alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad884c1d675d4ec0a8b4571/my-secret-story
Lapor Hansip
19-04-2018 19:00
My Secret Story
Past Hot Thread
Cover





Selamat malam para sesepuh Kaskus disini. Izinkan saya berbagi sedikit cerita tentang kisah saya disini. Mohon maaf jika penulisan saya amburadul, maklum masih newbie hehe...

Perkenalkan, nama Mursid. Ya biasa dipanggil Mursid juga. Umur sekarang baru 22 tahun. Tinggi 165 cm (terakhir ukur tinggi badan SMA). Asli orang jawa dari ibu bapak sampai kakek buyut diturut keatas orang Jawa semua. Lahir, tinggal, dan tumbuh besar di Jawa juga. Sebenarnya percakapan disini asli banyak pake bahasa Jawa, tapi biar lebih mudah dipahami langsung saya artikan ke bahasa Indonesia.

Sedikit tentang saya ya, saya orangnya pendiam. Cenderung gak peka. Nol soal percintaan (diawal cerita). Kulit putih kekuningan untuk orang Jawa. Gak modis. Sekian tentang saya..


Index


Noted


Rules ini thread gan :


1. Disini saya cerita apa adanya a.k.a #True Story
2. Saya tidak izin dengan beberapa tokoh tokoh disini gan, soalnya kami beneran lost kontak dan kehilangan kontak.
3. Saya sarankan tidak terlalu kepoin para tokoh disini, boleh sewajarnya saja. Jangan sampai ganggu privasi mereka. Mau kepoin saya silahkan, asal dalam batas wajar saja.
4. Saya sangat butuh kritik dan saran disini supaya saya bisa lebih bersemangat buat menulis ini cerita dan perbaiki cara penulisan saya. Jadi mohon kritik dan saran dari para reader reader sekalian.
5. Saya ucapkan terima kasih banyak buat para reader reader yang sudah mau meluangkan waktunya buat mampir disini.
6. Saya berbagi cerita ini supaya para reader sekalian bisa ambil sisi baik buruk nya dari cerita saya ini agar jadi pembelajaran kedepannya.
7. Waktu update tak menentu, sebisa saya nulis tapi saya usahakan setiap hari bisa update minimal 1 chapter.
Diubah oleh pendakimalas
profile-picture
profile-picture
masmus2308 dan yusufchauza memberi reputasi
20
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 55
19-04-2018 19:43
Pertamax emoticon-Cendol Gan
Diubah oleh mr.w3371
0
19-04-2018 20:17
Chapter 1 : Awal Mula
Juli, 2011..
Itu awal dimana gue masuk SMA. Gue masuk SMA bukan negeri, tapi swasta. Mau masuk negeri sih bisa yang didekat kampung halaman tapi gue lebih milih yang di kota. Biar nambah pengalaman dan kenalan makin luas aja sih haha.. Maklum dari SD sampai SMP sekolah di kampung halaman sendiri. Oh iya, rumah gue agak jauh dari kota. 30-40 menitan tergantung situasi jalan dan dalamnya narik gas motor haha..
..
Yah, masuk masa MOS. Tak seperti sekolah lain yang cuman 3 hari, MOS hampir satu minggu. Dan anehnya, satu minggu itu kami disuruh pake atasan putih bawahan hitam. Berasa masuk PNS aja gilak.. Dan kalo gak ada ganti dirumah ya siap siap aja semprot terus pake minyak wangi biar gak bau kecut hahaha
Pagi jam 7 lah semua siswa baru ikut upacara rutin sekolah. Berasa culun bener disini, dimana yang lain tampak gagah sementara siswa kelas 1 berasa jadi guyonan..
.
.
Setelah upacara dan segala pidato menyedihkan kepala sekolah kami, kami puj dikumpulkan diaula dan diharuskan denger semua pengisi acara berjam-jam. Lelah cuy. duduk mulu aja rasanya, skip... Jam istirahat pun datang.. Akhirnyaaa,, bisa ngisi perut juga. Berkumpulah gue dengan rekan rekan seperjuangan 3 tahun kedepan dikantin yang tersebar diluar sekolah. Fyi gan, sekolah gue ikut dalam komplek sekolaham di kota gue. Ada MAN, SMAN 1, SMKN 1, dll. Banyak dah pokoknya.. Dikantin lah diri ini mulai berkenalan dengan orang orang berpenampilan brutal hahaha,, ya tampang mereka berasa mengerikan euy haha.
Setelah istirahat, semua siswa baru pun dikumpulin dihalaman depan, dan disitulah pembagian gugus (semacam kelompok), dan gue masuk gugus 8. Pembimbing gugus 8 kami namanya mbak Putri, anak kelas 3 ICT. Biasa dipanggil Puput. Tau dah apa sebabnya,, dan mbak Puput pun memilih ketua kelompok kami. Dan taraamm.. Mulai memilih milih lah dia,,
"Kamu yang berambut pendek, siapa nama kamu?" bertanyalah mbak Puput menunjuk ke arah saya.
"Saya mbak?" sambil nunjuk diri sendiri muka bloon
"Iya kamu, nama kamu siapa?" tanya dia lagi.
"Iya mbak saya. Mursid mbak." jawab diri ini sambil kebingungan.
"Yak, baiklah kamu saya pilih jadi ketua gugus 8. Yang lain setuju?" tanya dia sambil menampakkan wajah bertanya ke teman teman yang lain.
"Setuju kak" jawab rekan rekan kolompok gue dengan entengnya.
"Serius saya mbak?" tanya gue lagi dengan muka bloon tentunya.
"Iya serius dek, kamu jadi ketua gugus 8 ya hehehe." muka cengengesannya pun mengiyakan
"Oke deh mbak, siap lah." lesu diri ini mengiyakannya.
Sekilas tentang Mbak Putri ini, wajah putih bersih. Berkerudung, iya deng SMA gue berbasis agama islam. Diayomi salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, tau lah para reader reader sekalian hehehe..
Agak gemuk dikit hehe *peace mbak kalo baca emoticon-Ngakak
Cantik sih, supel dan mudah diajak bicara. Ngobrol sama dia asik lah pokoknya.
"Ya udah dek, nanti ikutin instruksi dari kakak tingkat ya ntar disuruh ngapain aja." imbuhnya
"Iya mbak, siap." dengan senyum dipaksa terlemparlah padanya haha
.
.
Skip..
..
.
Waktu pulang sekolah pun datang, berjalan kakilah diri ini ke tempat pemberhentian bus. Waktu awal masuk sekolah masih naik bus gan, ada sih motor tapi pengem ngebus dulu alasan biar tau temennya banyak gak yang seperjalanan. Dijalan, gue pun ketemu banyak temen SMP dulu yang masuk sekolah yang sama. Salah satunya Arif, gempal, item dengan senyum dimana orang terpana melihatnya haha emoticon-Ngakak
Ada si Koco juga, teman satu gugus dengan gue. Kecil, rambut melengkung keatas diatas dahinya. Ada si Iqbal, putih bersih kulitnya. Yah itu sedikit temen temen seperjalanan naik bus, walau turunnya berbeda beda. Tetep asik lah,, ada banyak temennya. Pikir gue saat itu.
.
.
Sampailah kami di pemberhentian bus setelah berjalan kaki sekitar 30 menitan, jauh juga euy tapi gak terasa soalnya melewati taman kota juga. Lokasi sekolah gak berada dijalur bus soalnya. berangkat beda jalur juga, tapi lebih deket jalan 10 menitan doang.
...
.
.
Skip lah, naik bus ya gitu kan yak?? Duduk (kalo dapat), berdiri panas panasan. Tapi bayar murah, 2rb rupiah waktu itu padahal jarak tempuh 25 km an emoticon-Ngakak
..
Rumah gue berada dibawah lereng gunung gan, jadi agak adem. Dibawah gunung yang membatasi provinsi Jawa Tengah & Jawa Timur. Gue masuk Jawa Tengahnya. Jauh dari kota. Naik bus pas balik bisa makan waktu 1 jam lebih, soalnya jalan naik ke atas gunung. Jurusan bus naik ke kota dilereng gunung yang penuh wisata.
Sampai rumah biasa lah gan, makan lanjut tidur. Sekian untuk kali ini,, ya baru awal mula.. Next chapter lebih ngena entar hehe
Diubah oleh pendakimalas
profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
6
19-04-2018 20:18
Quote:Original Posted By mr.w3371 โ–บ
Pertamax emoticon-Cendol Gan


thanks udah mampir gan, moga ceritanya berkesan yak hehe
1
19-04-2018 20:55
Mohon bantuannya gan gimana caranya bikin index hehe emoticon-Recommended Selleremoticon-Jempol
2
19-04-2018 21:33
Chapter 2 : Kakak Tingkat Misterius
Masih dimasa MOS. Yah hari ke 3 kalo gak salah, lupa. Seperti biasa kami dikumpulin di aula sekolah. Cewek cowok dibagi 2 blok besar, cowok kanan dan cewek kiri (diliat dari belakang).
Nah diantara sela cewek dan cowok itu ada semacam ruang buat jalan yak, itu pas ada yang isi pidato diduduki para kakak tingkat osis. Bosen denger isian pidatonya, meski orangnya gonta ganti sih. Celingukan kanan kiri lah gue, ada kakak tingkat yang sedikit "aneh". Aneh kenapa? Soalnya tiap gue liat dia seakan sia abis liatin gue gitu dan tau gue liat dia dia alihkan pandangan. Gak cuma sekali dua kali, berkali kali bahkan seharian ini.
"Co, tau gak kakak tingkat yang duduk dibelakang kakak tingkat sebelah gue itu siapa?" tanya gue ke Koco, rekan satu gugus. Duduk dia disamping gue.
Berhubung gue ketua gugus, gue duduk di paling pinggir tengah berbatasan dengan cewek dan disitu ada sela nya dan kakak tingkat itu pada duduk disitu sepanjang barisan. Disitu kakak tingkat misterius itu berada, belakang 2 orang dari kakak tingkat sebelah gue..
"Gak tau sid, kenapa emangnya?" tanya si Koco.
"Aneh wae lah, berasa diliatin muluk gue dari tadi." jawab gue
"eh btw cakep dia, paling cakep malah diantara kakak tingkat yang lain setau gue." ucap si Koco.
"Iya sih cakep, naksir gue kali yak dia haha." canda gue.
"Sikat dah, mumpung ada cewek cakep lagi khilaf wahahaha." lanjut dia
"Bedebah.. Hahaha, emang gue sejelek itu apa? Haha" canda gue.
"Gak sid gak, elo putih kok sebagai cowok. Walau tampang pas-pasan hahaha" tawa dia dengan tampang tak berdosanya.
"Oke sip, lanjutkan dah" umpat gue..
.
"Sssttt" bisik kakak tingkat sebelah gue ke kami berdua.
"Jangan berisik dek, dengerin yang didepan" imbuhnya
"Yup mas" jawab gue.
.
.
Dan sesuai tebakan gue, kakak tingkat misterius itu masih kadang liatin gue dan buang muka ketika ketauan gue liatin balik. Yah tau lah kenapa,, bingung sendiri gue.
.
.
.
Pulang sekolah, biasa jalan bareng sama temen temen seperjalanan sambil cerita cerita MOS tadi.
Gue, Koco, Arif, ke tambahan beberapa orang lagi. Si Indra, Bayu, lalu siapa lagi yak? Lupa haha emoticon-Ngakak
..
.
..
.
"Eh liat, kakak tingkat dibelakang kita, cakep yak?" ucap si Bayu ke kami semua.
"Mana?" tanya si Koco.
"Yang tengah" imbuh Bayu.
Gue masih sibuk mainin hp Soner w660i gue gak peduliin mereka.
"Oh itu, yup cakep dia haha" tambah si Arif.
"Sid Sid, bukane dia yang liatin elo di Aula tadi?" tanya si Koco ke gue.
"Hhmm? Mana?" tanya gue.
"Itu yang tengah" imbuhnya
Lalu gue liat ke belakang, dan taaaraaamm jreengg.. Itu dia kakak tingkat tadi, dari seragamnya sih kelas 11 (kelas 2).
"Iya sih dia" imbuh gue setelah mengamati dia berjalan dengan 2 temannya sambil ngobrol. Biasa lah cewek.
. .
Sampai di pemberhentian bus, kakak tingkat itu pun juga menungggu bus juga. Disini ada 2 bus yang bisa ditumpangi, jurusan S*lo-Taw****angu (bus gue tumpangin langsung sampe seberang desa gue) & S*lo-M****ih (kalo naik ini kudu oper bus ntar gue). Nah, gue liat dia naik bus yang jurusan M****ih. Karena beda bus, gue nunggu bus belakangnya. Disini yang nunggu bus banyak banget gan, ada dari berbagai sekolah soalnya. Kadang kalo nunggu agak longgar harus nunggu beberapa bus dulu.
. .
"Yah dia naik bus yang berbeda." keluh gue.
Seperti biasa, sampai rumah makan tidur mandi dll. Aktivitas biasa lah dirumah. Pikiran ini pun tak ada hentinya siapa itu kakak tingkat, tapi sudahlah. Biar waktu kelak menjawabnya, pikir gue saat itu.
profile-picture
profile-picture
masmus2308 dan yusufchauza memberi reputasi
6
19-04-2018 22:11
Ceritanya asyik juga gan emoticon-shakehand
0
19-04-2018 22:12
ijin baca gan
gak asing dengan kata s*lo kalau yang suka nanjak double M
๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†
0
19-04-2018 22:42
Chapter 3 : Kelas Brutal
Just info saja buat para reader reader terhormat disini, disini gue gunain nama asli semua meski cuman panggilannya. Soalnya kalo gue gunain nama samaran/nama lain terkadang ingatan gue gak sepenuhnya bisa keluar jadi ada momen terlewat. Disini gue juga gak ada izin dari tokoh tokoh disini soalnya kontak udah pada ilang dan bahkan beneran lost kontak. Jadi kalo menemukan orang dengan ciri ciri di thread ini di media sosial atau dimanapun dimohon untuk tidak mengganggu privasi mereka. Jika ada yang perlu ditanyain soal apapun bisa PM ke gue. Terima kasih sebelumnya. Lanjut.....
.
.
.
Akhirnya MOS seminggu pun selesai. Gilak aja MOS seminggu, tapi ya itu lah uniknya sekolahan yang gue masuki ini haha. Saatnya pembagian kelas, sudah bisa ditebak sih sebenarnya. Disini ada 3 kasta kelas :
1. ICT : tempatnya para konglomerat. kelas AC. Lantai karpet. Pelajaran pake Laptop per murid. Biaya SPP 300rb/bulan. Mbak Putri disini nih. Saudara jauh gue (namamnya Lily) yang seperantara sama gue juga masuk SMA ini dan ikut kelas ini. Maklum gan/sis, ekonomi dia lebih ketimbang keluarga gue padahal satu kampung emoticon-Sorry
2. SK a.k.a Siap Kerja : Dikhususkan ada tambahan keterampilan gitu. SPP 200rb/bulan.
3. Reguler : nah disini kelas gue. SPP 150rb/bulan, itu aja gue nunggak muluk dan bayar menjelang ujian tengah semester alias 6 bulan sekali emoticon-Ngakak. Kelas buat orang menengah kebawah kayak gue. Raqyat mysqueen. emoticon-Mewekemoticon-Ngakak
.
..
..
.
Disini urutan kelas reguler diurutkan huruf abjad nama depan, kelas reguler ada 6 kelas mulai X.4 s.d X.9 dan gue dapat kelas X.8. Per kelas 40 an siswa, ada yang 38 39 lah. Kelas gue sendiri 40 an ada deh, banyak banget. Oh iya gan, SMA gue gedungnya bergandengan sama kampus swasta satu yayasan juga (you know lah), kampus 4 U*S. Karena udah gak dipake, kelas kami diarahin ke kelas kampus. Jadi berasa kuliah gue disini, tiap siswa dapat kursi bermeja mini kayak dikampus. Maklum gan, sekolah gue waktu itu masih gencar gencarnya bangun sarana dan prasarana, jadi kelas banyak yang dibongkar pasang gitu deh.
.
.
Yak, masuk kelas dah. Berhubung gue masuk kelas sepi, gue langsung milih duduk pojok dah. Tak berapa lama ada yang duduk di kursi sebelah gue.
"Zain" ucap dia sambil nyulurin tangan.
"Mursid" tanggap gue.
"Asal mana?" tanya gue imbuh
"Koripan, Ma***ih. Elo?"
"Salam. Ka******ndan."
"Jauh jauh yak kita haha" canda dia.
"Yoi, sama jauhnya haha" tawa gue tanggepin canda dia.
Sekilas dia, namanya M. Zainudin. Biasa dipanggil MZ. Kayak nama dai sejuta umat dia haha. Tubuh lebih keliatan gede, gempal. Wajah sangar namun gaya bicara lucu. Kulit sawo busuk, lebih gelap dikit. Mudah bercanda namun mudah emosian juga.
.
.
Tak lama berselang, yang lain berdatangan. Gilak langsung penuh aja ini kelas. Yah singkat aja, cewek cowok hampir seimbang jumlahnya ini. Maklum masih reguler, ntar kenaikan kelas ke kelas 2 kita milih IPA/IPS. Sekilas, para cowok disini keliatan brutal. Muka sangar kayak berandalan di pasar haha.
.
Sekilas beberapa cowok disini yak :
-Rahmad a.k.a mamat, muka biasa banyak jerawat. Tinggian dia dikit ketimbang gue. Playboy akut. Banyak ganti cewek. Model stylis. Celana sekolah dibuat pencil cangcut. Ngepress dah. Gue aja bingung gimana dia makenya.
-Shodiq. Gemuk. Gak stylis kayak gue juga.
- Nanda. Cowok dia. Putih juga, 11 12 sama gue.
- Nugroho. Anak DPRD di kota gue. Gemuk kulit item atas sampe bawah haha.
- Mukhlis a.k.a Berang-berang. Pendek. Item. Rambut ikal. Jadi bahan bullyan muluk dikelas. Hahaha.
-Rohmat a.k.a Mbilung. Kurus kayak badan isinya tulang semua.
-Arga a.k.a Gentho. Anak basket. Tinggi. Sohib kemana mana selain MZ. Biasa bertiga kami kayak homo aja, btw gue normal yak.
- A. Yuda. Pindahan kelas X.4. Nama depan dia unik gan, makane nama depannya gak tak share disini. Soalnya pasti langsung ketemu orangnya kalo searching.
Lainnya ngikut dah, terlalu banyak soalnya.
.
.
Nah sekilas itu, tampang mereka tampak garang gan. Ini kelas paling terkenal bandel ketimbang kelas lain. Tiap hari yang bolos itu pasti ada meski 1 2 orang doang. Sebulan nihil bisa diitung jari. Bangke bener dah. Paling rame. Sampai guru guru sampai capek ngulang pelajaran dikelas gue.
..
Ke kantin barengan 15 orang, jadi kayak di film crows Zero haha.. Ya di kantin pada ngerokok gan, tapi itu kantin luar sekolah, jadi dikantin tiap hari barengan anak sekolah sebelah dari SMAN, MAN, ataupun SMKN.
Balik ke kelas pasti nelat, cuma guru galak doang aja masuk kelas tepat waktu. Yup, itulah kelas gue setahun kedepan. Ngeri tapi bikin ketawa muluk tiap hari haha emoticon-Ngakak
profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
5
19-04-2018 22:43
Quote:Original Posted By okarin89 โ–บ
Ceritanya asyik juga gan emoticon-shakehand


thanks yak, moga betah dan ngena ceritanya hehe
1
19-04-2018 22:44
Quote:Original Posted By fachrudin007 โ–บ
ijin baca gan
gak asing dengan kata s*lo kalau yang suka nanjak double M
๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


silahkan gan, makasih udah mau mampir hehe. semoga berkesan ceritanya emoticon-Jempol
1
19-04-2018 22:53
Quote:Original Posted By fachrudin007 โ–บ
ijin baca gan
gak asing dengan kata s*lo kalau yang suka nanjak double M
๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


udah tau kan gan dimana? hehehe
1
19-04-2018 23:02
Quote:Original Posted By pendakimalas โ–บ
udah tau kan gan dimana? hehehe


hahahaha soalnya pernah ke double M
0
19-04-2018 23:05
Quote:Original Posted By fachrudin007 โ–บ
hahahaha soalnya pernah ke double M


yup, lama gak kesana juga gue gan ๐Ÿ˜‚
1
19-04-2018 23:19
kalau bisa coba di agak- panjangin brey tiap chapter/part-nya
0
19-04-2018 23:25
Chapter 4 : Senja Di Perbatasan
Malam minggu. Udah seminggu an rutin sekolah. Sabtu Habis pulang, biasa gue sempetin nongkrong ngopi di Jalan tembus gan, Ce**ro S*wu. Perbatasan Jawa tengah Jawa Timur. Itu dekat base camp pendakian Gunung tempat gue tinggal dengan ketinggian 3265mdpl nya. Yah, disitu tempat favorit buat ngopi gan. Dingin. Ketinggian udah 1820mdpl gan, dan itu jalan provinsi. Bisa dibilang jalan utama provinsi tertinggi di Indonesia gan.
.
.
Sore jam 4 udah sampai sana. Dari rumah sejam sampe.
Seperti biasa jajan bakso pentol kuah panas 5rb an gan, ditambah kopi sungguh nikmat haha..
.
.
"Biasa buk, yang pedes." pesen gue ke ibuk penjualnya, udah hafal banget sama gue gan. Langganan.
"Siap mas Mursid. Sendirian aja njenengan (kamu)?" tanya ibuk nya.
"Ya sama siapa buk kalo gitu?" tanya gue lagi.
"Ya pacar sampean gitu kek hehe.." canda ibuk nya.
"Kagak ada buk, pacaran aja belom pernah haha." imbuh gue.
"Lha nyari dong mas kalo gitu, masa orang kayak mas gak laku-laku? Haha" tambahnya.
"Hahaha, belum kepikiran nyari aja buk. Belum segitu pikirannya." imbuh gue.
"Nah, mas kan udah masuk SMA To? Bisa lah nyari." saran ibuk nya sambil ngasih mangkuk bakso pentol kuah panas ke gue.
"Ntar deh buk, moga aja bisa nemu haha." jelas gue sembari berharap.
"Yowes, ibuk lanjut ladenin pembeli lain dulu."
"Oke buk, siap."
.
.
.
Disini rame gan kalo weekend, terlebih sore begini. Banyak yang nongkrong dan pada berpasangan semua. Gue sendiri yang jomblo disini kayanya. Nasib emoticon-Bingung
Tapi sudahlah, jomblo pun masih bisa nikmati hidup. Iya gak gan/sis?? Haha *menghibur diri sendiri ini ceritanya emoticon-Ultah
Bener sih, gak nampik gue kalo gue pengen juga bisa kayak yang lain. Punya pacar. Ada orang buat berbagi cerita dan kisah hidup. Gue makin iri liat orang-orang sore itu pada berpacaran disana gan, bisa ngopi bareng sambil bercanda tertawa ria. Gue? Pacaran aja belum pernah gan. Sejak SMP belum pernah pacaran. Ya inilah gue gan, nol soal percintaan. Dan dari sini lah semua berawal gan.
.
.
.
Yah, sore itu beneran cerah. Mentari terbenam pun terlihat indah sekali dengan warna merah kekuningan. Secangkir kopi hitam panas menambah nikmat sore itu gan. Sayangnya kurang sempurna soalnya gue cuman nikmati itu sendirian. Selalu sendirian.
profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
6
19-04-2018 23:26
Quote:Original Posted By sadmoon โ–บ
kalau bisa coba di agak- panjangin brey tiap chapter/part-nya


siap gan, makasih masukannya hehe
1
20-04-2018 00:23
Chapter 5 : Bertemu Dengannya
2 minggu rutin sekolah. Aktivitas biasa. Duduk dikelas. Ngalamun. Coret coret buku kalo gabut. Bully temen (kadang kebully juga). Yah seperti itu. Mainan hp cuman buat musikan sama browsing. Hp masih belum android gan. Masih Soner w660i gue. Sms masih murah waktu itu, sms 3x aja gratis sepuasnya ke all operator. Sayangnya temen sms an gak ada, palingan temen temen cowok kalo lagi penting doang haha. Jomblo ya gini gan emoticon-Malu
.
.
Hari rabu, masih awal bulan masuk sekolah. Tak seperti biasa, gue jalan gak bareng temen-temen gue. Nunggu dikit di sekolah. 30 menitan baru gue nyusul. Berjalanlah gue melewati jalanan kota tercinta gue Ka*******ar. Sembari seragam ditutup jaket hoodie dan botol minuman dingin gue berjalan lewati ramainya jalan disini. 10 menitan gue sampe di Taman Pa****ila. Berpikir gue untuk duduk diayunan taman. Waktu itu masih ada ayunannya gan, sekarang udah gak lagi soalnya udah direnovasi total. Berayun ayun lah sejenak gue sembari menikmati minuman yang tak lagi sedingin awal beli tadi. Ayunan pun berjalan pelan membawa diri ini melamun sejenak, berpikir apakah gue akan selalu seperti ini? Ya gue emang cupu dalam ginian. Dimana temen-temen gue membicarain pacar, gebetan, mantan, kenalan mereka yang cewek sementara gue cuma diam mendengar doang sesekali nanggapi ala kadarnya. .
Ya, jauh didalam hati gue pengen rasanya jatuh hati ke orang lain. Bagaimana menyukai orang lain. Ya gue belum pernah mengalami itu. Gue terlalu pemalu untuk memulai itu. Bahkan mungkin gue takut buat memulainya. Tapi disisi lain gue juga pengen mengalaminya, biar hidup gue ada tambahan sedikit warna diantara hitam putihnya hidup gue. Ya gue menginginkan itu ditengah lamunan gue..
.
.
.
Ditengah lamunan, gue dikagetin di Indra yang juga baru pulang. Dia kelas musik gan (X.4), mungkin habis latian band dia.
.
"Woyoo loo.. Ngalamunin apa mas bro?" tanyanya sembari tertawa.
"Ngalamunin utang ndra haha." canda gue sembari nawarin minuman botol yang gue pegang ke dia.
"Halah, tampang kayak elo jarang ngutang sid. Keliatan haha." tawa dia sembari nerima botol lalu meminumnya.
"Baru latian band?" tanya gue.
"Gak, nungguin cewek gue tapi katanya pulangnya masih nanti. Ya gue tinggal deh." jelas dia.
"Emang dia pulang jam berapa?" tanya gue.
"Jam setengah 4 nanti. Lama. Gue diminta pulang dulu aja." imbuhnya.
*pacar indra beda sekolah gan, anak SMKN dia. pulang naik bis juga, jadi kadang mereka barengan jalan kaki.*
"Yowes, bareng gue aja ntar." imbuh gue.
"Sip lah, ada temennya gue haha" imbuhnya lagi.
Gue balas anggukan setelah itu.
5 menitan kami duduk ngobrol, tampaklah rombongan 3 orang anak kelas 2 sekolah gue dan yup salah satunya kakak tingkat misterius itu. Mereka melewati taman kota dan sejenak tersenyum ketika melewati kami yang masih asik di ayunan. Ya kami balas senyum seadanya lah yak haha..
10 menitan kami pun bergegas lanjutkan perjalanan ke pemberhentian bus. Sampai sana agak mulai sepi, yang udah naik bis udah pada duluan.
"bisa duduk tenang di bus nih ntar." pikir gue.
Dan ternyata mbak nya yang "misterius" itu masih nunggu disana dengan bermain hp dengan asiknya.
Ya gue sama Indra duduk agak jauhan dikit, tak lama bus pun datang. Ah sayangnya bukan jurusan gue, tapi Indra bisa ambil soalnya bus itu berhenti di terminal dekat rumahnya.
"Oke sid, duluan yak?" pamit dia sembari berjalan kearah bus mulai berhenti.
"Yoii, siap." sahut gue.
.
.
Kembali fokus main game hp gue, ya sekitar 10 menitan bus jurusan gue pun datang. Dan Alhamdulillah banyak tempat duduk kosong, dan gue duduk depan pintu belakang bagian 2 kursi. Gue duduk dekat jendela.
.
.
.
"Masih kosong? Boleh duduk sini?" tanya seseorang yang cukup mengagetkanku ditengah lamunanku melihat keluar jendela bus.

"Eh masih mbak. Boleh hehehe"
Salting gan, itu mbaknya yang misterius itu. Gue lengah karena gue pikir dia satu bus dengan Indra tadi.

"Hehe, aku duduk disini ya?" sembari dia duduk disampingku.
Jujur gan, gue deg degan disini. Itung itung baru kali ini gue duduk bareng cewek secantik dia.

"Namamu siapa sih? Kelas Reguler?" tanya mbaknya.

"Eh Mursid mbak. Iya kelas X.8" jawab gue agak gugup. Bukan agak sih, gugup beneran.

"Aku INTAN, XI SK 2" sembari ngulurin tangan tanda ingin berkenalan.

"Eh iya mbak Intan, salam kenal hehe" jawab gue salting kikuk campur aduk lah haha.
. . .
Bus pun mulai berjalan pelan dan kadang berhenti ambil penumpang.
.
.
"Gimana dikelas? Asik?" tanyanya.

"Rame mbak, maklum banyak cowoknya yang berisik hehe." jawabku

"Iya, dikelasku juga sid. Cowok cowoknya juga berisik. Sama sih" imbuhnya.

"Kelas SK juga gitu ya? Kirain reguler doang mbak hehe" imbuhku sekenanya, meski garing sih emoticon-Ngakak

"Yah, meski kelas apapun sama sid cowok cowoknya, cewek ceweknya aja juga berisik."
Imbuh dia lagi.

"Yup mbak, eh rumahmu mana mbak? Perasaan dulu mbak ndak naik bus jurusan ini deh?"
Tanyaku padanya.

"Aku tinggal sama budhe ku, di perum pe**ta, timur Teriminal Be**n." jawab dia.

"Oalah situ, kirain jauh mbak hehe. Ternyata deket."
Responku sekenanya.

"Lah kalo rumahmu sid?" tanya dia balik.

"Kar******dan mbak, timur patung semar." jawabku.

"Jauh ya, sejam dong dari tempat naik bus?" tanyanya lagi.

"Bisa lebih mbak, kalo bus penuh kan lebih lambat jalannya hehe."
Terang ku padanya.

"Gak naik motor aja kalo gitu?" tanya lagi dia.

"Ada sih mbak motor, tapi lagi pengen naik bus dulu ini. Temennya banyak soalnya hehe." jelas ku.
.
.
"udah deket sid, boleh minta nomer hpmu? Ntar lanjut sms deh hehe"

Alamak, mimpi apa gue semalem? emoticon-Matabelo

"Eh, nomer hp? Ini mbak 08********" jawabku langsung gugup.

"Oke tak missed call ya?"

"udah masuk mbak, tak save ya hehe"

"Oke sip. Aku turun dulu ya, see you Mursid hehe."

"Oke mbak, hehe"

Turun lah dia di perempatan barat SMPN3. Disitu perumahannya. Dan perjalanan gue masih jauh ketimur dengan hati ceria dapat kenal dan langsung dapat no hp dari cewek paling cakep seantero sekolah euy hahaha..
.
.
.
Entah kenapa jalan kaki kerumah terasa sangat ringan emoticon-Ngakak

"Udah sampai rumah?" sebuah sms masuk.

"Sudah mbak, baruasan hehe."

"Oke, see you besok disekolah ya"

"Oke mbak hehe" emoticon-Recommended Seller
.
.
.
Hari yang indah 7 tahun lalu.
profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
6
20-04-2018 11:12
Chapter 6 : Sesuatu Yang Baru
Dari titik ini semuanya benar benar berubah di kehidupan gue. Ya, akhirnya gue bisa deket sama seorang perempuan meski dia yang memulainya. Kami pun rutin ngobrol via Sms dari pagi bangun tidur hingga mau tidur. Yah, itu sesuatu yang bener-bener baru di hidup gue. Awalnya ya tetep lah gue kikuk, beruntungnya dia sangat mudah cairkan suasana. Jadi gue gak terlalu sering ilfil ketika deket dia. Dia bener bener perfect gan, dia itu kalo bicara gak pernah cepet. Pelan dan halus gitu dah. Dan dia gak pernah tertawa ngkakak (setau gue), jadi bisa dibayangin lah dia kayak apa. Beneran berbeda dengan cewek cewek yang pernah gue ketaui, dimana biasanya cerewet, ngomongnya cepet gitu tapi dia enggak gan. Beneran berbeda. Lanjut...
.
.



Esok harinya...

"Pagi Mursid, udah bangun?" sebuah sms masuk ke ponsel soner W660i mungilku.

"Pagi mbak, udah. Udah mandi malahan. Ini mau bersiap berangkat hehe" balasku.

"Sip, bareng aja ya ntar? Kamu biasa naik bus apa?" tanya nya lagi.

"Jam agak pagi mbak, biasanya bus Lan**ung J**a biru tulisan Mawar Hitam kaca depan atas mbak" Jawabku lagi.

"Oke deh, tau aku. Jadi agak pagian ya ini,, sip." balasnya lagi

"Oke mbak, Mending milih pagi aku. Kalo mepet kadang bus selalu penuh, jadi gak dapat tempat."

"Iya sip, aku juga lebih suka berangkat lebih pagi kok. Udah bersiap berangkat?"

"Sudah mbak, ini udah pake seragam juga. Udah mau jalan. kalo mbak sendiri?" tanyaku balik.

"Aku udah siap juga ini. Lagi sarapan, kamu gak sarapan dulu gitu?" tanya balik dia ke gue.

"Enggak mbak, jarang sarapan pagi aku hehe emoticon-Big Grin" jawabku lagi.

"Coba lah sarapan dulu sebelum berangkat sid, kamu udah sampai mana?"

"Iya mbak, besok tak coba deh. Ini udah sampai di jalan raya. Tinggal nunggu bus nya datang." jawabku

"Oh sip, aku tak jalan juga. Deket kok 2 menitan udah sampe pemberhentian bus aku." jelasnya

*nah bus langgananku pun datang juga.. Dan benar tebakan gue, masih banyak bangku kosong. Seperti kemarin, gue milih duduk di kursi 2 depan pintu belakang.

"Aku udah di bus mbak, barusan udah datang." terang ku lagi

"Iya sid, aku udah sampai juga kok. Tinggal nunggu busnya aja, ada bangku kosong?"

"Banyak banget mbak, pagi banget ini soalnya baru jam 6 lebih sedikit."
Jawabku lagi

"Oh gitu, oke sip sip. Masih nunggu ini aku." terangnya

"Baru sampai daerah Ng**os mbak. 5 menitan paling udah sampai tempatmu hehe." terang ku lagi

"Oke, itu udah keliatan."

*Sampailah bus di barat SMPN3, tempat mbak Intan nunggu bus. Dia naik lewat pintu depan, disini sih gitu gan. Kebanyakan cowok naik bus lewat pintu belakang dan cewek pintu depan.
.
.
Melambaikan tangan dia ke arah gue yang udah duduk manis dengan headset ditelinga, dan langsung ambil tempat duduk dia didepan. Yah sayang gak bisa duduk bareng gan, doanya percuma 5 menitan doang kita udah turun soalnya haha emoticon-Ngakak

"Beneran longgar ternyata, besok besok naik ini deh sid." smsnya lagi masuk ke ponselku

"Yup mbak, lebih enakan pagi kan? Hehe" balasku

"Iya hehe.. longgar" balasnya
.
.
Skip..
.
.
Sampailah di tempat kami turun, disini kami harus berjalan 5 menitan ke komplek sekolahan kami. Komplek sekolahan kami emang jauh dari jalan raya kota gan, kudu naik angkot kesana kalo pengen cepet. Bayar 1rb doang sih sebenere, tapi gue enggan. Kenapa? Karena angkot itu biasanya diisi para cewek cewek yang enggan jalan kaki ke komplek sekolah.


"Sid Sid" panggilnya sembari lemambaikan tangan ke gue.

"Iya mbak?" gue pun berjalan menghampirinya setelah turun dari bus.

"Bareng aja jalannya, hehe" ajak dia.

"hehe iya mbak" jawabku kikuk.

Sepanjang jalan kami mengobrol ringan tentang bagaimana sekolah kami bla bla bla.. Ya gitu lah.
Tanpa terasa kami udah sampai sekolahan kami, di koridor kami berpisah karena kelas dia agak jauh lagi sementara kelas gue naik ke lantai 2.

"Oke sid, see you ya. Ntar lanjut ngobrol lagi." ucapnya sembari tersenyum. Dan senyumannya gan, aduhay dah pokoknya. Gak bisa gue lupain sampai sekarang.

"Siap mbak" jawabku sembari tersenyum juga.
.
.
Kami pun berpisah... Berpisah jalan maksudnya, haha
Sampai kelas baru ada beberapa cewek yang datang, cowok? Datangnya mepet dan bahkan banyak yang nekat haha emoticon-Ngakak

"Pagi amat sid datengnya, cowok cowok aja belum ada yang datang." sapa Ayu dikala gue mau duduk naruh tas.

"Emang jam segini Yuk (biasa manggil Ayuk, ada huruf mati "k) biasanya gue dateng. Baru nyadar? Haha" jawabku sekenanya

"Ya kali sid, kan biasa ke kantin dulu gue." jawabnya lagi

Ah iya, ke kantin makan Soto hangat cocok lah ini pikir gue.

"Bentar yuk, ke kantun dulu. Nyoto haha" ucap gue sembari pergi.

"Titip cemilan sid" ucapnya sedikit teriak

"Apaan?" tanyaku sedikit teriak posisi udah diluar kelas soalnya

"Kacang atom atau keripik gitu lah." jelas dia

"Oke sip" ucap gue ngacungin jempol
.
.
Berjalanlah diri ini ke kantin seberang luar sekolah tapi dekat sama gedung kelasku berada.


"Buk, soto nya ya satu sama teh anget." pesanku kala sampai sana

"Iya mas, tunggu bentar ya." jawab ibuk kantin

Disini gorengan tersedia di meja gan, masih anget pula. Mantap dah, tak lama soto semangkuk pun datang bersama teh anget.
Kebiasaan gue tempe goreng tepung gue masukin ke soto gan, entah kenapa nikmat rasanya haha.. Kebiasaan gue kala makan soto.
Dari kantin terlihat banyak yang mulai berdatangan ke sekolah, beberapa temen temen berandalan kelas gue dengan tampang cool mereka, cewek cewek cakep satu sekolah dan beda sekolah. Yah kayak gini view sehari hari disini.

Skip..
.....
Skip....
.
.
waktu sekolah... Skip..
.
.
Waktu pulang pun tiba, jam 01:30 siang.

Biasa gue jalan bareng temen temen gue, membaur bersama mereka. Banyak yang belum tau kalo gue deket sama kakak tingkat itu, dan itu emang pengennya gue sembunyiin dah dari mereka. Daripada jadi gosip. Disisi lain, gue yakin kalo saat itu mana mungkin cewek kayak Mbak Intan itu jomblo gan. Gue yakin dia pasti punya pacar, gak mungkin enggak. Gue juga yakin dia pasti banyak yang naksir. Maka dari itu sebelum ada kejelasan lebih antara kami, kedekatan ini gue sembunyiin dari siapapun. Gak ingin kena masalah gue soal ini.
profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
6
20-04-2018 12:04
ijin nenda bro emoticon-Big Grin
-1
20-04-2018 12:33
Quote:Original Posted By felixturner โ–บ
ijin nenda bro emoticon-Big Grin


silahkan mas bro emoticon-Jempol
2
Halaman 1 dari 55
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
jampe-popotongan-kisah-nyata
Stories from the Heart
teror-hantu-penunggu-tpu
icon-jualbeli
Jual Beli
ยฉ 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.