Kaskus

News

toniovichAvatar border
TS
toniovich
Ternak Kecoak untuk Proses Limbah Makanan dan Sampah Basah
Ternak Kecoak untuk Proses Limbah Makanan dan Sampah Basah

Seorang karyawan perusahaan farmasi di China mengambil keputusan tak lazim. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya demi sesuatu yang bagi sebagian besar orang adalah menjijikkan, yakni berternak kecoak. Ternak kecoak itu dilakukannya untuk memproses limbah makanan dan daur ulang sampah basah.

Peternakan kecoak Li Yanrong berlokasi di Zhangqiu di distrik Jinan, propinsi Henan. Sekitar 300 juta kecoak jenis America ia ternakkan di sana. Ratusan juta kecoak itu bertugas mengolah rata-rata 15 ton limbah makanan per hari. Jumlah limbah makanan tersebut sama dengan seperempat dari total keseluruhan sampah dapur yang dihasilkan distrik Jinan.

“Kecoak-kecoak ini tidak pilih-pilih. Mereka akan menyantap apa saja, mulai dari yang lunak, keras, asam, pahit, manis, hingga pedas,” jelas Li.

Baca Juga : Bakteri Ini Mampu Uraikan Sampah Plastik dalam 6 Minggu

Dilansir dari South China Morning Post, China memproduksi setidaknya 60 juta ton sampah dapur setiap tahunnya. Sebagian besar sampah basah tersebut diproses melalui fermentasi, sistem yang mahal, tidak efisien dan mencemari lingkungan.

Karena itu Li menawarkan alternatif memanfaatkan kecoak untuk memproses limbah makanan. Ia meyakini cara ini merupakan cara yang lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi.

Li mengatakan saat ini ia memiliki sekitar 300 ton kecoak. Ia berencana menambah jumlahnya hingga 4 ribu ton untuk dapat memproses 200 ton limbah makanan per hari yang dihasilkan Zhangqiu dan kota-kota di sekitarnya.

Untuk “tugas” memproses limbah makanan itu, ia memilih kecoak varietas America. Kecoak ini merupakan salah satu jenis kecoak terbesar di dunia dengan panjang tubuh sekitar 4 cm dan siklus hidupnya bisa mencapai 700 hari. Selama ini kecoak America kerap digunakan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional China untuk menyembuhkan luka dan memperbaiki jaringan yang rusak.

Baca Juga : Sayangi Lebah, Karena Tanpanya Manusia Bisa Punah

Bisnis ternak kecoak berkembang pesat di China dalam beberapa tahun belakangan ini. Sebagian besar produksinya adalah untuk memenuhi kebutuhan permintaan obat.

Peternakan kecoak terbesar di dunia berada di Xichang, di propinsi Sichuan, yang memproduksi kurang lebih 6 milyar kecoak dewasa setiap tahunnya. Umumnya milyaran kecoak tersebut dimanfaatkan untuk industri farmasi.

(sumber)

Setiap mahluk ciptaan Allah pasti ada manfaatnya. emoticon-2 Jempol
sebelahblogAvatar border
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1.3K
13
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.1KThread21KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.