- Beranda
- Berita dan Politik
Meneropong Istana dari Balaikota: Proyeksi Anies 2019
...
TS
diegofawzi
Meneropong Istana dari Balaikota: Proyeksi Anies 2019
Kira-kira kalo Jokowi sama Anies Duet Untuk Indonesia manteep gak Gan??


Kedua hal tersebut lekat hubungannya dengan kancah politik dewasa ini. Kita lihat kembali saat Presiden RI Indonesia Joko Widodo menjabat jadi Gubernur DKI Jakarta. Elektabilitas dan popularitas yang meningkat menyebabkan terpilihnya beliau menjadi Presiden RI. Pola yang sama bisa saja terjadi pada gubernur DKI saat ini, Anies Baswedan. Media dan berita yang mengangkat namanya menjadi terkenal, bisa menyebabkan tingkat elektabilitas dirinya meningkat. Kita lihat saja contohnya pada saat survei yang dilakukan bulan Desember 2017 yang lalu. Berdasarkan survei Indo Barometer, untuk posisi cawapres elektabilitas Anies berada di posisi tertinggi yaitu 10.5%. Sedangkan apabila disandingkan dengan
Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, maka elektabilitas beliau meningkat menjadi 22% (Kompas.com).
Survei itu tentu saja dapat berubah, tapi elektabilitas Anies semakin meningkat belakangan ini. Pada acara temu kangen aktivis 1998, nama Anies diteriakkan beberapa kali untuk maju ke Pilpres 2019. Salah satu suara yang ingin mengusung Anies agar maju ke Pilpres 2019 adalah dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono. Sebagai bagian dari aktivis 98, Ferry mengatakan yang paling mungkin maju untuk meneruskan perjuangan tahun 98 adalah Anies Baswedan dan apabila beliau (Anies) punya keinginan untuk itu, kenapa tidak (Tempo.co). Hal seirama disampaikan juga oleh Aktivis Progres 98, Faizal Asegaf. Sosok Anies menurut Faizal adalah sosok yang cukup berpeluang dan segar untuk maju ke Pilpres 2019 sebagai cawapres yang disandingkan dengan Jokowi (Tempo.co).
Ketika ditanya mengenai pendapatnya untuk maju baik menjadi capres atau cawapres di Pilpres 2019, Anies enggan berkomentar banyak. Beliau mengatakan untuk fokus Jakarta dulu (Tempo.co).
Terlepas dari ingin maju atau tidaknya Anies ke Pipres 2019, masih banyak PR yang menunggu di Balai Kota. Elektabilitas yang tinggi bisa saja mengalami penurunan. Banyak masalah di Jakarta yang belum diselesaikan. Sebut saja masalah penataan PKL di Tanah Abang yang kontroversial dan menuai protes; Masalah banjir yang belum terlihat akan surut walaupun ada program Naturalisasi sungai; Kontroversi pembatalan HGB di Pulau reklamasi Teluk Jakarta; Rumah DP 0% yang dilaporkan ke KPPU; Janji KJP Plus yang belum ada kabarnya hingga saat ini; dan banyak lagi masalah yang lainnya.
Apabila bapak ingin maju ke Pilpres 2019, apakah Bapak dapat menyelesaikan masalah Jakarta tersebut? Ataukah Bapak akan meninggalkan Jakarta walau masalahnya belum selesai? Kita tunggu saja geliat pak Anies dalam menyongsong 2019.
0
1.7K
19
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.7KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya