- Beranda
- Stories from the Heart
Neutron Star Collision
...
TS
kucingbudukan
Neutron Star Collision
Selamat malam Agan dan sista. Saat gue menuliskan thread ini, sebenarnya sudah jam 2 pagi. Gue gak bisa tidur malam ini, karena sebuah telepon dari orang yang tidak gue harapkan. Daripada bingung, gue jadi pengen nulis aja. Biar berhenti melakukan hal bodoh malam ini. Mohon ijin Agan dan sista. Ini pertama kalinya gue menulis di SFTH.
Disclaimer.
- Cerita ini hanya fiksi belaka.
- Sebagian mungkin ada pengalaman gue sendiri yang tentu sudah didramatisir demi keseruan cerita.
- Kesamaan tempat, tokoh, dan kisah hanyalah kebetulan belaka
- Mungkin update nya agak lama karena hidup gue lagi berarakan hahaha. Maapin.
- Judul chapter menggunakan potongan lirik lagu yang mewakili setiap chapternya, karena gue suka musik.
Selamat menikmati. Atau mencaci.
Setiap orang mungkin punya lagu kenangan yang ketika didengarkan bisa bikin nangis tanpa sebab. Lagu itu sedang aku dengarkan sekarang. Playlist spotify secara acak memutar lagu ini. Dari sekian juta koleksi lagu di library spotify, dikombinasikan dengan preferensi musikku, dan algoritma spotify yang cenderung sok tau meski seringkali benar, aku gak tau kenapa lagu ini yang terpilih.
"I cant remember the time or place
Or what you were wearing
It's unclear about how we met
All i know it was the best conversation that i've ever had...
Tanpa sadar aku menitikkan air mata. Kata orang rindu itu indah (menurut lagu OST AADC), kata Dilan rindu itu berat. Jadi yang mana yang bener? Aku menangis makin kejer karena gak tau jawabannya.
Rasanya bego banget menangis tanpa sebab. Sudah lama aku gak mendengar lagu ini, The Story So Far, yang dipopulerkan oleh New Found Glory. Aku masih ingat pertama kali aku mendengarnya. Malam itu, seorang teman memaksa ku mendengarkannya. Tanpa seizinku, dia mengirimkan lagu itu ke handphone aku melalui infra red. Anak zaman sekarang gak akan ngerti perjuangannya. Menempelkan dua handphone untuk bisa bertukar file, proses pengiriman yang lama, belum lagi terkadang susah menyambungkan infra red yang satu dengan yang lain.
°°°°
Rendi tersenyum jahil menatap aku yang tengah sibuk membaca komik Crayon Shinchan di teras rumahku. Tadinya ia kesal karena hari ini volume terbaru Crayon Shinchan telah terbit, itu berarti aku akan fokus membaca, meninggalkan dia yang mati gaya karena dicuekin.
"Kenapa Ndi senyum-semyum?"
"Bawel ah, fokus aja ama Shinchan", karena dia meminta hal itu, aku jadi ingin melakukan hal sebaliknya.
"Lo apain hp gue?" aku menaruh curiga karena ia mengutak-atik hp-ku.
"Enggak ada..."
"Ngaku gakkkkkk..." aku semakin curiga, sambil merebut hp di tangan Rendi.
"Beneran gak ada. Gue cuma ngirimin lagu. Itu lagu bagus. Dengerin ya. Nanti aja sih"
"Lagu apaan?"
"Pokoknya ini kesukaan gue. Soalnya gue jadi inget pas kita kenalan pertama kali. Hehe... Kocak"
Rendi kembali meringis gak jelas lalu menenggak habis sirup jeruk yang aku suguhkan di teras rumah. Aku kembali pada Shinchan yang baru dibaca setengah.
Malamnya, sebelum tidur aku teringat lagu yang Rendi kirim ke hpku. "Enak lagunya..." pikirku malam itu. Aku tertidur dengan membiarkan lagu itu terus terputar ulang di handphone.
Hari ini, sudah 10 tahun berlalu sejak Rendi mengirimiku lagu itu. Saat itu ia bermaksud memberitahuku sesuatu lewat lagu, hal yang terlambat aku sadari. Malam itu aku menangis sampai ketiduran, setelah perdebatan hebat dengan Rendi selama 2 jam, melalui telepon. Pagi harinya aku terbangun lebih dulu dari alarm dengan bengkak di kedua mata. Aku melangkah dengan gontai ke kamar mandi, memang mimpi buruk di malam weekdays itu menyebalkan ya. Sedih boleh, malas jangan. Masih banyak cicilan yang harus dilunasi, jadi dengan malas aku berangkat kerja juga.
••bersambung••
Disclaimer.
- Cerita ini hanya fiksi belaka.
- Sebagian mungkin ada pengalaman gue sendiri yang tentu sudah didramatisir demi keseruan cerita.
- Kesamaan tempat, tokoh, dan kisah hanyalah kebetulan belaka
- Mungkin update nya agak lama karena hidup gue lagi berarakan hahaha. Maapin.
- Judul chapter menggunakan potongan lirik lagu yang mewakili setiap chapternya, karena gue suka musik.
Selamat menikmati. Atau mencaci.
CHAPTER 1
I Cant Remember The Time or Place
Setiap orang mungkin punya lagu kenangan yang ketika didengarkan bisa bikin nangis tanpa sebab. Lagu itu sedang aku dengarkan sekarang. Playlist spotify secara acak memutar lagu ini. Dari sekian juta koleksi lagu di library spotify, dikombinasikan dengan preferensi musikku, dan algoritma spotify yang cenderung sok tau meski seringkali benar, aku gak tau kenapa lagu ini yang terpilih.
"I cant remember the time or place
Or what you were wearing
It's unclear about how we met
All i know it was the best conversation that i've ever had...
Tanpa sadar aku menitikkan air mata. Kata orang rindu itu indah (menurut lagu OST AADC), kata Dilan rindu itu berat. Jadi yang mana yang bener? Aku menangis makin kejer karena gak tau jawabannya.
Rasanya bego banget menangis tanpa sebab. Sudah lama aku gak mendengar lagu ini, The Story So Far, yang dipopulerkan oleh New Found Glory. Aku masih ingat pertama kali aku mendengarnya. Malam itu, seorang teman memaksa ku mendengarkannya. Tanpa seizinku, dia mengirimkan lagu itu ke handphone aku melalui infra red. Anak zaman sekarang gak akan ngerti perjuangannya. Menempelkan dua handphone untuk bisa bertukar file, proses pengiriman yang lama, belum lagi terkadang susah menyambungkan infra red yang satu dengan yang lain.
°°°°
Rendi tersenyum jahil menatap aku yang tengah sibuk membaca komik Crayon Shinchan di teras rumahku. Tadinya ia kesal karena hari ini volume terbaru Crayon Shinchan telah terbit, itu berarti aku akan fokus membaca, meninggalkan dia yang mati gaya karena dicuekin.
"Kenapa Ndi senyum-semyum?"
"Bawel ah, fokus aja ama Shinchan", karena dia meminta hal itu, aku jadi ingin melakukan hal sebaliknya.
"Lo apain hp gue?" aku menaruh curiga karena ia mengutak-atik hp-ku.
"Enggak ada..."
"Ngaku gakkkkkk..." aku semakin curiga, sambil merebut hp di tangan Rendi.
"Beneran gak ada. Gue cuma ngirimin lagu. Itu lagu bagus. Dengerin ya. Nanti aja sih"
"Lagu apaan?"
"Pokoknya ini kesukaan gue. Soalnya gue jadi inget pas kita kenalan pertama kali. Hehe... Kocak"
Rendi kembali meringis gak jelas lalu menenggak habis sirup jeruk yang aku suguhkan di teras rumah. Aku kembali pada Shinchan yang baru dibaca setengah.
Malamnya, sebelum tidur aku teringat lagu yang Rendi kirim ke hpku. "Enak lagunya..." pikirku malam itu. Aku tertidur dengan membiarkan lagu itu terus terputar ulang di handphone.
°°°
Hari ini, sudah 10 tahun berlalu sejak Rendi mengirimiku lagu itu. Saat itu ia bermaksud memberitahuku sesuatu lewat lagu, hal yang terlambat aku sadari. Malam itu aku menangis sampai ketiduran, setelah perdebatan hebat dengan Rendi selama 2 jam, melalui telepon. Pagi harinya aku terbangun lebih dulu dari alarm dengan bengkak di kedua mata. Aku melangkah dengan gontai ke kamar mandi, memang mimpi buruk di malam weekdays itu menyebalkan ya. Sedih boleh, malas jangan. Masih banyak cicilan yang harus dilunasi, jadi dengan malas aku berangkat kerja juga.
••bersambung••
Diubah oleh kucingbudukan 22-02-2019 23:53
anasabila memberi reputasi
1
1.3K
4
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya