Kaskus

Story

iwan525252Avatar border
TS
iwan525252
[#sfthchallenge] Demi Sebuah Jabatan
[#sfthchallenge] Demi Sebuah Jabatan

Cerita ini sepenuhnya dari pengalaman ane sewaktu kecil ditambah sedikit bumbu namun gak mengurangi inti dari cerita ini,


Ane lahir dan tinggal di daerah jateng di sebuah kabupaten pesisir laut utara. Kisah ane ini menceritakan tentang seramnya pengalaman ane dan keluarga menghadapi barang “kiriman".

Jadi kejadian ini terjadi pada saat ane berumur 8/9 tahunan gan ane lupa tepatnya, pada saat itu di kampung sedang rame-ramenya sama pemilihan kepala desa.
Sudah jadi rahasia umum kalau setiap kali pencalonan kepala desa selalu di sertai hal-hal tak masuk akal yang bakalan di alamin baik dari si calon maupun timsesnya.

Orag tua ane (bapak) kebetulan menjadi salah satu timses calon kades petahana anggap saja namanya pak kliwon.
Nah pak kliwon ini emang udah berteman dekat dengan keluarga ane, makanya dari pemilihan yang terdahulu dia mempercayakan semua strategi kampanye pada bapak.

Setelah habis masa jabatnya, pak kliwon berniat mencalonkan diri kembali dan ditunjuklah bapak sebagai timsesnya lagi buat melawan calon yang kalah terdahulu bernama pak wage, pak wage ini berniat kembali maju melawan pak kliwon di pemilihan kades gan karena mungkin gak terima dengan hasil terdahulu.
fyi kedua calon ini rumahnya berdekatan dan masih ada hubungan saudara.

Hari pertama setelah di tunjuk bapak langsung bergerak cepat, membentuk tim pemenangan calon, karena yang dihadapi ini adalah salah satu orang terkaya di desa ini.
Bapak membentuk tim berisikan 20 orang, karena desa ane terbagi atad 4 RW jadilah di tunjuk 4 orang sebagai penanggung jawab atas masing2 RW dan sisanya bertanggung di tingkat RT.
meskipun kedengaran sedikit cuma 4 RW saja, namun sebenernya desa ane ini luas gan karena setiap RW itu terpisah dan luasnya juga lumayan.

Setelah selesai melakukan tugas pertama bapak akhirnya kembali melanjutkan hari hari seperti biasa, karena waktu pemilihan dirasa masih lama.
Nah disinilah semua bermula semakin hari rumah yang ane dan keluarga tempatin jadi kayak serasa aneh gitu.

Hingga sampai kurang lebih sebulan sebelum pencoblosan, banyak sekali gangguan di rumah ane.
Pernah suatu malem ane yang waktu itu gak bisa tidur ngerasain kaya ada benda yang jatuh gitu di depan pintu kamar ane, bunyinya terdengar “BUG..." dan ane bisa pastiin kalo itu suaranya kayak semacam orang yang lagi lompat gitu. Tau gak sih suara orang lompat2 di keramik gitu, nah kayak gitu dah kira2.

Pernah juga malem malem ane denger suara orang nangis tepat di samping kamar jendela ane, saking takutnya ane lari sambil teriak manggil abang ane
“kak...kak.." teriak ane

“ada apaan sih teriak" jawab kakak ane waktu itu.

“Itu ada suara orang nangis di samping jendela kamarku, aku takut"

“Dah gak ada apa-apa kok" jawabnya sambil berlalu menutup kembali jendela yang ia buka tadi.

Kalau dari penuturan yang abang ane bilang sama bapak, suatu malam ia terbangun karena denger bunyi bug bug bug tepat di depan kamar, karena penasaran ia bangun buat memastikan suara apa itu, setelah menguatkan keberanian ia membuka pintu kamarnya, alangkah terkejut nya ia melihat se sosok pocongan tepat di depan kamarnya, pocongan itu diem sambil melotot kearah abang ane, sontak abang ane kaget dan menutup pintunya.

Fyi kamar ane sama kamar abang itu berhadapan, cuma dipisah sama ruangan tamu yang lumayan besar, maklum rumah bentuk khas pedesaan gan. Gak kayak rumah modern yang di sekat antar ruangan nya.

Pernah juga abang ane lagi melihat sesosok penampakan neng kunti di ruang tamu depan kamar dia, ane saat itu lagi sakit cacar gan jadi badan kerasa panas gatel ditambah suasana rumah yang begitu. Abang ane melihat neng kunti lagi di pojok depan kamar ane gansis.
Dia beraniin buat ngebangunin bapak. alhasil malam itu bapak sama abang ane begadang sampe pagi gan buat jagain ane, tapi dia cuman di ruang tamu doang gak masuk kamar ane.

Setelah semua gangguan di rumah ane, akhirnya bapak mendatangi seorang kyai atau paranormal, bapak menceritakan semua gangguan yang terjadi, dari mulai ane sampai abang ane semua di ceritain.

“jadi gimana ya pak, nopo wonten hubungane kalian pencalonan niki nggeh?"tanya bapak.
Jadi gimana pak? Apa ada hubungannya dengan pencalonan kepala desa ini ya? Tanya bapak ane.

“mpun pak, besok saya kasih pagar ndek rumahe sampean, insyaallah mboten ganggu maleh" kata kyai tersebut menjelaskan, beliau gak menjawab pasti sebab dan muasal semua gangguan ini cuma beliau memberi sarat dan pagar gaib saja.
Akhirnya bapak disuruh pulang dan esoknya di suruh balik lagi.


Esoknya, bapak balik lagi gansis disana beliau di kasih garam buat ditaburin di sekeliling rumah, syaratnya adalah tanpa alas kaki dan sudah bersuci.
Yang kedua adalah di beri bungkusan sebanyak 4 buah yang harus di tanam di empat penjuru rumah saat tengah malam.

Setelah semua syarat sudah di laksanakan, memang untuk beberapa hari rumah terasa sedikit tenang tanpa ada gangguan macam-macam.


Tapi itu semua cuma beberapa hari doang gansis, setelah nya hampir setiap hari ada suara bunyi ledakan di atap rumah ane, kadang terdengar waktu maghrib tapi terkadang juga tengah malem.
Ane juga pernah denger sekali bunyinya seperti suara ban dalem meledak “boomm" gitu kadang juga kaya semacam suara batu yang di lempar ke tembok.

Akhirnya karena gangguan gak berhenti juga, bapak ane kembali menemui kyai tersebut (maaf ane gak bisa nyebut namanya) dan dibilang lah, gangguan tersebut ternyata berasal dari saingan calon kepala desa yang bapak ane dukung.
Gimana sih yak jelasinnya, nih calon dari dulu sudah terkenal sama hal-hal berbau mistis gansis.

Menurut penjelasan dari kyai itu, si calon kades ini gak terima karena bapak ane di anggap sebagai salah satu dalang gagal nya dia dalam pilkades. Emang gak bisa di pungkiri, bapak selain menjadi salah satu tokoh masyarakat juga menjadi kader salah satu parpol. Sehingga kuat pengaruhnya di desa.

Oleh nasihat pak kyai, bapak diminta mundur sebagai timses dan berhenti mengurus semua agenda kades petahana. Memang awalnya beliau menolak, tapi karena desakan dari keluarga terutama ibu ane akhirnya beliau mengalah dan berhenti menjadi timses, meskipun awalnya pak kliwon (kades lama) berat hati dan tak menyetujui niat bapak, dengan sabar beliau jelaskan ini semua demi keselamatan keluarga, akhirnya pak kliwon pun menerima dengan lapang dada pengunduran bapak.

Mulai saat itulah, berangsur gangguan dirumah ane berkurang intensitasnya. Sampai pada hari H pencoblosan dan penghitungan suara akhirnya di menangkan oleh pak wage. Banyak warga yang kecewa dengan terpilih nya kades baru, tapi apa boleh buat dan apa boleh di kata.





Demikian cerita ane, mohon maaf kalau bahasanya amburadul dan kacau maklum thread pertama di sfth.
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
2.1K
11
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.