negara, upaya mempercantik diri tersebut membutuhkan pengorbanan dengan biaya yang tidak sedikit. Namun, di Brasil, biaya mempercantik diri bukanlah masalah.

Sebab, pemerintah negeri itu menganggap menjadi cantik adalah hak asasi setiap warga, sehingga pemerintah Brasil memberikan subsidi bagi setengah juta operasi plastik setiap tahun.

Di beberapa rumah sakit di Brasil menyediakan layanan operasi plastik dengan biaya rendah atau bahkan gratis.

Gagasan mengenai kecantikan sebagai hak asasi manusia, bisa ditelusuri kembali ke dekade 1950-an.

Saat itu, ahli bedah bernama Ivo Pitanguy, meyakinkan Presiden Juscelino Kubitschek bahwa kecantikan sama pentingnya dengan kebutuhan kesehatan lainnya.

Ia mengatakan, wajah buruk rupa bisa menyebabkan penderitaan psikologis dan harus dianggap sebagai salah satu masalah kemanusiaan.

Awalnya, yang berhak menerima subsidi operasi plastik adalah penduduk dengan cacat lahir atau penderita luka bakar.

Namun, saat ini, hampir semua warga Brasil dianggap layak menerima prosedur operasi plastik dengan alasan estetika.

Tentu saja, warga Brasil sulit mengatakan tidak pada operasi plastik. Di Amerika Selatan, kecantikan merupakan faktor penting dalam mendapatkan pekerjaan atau suami.

Saking populernya, Brasil menjadi negara dengan jumlah operasi plastik terbesar kedua di dunia dengan 1,2 juta operasi setiap tahun.

Namun, hal itu bukan tanpa risiko. Menurut laporan Vice , di balik ‘hak asasi untuk menjadi cantik’ dan biaya operasi yang murah, terdapat berbagai masalah.

Beberapa prosedur sering memakan waktu tunggu yang lama, bisa berbulan-bulan hingga tahunan.

Kebanyakan rumah sakit juga menjadi tempat percobaan untuk inovasi terbaru, serta lokasi praktik bagi ahli bedah plastik pemula.

Pada dasarnya, kondisi ini justru mengekspos pasien terhadap risiko besar. Hanya ada sedikit peraturan untuk melindungi mereka dari malapraktik.

Mengingat sebagian besar warga berpenghasilan rendah, sulit bagi mereka untuk mendapatkan keadilan jika terjadi kesalahan prosedur operasi plastik.

Dengan kata lain, saat melakukan operasi plastik, penduduk Brasil setuju untuk menjadi subjek eksperimen yang ditukar dengan potensi kecantikan.
sebelahblogAvatar border
anasabilaAvatar border
anasabila dan sebelahblog memberi reputasi
1
679
4
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar NegeriKASKUS Official
79.3KThread11.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.