- Beranda
- The Lounge
Sejarah Kelam Bandara Jenderal Soedirman Sebelum Resmi Dibangun Kembali
...
TS
iyabre
Sejarah Kelam Bandara Jenderal Soedirman Sebelum Resmi Dibangun Kembali

Liputan6.com, Purbalingga -Peresmian pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman (BJB), Purbalingga, Jawa Tengah, Senin pagi, 23 April 2018 oleh Presiden Joko Widodo menyematkan kebanggaan tersendiri bagi warga kota perwira. Saat itu, warga berkerumun di sepanjang jalan keluar menunggu orang nomor satu di Indonesia itu menyapa dari mobil kepresidenan.
Nun jauh memutar waktu, keceriaan seperti itu tidak pernah terjadi. Sejarah BJB penuh dengan bercak darah perjuangan masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, dan perang kemerdekaan.
Ahli Bidang Sejarah pada Tim Ahli Cagar Budaya Purbalingga, Ganda Kurniawan, menceritakan Bandara Jenderal Besar Soedirman pertama kali dibangun pada 1938 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pada dasarnya, pembangunan bandara tidak terlepas dari kepentingan ekonomi dan militer.
Satu tahun setelah bandara dibangun, Angkatan Udara Tentara Kerajaan Hindia Belanda (Militaire Luchtvaart van het Koninklijk Nederlands-Indisch Leger, ML-KNIL) resmi dibentuk. Tak ayal, pembangunan bandara ditujukan untuk mobilitas armada tempur ML-KNIL.

"Di sisi lain, Eks Karesidenan Banyumas merupakan wilayah gadaian dari Kasunanan Surakarta atas kerugian pemerintah Hindia Belanda dalam Perang Diponegoro yang mencapai 32 juta gulden," katanya, Selasa, 24 April 2018.
Setelah perang itu, pemerintah Hindia Belanda maupun perusahaan-perusahaan Belanda telah habis-habisan membangun infrastruktur, pabrik-pabrik, dan perkebunan. Mobilitas yang lebih baik dan pengamanan angkatan udara praktis diperlukan untuk mengawasi wilayah yang dikepung perbukitan zona Serayu Utara.
Namun, setelah pembangunan pertamanya pada 1938, tampaknya bandara belum difungsikan dengan maksimal. Pembangunan saat itu hanya untuk penyiapan landasan rumput atau tanah keras dengan jalur pacu sepanjang 1.000 meter.
Pesawat yang memungkinkan untuk lepas landas dan mendarat di Bandara Jenderal Besar Soedirman berupa pesawat pengintai, pesawat bomber dan serang ringan seperti Piper Cub, Fokker, dan Sopwith Camel. Untuk pesawat angkut berat sekelas Dakota terlalu berisiko beroperasi di bandara tersebut.
0
735
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya